PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Cantik-cantik galak


__ADS_3

Telpon tersambung


"Hallo, assalamualaikum Ra!". Novant


"Waallaikum musalam Nov!". Sarah


"Bagaimana? kamu sama Frans jadikan makan malam bareng kita?". Novant udah sangat merindukan sahabatnya itu. Apalagi Sarah udah lama banget keluar negri dan tinggal di negara asal suaminya (malasyia) Frans blasteran malay × kanada. Sarah baru balik dua hari yang lalu, Novant sengaja mengajak untuk makan malam bersama untuk menyambut kedatangannya.


"Iya jadi dong Nov, aku juga dah kangen banget sama baby boy, selama inikan aku cuman liat baby dalam foto atau vidio yang kamu kirim". Ucap Sarah jujur, memang benar Sarah sangat merindukan baby boy, baby yang di urusnya sebelum ke kembali negara asal suaminya. "Aku juga mau ucapin selamat dan juga terimakasih secara langsung pada Fhenis, Nov, karna dah jagain baby dan juga kamu". Sarah sangat bersyukur karna Novant bisa membuka hatinya untuk Fhenis, Sarah pikir Novant akan terpuruk setelah kehilangan deyen.


"Makasih Ra, kamu udah begitu baik sama aku selama ini. Aku ngak tau lagi Ra kalo ngak ada kamu di awal-awal baby lahir akan jadi seperti apa". Novant bicara dengan tulus, Novant benar-benar bersyukur tuhan mengirim orang-orang baik disekitarnya.


"Nov, please don't talk like that (Nov, tolong jangan bicara kek gitu) aku akan sangat sedih". Sarah


"Hahaa.. baperan amat mba". Canda Novant pada Sarah yang seakan-akan mau nangis dengar Novant bicara seperti itu.


"Nov, aku serius jangan bicara kaya gitu lagi". Sarah


"Iya, baiklah tidak akan lagi. Btw mau aku jemput ngak?". Novant


"Kamu mau jadi drivernya kita Nov? hahaa". Tanya Sarah dengan di akhiri kekehannya.


"Buat kamu, kenapa engak?". Novant


"Ngak usah Nov, aku sama Frans pake mobil sendiri aja". Sarah


"Ya udah kalo gitu, aku tutup telponnya ya, see you Ra". Novant


"Ok, see you too Nov". Jawab Sarah lalu panggilan suara itu berakhir.


" Did Novant call? (apa Novant yang telpon)". Frans baru aja keluar dari kamar menemui istrinya dan mendengar Sarah sedang bicara dengan seseorang.


"Yes". Jawab Sarah singkat.


"Apa dia tanya soal dinner together (Makan malam bersama)". Sarah menjawab pertanyaan suaminya dengan anggukan kepala.


~•Di rumah Novant•~


"Udah ngak sabar nih sayang ketemu sama Mba Sarah". Fhenis ingat betul bagaimana awal ketemu sama Sarah, Fhenis pikir Sarah adalah ibunya baby boy.


"Aku juga sayang, dah lama banget ngak bertatap muka sama Sarah juga Frans". Novant


"He'em (Sambil ngangguk) aku juga ingat bagaimana dinginnya seseorang waktu itu, sendainya ngak ada mba sarah yang baik hati mungkin aku tidak akan pernah jadi calon mominya baby boy". Sindir Fhenis pada sikap dingin dan kerasnya Novant saat mereka ketemu di rumah sakit dulu.Tentu saja Fhenis hanya bercanda nyindir Novant walau kenyataan Novant memang sangat dingin sedingin es dulu.


"Hehee.. itukan dulu sayang tapi sekarang aku sudah ngak sedingin es lagi. Aku slalu merasa diriku menghangat kalo ada kamu". Novant mencium kening Fhenis yang bersandar di bahunya.


"Aku tau tapi tetap saja kalo di ingat-ingat kamu dulu sangat membuatku ketakutan, hanya karna tatapanmu". Jujur Fhenis sangat takut pada tatapan Novant waktu di rumah sakit dulu tapi tatapan mata itu sekarang sudah penuh dengan kehangatan, tidak sedingin dulu.


"Maaf". Jawab Novant pelan masih dengan posisi yang sama Fhenis menyandarkan kepalanya di bahu Novant.

