Pendewaan

Pendewaan
#70 Arena Pertarungan Menara Pedang


__ADS_3

Yun Tianxie memasuki Menara pedang, seperti biasa ada banyak orang yang sedang bermeditasi. Mereka mencoba untuk mendapatkan pencerahan dari jalan pedang.


Tempat ini bukanlah tujuan Yun Tianxie, dia pergi keluar dari sana. Sekarang Yun Tianxie berada di arena pertarungan. Sebuah token segera muncul di tangannya. Token itu memiliki angka, lebih dari seribu.


‘Sepertinya aku turun sangat jauh.’ Pikir Yun Tianxie.


Sebelumnya Yun Tianxie yakin dia berada di peringkat lima ratus ke bawah. Hanya dalam waktu singkat dia telah turun jauh. Itu menandakan kalau aula pertarungan ini sama sekali tidak pernah sepi.


Saat ini ada sebuah pertarungan yang baru selesai, Yun Tianxie dengan cepat naik ke arena. Di tempat ini peraturannya adalah yang tercepat naik ke arena yang akan menggunakannya.


Yun Tianxie menunjukkan token nya, ada nama dan peringkatnya. Itu menarik perhatian banyak orang. Sebelumnya dia adalah orang yang cukup terkenal. Karena bisa naik peringkat dengan cepat, selain itu Yun Tianxie juga pernah menang melawan Xie Yan.


Seorang perempuan naik ke arena dan menantang Yun Tiaxnie, perempuan itu di ranah bencana menengah seperti Yun Tianxie.


Mereka memulai pertarungannya, meski sama sama ranah bencana menengah, gap antara merek cukup jauh. Bagi Yun Tianxie pertarungan itu sangatlah mudah.


Dia menggunakan pukulannya untuk mengalahkan perempuan itu. Lagi lagi apa yang Yun Tianxie lakukan itu menarik perhatian orang orang.


“Ini adalah Menara pedang, gunakan pedangmu bukan pukulan!” Seorang pria memperlihatkan permusuhan dengan Yun Tianxie.


“Kalau begitu, Naiklah ke atas sini dan lawan aku!” Yun Tianxie memperlihatkan sebuah senyuman merendahkan. Tetapi pria itu masih belum terpancing.


Pria itu masih berdiri di tempatnya tanpa ada tanda tanda akan naik ke arena.


“Aku akan menggunakan pedang untuk melawan mu. Tentu saja kau bisa menolaknya jika tidak yakin untuk menang!”


Mendengar itu, banyak orang yang tertawa kecil. Apa yang Yun Tianxie lakukan jelas merupakan sebuah provokasi, tetapi jika pria itu tidak naik ke arena dia pasti akan menjadi bahan tertawaan.


Pria itu terlihat marah, dia dengan cepat naik ke atas arena itu.


“Pertarungan hidup dan mati!” Kata pria itu dengan keras.

__ADS_1


Suasana menjadi lebih meriah, di arena memiliki peraturan untuk tidak membunuh lawan. Tetapi ada satu aturan yang memperbolehkannya, yaitu pertarungan hidup dan mati. Tentu saja itu memerlukan persetujuan dari dua orang.


“Mengapa tidak? Itu tidak buruk!” Yun Tianxie hanya tersenyum kecil.


Itu membuat pria menjadi kesal, sikap Yun Tianxie sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Pria itu adalah seorang murid dalam, di tambah dia berada di ranah bencana akhir.


Sikap Yun Tiaxnie jelas terlihat kalau dia bahkan tidak melihat pria itu di matanya, seolah olah Yun Tianxie bisa menang dengan mudah.


Disisi lain, tidak jauh dari arena itu ada sebuah bangunan tiga lantai. Pada awalnya banyak orang yang bertanya tanya, bagaimana mungkin ada sebuah bangunan di dalam Menara. Namun, hari demi hari terlewati.


Semua orang mulai merasa itu bukan yang aneh. Lagipula Menara pedang ini sejak awal telah berada di luar logika mereka. Dengan semua fasilitas yang ada, Menara pedang hanya ada satu di semesta ini.


Pada lantai tiga bangunan itu, terdapat sepuluh orang peringkat teratas. Mereka semua terdiam, suasana menjadi hening. Mereka bahkan tidak berani menagatakan apapun. Hingga setelah beberapa saat, Xie Yan akhirnya berbicara.


“Senior Luo, Bisakah saya mengetahui keperluan anda di sini?”


