
Novanto POV__
Aku fokus mengendarai mobil tak sengaja aku melihat di cermin mobil kalau dia dan baby boy sudah tertidur nyenyak tampaku sadari aku tersenyum melihat pemandangan indah ini, seharusnya pemandangan seperti ini terjadi untuk baby sama mominya tapi baby boy malah hidup tampa kasih sayang dari sang momi aku sedih kalau mengingat mominya baby dan kehidupan baby kedepannya dan saat ini harusnya dia mendapatkan kasih sayang itu "Tenanglah nak, kamu akan mendapatkan kasih sayang daddy, daddy janji akan menyanyangi baby sepenuh hati dan baby tidak akan kekurangan cinta sedikitpun". batinku. tak terasa kita sudah sampai rumahku aku ingin membangunkan dia tapi aku ngak tega jadi aku memutuskan untuk mengendongnya kekamarku, tapi sebelum itu aku bawah masuk baby boy dulu baru dia. tapi saat aku lagi mengendong dia sudah sampai tangga dia malah kebangun karna aku ngak tau kenapa tiba2 terbatuk. "Ngak tau kondisi nih batuk ntar aku dikira cari kesempatan dalam kesempitan lagi". batinku lalu tersenyum saat dia sudah terbangun dengan wajah kaget karna mungkin merasa tubuhnya melayang dalam gendonganku.
"Bapak... (Kaget) astaga kenapa bapak mengendongku (menutup wajah dengan dua tangan) turunin pak..". malu jelas terlihat dari wajahnya. lalu aku menurunkan dia eh malah dia sempoyongan macam orang mabuk, mungkin karna pengaruh belum benar2 sadar dari tidurnya kali yah jadi aku langsung menarik dia dalam pelukanku (Refleks) karna aku juga udah merasa ngantuk lalu aku kembali mengendongnya dia lagi tampa aba2 untuk membawahnya naik keatas.
"Cukup diam dan ngak usah bergerak, kalau gerak aku cium". ancamku lalu membawahnya naik dan dia tak bergerak sedikitpun. "anak ini takut sekali di ancam". batinku, padahal aku hanya mengancam, aku ngak mungkin juga main nyosor aja, aku membaringkan dia dan dia masih saja terdiam.
"Tidurlah". lalu aku berjalan keluar untuk tidur kamar sebelah tapi dia malah menghentikan langkahku.
"Tunggu..!!". Aku menoleh dan menatapnya dengan tanda tanya?. "Lalu bapak mau kemana dan tidur dimana?". pertanyaan yang konyol jelas2 aku akan tidur kamar masa di balkom.
"Tidur kamar sebelah mau ikut tidur sana ngak? (Datar)". lalu dia menggeleng dengan kecepatan penuh apa ngak pusing tuh kepala?. "Kalau gitu aku keluar". akupun melanjutkan jalanku menuju pintu kamar lagi2 dia menghentikan aku.
"Tapi pak.. inikan kamar bapak jadi biar aku yang tidur di sebelah dengan baby boy". Kayanya bakal panjang nih obrolan jadi aku kembali untuk duduk di sofa apalagi aku sudah sangat ngantuk.
"Aku sudah sangat ngantuk tidurlah disini kalau baby boy bangun kamu bisa langsung membuatkan baby susu (menguap) kalau dikamar sebelah kamu akan capek keluar masuk kamar sini (menguap lagi)".
"Biarkan aku tidur tenang malam ini jadi jagalah baby boy aku yakin dia akan tidur nyenyak denganmu". batinku
"Jadi bapak mau lepas tanggung jawab gitu? tidak mau bantu saya bangun dan membuat baby susu?". Dia benar2 tukang protes dan tidak suka disuruh jadi aku harus bicara lembut sama dia padahal ini aku sudah tak sanggup lagi nahan ngantuk.
"Baiklah kita akan tidur bareng biar bisa bangun jaga baby sama2, apa lagi sekarang?". aku yakin dia akan segera mengusirku sekarang.
"Tidakk.... tidak.... tidak perlu bapak tidur kamar sebelah ajah pergilah tidur sekarang juga (Tersenyum paksa dengan wajah memerah bak tomat)". aku sudah duga dia akan mengusirku akupun bangun dan berjalan mendekati dia dan berbisik.
