PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Bar-bar


__ADS_3

Lanjutan chapter sebelumnya_


.


.


.


.


"Aku wau pulang"


"Sayang... Aku bisa jelasin semuanya... Kamu salah paham sayang". Novant


"Salah paham? Ayolah Nov.. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Perempuanmu itu, Mencium dan memelukmu, Bisa2nya kamu bilang aku salah paham (Emosi)". Salah paham katanya, Jelas2 aku melihat dengan jelas, Tontonan gratis itu. Seenaknya dia bilang salah paham


"Sayang... please, dia bukan perempuanku! Wanitaku hanya kamu, K A M U... camkan itu". Novant


"Terserah kamu deh Nov, Aku ingin pulang. Turun gih dari mobilku". Bikin aku makin emosi aja, Dengar Novant bilang, Kalo wanitanya cuman aku. Tapi masih main perempuan di belakangku


"Ngak.. Biar aku yang ngantar". Novant


"Tuan Novanto joanda aku bukan anak kecil, Aku bisa nyetir sendiri, Mending kamu urus tuh peremp.." Belum juga selesai aku bicara tapi Novant langsung memotong pembicaraanku dengan ciuman kilasnya. Kenapa dia terus menciumku, Jangan membuatku semakin rapuh di tengah2 aku ingin bertahan menahan air mataku agar tidak keluar Novant


Cup (Mencium kilas)


"Jangan bahas dia dulu, Ok". Novant


"TAPIKAN DIA YANG MENJADI MASALAHNYA NOV.. (Emosi naik)" Ngak usah di bahas? Maksudnya apa coba? Orang perempuan itu yang jadi masalahnya, bagaimana bisa dia bilang ngak usah di bahas. Apakah dia ngak mau membahas perempuan itu karna dia mencintainya? Atau karna Novant ngak mau aku terus menyinggung perempuan selingkuhannya?


"Ok, bahas dia dulu atau pulang?". Novant


"Aku mau pulang, Turun dari mobilku Nov, Jangan membuatku semakin tidak bisa memaafkanmu. Kalo tidak, Aku akan membencimu. Aku ingin sendiri sekarang, Beri aku waktu". Rasa2nya air mataku akan segera tumpah, Aku terus menahanya. Aku tidak ingin menangis lagi di depan laki2 yang membuatku merasakan sakit hati yang mendalam ini, Perasaan ini membuatku lemah, Aku tidak pernah sesakit ini sebelumnya. Bagaimana tidak sakit? jika melihat orang yang kita cintai di cium dan di peluk perempuan lain di depan mata kepala sendiri


"(Terdiam) Baiklah, Maafkan aku (Turun dari mobil)". Novant


Aku ingin sekali mendengarkan penjelasan dari Novant, Tapi ntah kenapa? Aku takut mendengarnya. Kalo mang Novant ngak ada hubungan sama perempuan itu, Lalu bagaimana mungkin? Perempuan itu selancang itu, Mencium dan memeluk Novant. Ya Allah bagaimana aku harus menghadapi ini semua? Aku takut, sangat takut. Bahkan belum apa2 Novant sudah selingkuh, bagaimana jadinya kalo kita sudah menikah? Apakah Novant akan dengan gampangnya mencampakkan aku? Ini menyakitkan hanya dengan membayangkannya saja


___________________________


Di rumah Ortuku_


Saat sampai rumah aku masih menangis, Bahkan tangisanku semakin menjadi


Hiks.. hiks.. hiks..


"Kamu jahat Nov, kamu sangat brengsek". Di saat aku mau melangkah naik ke tangga untuk kelantai atas, Seseorang menghentikan langkahku dengan teguran khas orang yang sedang khawatir


"Fhenis!! ada apa? Apa yang terjadi? (Menghampiri)" Alex


"Kak Alex" Loh, Bukannya kak Alex sudah pergi ke kantornya yah? Kok bisa ada dirumah? Bodoh amatlah. "Kak!!" Aku langsung berhambur memeluk kak Alex, Aku semakin menangis meluapkan semua emosiku lewat tangisanku dalam pelukannya kak Alex. Laki2 yang tidak akan pernah menyakitiku, Laki2 yang slalu menyanyangiku dengan setulus hatinya. Kak Alex membalas pelukanku dan mencium pucuk kepalaku berkali2, Kak Alex sangat khawatir dan itu dapatku rasakan dari pelukan dan ciumanya di pucuk kepalaku


