Pendewaan

Pendewaan
#26 Hadiah Kecil


__ADS_3

Yun Tianxie mendekati pedang itu, itu adalah pedang yang indah. Yun Tianxie mengambil pedang dan mengangkatnya.


"ini…."


Ada kekuatan yang tidak bisa dijelakan mengalir didalam pedang. Yun Tianxie tidak tau dengan pasti kekuatan apa itu, tetapi jelas kalau kekuatan itu sama sekali tidaklah lemah.


Pedang ini adalah senjata semi ilahi tingkat 3, secara alami jelas lebih kuat dari pedang Yun Tianxie yang hanya senjata suci. Ada rasa senang pada diri Yun Tianxie, bagaimanapun senjata semi ilahi bukan sesuatu yang mudah untuk didapatkan.


Sekte tingkat atas dibenua dewa sendiri mungkin hanya memiliki beberapa senjata saja, yang berada ditingkat semi ilahi.


[Itu pedang yang cukup menarik. Ada hukum waktu mengalir didalamnya.] Lin Feng berbicara


[Apa manfaat dari hukum nya?]


[Ketiadaan, hanya saja kau melatih Teknik pedang keilahian. Teknik pedang itu mengandung hukum ruang, secara alami tidak cocok dengan pedang itu.]


Teknik pedang yang, Yun Tianixe, latih berasal dari Lin Feng. Jelas Teknik pedang itu jauh lebih kuat dari semua Teknik pedang yang ada didunia ini.


[meski tidak cocok bukan berarti tidak kan berguna, untuk saat ini simpan saja pedang itu]


Yun Tianxie menuruti Lin Feng, dia langsung menyimpan pedang itu. setelah pedang dicabut dari tempatnya, sebuah pintu kecil muncul. Pintu itu adalah jalan keluar, Yun Tianxie membuka pintu dan memasukinya.


Dia Kembali ketempat sebelumnya, disana Lu Yao dan Ji Luoxue juga telah keluar. Lu Yao memegang sebuah buku kecil, sedangkan Ji Luoxue memegang sebuah lonceng kecil.


Lu Yao mengangkat bukunya dan menunjukkanya kepada Yun Tianxie "Hukum waktu ketiadaan. Apa kau telah membaca isinya?"


"Aku telah membacanya, akan tetapi ini sedikit sulit untuk dipahami. Bagaimanapun aku tidak mempelajari hukum waktu dengan dalam. Jadi kurasa aku akan memberikannya kepada saudari perempuan aku."


Yun Tianxie tidak mengetahui apa isi dari buku itu, tetapi dari judulnya saja sudah terlihat seperti sebuah Teknik yang cukup merepotkan.


"Saudara perempuan kau melatih hukum waktu?"


"Iya. Aku sama sekali tidak mengerti. Hukum waktu itu sangat sulit untuk dipelajari, apalagi ditempat ini sangat sedikit pengetahuan mengenai hukum waktu"


Didunia ini ada banyak jenis hukum, tetapi hanya ada Sembilan hukum saja yang terkenal. kesembilan hukum itu adalah hukum api, air, angin, tanah, metal, cahaya, kegelapan, ruang, dan waktu.


Setiap orang bisa mempelajari semua hukum yang ada, hanya saja semakin banyak hukum yang dipelajari maka akan semakin sulit nantinya. Karena itu kebanyakan orang hanya melatih beberapa hukum saja. Salah satunya adalah, Lu Yao. Lu Yao, melatih hukum cahaya dan angin.

__ADS_1


Sejak dahulu Lu Yao selalu mencoba memperdalam pengetahuannya mengenai hukum cahaya, tetapi situasi dibenua dewa membuatnya menjadi sedikit sulit. Tidak banyak sumber yang bisa digunakan, hanya saja jika dibandingkan dengan hukum waktu, hukum cahaya masih lebih banyak sumbernya.


Disisi lain, Ji Luoxue, memperlajari hukum api. Didalam lingkungan keluarga besar, Ji Luoxue adalah salah satu gadis dengan bakat yang besar. Bakat miliknya sedikit lebih baik dari, Lu Yao, meski tidak sebaik sepupu perempuannya. Hanya saja, Ji Luoxeu adalah orang yang cukup santai. Dia selalu ingin mengatakan apa yang dia pikirkan, Ji Luoxue, juga bukan orang yang suka dengan kerja keras.


Karena itu Ji Luoxue memperlajari humum api yang secara alami memiliki sumber pembelajaran lebih banyak dari hukum lainnya.


