
_Assalamulaikum teman-teman ini masih lanjutan yang chapter sebelumnya yah..
**Novanto POV**
Aku tidak tau kenapa ingin sekali menjahili perempuan ini sampai2 dia terlihat kesal dan ingin marah tapi ditahan2 Terus, padahal aku sama sekali belum mengenalnya atau dekat denganya. aku tidak pernah sejahil ini bahkan sama sarah, alex ataupun istriku sendiri dan itu membuatku bertanya2 pada diriku sendiri, mungkin kepribadianku yang jahil ini baru muncul hahaa.. dan aku menelepon alex untuk memberi tau perihal sekertarisnya awalnya alex bingung kenapa sekertarisnya bisa ada dirumahku jadi aku menceritakan semua kejadian tampa di sensor kecuali yang tidur satu ranjang tadi malam itu.
"jadi gitu lex dan sarah ngak bisa datang hari ini buat bantuin aku ngurusin baby boy, jadi sekertaris kamu aku pinjam dulu ok gak ppkan?". Karna memang hanya sarah yang aku percayakan untuk membantu mengurus baby boy aku belum yakin untuk mencarikan baby sitter untuk bayiku apalagi usianya baru 1 bulan lebih lebih.
"no problem kalau Fhenisia'nya mau". Alex
"Pasti dia mau, kalau gitu aku tutup telponnya yah bye (tut. tut. tut..) jadi namanya Fhenisia yah nama yang bagus (batin)". aku menutup telpon, jadi Sebelum turun aku memberikan baby boy susu terlebih dahulu.
__ADS_1
Aku liat dia tersenyum sepertinya dia senang akan masakannya lalu aku bertanya dia masak apa? dan dia menunjuk meja aku melihat cah kangkung dan itu membuatku sangat senang, cah kangkung salah satu makanan favoritku saking senangnya aku sampai tak sadar bilang kangkung? kaya lebih ketanya sih dan disitulah dia mulai bicara seperti orang yang sedang ngerapp. aku sampai puyeng dengar dia bicara tampa jeda, setelah itu dia mau pulang tapi aku mengancamnya akanku potong gajinya 50% kalau dia berani pulang sebelum aku menyuruhnya tapi dia masih tidak mau diam dia baru mau diam setelah aku memberitahukan kalau alex sahabatku skakmat dia terdiam membisu tidak bicara lagi. seleasai makan aku membersihkan meja dan mencuci piringku.
Dia berjalan mendekatiku di Westafel untuk mencuci piringnya juga. "Simpan saja biar aku yang cucikan". tapi dia malah melolotiku
"Tidak perlu pak saya bisa sendiri". tadi melolotiku sekarang tersenyum cepat sekali perubahan ekspresinya. "pak apa setelah ini saya boleh pulang?". Fhenisia
"Tidak... (Jeda sesaat) bisakah kamu membantuku untuk mandikan baby boy, Sarah tidak bisa membantuku mengurus baby hari ini (wajah melas)". aku benar2 tidak bisa memandikan bayi selama baby lahir yang mandikan sarah aku hanya menontonnya karna aku takut nanti baby jatuh atau apalah. jadiku benar2 belum siap untuk belajar memandikan bayi kalau untuk urusan lain sperti ganti popok, bikin susu, pakaikan baju aku bisa melakukannya sendiri tapi dia malah terdiam seperti orang bingung. "Bagaimana kamu maukan please (memohon) kamu bisa pulang kalau sudah mandikan baby terserah aku tidak akan larang". aku akan frustasi kalau dia tidak mau membantuku.
"kalau begitu biar aku yang mencuci piringnya (mengambil piring di tanganya) kamu liat baby aja". aku menyuruhnya untuk melihat baby kali2 baby udah bangun, selesai cuci piring aku naik, dia lagi gendong baby boy dan mengajaknya bicara aku tersenyum melihat kedekatan mereka.
"ini jam 9 lewat sudah maktunya baby untuk mandi aku akan siapkan air". lalu aku bergegas kekamar mandi. "Ok sudah selesai kamu bisa mandikan sekarang". dia hanya mengangguk dan lagi2 tersenyum manis, dia memandikan baby dengan sangat Hati2 dan telaten dan sesekali mengajak baby bicara. "Apa dia ngak takut kalau baby patah tulang atau terjatuh dan tenggelam gitu saat memandikan baby?". dia yang mandikan baby aku yang ngerasa ngeri2 sedap gimana gitu.
__ADS_1
"apa kamu tidak takut saat memandikan baby?". aku menganggu kebahagian mereka berdua dengan aku bertanya.
"Kenapa harus takut, bayi kecil sangat lucu dan menggemaskan jadi rasa takut sudah tergantikan, apa bapak belum pernah memandikan bayi kecil?". Fhenisia
"Tidak.. (Menggelengkan kepala) aku takut". aku harus jujur kalau aku penakut.
"Tidak apa2 awalnya saya juga takut dan was was saat pertama kali gendong baby tapi lama2 tidak takut lagi (tersenyum) ayo sini mandikan baby'nya saya akan mengajari bapak caranya". Aku mendekati mereka dan memandikan baby memang benar apa kata dia awalnya was was tapi akhirnya berani juga walaupun masih kaku...
ย
Jangan lupa likenya yah terus itu koment dan vote juga supaya tinggi rattingnya๐๐..
__ADS_1
see u next chapter teman-teman...๐๐