"Ayo, kita ke kamarmu hm" Kak Alex menuntunku untuk naik ke atas menuju kamarku


_______________________


Kamar_


"Ada apa sayang? Cerita sama kk". Aku terdiam, Aku mendengar kak Alex bertanya tapi aku tidak fokus karna pikiranku melayang kemana2


"Fhenis! (Memegang pundak)" kak Alex, Membuyarkan lamunanku "Kamu kenapa sih sayang? Kalo ada masalah cerita sama kk. Jangan di pendam sendiri, Ok"


"Ah, Fhenis baik2 aja kok kak (Senyum paksa)" Aku ingin cerita sama kak Alex tapi mungkin belum sekarang. Sekarang aku mau sendirian dulu, Aku tau kak Alex peduli padaku, Nanti aku akan ceritakan semuanya


"Fhenis, Hei, Kamu sedang tidak baik2 saja. Orang bodoh aja tau kalo kamu lagi ada masalah. Cerita sama kk hm" Alex


"No..novant selingkuh kak (Terdiam)". Ok, aku memutuskan untuk cerita sama kak Alex. Mungkin setelah cerita sama kak Alex beban yangku rasakan akan berkurang

__ADS_1


"selingkuh?". Alex


"Iya (Mengangguk) dia selingkuh kak, Tadi aku ke kantornya dan melihat Novant di cium sama perempuan cantik selingkuhanya. Dan juga di peluk sama perempuan itu hiks hiks".


"Terus, Apalagi yang di lakukan Novant sama perempuan itu (Memeluk)". Alex


"Hanya itu yangku lihat, Tapi siapa yang tau bahkam selama seminggu ini Novant sama sekali tidak pernah ada kabarnya kak. Mungkin dia selama ini selingkuh, makanya tidak pernah mau perduli lagi sama aku". Aku meluapkan isi hatiku sama kak Alex dan geram apalagi dengar kalo Novant ngak pernah ada kabarnya selama seminggu padaku. Beda dengan saat kak Alex dengar aku bilang Novant selingkuh, tanggapannya datar saja tapi sekarang dia sangat marah


"Baiklah (Melembut) Kk akan keluar sebentar, Kamu istirahat yah. Jangan kemana2 sampai kk pulang (Mencium pucuk kepala)". Memang benar setelah ceritain ke kak Alex rasanya beban ini berkurang


Beberapa Menit kemudian_


"Astaga, Napa aku bisa ceroboh? gimana kalo kak Alex pergi ngehajar Novant sampai babak belur. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? apa aku nyusul aja yah? tapi.. tapikan Arrgghh... kenapa jadi begini sih?". Aku perang batin dengan pikiranku sendiri


__________________________


Novant POV_


Ruanganku_


Pekerjaanku terbengkalai begitu saja, Aku tidak fokus karna pikiranku ada pada wanitaku siapa lagi kalo bukan Fhenis. Ini membuatku Frustasi, Fhenis tidak mengangkat telpon atau membalas chat dariku


"Apa kamu baik2 aja sayang? Aku khawatir (Melempar hp sembarang tempat) Sial, Arrgghh... (Marah) Apa yang harus aku lakukan?". Aku takut Fhenis kenapa2, Aku sangat takut Fhenis melakukan tindakan bodoh atau apalah semacamnya yang membuatnya dalam bahaya


"Barani sekali kamu muncul di hadapanku perempuan sialan? Dan kamu membuat hubunganku dengan wanitaku di ambang masalah" Batinku kesal. Perempuan itu sudah ku usir dari kantorku dengan menyuruh seccurity menyeret keluar dari ruanganku


.


.


.