__ADS_1


"Maaf? untuk apa?". Fhenis menatap wajah Novant karna bingung Novant tiba-tiba minta maaf tampa alasan, padahanl Novant sedang minta maaf karna dulu bersikap dingin padanya.


"Karna dulu aku tidak ramah padamu". Jawab Novant dengan senyum tampan.


"Emh... aku hanya sedang mengingat bagaimana awal kita bertemu sayang, bukan memintamu untuk minta maaf. Tapi aku bahagia sekarang, tatapan mata itu sudah penuh dengan kehangatan dan kasih sayang. Aku bahagia sangat bahagia". Fhenis bicara jujur dengan perasaannya sendiri, dia tak jaim-jaim dengan apa yang dia rasakan. Kalo dia bahagia maka dia akan katakan dia bahagia.


"Ekhem.. ekhem.. (Batuk-batuk manja) sebenarnya sayang waktu di RS itu bukan pertama kali kita bertemu". Novant tentu saja masih ingat kalo yang di RS itu adalah ketemuan keduanya dengan Fhenis.


"Eh, iyakah? mang kapan awal kali kita ketemu? kok aku ngak ingat". Tanya Fhenis antusias dan menormalkan duduknya sejajar dengan Novant saling berhadapan.


"Semangat amat sayang". Novant gemes dengan ekspresi tidak sabar dari wanita yang di cintainya.


"Iya, abisnya yang aku tau kalo yang di RS itu pertemuan perdana kita". Fhenis


"Nggaklah, pertemuan pertama kita itu waktu aku makan bareng Alex dan dia ngajak kamu juga tapi kamu duduk di meja yang berbeda. Kamu ingat ngak?". tanya Novant di sela-sela ceritanya tentang pertemuan perdana mereka.


"Engak sama sekali". Jawab Fhenis jujur.


"Emh... Waktu itu kamu abis pulang meeting sama salah satu kolega bisnisnya Alex. Karna Alex mau ketemu sama aku jadi kamu dia ajak juga sekalian biar bisa makan bareng tapi kamu ngak mau jadi Alex nyuruh kamu pulang daripada duduk sendirian. Seandainya kamu mau bergabung makan sama kita waktu itu, pastinya kamu akan liat aku.Waktu itu kamu baru jadi sekertaris Alex dan lagi, kamu waktu itu bahkan ngak melirik aku sama sekali, sayang". Novant masih berusaha membantu Fhenis mengingatnya.


"Sayang sekali aku ngak bisa mengingatnya sayang, tapi aku akan tanya sama kak Alex, siapa tau aku bisa ingat". Fhenis


"Ngak usahlah sayang, yang penting aku ingat kalo aku pernah melihatmu lebih dulu". Novant


"Tapi kenapa waktu di RS kamu sangat galak? padahal kamu kenal aku, setidaknya kamu tau aku sekertarisnya kak Alex?". Fhenis


"Oh, itu aku belum sadar kalo itu kamu. Aku baru sadar pas perhatiin kamu". Jawab Novant jujur


"Kalo aku bilang iya, kamu percaya?". Novant justru bertanya balik pada Fhenis.


"may be (Mungkin)". Fhenis


"Jujur sayang, waktu itu aku tak sengaja menatap tepat di matamu, aku merasakan jantungku berdebar. Aku baru menyadari setelah lama kalo itu debaran tanda-tanda cinta ada disini (Menunjuk dada dan tersenyum)". Novant


"Berarti benar dong? apa yang aku katakan?". Fhenis


"Iya sayang, iya kamu benar". Novant


~•FAREL•~


Setelah selesai membeli beberapa bahan untuk membuat kue yang di suruh mama Nesa di salah satu swalayan, Farel langsung buru-buru pulang karna di tunggu mama Nesa. Saat Farel sedang memeriksa barang yang di belinya sudah lengkap atau belum sambil jalan menunduk ke arah kantong kresek di tangannya. Farel tak sengaja menabrak seseorang, alhasil minuman yang sedang di pegang oleh orang tersebut tumpah mengenai baju Farel juga bajunya sendiri. Sedangkan orang yang di tabrak juga sedang memperhatikan kearah lain dia ngak melihat Farel yang berjalan mendekat kearahnya.


BRUKK..


