PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Kebenaran 3


__ADS_3

"Ada yang bisa saya bantu?". Laki2 bertanya padaku. Astaga ada apa dengan jantungku?


"Tidak.. ta..tapi bocah laki2 yang bernama Cris?".


"Cris, Ya Allah dimana anak itu?". hah? apakah dia melupakan putranya sendiri?


"Dia sedang dirumah sakit". Aku mengajaknya kerumah sakit karna anaknya disana, Tentu saja menggunakan mobil laki2 ini karna tadi aku pake ojek online karna ngak punya kendaraan pribadi.


Dalam mobil_


"Kenapa tidak menghubungi nomor yang aku tinnggalkan?". Tunggu2 apa laki2 ini sedang bicara padaku?


"Apa bapak bicara sama saya?".


"Iya". Jadi betulan bicara sama aku yah, tapi kenapa dia bertanya soal nomor dan menghubunginya. Apa dia masih ngantuk? sehingga bicara Tampa sadar?


"Maaf, tapi nomor apa yang anda bicarakan?".


"Nomor yang aku tinggalkan beberapa tahun yang lalu di hotel XX, Apa kamu masih ingat (Wajah dingin)". Jadi dia laki2 brengsek sialan waktu itu yang meninggalkan aku setelah dia ena2 denganku?


"Ja..jadi anda laki2 brengsek sialan yang meninggalkan saya dengan uang? seakana2 saya wanita murahan atau jalang waktu itu?".


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu, Itu hanya pikiranmu yang terlalu jauh. Bukankah sudah aku tinggalkan nomorku di kertas itu, Waktu itu? untuk bertanggung jawab. Aku menunggumu menelponku wanita, kau tau itu dan aku khawatir saat aku kembali kesana, Aku tidak menemukanmu dimanapun". Hah? benarkah dia kembali kesana? dan khawatir padaku? apakah dia tidak berbohong?


"STOP". Bentakku kasar, laki2 itu berhenti tapi bukan di tepi jalan melainkah di tengah2nya jalan. "Kenapa berhenti tengah2 jalan?". Tanyaku kaget saat


"Bukankah kamu yang memintanya?". Dasar idiot, Aku memang suruh berhenti tapi bukan berarti harus di tengah2 jalan juga kali


"Menepilah". Saat dia sudah berhenti di pinggir jalan aku langsung ingin turun dan pulang kembali ke kosku untuk mengambil uang yang ku simpan bertahun2 lamanya. Agar apa yangku ucapkan dulu terkabul yaitu melemparkan uang yang dia berikan di muka laki2 brengsek sialan ini


"Mau kemana? setidaknya antarkan aku sampai kesana (RS) menemui anakku". Bahkan aku melupakan tujuan awalku gara2 emosi melihat wajah tidak tau malu di dekatku ini


"Jalan".


Laki2 itu kembali menghidupkan mobilnya setelah aku memintanya. Aku sama laki2 ini hanya bertemu sekali tapi kenapa dia bisa mengenali wajahku sedangkan aku sama sekali tidak mengenalnya. Jadi pantas saja aku marasa kenapa wajah si Cris itu mirip dengan princess karna dia putranya laki2 brengsek sialan ini?


"Dari mana kamu mengenali wajahku?".


"Saat aku bangun di waktu itu (dulu) aku tak sengaja memperhatikan wajahmu so sampai sekarang aku tidak bisa melupakan wajahmu. Aku slalu merasa bersalah dan ingin menebusnya, setiap kali aku kesana slalu berharap bisa bertemu denganmu tapi nyatanya nihil. Kamu menghilang seperti di telan bumi".


"Wow.. aku tersanjung mendengarnya. Menebusnya dengan apa? menikahi kalo aku hamil atau memberiku uang yang banyak?". Aku sangat marah, mengingat bagaimana aku berjuang sendirian. Dulu waktu ngidam aku ingin sekali merasakan makanan yang di masak oleh ayah dari princess sampai2 aku menangis karna menginginkannya padahal aku tidak tau dan mengenalnya.


"Maaf".


"Jangan pernah mengatakan kata itu, Aku benci kata itu hiks.. hiks..". Kenapa aku sangat cengeng karna laki2 ini mengatakan maaf. (Maaf) kalimat itulah yang terakhir laki2 itu ucapkan sebelum merenggut segalanya dariku, Bahkan masa depanku

__ADS_1


Menepi dan berhenti di pinggir jalan_


"Jangan menangis kumohon (Mengatupkan tangan) Aku yang salah, Tapi demi Allah aku tidak tau kenapa aku sampai bisa mabuk waktu itu dan badanku juga terasa sangat panas dan.. dan.. aku terangsang saat melihatmu sampai2 aku tidak bisa menahan diri walaupun aku mencobanya". Apakah laki2 ini bicara jujur? atau sekedar menutupi kelakuan brengseknya. Aku menatap tepat di manik matanya, mencari kejujuran di setiap ucapanya tapi bagaimana cara aku bisa mengetahuinya sedangkan aku tidak mengenalnya


"Kenapa bisa tidak tau kalo kamu mabuk? pasti karna kamu minum, iyakan?".