Selama kepergian Yun Tianxie, Xia Yan telah menaikkan peringkatnya hingga ke Sembilan. Sama seperti yang lainnya, Xie Yan tidak berani menyinggung Luo Yan. Dia bertanya dengan snagat sopan hingga tidak mungkin ada kata kata yang menyinggung.


“Ah, bukan apa apa. Aku hanya sedang melihat seseorang!” Luo Yan menjawab dengan tenang. Dia tidak memperdulikan suasana yang tegang itu, ini bukan yang pertama kalinya dia berada di situasi seperti itu.


“Apa anda melihat saudara Yun, Senior Luo?”


“Iya, aku ingin melihatnya secara langsung!”


Bahkan jika Luo Yan sedang berada di ujung dunia, dia masih tetap akan bisa melihat Yun Tianxie yang sedang bertarung. Tetapi, dia tidak ingin melakukan itu. Dia ingin melihatnya secara langsung, ada yang ingin Luo Yan pastikan.


“Kau pernah melawannya bukan, bagaimana rasanya melawan dia?” Luo Yan melihat Xie Yan, ada senyuman di wajahnya. Sejujurnya senyuman itu membuat Xie Yan merasa lebih ketakutan.


“Saya memang pernah melawannya, tetapi bukankah anda adalah teman berlatihnya, Senior Luo?”


“Aku telah mendapatkan kesimpulan ku. Aku hanya ingin mendengar kesimpulan mu!”

__ADS_1


Xie Yan mengerti, Luo Yan telah menilai seberapa kuat Yun Tianxie. Dia hanya ingin mendengarkan pendapat dari orang lain.


“Dia sangat mengerikan, kekuatannya sama sekali tidak mencerminkan ranahnya.” Xie Yan sedikit berkeringat.


Dimatanya Yun Tianxie itu sangat aneh, Yun Tianxie hanya berada di ranah bencana awal. Namun, hari itu Yun Tianxie bisa mengalahkan dirinya yang berada di ranah bencana menengah dengan mudah.


Xie Yan mengingat hari itu, dimana dia beradu pedang dengan Yun Tianxie. Yun Tianxie tidak mengeluarkam Teknik apapun, tetapi setiap serangannya terasa sangat berat. Membuat Xie Yan untuk selalu mengambil Langkah mundur.


“Begitu.” Luo Yan meihat ekspresi Xie Yan, kurang lebih dia telah menebak apa yang Xie Yan pikirkan.


Sekang adalah saat yang tepat, Pertarungan Yun Tiaxnie telah di mulai.


“Seni pedang : Houken!”


Pria itu mengayunkan pedangnya, itu adalah Teknik terkuatnya. Dia merasa ini pasti sudah cukup untuk mengalahkan Yun Tianxie. Tetapi pria itu sama sekali tidak berharap, untuk melihat Yun Tianxie diam di tempatnya sambil mengangkat pedangnya.


“Pedang kekosongan : Gerakan pertama!”


Pedang mereka saling bertemu, tetapi sama sekali tidak menimbulkan efek apapun.


“Bagaimana mungkin?” pia itu terkejut.


Serangannya seharunya menciptakan ledakan, tetapi ledakan itu tidak muncul. Malahan pedang mereka hanya terlihat saling bersentuhan saja.


Pria itu sama sekali tidak mengerti, dia tidak bisa berfikir dengan baik. Membuatnya menjadi lembat berfikir, bahkan ketika pedang Yun Tianxie mendekat dan menusuknya pria itu sama sekali tidak menunjukkan banyak reaksi.


Ada banyak darah yang keluar dari perutnya, tidak terlihat kalau pria itu akan menyerah. Lebih tepatnya dia masih belum mengerti dengan baik apa yang sedang terjadi.


Pengawas di sana merasa ini adalah kasus yang abnormal. Dia melihat ke Yun Tianxie, Yun Tainxie hanya mengangguk kecil. Dengan cepat pengawas menghentikan pertandingan itu dan membuat Yun Tianxie menjadi pemenang.


Yun Tianxie merasa sedikit lega, kepalanya menjadi pusing. Jika pertarungan tidak di hentikan dia pasti akan mati di bunuh pria itu.

__ADS_1


[Bukankah kau sudah ku berikan peringatan, Yun Tianxie! Jangan gunakan Teknik itu tanpa mempelajarinya.] Tanpa perlu berfikir, Lin Feng sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


Kesadaran Yun Tianxie menjadi buruk, tanpa dia sadari banyak darah yang keluar dari mulutnya. Yun Tianxie pingsan di arena pertarungan itu.


__ADS_2