PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Alex


__ADS_3

Alex POV_


Namaku Cristian alexan, dulu aku memiliki keluarga yang bahagia dimana Daddy and Momi yang sangat menyayangiku dan Xenan. Xenan adalah saudari perempuanku nama lengkapnya Cristina xenan dia sangat cantik kami saling menyayangi sampai pada akhirnya kejadian tak terduga terjadi dan membuat trauma yang sangat mendalam dalam hidupku, Saat itu umurku dan Xenan baru 11 tahun kita berdua kembaran yang sangat tampan dan cantik. Nama panggilanku dulu itu Cris bukan Alex, Alex itu panggilan sayang yang diberikan oleh bidadari Tampa sayapku.


_Flashback on_


"Kak Cris, Xenan punya tantangan buat kak Cris". Entah tantangan apa yang mau Xenan berikan untukku, dia slalu saja berbuat seenaknya tapi aku tetap menyanyanginnya.


"Apa Itu?"


"Emh... kalo kak Cris bisa nangkap aku maka setengah dari uang jajanku selama seminggu akan aku kasih buat kak Cris. gimana?". Xenan dengan antusiasnya mengatakan tantangan yang dia berikan padaku, padahal kalopun dia kasih uang jajannya gak bakal juga aku mau.


"Malas ah". Tolakku


"Eh ... kalo kak Cris tolak maka semua uang belanja kak Cris selama seminggu jadi milik Xenan (Tersenyum)". Xenan sangat pintar dan juga licik walaupun pada akhirnya Xenan tidak akan benar2 mengambil uang jajanku nantinya.


"Maka larilah sekarang kalo kamu tidak mau uang belanjamu aku ambil Xenan". Xenanpun bangun dan berlari keluar kearah pintu kamar dan akupun mengejarnya. Xenan mengitari meja dan yang lainnya untuk menghindariku, Udah lumayan lama aku dan Xenan kejar"an.

__ADS_1


"Xenan Kk capek nih, Larimu lumayan juga". Aku sampai lelah ngejar Xenan sedangkan dia sendiri masih semangat.


"Ah kak Cris lembek whekkk... (Menjulurkan lidah)". Xenan mengejekku lalu berlari kearah tangga, Xenan mau turun ke lantai bawah menemui momi yang lagi masak buat makan siang, dan aku mengejarnys.


"Xenan...... awas.....". Teriakku histeris saat kaki Xenan terpeleset di tangga, Aku sudah berusaha mengapai tangan Xenan tapi tangan kecilku tak mampu meraih tangannya dan Akhirnya Xenan terjatuh sampai ke lantai bawah.


Brukkkkk...


"Xenan..n...n..". Teriakku berbarengan dengan momi yang sudah berada dibawah tangga, momi melihat bagaimana tubuh Xenan berguling jatuh dari tangga atas sampai kebawah. Darah segar mengalir di kepala Xenan ini sungguh pemandangan yang mengerikan bagiku. Aku menangis ketakutan melihat Xenan yang tak lagi bergerak dipangkuan momi, momipun menangis histeris dan ketakutan terpancar jelas di wajah momi.


"Kenapa kamu mendorong adekmu Cris? (Membentak)". Pertanyaan momi membuatku tambah takut dan bingung. kenapa momi berpikir kalo aku yang mendorong Xenan padahal aku sama sekali tidak mendorong Xenan, justru aku mau menolong Xenan.


"Tidak mom, hiks hiks Cris tidak mendorong Xenan (Menangis) Xenan jatuh sendiri karna terpeleset hiks hiks justru Cris mau nolong Xenan mom". Aku bicara apa adanya karna aku tidak mungkin berbohong pada momi.


"Dasar pembohong... (Mendorong) Jelas2 momi melihat kamu mendorong adekmu". momi kekeh menuduhku mendorong Xenan.


Momi mengangkat tubuh Xenan dan entah kemana momi membawah Xenan yang tak bergerak lagi, Sedangkan aku masih nangis ketakutan melihat darah Xenan yang berceceran dilantai di tambah lagi mami menuduhku mendorong Xenan.

__ADS_1


"Tidak bukan Cris yang mendorong Xenan, Xenan jatuh sendiri hiks hiks". Aku bicara sendiri mencoba membela diri dan berusaha memberitaukan kebenarannya tapi tidak ada siapaun dirumah yang bakal mendengarkan apa yang aku bicarakan karna aku sendirian dirumah sekarang. Daddy lagi sibuk kerja dikantor akan pulang nanti malam, Sedangkan PRT sedang cuti, momi tidak memakai jasa Babbysitter karna momi bilang mau mengurus kami sendiri dan jadilah aku sendiri dirumah besar ini.


Malam hari dalam kamar_


Aku menunggu momi, Daddy dan juga Xenan pulang kerumah tapi orang2 yang aku tunggu sama sekali tidak muncul, Aku masih nangis ketakutan karna kesendirianku dan juga bayangan Xenan yang terjatuh masih menari2 di pikiranku juga teriakan momi yang menuduhku mendorong Xenan bercampur aduk jadi satu.


"Tidak mom hiks hiks bukan Cris yang mendorong Xenan". Kalimat ini terus terucap di mulutku sampai aku terlelap dalam tidurku. Aku mimpi buruk, Xenan datang dan menangis mengatakan kenapa aku tidak menolongnya dia mengatakan kalo dia membenciku. Momipun hadir dalam mimpiku menatapku penuh kebencian dan kekesalan. "Dasar pembunuh". teriak momi dalam mimpiku, membuatku tersentak bangun dengan keringat yang memenuhi tubuhku.


"Tidakkkk... mom, Xenan. Cris bukan pembunuh". Lagi2 aku menangis mengingat kejadian tadi siang dan juga mimpi burukku. Perutku berbunyi, rasanya aku sangat lapar. Aku turun lantai bawah dan melihat darahnya Xenan yang masih bercecer dilantai, rasa lapar yang aku rasakan tidak lagi aku rasakan justru tergantikan dengan ketakutan yang amat sangat. Akupun berlari kembali naik keatas kamarku dan mengunci pintu kamar. Aku masuk dalam selimut menutup diriku bayangan Xenan dalam mimpi terus hadir dalam pikiranku.


"Kk sayang Xenan hiks hiks.. Kk sayang xenang". Aku menangis seorang diri tanpa ada yang mau mendengarkan ataupun yang berusaha menenangkan aku dalam ketakutan yang sangat menyiksa ini.


Paginya_


Aku tidak tidur lagi setelah terbangun dari mimpi buruk itu tadi malam lalu terdengar bunyi perutku yang kembali merasakan lapar. Aku melangkahkan kaki untuk turun kelantai bawah mungkinkah momi, Daddy dan juga Xenan sudah kembali dan menunggu dimeja makan. Tapi harapanku sama sekali tidak nyata, tidak ada siapapun dirumah masih saja sepi dan menakutkan di kala aku sendirian. Aku kembali melihat darah Xenan dilantai, Aku menutup mata melewati darah itu lalu mengambil kain pel dan membersihkan darah Xenan setelah bersih aku mengambil tikar dan menutupi bekas itu.


"Momi, Daddy. Cris lapar". Tangisku mengingat keluargaku yang tak kunjul kembali kerumah. Aku kedapur membuat sarapan dari roti dan selai lalu memanaskan air buat bikin susu.

__ADS_1


__ADS_2