
Lanjutan chapter sebelumnya..
Di lobi apartemen_
"Nanti kalau kamu sudah pulang kasih tau aku biar aku jemput disini". Novanto
"Ha? dijemput?". aku kaget kenapa novant bilang mau jemput aku.
"Iyah... bukankah kamu sudah menyetujui untuk membantuku mengurus baby boy?". Novanto
"Oh hehee lupa ? (Cengengesan) Iya deh kalau gitu (terdiam sesaat) emh atau ngak usah aja deh biar aku pergi sendiri daripada kamu repot2 balik kesini". kasian juga dia bolak balik kantor ke apartemen jemput aku, terus ke kerumahnya lagi.
"Ngak pp mulai sekarang aku akan jemput kamu setiap hari lagiankan baby boy slalu ikut aku keh kantor jadi sekalian aja jemput kamu kalau aku ma baby dah pulang kantor (Mencubit pipi baby boy di gendonganku) iyakan baby? (tersenyum)". Terlihat jelas bagaimana novant menyayangi babynya.
(Kalau dikantornya ada sekertarisnya yang membatu novant mengurus baby boy kalau dia lagi ada meeting atau sibuk lainnya karna novant punya 2 sekertaris sekaligus)
"Ya udah deh mana baiknya aja". aku memberikan baby boy pada Novant karna sudah mau pulang.
"Yah udah kita balik rumah dulu". novant mengambil baby dariku
"babynya aunti baik2 yah (mencium baby dengan lembut) jangan lupa panaskan dulu makanannya dan hati2 yah (melambaikan tangan)". novant hanya mengangguk dan tersenyum manis lalu pergi meninggalkan aku yang masih berdiri memandangi mobilnya sampai tak terlihat. "baby masih sekecil itu harus ikut daddynya ke kantor, kasian kamu nak". batinku lalu naik ke apartemenku, aku melihat barang2 yang tadi malam aku beli sama kak alex masih belum aku rapikan masih tersimpan begitu aja di sofaku. "Rapikan barang2 ini dulu deh baru mandi". batinku dan membersikan semuanya setelah selesai aku langsung mandi dan bersiap2 dengan pakaian kerja saat aku lagi asik semprotkan parfum untuk sentuhan terakhir biar wangi dan harum tetiba kak alex nelpon.
Drrrrt
Drrrrt
Drrrrt
"Iya kak?".
"Kk tunggu di bawah lobimu". Alex
"Ok tunggu bentar aku segera turun". aku mamatikan telpon dan segera turun, aku tak mau kak alex nunggu aku lama2 aku melihat mobil kak alex dan nyamperin mobil itu.
"kak.. (mengetuk pintu mobil)". aku mengetuk pintu mobil kak alex karna dia tidak melihatku, dia membukakan pintu mobil dan aku naik kak alexpun mengendarai mobil mewahnya menjauhi lobi apartemenku untuk menuju kantornya, saat dalam mobil aku membuka galeri hp dan memperhatikan foto baby boy yang menggemaskan. "kamu membuat aunti tak bisa melupakan wajah imutmu baby". batinku sambil mencubit2 hp tepat di wajah baby seakan2 foto itu wajah baby yang nyata aja ..
__ADS_1
__________________________________________
Alex POV____
Aku melihat fhenis sedang merasa gemas dengan foto baby boy di layar hp persegi panjangnya itu dengan mencubit2 bagian pipi tembem baby seakan2 itu baby yang nyata.
"Lucu sekali kamu dek (Tersenyum)". batinku.
"Sepertinya kamu sangat menyukai baby boy fhenis?". fhenis yang tadinya lagi asik dengan foto baby di hp jadi mengalihkan perhatiannya melihatku dan dia tersenyum.
"Bukan sekedar suka kak tapi aku sangat menyayangi baby ini (menunjuk foto baby dalam hp)". terlihat dengan jelas bagaimana ekspresi yang fhenis tunjukkan.
"Emh dia memang menggemaskan dan imut". aku tidak pungkiri siapapun/sekalipun itu pertama kali melihat baby boy maka akan menyukai bayi tampan yang menggemaskan itu.
"Iyah kak makanya aku sangat sayang padanya (tersenyum) tapi kak? apa kk benaran bersahabat dengan pak novant?". fhenisia
"Iyah (mengangguk) novant sahabat terbaik kk dari kk kecil sampai sekarang". aku memang bersahabat dengan novant dari aku menjadi bocah ingusan dulu.
"Umh sahabat karib yah (Ngangguk2 dengan bibir di monyong2in)". Fhenisia
"Tidak kak dia hanya sedikit menyebalkan". menyebalkan? tapi setauku novant bukanlah orang yg suka bertingkah usil atau semacamnya.
"Emangnya novant lakukan apa sama kamu kok sampai kamu bilang dia menyebalkan? setau kk dia orangnya baik dan gak suka usil". novant slalu memberitahuku apapun tentang fhenis dan baby boy selama mereka bersama tapi tidak pernah ada yg aneh2.
"Ah tidak kak.. bukan begitu ini hanya menurutku saja sih hehee". Fhenisia
"Fhenis... fhenis kamu ada2 aja bagaimana bisa kamu mengatakan novant orang yg menyebalkan". batinku, dan ber'oh ria saat fhenis mengatakan hanya menurutnya saja kalau novant itu menyebalkan.
"Kak.!! (Memanggil)". Fhenisia
"Iyah fhenis napa? (Fokus nyetir)".