"Oh my god". Teriak orang tersebut kaget "Woe.. kalo jalan liat-liat dong, masah orang segede gini ngak diliat juga." Kesalnya pada Farel "Mana sakit lagi". Lanjutnya ngerocos sebal sambil mengibaskan bajunya yang kena minuman.


"Cantik-cantik, galak". Farel membatin, yaps betul sekali, yang ditabrak Farel sekarang itu cewe cantik tapi terlihat tomboy. Eh, bukan terlihat lagi tapi memang tomboy.


"Lah, bukannya minta maaf malah bengong". Cewe itu menatap Farel jengkel.

__ADS_1


"Eh, sorry mba, gue ngak sengaja". Farel meminta maaf dengan tulus.


"Mba-mba, sejak kapan gue jadi mbanya lo". Cewe itu masih bicara ketus.


"Iya udah, maaf buk saya ngak sengaja". Farel


"Hah? ibu? lo gila kali ya, masa cewe secantik gue di panggil ibu, lo buta ya?". cewe itu ngak percaya kalo Farel bakal memanggilnya ibu padahal umurnya baru 18 tahun.


"Ok, maaf yah dek, kakak ngak sengaja". Lagi-lagi Farel meminta maaf dan di buat gemes sama cewe yang ada di hadapannya sekarang, ingin rasanya Farel ngejitak kepala cewe ini biar ngak bicara judes terus.


"Cih, adek lagi gue di panggil, sorry gue ngak sudi ya di panggil adek sama bocah SMA kaya lo. sok dewasa banget nih bocah". cewe itu mengira kalo Farel masih anak SMA padahal Farel lebih tua dari pada dia.


"Lo maunya apa sih? dari tadi gue salah terus, guekan udah minta maaf". Farel masih sabar ngehadapin cewe cerewet yang bahkan menganggapnya bocah SMA.


"Cih, pura-pura **** lagi, salah loh karna manggil gue mba, ibu pulak lalu adek". Cewe itu masih bicara dengan nada ngak bersahabat pada Farel.


"Hufh". Farel menarik napas lalu menghembuskan perlahan "Ok, gue salah, gue minta maaf. karna gue ngak tau nama Lo makanya gue panggil lo mba tapi lo malah ngak terima". Farel bicara panjang lebar, Farel ngak tau lagi bagaimana menghadapi cewe ini. "Gue panggil ibu lo ngehina gue, gue panggil adek lo tambah ngak terima, lalu gue harus apa? guekan ngak tau nama lo". Farel ngak pernah berdebat dengan cewe apalagi secerewet ini, ini adalah pertama kalinya.


"Eh". Cewe itu buat salah tingkah karna Farel menatapnya intens "Lo kan bisa tanya nama gue siapa". cewe itu ngak sadar dengan apa yang dia ucapkan "Eh, gue ngomong apa sih? astaga **** banget sih gue, semoga saja dia ngak dengar". Batinya sambil menutup mulut dan membuang pandangan kearah lain.


"Nih cewe kesambet kah? mana ada orang abis nabrak orang langsung tanya nama, kan ngak lucu, yang ada malah di tabok". Batin Farel geli sendiri mendengar kalimat yang di ucapkan cewe itu, Farel memajukan mukanya lebih dekat ke arah cewe itu.


"Lo mau ngapain?". Cewe itu memundurkan wajahnya kebelakang.


"Wajah lo memerah, BOCAH". Farel menekan kata bocah karna Farel yakin kalo cewe di depannya ini umurnya antara 17/18 atau 19 tahun.


"Isht.. apaan sih". Cewe itu menyentuh dada Farel lalu mendorong Farel agar menjauh dengan gugup. Lalu dia meninggalkan Farel dengan berjalan cepat melewati Farel. Cewe itu sudah ngak kuat menahan debaran jantungnya yang bekerja 2× lipat lebih cepat dari sebelumnya. "Kayanya lo harus periksa jantung lo ke dokter, Fatin". Cewe itu bergumam pada dirinya sendiri sambil memegang dadanya.


"Cewe aneh". gumam Farel pelan melihat ke arah cewe itu yang masuk ke dalam swalayan dengan kening berkerut.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Buat yang katanya ngak paham/ ngak mudek dengan alur cerita ini, author cuman mau bilang: baca, baca dan baca sampai selesai juga di cerna dengan baik agar bisa paham😁

__ADS_1


TERIMAKASIH READER SETIAKU😘


__ADS_2