
Hehee.. sorry nih baru sempat up lagi😅😅
.
.
.
.
1 minggu telah berlalu semenjak kejadian dimana Novant melamarku dengan romantisnya seperti drama2 yang pernah aku nonton.
Aku sudah mengabari Opa tentang aku akan pulang kampung, Tapi aku tidak memberi taukan kalo aku bakal pulang sama Novant ataupun mengenai lamaran tersebut, Btw Opa sudah tau tentang hubungan aku sama Novant. Hari ini aku mau memberitaukan kepada Tante/om juga Farel kalo aku bakal pulang kampung. Jadi aku memutuskan untuk langsung kerumahnya saja daripada memberitaukan lewat telpon.
Kediaman keluarga Farel_
"Kenapa juga aku datang di siang bolong begini sih? Emh.. mungkin mereka sekarang lagi tidur siang". Batinku, karna sekarang aku lagi berdiri didepan rumah tante Nesa yang nampak sepi. "Masuk aja deh, lagian udah di sini jugakan". Aku masih berperan batin antara masuk atau tidak, takutnya ganggu mereka yang lagi istirahat siang. Aku mau menekan bel rumah tapi aku melihat pintu rumah yang agak sedikit terbuka.
"Ngak dikuncikah? (kening berkerut) cerobohnya, bagaimana kalo ada maling masuk?". Gumanku pelan dan membuka pintu pelan2, Saat aku masuk kedalam rumah tidak ada siapapun di dalam rumah yang aku liat.
"Emh... sepi amat nih rumah macam kuburan aja". Aku berjalan menuju tangga lantai atas, aku mau ke kamarnya Farel, Mungkin dia ada dikamarnya pikirku
Tok tok
"Farel!!!".
Tok tok
"Farel!!!". Panggilku depan pintu kamar Farel tapi orang yang di panggil ngak muncul2. Jadi aku memutuskan untuk membuka pintu kamarnya
Krekkk... (Membuka pintu)
"Ngak dikunci jugakah?". Aku memasukan kepalaku di depan pintu, Melihat kedalam kamarnya Farel tapi sama sekali tidak ada orangnya. "Aisthh.. kemana sih ni orang2?". Kesalku lalu kembali turun kebawah.
"Apa mereka di taman belakang rumah yah? Astaga kenapa ngak kepikiran dari tadi sih".
Aku seperti orang stres bicara sendiri, Aku berjalan menuju taman belakang. Ya Allah ternyata memang lagi di taman belakang, Aku mendengar suara sayup2 orang berbicara. Aku berjalan mengendap2 mendekati arah suara, Ceritanya aku mau kagetin mereka dengan kehadiranku.
Deg
Mataku menangkap sosok yang sangat Familiar denganku, Yang lagi duduk dengan wajah serius. Entah apa yang dibicarakan beliau sehingga seserius itu dan lebih herannya lagi, Kapan beliau datang? Bukankah?
"Opa? (Mengucek mata) Astaga memang opa kok, Kapan Opa datang? kok ngak kabarin aku sih? Ah.. mungkin Opa mau kasih kejutan sama aku?".
__ADS_1
Aku tidak mau ambil pusing, Aku sangat senang melihat Opa jadi aku berjalan dengan semangat mau nyamperin Opa. Tapi lagi2 aku dibuat kaget dengan kehadiran seseorang disana dan tentunya sangat aku kenal. Aku berhenti sesaat, Ada begitu banyak pertanyaan muncul di benakku. kenapa dia sangat akrab dan terlihat santai bersama tante/om dan juga Farel, Bahkan aku melihat dengan jelas tante Nesa mengelus2 belakang pundaknya
Deg
"Kak Alex? (Bingung) kenapa kak Alex ada disini?".
