
Aku terbangun setengah kaget dari tidurku saat mendengarkan tangisan baby boy di box bayinya "Ya Allah baby..! Kenapa sayang? (menghampiri dengan buru2) Apa baby lapar? (Mengendong dengan cepat) Jangan menangis tunggu aunty buatkan susumu dulu ok (Mencium)". Akupun membuatkan susu untuk baby boy saat aku lagi fokus menghitung berapa takaran susu baby yang mauku buat, novant tetiba membuatku kaget.
"Berikan baby boynya padaku kamu buatkan susu aja dulu". Astaga kenapa orang ini slalu muncul tetiba dan membuatku kaget terus, akupun memberikan baby pada novant dan fokus membuat susu untuk baby boy.
"Emh maaf soal tadi". Aku minta maaf soal aku tertidur dipelukan dia, jangan kira aku lupa kalo aku tertidur dipelukan dia tadi karna yang aku ingat terakhir kali yaitu pas aku peluk dia.
"Maaf untuk apa?". Kenapa dia menjadi sok polos begini? masa Iyah ngak konect sih.
"Soal aku tertidur tadi pas kita berpelukan (Wajah memerah kaya udah rebus)". Bahkan aku harus mengatakan hal yang mungkin ini sedikit memalukan bagaimana bisa aku tertidur dipelukan orang lain? dasar memang aku tuh bisa2nya seceroboh itu.
"Oo.. soal itu (Tersenyum) tidak pp, bagaimna perasaanmu sekarang? apa udah baikan?". Novanto
"Sudah ngk pp kok (Terdiam sesaat) Ngomong2 apa kak alex sudah pulang? (Memberikan susu baby)" Pertanyaan yang sungguh konyol abisnya tidak ada lagi yang bisa dijadikan bahan obrolan, yah tentu saja kak alex sudah pulang gak mungkin juga dia masih disini nungguin aku.
"Dia ngak pulang tapi dia ke kantornya, oyah kamu ganti baju santai gih kita cari makan siang diluar". Ok jawabannya sangat sesuai dengan pertanyaanku yang konyol, tunggu dia bilang apa? ganti baju? mau ganti baju bagaimana inikan di kantornya bukan di apartemenku.
"Tapikan saya gak bawah baju pak (Muka bingung)".
"Emm sorry tadi aku minta sekertarisku membelikan kamu baju, itu bajunya (Nunjuk kearah meja tempat baju disimpan) kamu coba aja dulu kalo ngak cocok ngak usah dipake, pake aja baju kamu yang sekarang". Aku langsung melihat kearah yang ditunjuk.
__ADS_1
"Bapak beli baju buat saya (Nunjuk diri sendiri)". Jujur sih aku ngak percaya mendapatkan perlakuan macam ini dari novant karna orangnya terkadang mesum, jail, dingin begini kok.
"Iyah karna memang aku niatnya mau ngajak kamu makan siang jadi aku minta sekertarisku belikan dan untuk ukurannya aku tebak2 aja sih semoga aja pas". what nebak2 katanya oh tuhan semoga saja bukan ukuran L/XL kalo tidak aku akan jadi layang2 karna kedodoran. Aku lalu mengambil baju itu dan menggantinya dalam kamar mandi sekalian mau cuci muka biar segar dan sedikit berdandan agar tidak terlihat pucat dan kusam selesai ganti dan berdandan akupun keluar, oh iya soal bajunya aku lupa kasih tau emh ukuran bajunya pas banget sama aku dan aku sangat suka dengan bajunya apalagi baju ini warnanya hitam.
"Makasih untuk bajunya (Tersenyum) tapi tolong jangan terlalu baik pada saya, saya takut saya tidak bisa membalasnya". Aku takut kalo aku tidak bisa membalas kebaikan yang dia berikan.
"Aku tidak pernah berharap kamu akan membalasnya jadi jangan terlalu dipikirkan relax aja (Tersenyum) sudahkan? ayo kita jalan sekarang Ini udah mw jam 12 siang". Akupun menganggukan kepala dan meminta untuk menggendong baby boy dari gendonganya.