"Tidak.. (Menggeleng) Aku tidak suka mabuk dan minuman haram itu. Waktu itu menghadiri acara jamuan dan nyampe hotel, Keadaanku, yah.. seperti yang kamu liat waktu itu". Apa dia di jebak?


"Bukan urusanku, tapi tanggung jawab seperti apa yang anda katakan untuk saya? menikahiku bila aku hamil dan bagaimana jika tidak hamil?".


"Bila kamu hamil anak kita Aku akan menikahimu. Tapi kalo kamu tidak hamil itu terserah padamu, mau menikah atau ngak denganku? karna aku akan tetap bertanggung jawab". Aku tambah marah lagi saat dia bilang anak kita, Enak aja bilang anak kita semaunya


"Bukan anak kita, baby princess hanya akan menjadi putriku camkan itu".


"Ja..jadi benaran hamil?". Oh yah Tuhan, kenapa aku sampai keceplosan begini Tuhan


"Tidak.. dia putriku dengan suamiku".


"Aku tau kamu sedang berbohong". Sialan dia dapat menebaknya dengan benar kalo aku berbohong


"Lalu apa maumu? mengambilnya dariku hah? (Menangis) dia putriku, Aku yang susah payah mengandung dan melahirkannya sendirian. Tidak ada wajahmu di saat aku menangis kesakitan, di saat aku ingin sekali memakan makanan dari masakanmu sampai aku menangis karna menginginkannya tapi apa yang aku dapatkan ha? kesedihan dan kekecewaan".


"Aku tidak akan mengambilnya darimu tenanglah, apa kamu sudah menikah?". Apa urusannya kalo aku sudah menikah atau tidak?


"Apa kamu sudah menikah Fhanesa?". Apa dia tau namaku? dari siapa? btw aku tau nama laki2 ini karna anaknya Cris memberi taukan namanya


"Tau dari mana nama saya?".


"Bukan urusanmu, Apakah kamu sudah menikah Fhanesa?". Sial dia malah mengcopy paste kata2ku, Aku mengabaikan pertanyaannya dan membuang wajahku ke samping melihat keluar. merasa diabaikan dia menggeram kesal dan membanting stir mobilnya


"Aku sedang bicara padamu WANITA, jawab sekarang". Lah nih orang kesambet setankah menaikan suaranya begitu bikin telinga orang sakit aja tau


"Belum, Apa kau puas?".


Setelah aku menjawab pertanyaan gilanya itu dia tidak lagi bicara begitupun aku. Aku malas untuk bicara lagi dengan laki brengsek sialan tidak tau malu, tidak bertanggung jawab dan suka seenaknya


Semenjak pertemuan itu Cris si bocah kecil itu semakin dekat denganku suatu ketika dia meminta aku menikah dengan ayahnya. Awalnya aku kaget tapi setelah di pikir2 itu bagus juga karna mengingat dia adalah ayah dari putriku dan lagi aku jatuh cinta dengan laki2 brengsek sialan itu.


Tapi satu hal yang tidak bisa aku dan Darwin lakukan setelah kita menikah yaitu mengambil si princess kecilku dari sahabatku. Bukan karna sahabatku tidak memberikannya tapi putranya Azkal sangat menyanyangi Fhanisia adek angkatnya. Azkal tidak bisa jauh dari Fhenisia barang sebentarpun dia akan langsung sakit. Azkal tidak suka Fhenisia dekat dengan siapapun selain dirinya, Azkal akan sangat marah kalo ada yang berani mengambi Fhenisia darinya.


Itulah alasan terbesarnya kenapa aku tidak bisa mengambil Fhenisia untuk tinggal bersamaku, lagian Fhenis tidak akan mau berpisah dengan Azkal karna dia sangat menyanyangi Azkal melebihi dirinya sendiri.


Akupun membiarkannya tapi masih tetap dalam pengawasanku dengan papanya yaitu Ridwan juga kknya Alex. Sampai Fhenis besar dan dewasa seperti sekarang, justru setelah Fhenis dewasaalah rasa takut tidak dimaafkan dan tidak terima oleh Fhenis menjadi bumerang untukku mau memberi tau Fhenis siapa dirinya yang sebenar.