"Mengapa kebanyakan hal hal disini mengandung hukum waktu?" Yun Tiaxnie bertanya kepada kaisar Han Qin


"Sejak lahir aku secara alami memiliki pemahaman yang mendalam mengenai hukum waktu. Karena itu aku secara alami mendalami hukum waktu."


Sebagai orang yang menggunakan hukum waktu, Kaisar Han Qin memiliki barang yang mengandung hukum waktu. Bahkan tempat ujian ini sendiri sepenuhnya mengandung hukum waktu.


Pengendalian hukum waktu kaisar Han Qin telah mencapai puncah dunia ini, Mungkin selain beberapa orang tertentu hampir tidak ada yang bisa menandingi kaisar Han Qin Jika berbicara mengenai hukum waktu.


"Tidak masalah jika kami memasuki jalan percobaan yang lain bukan?"


Lu Yao masih belum cukup puas, pada jalan percobaan pertamanya dia merasa jalan itu sangat mudah untuk dilewati.


"Tidak masalah, semua itu tergantung kemampuan dan keberuntungan diri sendiri."


"Kalau begitu aku akan memasuki jalan yang lainnya."


"Kau memiliki sesuatu didalam dirimu, aku menyarankankanmu untuk memasuki pintu yang ada disana."


Kaisar Han Qin melihat Yun Tianxie, dia lalu menunjuk pintu yang ada di ujung. Pintu yang sama sekali tidak membuat Yun Tianxie tertarik.


"Apa yang ada dibalik pintu itu?"


Karena Kaisar Han Qin menyarankannya, Yun Tianxie, secara alami tertarik denga napa yang ada didalam pintu itu.


"Tidak tau"


Yun Tianxie sedikit terkejut, pada awalnya dia mengira kalau Kaisar Han Qin mungkin mengetahui semua yang ada dibalik ke 31 pintu yang ada disana.


"Jalan percobaan yang aku buat hanya ada 30 saja. Karena itu aku juga tidak tau siapa yang membuat dan meletakkan pintu itu.


Kaisar Han Qin pernah mencoba untuk masuk kedalam pintu itu. tetapi dia bahkan sama sekali tidak bisa membukanya. Dia jelas sedikit penasaran dengan apa yang ada dibalik pintu, dia ingin mengetahuinya. Begitu dia melihat Yun Tianxie, dia merasa pintu itu pasti bisa dimasuki Yun Tianxie.

__ADS_1


Bagi Kaisar Han Qin, Tidak peduli siapapun yang memasuki pintu itu. selama dia bisa mengetahui apa yang ada disana kaisar Han Qin merasa sudah cukup. Kaisar Han Qin merasa apa yang ada dibalik pintu adalah sesuatu yang bisa menjawab semua pertanyannya.


Yun Tianxie hanya mengangguk. Dia berjalam mendekati pintu. Begitu Yun Tianxie memgang gagang pintu, dia merasa ada sedikit sentuhan. Seperti dia merasa sedikit tersetrum dan sebuah energi yang tidak biasa memasuki dantiannya.


Dantian Yun Tianxie terasa panas, dia seperti ingin segera melihat apa yang ada dibalik pintu itu. Yun Tianxie segera membuka pintu.


Apa yang Yun Tianxie lihat adalah seorang anak kecil berusia 5 tahun. Anak itu terlihat sangat kelaparan, berjalan didalam hutan dan menangkap seekor kelinci.


Anak itu tidak tau siapa ayahnya, siapa ibunya, yang anak itu tau dia telah terbangun beberapa hari yang lalu. Anak itu tidak tau sedang berada dimana, dia melihat kelangit dan tersenyum.


Anak itu lalu berjalan dan terus berjalan. Hari demi hari telah berlalu. Anak itu sampai disebuah kota, ini adalah pertama kalinya anak itu melihat manusia dalam jumlah yang besar.


Tidak jauh dari gerbang kota, ada seorang pria tua. Pria itu melihat si anak, menatapnya lalu mengatakan "apa kau mau menjadi muridku?"


______________________


RANAH KULTIVASI


-RANAH PENEMPAAN TUBUH


-RANAH PENEMPAAN JIWA


RANAH PENINGKATAN JIWA


-RANAH BENCANA


-RANAH HIDUP DAN MATI


-RANAH DEWA


TINGKATKAN SENJATA


-TINGKAT EPIC


-TINGKAT DEWA


-TINGKAT SUCI

__ADS_1


-TINGKAT SEMI ILAHI


-TINGKAT ILAHI


__ADS_2