"Baby boy akan nyaman dan tidur nyeyak denganmu bantu aku jaga dan urus baby bersama2 denganku (tersenyum)". aku tau dia bukan siapa2 tapi aku merasa dia adalah orang yang baik yang bisa membantuku menjaga, mengurus dan memberikan kasih sayang seorang ibu untuk baby boy yang tidak pernah merasakan kasih dari ibu kandungnya, aku melihat ekspresi yang sulit terbaca olehku diwajahnya. "Maaf kalau aku lancang tapi aku merasa yakin kamu adalah orang pilihan baby boy buktinya dia nyaman sama kamu fhenis, kalian punya ikatan yang tak bisa aku jabarkan, bantu aku". aku tidak ingin egoys untuk baby boy aku akan berikan segalanya yang bisa aku lakukan walaupun aku harus memohon pada wanita yang ada di depanku ini, dia terdiam dengan permintaanku yang kelewat lancang mungkin dia tidak nyaman.
"Apakah bapak bicara sungguh2?". Fhenisia
"apa maksudnya sungguh2?". aku bingung dengan pertanyaan dia.
"Sungguh2 menyuruhku ikut merawat baby boy?". Fhenisia
"Iyah aku sangat berharap kamu mau fhenis". Aku menatapnya penuh harap pada wanita ini.
"Makasih banyak aku sangat senang (Berhambur memeluk)". aku belum siap sama sekali menerima pelukan ini dari dia bukan tidak siap karna apa tapi karna aku tidak bisa menjaga keseimbanganku dan akupun terjatuh dan diapun ikut terjatuh posisi ini tidak etis sekali dia ada diatasku dan....
Cup (Cium)
__ADS_1
Deg
Ini tidak sengaja koh percayalah dia melototkan matanya kaget dan memukul dadaku kesal, wajahnya astaga memerah bukan karna marah tapi karna dia malu, malu karna tak sengaja atas ciuman yang tak terduga itu, jujur aja akupun sangat kaget tapi mau bagaimana inikan tak sengaja lagian ini rejeki anak sholeh juga jadi ngak boleh iri yah. dia terbangun dan langsung naik keranjang dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut sampai kepala tak ada bergerakan atau suara lagi. aku keluar menuju kamar sebelah, ngantuk yang datang menyerangku tadi sudah tidak terasa lagi yang terasa hanya detak jantung yang sulit untuk aku kendalikan.
"Apakah ini yang namanya senjata makan tuan? niatnya cuman ngancam tadi tau2nya benaran terjadi dan tuhan menjadikan itu Kenyataan". batinku, aku belum bisa sama sekali untuk tidur lalu aku masuk kamar mandi mencuci muka dan keluar ke balkom, aku mau ngerokok untuk mengusir degupan jantung yang ngak mau di ajak tenang karna efek terus mengingat kejadian dikamar sebelah tadi. "Apa dia marah? bagaimana kalau dia marah dan tak mau membantuku mengurus baby?". batinku, entahlah aku mulai Kawatir sekarang.
Novanto POV end__
__________________________________________
Aku terbangun saat mendengar adzan Subuh, aku mengucek mata dan mengumpulkan semua kesadaranku aku bergegas kekamar mandi buat wudhu untuk sholat subuh tetiba seseorang bicara tentu saja aku tau siapa pemilik suara itu.
"Maaf soal tadi malam itu ngak sengaja jadi tolong jangan marah dan membatalkan untuk membantuku mengurus baby boy". sejak kapan dia ada dikamar bukankah dia tidur dikamar sebelah aku melihat dengan jelas punggungnya saat keluar, mungkin dia masuk tadi saat aku tertidur lagian ini kamarnya dia dan baby juga ada disini.
"Lupakan aja jangan diingat terus aku akan tetap ada buat baby boy (tersenyum)". aku terlalu malu untuk balik badan dan bicara berhadapan dengan dia secara langsung jadi aku bicara tampa balik badan apalagi itu adalah ciuman pertamaku aku masih mengingatnya dengan jelas bagaimana bibirku dan bibir dia menempel dengan sempurna. "Astaga malunya mukaku mau dibuang kemana coba?". batinku.
"Jadi kamu tidak marah?". Novanto
"Tidak.. itu hanya ketidaksengajaan (Terdiam sesaat) apa ada mukenah? saya mau sholat". aku masih bicara tampa balik badan.
