
Novanto POV__
"Bentar lagi jam makan siang, lebih baik aku berangkat sekarang". Aku memang udah janjian sama Alex mau makan siang bareng di kantornya Alex, lagipula ada hal penting juga yang mau aku bicarakan sama Alex mengenai fhenis. Oyah soal hubunganku sama fhenis orang yang pertama kali tau itu Alex, Aku memang tidak bisa menyembunyikan apapun sama Alex sekalipun soal hubungan asmaraku. Alex memberikan Supportnya jangan lupa tentang ancamannya.
Flashback on__
Sekarang aku sama Alex lagi nongkrong di cafe tempat biasa kami nongkrong. Aku mau menceritakan juga soal hubunganku sama fhenis sama Alex, ceritanya aku mau kejutan tapi respon Alex malah lain.
"Lex..!! Aku sama fhenis udah jadian". Aku mulai bicara sambil minum minumanku.
"Apa...? (Kaget) Uhuk... uhuk... (Tersedak)". Respon macam apa ini?.
"Kamu kenapa Lex? Apa ada yang salah?". Aku memukul2 pundaknya Alex biar batuknya agak mendingan.
"Tunggu sejak kapan kamu jadian sama fhenis?". Aku tau ini bukan rasa cemburu yang Alex tunjukkan, Aku kenal siapa Alex dan aku menghentikan aksiku di pundak Alex.
"Adedeh.. (Kesal) Ini aku mau cerita Lex tapi kamu malah batuk2 segala, Kamu kenapa sih?". Aku kesal sama nih orang, aku mau cerita tapi dia malah batuk kaya orang keselek biji salak begitu. Malah nanya kapan aku jadian? ngak bisakah dengarin aku ceritakan semuanya, Lagian ngak ada yang bisa aku sembunyikan sama dia (Alex).
__ADS_1
"Iya deh langsung aja". Akupun menceritakan semuanya tentang hubunganku sama fhenis pada Alex, Jujur saja aku ngeri liat tatapan Alex yang kaya ingin menerkam aku segera, Aku ngak tau apa maksud dari tatapan itu.
"Lex ada apa? (Mengernyitkan dahi) kenapa kamu menatapku seperti itu hum? (Terdiam) Apa kamu juga menyukai fhenis? ( Bicara lebih serius)". Aku tidak pernah berpikir kalo Alex menyukai fhenis tapi entah kenapa pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutku, Dan langsung saja dibalas pukulan oleh Alex, Ini tidak begitu sakit karna Alex tidak memukulnya dengan keras.
"Aku tidak mungkin menyukai adek aku sendiri bego". Aku langsung syok, kaget dan juga bingung mendengar kalimat yang baru saja Alex katakan.
"Maksud kamu Lex? (Bingung) Adek? Bukankah kamu cuman punya satu adek saja? dan itu laki2 bukan perempuan?". Aku tidak pernah ngebayangin kalo fhenis adalah Adeknya Alex yang aku tau Alex cuman punya adek laki2 saja. Apa selama ini Alex menyembunyikan sesuatu dari aku sampai aku tidak tau rahasia sebesar ini?. "Jawab Lex kenapa kamu dia?". Aku menjadi marah karna ini, Alex mengatakan aku sahabatnya tapi dia malah ada menyembunyikan hal sebesar ini dariku lalu apa gunanya aku menjadi sahabatnya?
"Sorry nov (Tersenyum) Jujur aja aku sama sekali tidak ada maksud nyembunyiin ini dari kamu, tapi mama yang meminta aku untuk menjaga rahasia ini. Emh mama bilang semakin sedikit orang yang tau maka akan semakin baik, Aku hanya ingin menjaga amanat dari mama nov. Ngak ada maksud nyembunyiin ini dari loh". Aku tau Alex adalah orang yang sangat berkomitmen dengan pendiriannya kalo dia sudah berjanji maka dia akan menempati dan menjaganya dan aku berusaha menerima itu lagian sekarang aku yakin Alex akan menceritakan semuanya padaku dan mungkin ini waktu yang tepat buat Alex berbagi denganku.
"Jadi betul fhenis adek loh"?.
"Aku tau maksud dari senyuman bodoh loh itu Lex, jangan ngancam aku dengan senyum bodohmu itu". Jadi inikah maksud Alex waktu itu, Aku akan tau kalo waktunya sudah tepat dan kenapa dia meminta fhenis memanggil dirinya kakak. "Pantas saja ada beberapa kemiripan diantara kalian berdua, Aku ngak nyangka Lex kalo loh bakal jadi kakak iparku kelak Hahaa". Batinku dan tersenyum geli. "Lex ceritain semuanya sama aku tentang rahasia ini". Pintahku sama Alex dan Alex menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.
"Aku harap kamu bisa jagain fhenis juga nov sama seperti aku jagain dia". Alex menutup ceritanya dengan meminta aku menjaga fhenis seperti dia menjaga fhenis dari dari dulu sampai sekarang walaupun fhenis tidak pernah menyadari hal itu.
"Kamu tenang aja Lex, Bagiku fhenis adalah bagian dari diriku bila dia terluka maka akupun akan merasakan sakitnya, Aku harap semuanya cepat terungkap dan kamu bisa bahagia seutuhnya". Aku benar2 berharap kalo Alex tak pernah menderita lagi seperti dulu, Aku masih ingat bagaimana alex sangat menderita dengan kehidupannya yang dulu.
__ADS_1
Flashback Off__
Kantornya Alex.
"Lex fhenis mana kok aku ngk liat?". Aku tidak melihat fhenis di meja kerjanya.
"Oh dia tadi aku mintain tolong buat nyuruh salah satu office belikan makan siang buat kita". Jawab Alex enteng.
"Lah kan loh bisa telpon mereka ngapain nyuruh2 fhenis?".
"Emh... (Muka bego) suka2 aku dong kan aku bosnya (Cengengesan) lagian biar dia sehat daripada duduk terus di meja kerja, ayo..?". ya Elah itu muka pengen aku Tabok rasanya.
'Iya deh serah loh". Akupun ikut tersenyum. "Aku tau Lex kamu sekarang sangat bahagiakan? dan aku harap kebahagian slalu menyertaimu". batinku, aku masih menunggu bidadari Tampa sayapku hadir didepanku, siapa lagi kalo bukan fhenis?
Novanto POV end__
_________________________________
__ADS_1
Maaf yah teman2 Aku ngak ceritain detail tentang masah lalu Alex ataupun soal hubungan adik/kakaknya mereka berdua (Alex+Fhenis) karna Aku buat partnya khusus Alex nanti ceritain masah lalu dan hubungan sama fhenis..😁😁