Aku tidak mengerti dengan apa yangku lihat, Kenapa aku tidak pernah tau kalo kak Alex kenal dan akrab dengan keluarga tanteku? Aku kembali berjalan mengendap2 seperti orang yang mau maling saja dan berdiri tidak jauh dari tempat mereka duduk. Disitu ada Om Darwin, Tante Nesa, Farel, Kak Alex juga Opa. Mereka tidak menyadari kehadiranku sama sekali
"Nesa, Darwin (Terdiam sesaat) ini adalah waktu yang tepat untuk kalian bicarakan ini padanya yang sebenarnya". Opa
"Tapi Pah, saya takut Fhenis belum siap". Tante Nesa
Apa mereka sedang membicarakan aku? tapi bicarain tentang apa? sebenarnya apa yangku lakukan sekarang ini tidak baik, Mendengarkan pembicaraan orang lain diam2. Tapi rasa penasaranku lebih besar daripada etika baikku
"Iya Pah, saya takut Fhenis tidak bisa menerima kenyataan siapa dirinya yang sebenarnya". Om Darwin
Kenyataan? kenyataan apa yang mereka bicarakan? tentangku? Aku melihat kak Alex sama Farel hanya diam mendengarkan apa yang dibicarakan Opa, om/tante
"Darwin, Nesa.. Fhenis sudah cukup dewasa untuk menanggapi ini semua". Opa
"Pah.. kita semua tidak ingin terus2an menyembunyikan kebenaran ini dari Fhenis (Menangis) ta...tapi Nesa terlalu takut Pah, Kalo Fhenis tidak bisa menerimanya dan membenci Nesa". Tante Nesa
Aku melihat dengan Jelas Tante Nesa sudah tidak sanggup menahan tangisnya lalu kemudian tangisnya pecah. Ada rasa sakit saat melihat Tante Nesa menangis pilu begitu dan jujur saja, Aku juga semakin dibuat bingung dengan apa yang aku dengar sekarang. Kebenaran apa? sehingga Tante Nesa beserta keluarga begitu takut aku tidak bisa menerima dan membencinya. Apakah begitu besar? Ingin sekali aku mendekati dan bertanya langsung tapi aku mengurungkan niatku dan memilih mendengarkan dari tempatku berdiri sekarang apa yang mereka bicarakan
"Mah.. Pah.. Apa yang Opa katakan memang benar adanya, Sebaiknya kita bicarakan kebenarannya pada Fhenis (Terdiam) Siapa dirinya sebenarnya". Alex
Tunggu2, Aku ngak salah dengarkan? Kak Alex memanggil om/tante dengan sebutan Mah, Pah? Apa yang sebenarnya terjadi? jadi kak Alex juga sepupuku sama seperti Farel? Lalu kenapa aku tidak pernah tau selama ini? dan juga kenapa aku sama sekali tidak pernah melihat foto kak Alex satupun di rumah ini? kalo emang kak Alex termasuk anaknya om/tante seperti Farel?
"Tapi sayang.. Bagaimana kalo Fhen... Hiks hiks". Tante Nesa
"Mah.. (Memeluk dari samping) Apapun yang terjadi kedepannya, Kita tanggung sama2 Jadi mamah tidak perlu takut (Mengusap air mata) Mamah orang baik dan mamah juga punya alasan, Alex yakin Fhenis akan bisa menerimanya hm". Alex
"Tapi sayang mam..". Tante Nesa
"Mah.. kita semua ada buat mamah (Memeluk) kan ada aku sama Abang nanti jagoan mamah, Yang bantuin mamah jelasin semuanya ke kak princess (Fhenis)". Farel
Jadi aku punya panggilan lain selain Fhenis yaitu Princess? siapa aku sebenarnya? Tuhan rasanya pening sekali kepalaku sekarang. Jadi Fiks kak Alex adalah sepupuku melihat bagaimana mereka berkomunikasi. Aku masih ingin mendengarkan apa yang mereka bicarakan
"Mamah sama papakan sudah dengar sendiri kalo Novant akan segera melamar Fhenis (Terdiam lalu menarik napas dalam2) Lagian Novant juga ingin kebenarannya terungkap sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan". Alex
Bulshitt... Apa2an ini semua? Bukankah Novant bilang akan datang bersamaku untuk memberitaukan tentang lamaran itu? tapi kenyataanya aku di bohongi dan dia sudah memberitaukan kepada om/tante beserta keluargamya lebih dulu tampa sepengatuanku? Dia juga tau kebenaran apa yang sedang mereka bicarakan tentangku sekarang? jadi hanya aku yang disini yang tidak tau apa2? Sial
"Kita harus tegas mah.. Pah.. Fhenis harus tau yang sebenarnya kalo dia itu anak kandung Mamah sama papah, adeknya Alex juga kakaknya Farel (Memejamkan mata) Jangan di tunda terus Mah.. Pah.. karna rasa takut yang belum tentu terjadi". Alex
__ADS_1
Deg
Deg
Deg
Detak jantungku berpacu dengan cepat, sangat cepat dan napasku yang serasa tiba2 berhenti berfungsi. Apa yangku dengar sekarang membuatku mati rasa dan tidak percaya akan pendengaranku. Apakah pendengaranku masih berfungsi dengan baik?
