
_Novanto POV_
"Apa kamu merindukan aunty baby? (mencium) Emh bagaimana kalo kita pergi menemui aunty sekarang?". Aku memutuskan untuk pergi ke kantornya Alex serta membawa baby Boy menemui fhenis, lagian ada urusan bisnis yang mau aku bicarakan dengan Alex secara langsung.
"Kayannya daddy juga merindukan aunty deh baby (Tersenyum)". Batinku, dalam perjalanan menuju kantornya Alex wajahku sangat ceria dan slalu terukir senyum manis yangku torehkan pada wajah tampan ini. Perasaanku sekarang sangat bahagia dan senang. "Aku yakin fhenis akan sangat senang melihat baby boy nanti, Apalagi melihat daddy hehee iya ngak baby?". Aku bahkan mengajak baby boy bicara layaknya orang dewasa saja , tau ngak kalo fhenis suka sekali mengajak baby boy bicara dan cerita2 jugs sama baby boy padahal baby boy masih sangat kecil tapi fhenis akan sangat antusias menceritakan atau curhat tentang pekerjaannya pada baby katanya supaya rasa lelahnya hilang.
_Kantornya Alex_
Saat di lobi kantornya alex aku sungguh tak sabaran untuk cepat2 naik lantai atas buat menemui fhenis, Sepertinya bukan baby boy yang sangat bahagia dan senang hari ini tapi justru sebaliknya yaitu aku hehee.
"Kita sudah sampai baby (Gemes) let's go ke aunty". gumamku pelan dan setengah berlari menuju lift khususnya CEO milik Alex. Saat aku sudah sampai aku melihat pemandangan yang sangat2 membuat hatiku terasa sakit seperti di tusuk2 belati yang sangat tajam sampai menembus di bagian hatiku yang paling kecil.
Deg
"Fhe..nis..". Gumamku tertahan. "Siapa laki2 itu? Kenapa mereka sangat dekat? Apa hubungan mereka?". Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin aku tau jawabannya tapi rasa kecewa dan marah membuat otakku mendidih dan panas melihat fhenis berpelukan senyaman itu dengan laki2 lain.
__ADS_1
"Apakah aku yang terlalu berharap? Jadi kamu sudah punya pacar? Kenapa rasanya sesakit ini yang kau timbulkan fhenis?". Aku masih setia melihat kearah mereka, fhenis tertawa dan tersenyum bahagia bahkan dia mengacak2 rambut laki2 itu. Aku pengen tau siapa laki2 itu rasa penasaran ini membuatku ingin sekali mendekati mereka berdua tapi tiba Alex keluar dari ruangan membuat kemesraan fhenis dengan laki2 itu berhenti.
Apakah aku boleh menghancurkan laki2 itu fhenis? Aku sudah mulai yakin dengan perasaanku padamu fhenis tapi sekalinya kamu sudah punya pacar (kekasih) Aku sangat terbakar api cemburu saat liat fhenis berpelukan dan dekat2 sama laki2 lain, tapi tidak dengan Alex aku sama sekali tidak cemburu saat kamu dekat dengan Alex sekalipun Alex sering memeluk dan memyuapimu makan.
"Tungu dulu, Kok laki2 itu sangat familiar sekali (Mikir) tapi siapa yah?". Aku merasa sangat familiar dengan laki2 yang berpelukan dengan fhenis.
Deg
"Rio.!! jadi itu rio, Pantas saja aku merasa familiar dari tadi". Ternyata laki2 yang berpelukan dengan fhenis adalah Rio sepupuku sendiri, Rio berbalik tapi dia tidak melihatku.
Bukankah si Rio baru balik beberapa hari yang lalu dari Singapura?. "Argkkk". Geramku kesal dan marah. "Kenapa harus Rio? Kenapa bukan orang lain? Lalu apa yang bisa aku lakukan sekarang?".
(Baby boy menangis)
Oekkk...
__ADS_1
Oekkk...
Oekkk...
Aku langsung menghindar dan meninggakan tempatku sekarang dan bergegas turun jangan sampai mereka menyadari kedatanganku. "Tenang baby kita akan pulang (Menenangkan) Sepertinya kita tidak bisa menemui aunty sekarang baby". Saat dalam perjalanan pulang aku memperhatikan wajah baby. "Apa kau tau nak daddy jadi takut sekarang? Apa yang harus daddy lakukan?". batinku, menyusuri perjalan yang lumayan macet dan membuatku semakin Frustasi.
Rumah_
"Huff... (Mendengus) inilah yang aku takutkan dan ternyata semuanya terjadi Arrrggh". Masih ingatkan kalo aku pernah bilang bahwa aku takut, takut kalo fhenis tidak mencintaiku dan meninggalkankan aku sama baby di kalah rasa nyaman dan cinta itu sudah tumbuh.
"Kenapa fhenis? Kenapa harus ada perasaan dan cinta yang kau timbulkan padaku (Memegang dada,)? kenapa? kenapa aku merasakan sakit yang menyiksa seperti ini? (Galau)". Aku menghisap rokok mencoba menenangkan diri, Aku tidak tau dengan cara apalagi supaya aku bisa melupakan pemandangan yang fhenis suguhkan dengan mesranya berpelukan dengan Rio. Baby boy sudah tidur aku sudah tidak bisa menyibukkan diri dengan baby boy lagi.
_____________________________________
Maaf banget kalo chapternya dikit banget jujur guys author ngantuk banget sampai melek2 nulisnya, jadi harap maklum kalo ada typo2..
__ADS_1