"Kak.!! (Memanggil lagi)". Fhenisia
"Iya sayang napa? (menengok kearah fhenis) kk dengarin kok mau ngomong apa?". aku tau kalau fhenis mau ngomong sesuatu.
__ADS_1
"Emh kak ke...kemana is..istrinya pak novant? dari pertama kali aku liat baby dirumah sakit sampai sekarang aku tidak melihat momynya baby boy?". jadi fhenis belum tau dan novant sama sekali belum memberitaukan tentang almarhumah deyen.
"Jadi sejauh ini novant tidak memberi taumu?". aku bertanya lagi pada fhenis dia hanya menggelengkan kepala dan aku memulai cerita dari kejadian dimana deyen awalnya terjatuh dari tangga sampai pendarahan dan tidak bisa terselamatkan walaupun pada saat itu novant memilih deyen untuk hidup dan merelakan putranya namunn tuhan berhendak lain dan fhenis menangis dalam diam saat mendengar ceritaku fhenis memang penyayang buktinya dia menangis dan ikut sedih walaupun dia tidak kenal deyen. deyen wanita yang baik dia sangat mencintai novant walaupun novant waktu itu sama sekali tidak mencintai dirinya tapi novant bukanlah laki2 yang jahat dia berusaha menerima deyen sampai pada saat deyen meninggal novant sudah mulai mencintai deyen dia slalu menjadikan deyen nomor satu dalam hidupnya. deyen wanita yang baik dan juga cantik dia tidak pernah menyerah akan cintanya pada novant dia slalu yakin kalau novant akan mencintainya dan apa yang deyen yakinkan atas cintanya benar2 terjadi novant mencintainya, aku mengakhiri cerita dengan memberi tau nama istrinya novant.
"nama istrinya novant itu deyen, kamu masih ingatkan waktu kk lagi diluarkan kota mendadak pulang? itu karna kejadian itu saat deyen melahirkan dan meninggal, kk ingin slalu ada buat novant apalagi saat dia rapuh dan putus asa". aku bukan sekedar menganggap novant sahabat tapi lebih dari itu, aku menganggap novant sebagai saudaraku sendiri dia segalanya sama seperti keluargaku.
"Iya aku ingat kak hiks hiks (menangis) kenapa kk tidak memberi tauku saat itu?". bagaimana mungkin aku memberi tau kalau dia aja waktu itu tidak mengenal novant lagian saat itu aku belum memintanya untuk memanggilku kk.
"Kk lupa memberi taumu". aku berbohong aja bilang kalau aku lupa memberitau daripada dia tambah sedih dan bertanya apa perlu saling kenal untuk saling mengasihi dan mendoakan sesama?. "Mau lanjut kantor atau kk antar kamu balik apartemen aja? gimana?". aku kasian liat dia nangis sampai sesegukan.
"Kak aku sedih, aku tidak percaya kalau istrinya novant mengalami hal setragis itu dan baby boy tumbuh tampa kasih mominya hiks hiks (menangis) kak aku mau ketemu baby boy hiks hiks (menangis) tidak mau pulang". fhenis meminta untuk menemui baby boy dan masih saja menangis sesegukan jadi aku mengantar dia kekantor novant untuk menemui baby boy supaya tak sedih lagi.
"Jangan menangis kamu akan menemui baby boy hem (Menyeka air mata)". aku tidak tega melihat fhenis menangis. "Sebesar itukah kasih sayang yang kamu berikan untuk baby boy, sayang?". batinku, aku berharap baby boy bisa tumbuh dengan cinta orang2 yang menyayanginya dengan tulus dan tidak merasakan kehilangan kasih sayang.
Aku mengelus rambut fhenis supaya dia bisa tenang dan akhirnya kita sampai di kantor novant aku membawanya keruangan novant dan menyuruhnya masuk.
Kantor novanto (depan ruangan novant)
"Ayok masuk". aku memegang tanganya yang terasa dingin mungkin karna dia tadi menangis dan tak bisa menahan kesedihannya.
Membuka pintu tampa permisi..
"Alex? fhenis?". novant kaget liat aku sama fhenis masuk ruangannya tampa permisi walaupun biasanya juga aku masuk tampa permisi kalau kesini.
"Ada yang merindukan baby boy". aku menunjuk fhenis yang seharusnya disebelahku tapi pas aku nengok fhenis Ngak ada. "kemana fhenis? (bingung)".
"Tuh dah sama baby boy di ruangan tempat istirahatku (nunjuk ruangan)". novanto
"Baiklah kalau gitu aku pulang, aku banyak urusan dikantor btw jaga fhenis dengan baik awas kalau aku dengar dia kenapa2". aku mengancam novant dan langsung bergegas mw pulang tapi novant malah bertanya pertanyaan konyol sekali.
"Kamu juga menyukai sekretarismu lex? lalu jessi kamu kemanain? kok kamu sampai ngancam aku segala (tertawa)". novanto
"Akan aku ceritakan sama kamu nantinya kalau waktunya dah tepat dan kamu akan tau segalanya maka bantu aku jaga fhenis dan jessi tetap wanitaku (tersenyum)". aku melihat wajah bingung novant tapi aku mengabaikan novant dengan sejuta pertanyaan dan kebingungan di kepalanya, lalu aku langsung ke kantorku lagi karna memang aku banyak urusan dan meeting pagi.
Alex POV end___
__ADS_1