
Jessi masuk keruangan Alex berniat mengajak Alex makan siang bareng diluar, di kaffe favorit mereka berdua tentunya.
Tok.. tok.. (Mengetuk pintu)
"Masuk". Suara Alex dari dalam ruangan, Jessipun masuk dengan wajah berseri-seri dan tersenyum ke arah Alex yang memperhatikan tingkahnya.
"Sayang makan siang diluar yuk (Wajah penuh harap)". Jessi berjalan menuju meja kerja Alex lalu berhenti di samping Alex yang masih duduk di kursi kekuasaannya itu.
"Maaf sayang aku masih sibuk". Tolak Alex lalu bangun dan meninggalkan Jessi diruangannya, Jessi menatap punggung Alex yang keluar dari ruangannya dengan bingung "Apa ada yang salah? aku hanya mengajaknya makan bareng kenapa bersikap seperti itu?". Batin Jessi
"Sibuk? bukankah tidak ada jadwal apapun siang ini?". Tentu saja Jessi tau karna Jessi adalah sekertaris Alex sekarang "Ya udah sih aku bisa bergi sendiri kok, tidak perlu bersikap kaya gitu". Lalu Jessi meninggalkan ruangan Alex dengan wajah kesal juga kecewa "Bagaimana bisa dia sibuk padahal ngak ada jadwal apapun siang ini, menyebalkan". Gerutu Jessi kesal lalu sebutir air putih bening keluar dari kelopak matanya. Jessi menghapus air matanya kasar "Ngapain juga aku nangis? mungkin aja dia memang sibuk dengan urusannya yang memang tidak aku ketahui".
~••Kaffe••~
Akhirny Jessi memutuskan untuk makan sendiri di kaffe setelah Alex menolak dengan alasan kalo dia masih sibuk. Entah kesibukan apa yang dilakukan Alex sehingga menolak ajakan Jessi siang ini, Jessi tidak ingin ambil pusing memikirkan hal itu. Saat jessi sedang duduk termenung sambil melihat ikan hias di akuarium di samping tempat duduknya seseorang datang menghampirinya.
"Apa sedang sendiri nona?". Seseorang yang datang dari arah belakang menyapanya, Jessi memutar badannya malas melihat kearah suara orang menyapanya, tentu saja Jessi tau siapa pemilik suara itu.
"Katanya sibuk, kok malah datang kesini?". Tanya Jessi pada orang yang sudah berdiri tepat di hadapannya sekarang.
"Aku tidak mungkin membiarkan wanitaku makan sendirian". Jawab orang itu dengan sombongnya, lalu mencium pucuk kepala Jessi lembut "Apa kamu marah sayang hm?". Tanya lagi sambil duduk di kursi depan Jessi.
"Engak juga, Aku pikir kamu memang sibuk, kalo mang masih sibuk pergi aja dulu menyelesaikan kesibukanmu". Jawab Jessi pelan.
"Maaf sayang tadi aku hanya bercanda jadi jangan marah ya". Yaps orang yang sedang bicara sama Jessy sekarang itu Alex "I love you, love so much". Jessi yang mendengarnya hanya diam tampa merespon, Jessi bingung dengan sikap Alex hari ini "Tadi aku bermaksud untuk bercandain kamu tapi kamu malah benaran datang sendirian kesini". Alex
"Emh.. mana aku tau kalo kamu bercanda, lagian bercanda kok kaya gitu". Gerutu Jessi pelan.
"Hehee.. maaf". Alex bangun dari duduknya dan memeluk Jessi dengan lembut sebagai tanda minta maaf, sebenarnya Alex memang bermaksud bercanda tapi Jessi malah menganggapnya serius.
"Ya udah, kamu mau makan seperti biasa ngak? (Wajah bahagia karna Alex datang)". Jessi
__ADS_1
"Makan kamu boleh?". Alex menggoda Jessi, Jessi langsung tersipu malu dengan wajah memerah.
"Halalin dulu baru boleh". Jawab Jessi dengan senyum yang mengembang menambah aura cantiknya.
"Jadi ini kode yah? Kalo aku lamar kamu sekarang terus kita nikah besok, apa kamu siap?". Tanya Alex dengan wajah serius.