Dubrakkkk (Pintu di tendang)


Sontak saja aku kaget dan memutar bola mataku ke arah pintu ruanganku


"Farel... (Kaget)" Apa bocah ini anak gangster? bahkan dia menendang pintu ruanganku tanpa ampun. Tatapan matanya sangat tajam dan mengerikan, Aku tidak pernah melihat kemarahan Farel seperti ini


"Apa kau tau? kakakku sangat mencintaimu. Tapi kau justru menghianatinya, Mana janjimu bang? kau bilang akan menjaga kakakku (Manarik kerah kemeja) Tapi apa yang abang berikan? air mata? sakit hati? kekecewaan? HAH? Jawab woi.. aku ngak butuh diammu bang (Mendorong ke belakang)" Farel


"Farel, Abang ndak pernah langgar janji abang sama kamu. Dan abang juga ngak pernah selingkuh". Ini hal wajar kalo Farel marah bahkan aku ngak keberatan kalo Farel ingin menghajarku. Aku akan menerimanya karna aku tau Farel sangat menyanyangi Fhenis


"Hah, benarkah? Lalu kenapa kakakku bisa pulang sambil menangis hah? (Melemparkan semua yang ada di depannya)". Farel


"Farel percaya sama abang, Abang bisa jelasin semuanya". Dasar bocah, Kenapa tidak memukulku malah melampiaskan kemarahannya pada barang dan benda yang tak bersalah. Aku membiarkan dia bertingkah semaunya lagian ini ruanganku, Tidak akan ada yang melihat kalopun dia ingin menghancurkannya sekalipun


"(Tersenyum kecut) Kenapa tidak menghajarku saja Rel? Kanapa melampiaskan pada benda?". Entahlah aku ingin sekali bocah ini memukulku, Agar aku sadar kalo aku sudah menyakiti orang yang paling aku sayang dan yang dia sayang (Fhenis)


"Abang pikir aku ngak bisa membuat abang babak belur Hah? Aku akan menghajarmu bang". Farel mengangkat tangan hendak memukulku tapi kepalan tangan itu berhenti di udara karna seseorang meneriaki namaku dengan sangat keras dan memekikkan telinga


"NOVANT.. brengsek sialan.."


Selangkah


.


Dua langkah


.


Tiga langkah


Buukkh (Meninju dengan keras)


Jangan tanya bagaimana rasanya? Dihantam dengan bogelan mentah dari tangan besarnya sahabatku ini. Udah pasti sangat sakit, Farel yang melihat adegan itu langsung melotot kaget. Aku hanya membalas bogelan itu dengan senyum tampan padahal darah segar sudah mengalir cantik di sudut bibirku


"Apa aku masih boleh memukul sekali lagi? (Memegang kerah baju)". Alex

__ADS_1


"Apa aku boleh membalasnya Lex?".


"Enak saja, Tentu saja tidak boleh". Alex


"Kalo gitu pukullah"


Bukkh... (Pukul again)


Tampa aba2 lagi Alex langsung menghantam bogelan mentah lagi di sebelah wajahku. Gila, Sakitnya bahkan 2 kali lipat di banding tadi


"Kenapa tidak menghindar?". Alex


"Kenapa aku harus menghindar?" Pertanyaan konyol, Kenapa aku harus menghindar kalo emang dia mau memukulku, Aku tau pukulan ini mewakili rasa sayangnya pada Fhenis. Karna aku yakin dia tidak akan pernah memukulku Tampa sebab. Aku langsung mengambil tissu dan melap darah yang keluar dari hidung mancungku akibat dari bogelan Alex untuk kedua kalinya


"Karna aku mau memukulmu (Wajah tampa dosa). Apa sangat sakit? (Bertanya dengan santai)". Alex


"Kamu ngeluarin tenaga dalam yah untuk memukulku?" Rasanya rahangku sudah sedikit bengkok dengan pukulan kedua yang Alex berikan tadi. Mungkin aku perlu perawatan khusus untuk mengembalikan wajah tampanku seperti semula. Tentu saja aku tidak mau wanitaku, Melihat aku dengan wajah jelek seperti ini


"Belum sepenuhnya, Wow (Baru sadar) Kenapa ruanganmu jadi kaya kapal pecah?". Alex


"Tuh (Melirik Farel) bocah pelakunya". Ya elah baru sadarkah kalo ruanganku daritadi kaya kapal pecah


"Loh dek (Kaget)". Alex


"Aku mau memberi sahabatmu pelajaranlah bang (Kesal)". Tampa Alex tanya Farel langsung to do point


"Mangnya ade da masalah sama Novant?" Alex


"Ngak, Tadi aku dengar kak Fhenis cerita sama bang Alex jadi aku langsung kesini" Farel


"(Tersenyum) Sigap juga ya adeknya Abang (bangga)" Alex


Adek sama abang sama2 bar2 kalo udah mengenai orang tersayangnya. Mereka berdua akan memberi hukuman pada siapapun yang berani menyentuh orang2 tersayangnya.