Fhanesa POV and Flashback off_

__ADS_1


________________________________


"Semuanya sudah tante ceritakan jadi sekarang terserah padamu nak". Tante Nesa


"Jadi Fhenis?".


"iya, Fhenis anak kandung om/tante, maafkan om karna tidak bisa menjadi ayah yang baik buat Fhenis (Menangis diam2 dari tadi)". Om darwin


Kak Alex, Farel hanya diam opa juga ikut diam


"Jadi panggil om/tante (Terdiam) Mamah, juga papah". pinta Opa padaku


"Aku butuh waktu buat sendirian, Lupakan semua kecemesan tante/om karna aku tidak akan membenci siapapun. Aku akan menerima ini dengan senang hati (Tersenyum) tenang saja, Aku tidak akan menjadi anak durhaka dan menutup telinga setelah mendengar kebenaran ini. Aku hanya butuh waktu buat berpikir dan sendirian". Aku bangun dari tempat dudukku dan berjalan keluar menuju pintu utama, tidak ada yang mencegahku karna memang mereka memberiku waktu


"Apa salahku sehingga Allah mempermainkan takdirku seperti ini? Tant.. bukan tante lagi tapi mamah. Pasti mamah sangat menderita dulu melahirkan ku tampa seoarng suami yang menemaninya". Batinku, aku tentu saja menerima mereka justru aku sangat bahagia karna aku masih memiliki keluarga. Lalu kenapa justru aku memilih keluar dan meninggalkan mereka? Kenapa aku tidak memeluk mereka? terutama mamah. Aku berbalik arah kembali ke taman belakang rumah menemui keluargaku yang sesungguhnya. Aku tau mereka semua punya menyanyangiku dan tidak membiarkan aku sendirian.


"Mamah..". Panggilku denga suara pelan namun masih bisa di dengar


"Fhenis, kamu kembali nak (menghampiri) dan..dan kamu memanggilku mamah? sayang". mamah Nesa


"Iya (Mengangguk berlari dan memeluk) maafkan Fhenis karna tadi sudah egois dan malah ingin pergi hiks.. hiks.. padahal mamahlah yang paling menderita disini". Aku tak sanggup menahan air mataku yang terus mengalir dari awal sampai sekarang


"Maafkan mamah juga sayang". semua orang menangis haru, om Darwin eh salah maksudnya Papah juga datang menghampiri lalu memelukku berdua dengan mamah kemudian kak Alex kita berempat berpelukan tapi kenapa adik imutku malah terdiam di tempatnya? Apakah dia tidak senang? Mamah, Papah kak Alex melepaskan pelukannya dariku.


"Apa Farel tidak mau memelukku?". Tanyaku sedetik kemudian Farel berlari kearahku lalu memeluk dengan sangat kuat sampai aku tak bisa bernapas. Oh astaga ada apa dengan adik imutku ini? Memelukku dengan sangat kuat begini


"Aku tidak ingin berbagi pelukan dengan yang lain makanya aku peluk belakangan hiks.. hiks Aku sayang kakak princess". Farel


"Princess? apa itu panggilanmu untukku adik imutku?". Godaku pada Farel, ngak nyangka baru kali ini liat Farel nangis dari tadi dia paling teguh ndak nangis2 sama sekali. Aku pikir dia tidak bisa menangis


"Itu panggilan kesayangan mamah untuk kk". Farel


"Kakak akan mati sesak napas kalo kamu terus memelukku begini".


"Oh maaf (Tersenyum dan melepaskan pelukan)". Farel


"Dia (Farel) yang paling menyanyangi Fhenis, Bahkan dia pernah mau menghajar Novant karna Novant mendekatimu dulu". Mamah


"Hah.. benarkah itu adik imutku?". Aku tidak percaya ini


"Itu dulu tapi sekarang tidak lagi, Jangan memanggilku imut (Memonyongkan bibir) itu tidak manis sama sekali". Farel


Aku terkekeh mendengar Farel merajuk, tak lupa juga aku memeluk Opa. Jadi inilak rasanya kalo punya keluarga sendiri yang utuh? mungkin tidak ada bedanya dengan keluargaku yang dulu, Cuman sekarang terlalu indah untukku rangkai dengan kata2 perasaanku saat ini. Ternyata melepaskan keegoisan dan menerima dengan hati yang tenang akan terasa sangat ringan.


Terimah kasih Ya Allah untuk nikmatmu, Maka nikmatmu yang mana inginku dustakan yang Allah, Ini sangat2 nikmat..

__ADS_1


__ADS_2