"Eh, sayang jangan pasang tampang serius gitu, Aa..ku jadi salting". Jessi benar-benar di buat salting sama kalimat yang Alex ucapkan. Siapa wanita di dunia ini yang tidak mau dilamar oleh laki-laki yang sangat di cintanya, tapi Jessi sadar kalo Alex mungkin akan membiarkan Fhenis dulu menikah daripada dirinya. Alex akan memastikan kebahagian keluarganya daripada kebahagiaannya sendiri.
"Lah bukany tadi ngodein ya sayang". Jawab Alex dengan kekehan dan meraih tangan Jessi dan menciumnya berkali-kali. ''Aku akan melamarmu dengan caraku dan mungkin yang tadi juga adalah caraku melamar kamu sayang". Lanjut Alex berucap dan menatap Jessi serius.
"Secepat itu dia mengubah ekspresinya tadi terlihat banget sangat serius lalu sedetik kemudian langsung tertawa lalu berubah serius lagi, Alex mencintaimu, sangat mencintaimu". Batin Jessi dan tersenyum ke arah Alex
"Sayang aku tau aku tampan takutnya kalo diliatin kamu terus tampanku jadi bertambah (Mengedipkan mata)". Alex kembali duduk dikursi semula
"Ah, eh mang bisa ke gitu". Tanya Jessi kikuk sendiri.
"Bisa kalo yang natap aku itu kamu (Senyum tampan)". Alex
"Baiklah aku tidak akan menatap kamu lagi lain kali (Terkekeh geli dengan ucapan Alex) Aku tidak mau kamu jadi tambah ganteng, nanti banyak cewek lagi yang lirik sama kamu". Jessi
•~hening•~
"Lex!".Setelah cukup lama hening Jessi akhirnya membuka suara memanggil nama Alex pelan hampir tak terdengar.
"Emh". Jawab Alex tak kalah pelan.
"Sayang!". Jessi memanggil Alex lagi tapi dengan panggilan mesra.
"Iya sayang". Alex lagi-lagi mencium tangan Jessi sambil menatap Jessi dan tersenyum "Kenapa sayang? hm?". Tanya Alex lagi.
"Hufft (Menghembuskan napas perlahan) Lex aku mencintaimu, sangat mencintaimu". Jessi merasakan bulir bening akan keluar di kelopak matanya, ntah kenapa Jessy terharu dengan ucapannya sendiri atau dengan perasaannya sendiri.
__ADS_1
"Aku tau (Lagi-lagi Alex bangun) akupun sangat mencintaimu, sangat banyak". Jawab Alex lalu menyeka air mata Jessi yang sudah jatuh dari mata cantiknya "Aku tidak akan membiarkan kamu nangis lagi, aku janji". Lanjut Alex lalu meraih kepala Jessi dan menciumnya lembut setelah itu memeluknya erat.
"Terimakasih kasih, aku nangis karna bahagia bukan karna sedih". Jessi
"Aku tau, tapi tadi aku membuatmu nangiskan saat aku keluar dari ruangan". Alex
"Kamu melihatnya?". Jessi
"Ya, untuk aku minta maaf". Alex
"Aku mencintaimu". Jessi
"love you too so much darling". Alex lagi-lagi mencium pucuk kepala gadis itu berkali-kali.
Orang-orang yang ada di kaffe itu memperhatikan mereka berdua yang sedang berpelukan dengan penuh cinta. Ada juga pasangan yang iri melihat kemesraan Alex sama Jessi dan berharap pasangan mereka juga bisa semersa Alex ma Jessi.
"Permisi, maaf ini pesanannya". Seorang pelayan kaffe datang mengakhiri acara pelukan mesra antara Alex dan Jessi lalu mereka duduk dan menikmati makanan yang tersaji di atas meja sambil saling melempar senyum dan tatap-tatap mesra.
"Aku janji akan melamarmu dengan sangat romantis sehingga kamu akan terus mengingat itu sampai maut memisahkan kita berdua". Batin Alex dengan tatapan cintanya kearah jessi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Hi i am comeback reader, btw sorry banget karna aku dah lama ngak up itu karna aku melakukan operasi usus buntu😉..