"Astaga selama itu aku tidur bahkan sudah mw jam 12 siang, padahal tadi malam aku ngak begadang baby boypun dak sering bangun juga tadi malam tapi kenapa aku sampai tertidur kaya putri tidur begitu". batinku.
"Biar saya aja yang mengendong baby". Novant menyerahkan baby boy dan kitapun keluar dari ruangannya novant menuju lift khusus untuk CEO perusahaan langsung di lantai paling bawah (Lantai dasar) ada banyak mata yang memperhatikan aku sehingga tatapan2 itu membuatku risih dan ngak nyaman gitu.
"Pak.!". Aku memanggil novant pelan disebelahku karna risih diliatin karyawannya.
"Saya malu (Memegang tangan novant)". Aku ngak sadar kalo aku memegang tangan novant dengan sangat erat.
"Kamu malu karna mereka menatapmu tidak usah risaukan mereka, tunggu sebentar". Aku memang ingin mengabaikan mereka tapi tatapan mereka sangat mengintimidasi sekali. "Sini..!!". novant memanggil seorang karyawannya, karyawannya mendatangi novant lalu membungkuk.
"Iyah bos".
__ADS_1
"Bilangin semua karyawan di kantor ini jangan pernah sekali2 menatap perempuan yang sedang bersamaku sekarag sekalipun itu hanya sedetik (Muka serius dan dingin) kalo tidak ingin berakhir jadi pengangguran seumur hidup, PAHAM.?". Astaga dia sangat menakutkan kalo lagi serius begitu bahkan dia ngak segan2 mengancam karyawannya cuman karna aku bilangin dia kalo aku malu di tatap mereka tau gini mending aku gak usah bilang tadi kan kasian kalo ada yang hilang pekerjaan gara2 aku, aku akan sangat bersalah untuk itu.
"Sudahlah pak saya ngak pp kok kita keluar aja yah". Aku mengajak dia segera minggat dari kantornya untuk cari makan aku takut2 kalo dia bakal benaran pecat karyawannya, saat aku ngajak dia hanya mengangguk dan tersenyum manis, secepat itukah dia bisa mengubah ekspresi dari serius dan dingin ke tersenyum manis begitu.
"Mulai sekarang kamu ngak perlu lagi merasa malu kalo datang kesini lagi karna mereka tidak akan ada yang berani liatin kamu lagi (Tersenyum)". Novanto
"Jangan terlalu keras pak mungkin saja mereka liatin saya karna mereka baru liat saya, cuman sayanya aja yang berlebihan". Aku ngak mau orang lain kena marah apalagi sampai hilang pekerjaan cuman karna hal sepele seperti itu karna aku yakin kalo apa yang novant katakan tadi bukanlah main2.
"Aku tidak keras fhenis... Aku hanya tidak suka kalo mereka liatin orang baru itu seperti liat apa gitu...". Novanto
"Baiklah kalo bapak tidak mau di bilang keras berarti bapak hanya tegas"
"Yah udah serah kamu aja deh (Tersenyum)". Novanto
"Hehee (Terkekeh) saya hanya bercanda kok pak". Aku terkekeh dengar dia bilang terserah aku Ajah deh diapun ikut terkekeh denganku.
"Aku begitu karna aku tidak mau kalo karyawanku menjadi tidak sopan pada orang lain fhenis (Mengelus pucuk kepala) bukanya aku keras kalo tegas aku ngak nyangkal karna memang sebagai bos aku harus tegas aku begini juga untuk kebaikan mereka supaya mereka tau sopan santun dan menghargai orang lain". Astaga kenapa dia mengelus kepalaku seperti ini? Oh tuhan aku jadi salah tingkah dong nih Btw bijak sekali kamu novant aku yakin baby akan tumbuh jadi anak yang bijak seperti bapak juga nantinya. Aku tidak bisa bicara apa2 lagi karna udah sangat salting dibuatnya..
____________________________
__ADS_1
Jangan sungkan2 untuk memberikan ktitik atau saranya yah teman2 agar aku bisa memperbaiki novel yang buatπ
see u next chapter All...ππ