Semua orang terdiam saat mendengarkan apa yang kak Alex katakan. Bahkan juga aku, saking terdiamnya aku sampai menganga tidak percaya, Sedetik kemudian
Tik
Tik
Tik
Entah kenapa air mataku tiba2 keluar begitu saja membasahi pipiku. Ada rasa yang tak bisaku jelaskan dengan kata2, aku hanya bisa menangis sambil menutup mulutku agar suaraku tidak terdengar oleh orang2 yang lagi duduk di balik tembok aku bersembunyi
"Ini baru cuc... (Menggantung) Fhe...fhenis... (Terbelalak)". Opa
Semua mata langsung menoleh kearah opa melihatku, yah aku sudah sangat ingin mendengarkan semuanya. Jadi sekarang aku sudah berdiri tepat didepan mereka tapi mereka tidak ada yang menyadarinya kecuali opa. Awalnya aku ingin berlari keluar dari rumah ini tapi aku pikir itu salah. Aku harus tau dulu kebenaranya
"F H E N I S...". Sontak semua yang ada kaget, Apalagi dengan wajahku yang penuh air mata. Dapatku tebak kalo mereka tau aku mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Kak Alex melangkah mendekatiku dengan cepat tapi aku juga mencegahnya dengan cepat
"Berhenti hiks.. hiks". Kak Alexpun langsung berhenti. "Katakan yang sebenarnya kalo Fhenis hanya salah dengar hiks.. hiks". Aku berharap ini salah dengar tapi juga berharap ini kalo ini benar, Entahlah perasaanku berkecamuk sekarang
"Sayang... Tan...tante... bisa jelaskan hiks.. hiks..". Tante Nesa semakin tak kuasa menahan tangisnya melihatku. Aku terdiam karna memang demikianlah tujuanku, mendengarkan semuanya
"Fhe..fhenis ka..kamu sebenar..nya". Tante Nesa terdiam dan tak melanjutkan pembicaraannya sedangkan aku masih setia berdiri ingin mendengarkan cerita mengenai ku
"Fhenis.. sayang, Ayok duduk dulu (Mendekati)". Alex
Aku masih diam dan kak Alex memegang pundakku, Menuntunku untuk duduk tapi kakiku terlalu kaku untuk berpindah dari tempatku berdiri
"Sayang (Memeluk) semuanya akan baik2 saja jadi sebaiknya duduk yah lalu minum sedikit air, Ok (Melepaskan pelukan dan mencium pucuk kepala)". Alex
Aku luluh dan kakikupun ikut berjalan menuju tempat duduk dimana kak Alex memegang tanganku. Aku mendudukkan bokongku dan kak Alex duduk di sebelahku, Farel langsung memberiku air minum
"Kak minum dulu". Farel
Aku mengambil air dengan lesu dan kak Alex langsung membantuku untuk minum dengan dia juga ikut memegang gelas di tanganku agar tidak jatuh. Semua orang terdiam kecuali tante Nesa yang masih nangis pilu menatapku, Aku menarik napas dalam2 lalu menyeka air mataku
"Jadi siapa Fhenis sebenarnya?".
__ADS_1