"Kenapa tidak pernah mengubungi Fhenis selama seminggu ini? (Wajah serius)". Alex


"Aku ingin Fhenis ada waktu buat kalian Lex dan aku yakin kamu lebih paham tentang aku daripada diriku sendiriku Lex". Orang yang paling tau aku luar dalam itu Alex, Bahkan mengenai perempuan sialan yang membuat hubunganku sama Fhenis dalam masalah sekarang. Alex tersenyum dan wajahnya tidak seserius tadi


"Sorry soal itu... Tapi kenapa Lila Samapi datang ke kantormu? Apakah keamanan kantormu begitu buruk? Bahkan dia bisa masuk ke ruanganmu (Geram)". Alex tau soal bagaimana hubungan masa laluku dengan perempuan yang bernama Lila


"Gue juga ngak tau, Tapi kata sekertarisnya aku. Lila bilang udah ada janji sama aku makanya sekertarisku mengijinkan dia masuk dalam ruanganku dan saat Lila datang aku ngak ada di ruangan tadi. Mungkin Fhenis datang setelah beberapa menit aku masuk dalam ruanganku dan melihat apa yang dia ceritakan sama kamu".


"Gila, nekat juga tuh perempuan Nov". Alex


"Yah makanya Lex, Loh bantuin aku Lex gimana caranya tuh perempuan ngak gangguin aku terus apalagi Fhenis".


"Siapa itu Lila?". Farel yang dari tadi diam akhirnya buka suara


"Masa lalu Novant Dek, kamu tenang aja Novant takkan berpaling dari Fhenis". Alex


"Oh (Wajah datar)" Farel


"Kamu tenang aja, Tentu saja aku akan singkirkan siapapun yang berani menganggu kebahagiaan adekku. Tapi Nov kenapa Lila sampai bisa cium dan meluk kamu? (Wajah penuh tanda tanya)" Alex


"Itu perempuan gerakannya kaya hantu tau ngak loh, Jijik banget aku. Issht (Lap bibir dengan punggung tangan) Kamukan tau Lex? kalo aku udah ngak bisa nahan amarah maka aku ngak tau apa yang bisa aku lakukan sama tu perempuan". Entah apa yang bisa aku lakukan kalo aku sampai kelepasan emosi mungkim aku akan membuat perempuan itu berakhir di rumah sakit. Bagaimanapun aku tidak ingin menyakiti perempuan bukan berarti aku tidak bisa lepas kontrol


"Aku percaya sama kamu Nov, Emh.. tinggal kamu mikirin bagaimana cara kamu nyampein ini ke Fhenis. Aku yakin kamu bisa". Alex


"Thanks bro, udah percaya sama aku (Tersenyum) Btw ini sangat sakit (Memegang wajah)"


"HAHAHAHAAA". Alex tertawa terbahak2 mendengar keluhanku. "Itu belum seberapa bahkan aku bisa buat kamu ngak bangun2 dirumah sakit (Senyum seringai)" Aku tau senyum itu adalah sebuah ancaman. Tapi Terimahkasih sudah menjadi sahabat yang slalu mendengarkan aku bro


"Bocah! kamu ngak mau lanjut mukul aku?" Aku bertanya pada Farel


"Aku ingin sekali mencicipi wajah tampanmu bang dengan tangan kiriku (Melihat kepalan tangan)". Setelah mengucapkan kalimat itu Farel berdiri lalu melangkah beberapa langkah. "Sorry.. tapi aku akan tetap mencobanya"


Buukhh (Bogelan mentah lagi)

__ADS_1


Seketika itu juga aku merasakan tubuhku sempoyongan dan pandanganku kabur dan tak merasakan apa2 lagi. Tau ah gelap, Alex mungkin hanya mengancam tapi tidak dengan bocah satu ini. Bocah ini benar2 membuatku tak sadarkan diri


Novant POV end


__ADS_2