"Kalau tidak marah kenapa kamu tidak bicara menghadapku?". Astaga laki2 ini tidak tau apa kalau aku masih malu soal kejadian semalam tapi dia malah menyuruhku untuk bicara berhadapan dengan dia? jadi aku mengontrol diriku seakan tidak merasakan apa2 dan berbalik menghadap ke dia.
"Oh.. ada biar aku ambilkan sebentar". dia keluar dari kamar dan kembali membawah mukenah akupun sudah selesai mengambil air wudhu. "Nih mukenahnya". dia memberikan mukenah putih polos itu padaku.
"Makasih". aku mengambil dan memakai mukenah itu dan ingin segera sholat tapi dia malah bertanya.
"Mau sholat bareng gak?". Novanto
"Tapi kita bukan mahrom jadi bapak gak bisa menjadi imam, kalau ada satu orang lagi (bertiga dengan imam) tentu saja boleh". aku tidak ingin menolak dengan kasar jadi aku memberi tahukan aja.
"Ah iya yah aku lupa (Cengengesan) kalau gitu sholatlah aku sholat dikamar sebelah (tersenyum)". diapun keluar. "Ya Allah ampuni atas ketidaksengajaan tadi malam". batinku, dan aku melakukan sholat subuh, aku juga ingin memasakkan sesuatu untuk dia lalu langsung pulang karna aku harus kerja dan di jemput kak alex hari ini.
Dapur__
Aku memasak makanan dengan menu sederhana diapun turun dengan baby boy dalam gendongannya.
"Kamu masak? padahal aku tidak memintamu kali ini". memang iya dia tidak memintanya Tapikan aku yang mau, tidak tau terimah kasih sekali nih orang.
"Apa perluh nunggu bapak memintanya dulu baru bisa masakin? lagian aku yang mau kok, oyah aku mau langsung pulang karna nant...i (mengantung)". aku tidak mungkin bilang nanti kak alex akan menjemputku buat bareng dia ke kantor.
__ADS_1
"Nanti kenapa?". Novanto
"Karna nanti saya kerja". nih orang kepo deh, aku menjawabnya asal keluar aja
"Tapi kerjakan gak sesubuh ini jugakan?". Novanto
"Iyah.. tapikan saya Perempuan jadi taulah kalau Perempuan itu butuh waktu lama walaupun cuman mandi doang belum lagi dandannya, milih2 bajunya juga (tersenyum)". aku memberi alasan, sebenarnya aku tidak perlu memberi alasan seperti ini kaya orang takut ketahuan selingkuh aja padahalkan kita ngak punya hubungan apa2.
"Biar aku antar". Novanto
"Tidak perlu saya bisa pesan gojek".
"Apa kamu mau sakit naik gojek sesubuh gini? (kening berkerut) ayo aku antar". Novanto
"Lalu baby boy?".
"Tentu saja dia ikut kan ngak mungkin ditinggal sendiri". Novanto
"Nanti baby sakit gimana?". aku khawatir kalau baby sakit jadi aku bertanya dengan polos padanya.
"Bagaimana baby bisa sakit? inikan dalam mobil gak kena angin". Novanto
"Eh iya yah terus makanannya?".
"Nanti aku panaskan lagi saja sebentar di oven". Novanto
"Baiklah kalau gitu".
"sebenarnya kamu sangat peduli dan lembut tapi juga lebih banyak menyebalkannya dan ngeselin". Batinku dan tersenyum.
Dalam mobil__
"Pak lain kali jangan bawah baby boy keluar malam2 untuk menemuiku cukup terlpon maka aku akan mengangkatnya segera". aku tidak mau dia mengulang kejadian yang sama aku gak tega kalau sampai baby boy kenapa2 karna dia masih sangat kecil.
"Iyah". dan setelah itu sudah tidak ada lagi bercakapan antara kita berdua, kita sama2 terdiam dalam pikiran masing2. aku tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan seandainya aku bisa bertanya maka aku akan menanyakanya, emh bukan ndak bisa sih tapi akunya yang gak berani dan takut untuk masuk terlalu jauh.
_________________________________________
Ini adalah chapter terpanjang dengan 1649 kata yang pernah aku buat seingatku, and enjoy dengan ceritanya yah kalian tersenyum puas akupun senang😄..
__ADS_1
Besok adalah awal dari aktifitasku yang sibuk jadi jangan bosan menunggu aku up ok? ok ok.. ok ajahlah💋 tapi akan aku usahakan untuk slalu up kok😍