
Aku sangat malas liat wajah menyebalkan laki2 di depanku ini, dia benar2 memberi pilihan yang tak bisaku tolak akupun memilih untuk memasak buat laki2 mesum itu, tapi saat sampai lantai bawah aku bingung dapurnya dimana secarakan aku ini pertama kalinya aku disini.
"Arrrrgg... menyebalkan kenapa laki2 mesum itu tidak memberitahu dimana dapurnya". aku kesal dibuatnya jadi terpaksa aku naik lagi keatas untuk menemui laki2 mesum itu.
(membuka pintu)
"Aku tahu pasti kamu akan kembali lagi (tersenyum meledek) makanya tanya dulu jangan sok tau". laki2 mesum itu bicara tampa dosanya, jadi dia sengaja? dan sadar betul kalau aku akan kembali lagi untuk menanyakan letak dapurnya dimana? tapi dia tidak menghentikan aku untuk memberi tahu.
"Jadi.. dapurnya dimana? (memasang wajah malas)". aku tidak mau meladeni omongannya laki2 mesum itu lebih lama lagi.
"Mau aku antar atau ..?". belum selesai laki2 itu mesum bicara aku langsung memotongnya.
"Tidak perlu katakan saja letaknya kalau dari tangga lalu kearah mana? ". aku benar2 ingin cepat2 memasak dan pulang.
"ok kalau kamu tidak mau, kalau sudah turun tangga lurus ajah sebentar habis itu sebelah kanan dan disitu dapurnya (Senyum seringai)". Novanto
"Kenapa dia tersenyum licik begitu, bodoh ah". batinku lalu turun lagi kebawah, aku ingat apa yang dia kasih tau kalau jalannya lurus kedepan sebelah kanan, tapi saat aku sampai aku sama sekali tidak menemukan dapur disitu hanya ada gudang yang aku lihat. aku kembali lagi ketangga dan melakukan satu kali lagi yaitu jalan lurus kedepan sebelah kanan tapi sama saja hasilnya masih juga gudang disitu.
"Arrrgg.. laki2 mesum sialan jadi kamu ngerjain aku yah, ya Alloh bantu aku agar tidak menabok wajah mesumnya itu". gertuku kesal dan kembali naik keatas lagi.
(Membuka pintu)
"Pak.. apa dapur anda ada dalam gudang? (Menahan kesal)". saat aku bertanya si mesum itu malah asik main hp. "pak aku tidak menemukan dapur dari arah yang bapak kasih tau". aku kembali bertanya tapi dengan nada agak meninggi.
__ADS_1
"Jangan kencang2 ngomongnya nanti baby boy bangun". Novanto
"Lalu dimana dapurnya? (Suara lembut)". aku tidak tega kalau sampai bayi kecil bangun gara2 aku.
"Biar aku tunjukkan". dia menarik tanganku aku mengikuti langkah kakinya seperti anak ayam yang mengikuti induknya. " Nah dapurnya (menunjuk) cepatlah sedikit aku lapar". lalu dia kembali naik lagi keatas.
"Enak aja nyuruh2 (kesal) aku masak apa yah (buka kulkas) emh masak ayam filet asam manis sama cah kangkung aja kali yah? (mengambil daging ayam dan kangkung) ok ayam asam manis sama cah kangkung aja deh yang cepat". bicara sendiri jawab sendiri, aku mulai proses masak dan menanak nasi juga. "Ok selesai (wajah puas)".
"Sudah selesai yah? masak apa?". laki2 itu sejak kapan dia disitu? bikin jantungan ajah ni orang.
"emh liat ajah sendiri (nunjuk meja makan)".
"Cah kangkung?". Novanto
"Kenapa kamu sangat cerewet? kamu bukan capek karna memasak tapi karna kamu bicara tampa jeda, kenapa tidak jadi rapper aja sekalian?". Novanto
"Jadi kenapa bertanya?".
"Bertanya bukan berarti ngak suka". Novanto
"Apa baby boy sudah bangun?". aku mengalihkan pembicaraan.
"Sudah tapi sudah tidur lagi, lalu kapan aku makan kalau kamu tanya terus ha?". Novanto
__ADS_1
"Kalau begitu saya mau pulang, pekerjaan saya sudah selesaikan?". aku bergegas untuk naik keatas mengambil tas dan hpku.
"Tunggu dulu, kapan aku bilang kamu boleh pulang?". Novato
"Tapikan saya sudah masak untuk bapak?". jujur aja aku bingung dengan laki2 mesum ini, kenapa dia menghambatku padahal dia baru kenal aku. "Apa dosaku di kehidupan sebelumya bisa ketemu orang seperti ini". batinku.
"Temani aku makan tidak ada bantahan (menarik tangan lalu mendudukan di kursi)".
"pak saya masih punya pekerjaan lain jadi saya harus pulang".
"kamu tidak akan bisa pulang sebelum aku menyuruhmu untuk pulang". Novanto
"What? yang benar saja".
"Apa perlu aku ulang, oyah Aku sudah minta sama alex untuk waktumu hari ini jadi kalau kamu berani pulang sebelum aku menyuruhmu maka gajimu dipotong 50% (senyum kemenangan)".
"Apa bapak dekat dengan pak alex?". apa pak alex benar2 kenal orang mesum ini sehingga dia bisa dengan gampangnya mau memotong gajiku gila aja kalau dipotong 50%.
"Bukan hanya dekat tapi sahabatan (Skakmat) apa masih ingin bicara? lalu kapan makannya bahkan ini sudah dingin (Menyentuh kangkung)". Aku otomatis terdiam membisu saat tau dia bilang pak alex sahabatnya lalu apalah diriku yang hanya sekertarisnya pak alex hiks hiks gajiku sayang gajiku yang malang aku harus memperjuangkanmu (dramatis) hehee..
"Kenapa hanya menontonku makan? aku minta kamu temanin bukan buat nonton tapi makan juga". aku tidak ingin bicara banyak jadi aku ikut makan juga, aku gak mau gajiku hilang cuman karna laki2 mesum ini menyebalkan..
Semoga sesuai alurlah soalnya lagi ngantuk pas buat ini jadi ndak kaya ngak dapat filnya gitu๐๐..
__ADS_1