
3 Bulan Kemudian____
Aku Melewati Hari2ku Dengan Bahagia Punya Sahabat Yang Baik Seperti Jessi Juga Sepupu Seperti Farel Dan Bos Yang Baik Juga, Aku Akrab Dengan Bos Diluar Jam Kerja Tidak Sekaku Pertama Kali Masuk. Yang Lebih Membuatku Bahagia Adalah Tanteku Mamanya Farel Yang Slalu Memanjakan Aku Memberiku Cinta Seperti Seorang Ibu. Mungkin Karna Aku Anak Perempuan Dari Kakaknya Yaitu Ibuku Makanya Dia Menyanyangi Juga Seperti Beliau Menyayangi Farel.
"Farel Panggil Kakak'u Untuk Sarapan Gih, Nanti Telat Kantor Lagi Dianya!".
"Iya Mama Segera Dilaksanakan". Farel Mengangkat Tangan Memberi Hormat Pada Mamanya.
"Tidak Usah Tante Fhenis Disini ". Sekarang Aku Memang Menginap Dirumah Tante Karena Beliau Memintaku Sudah Dua Kali Tapi Aku Baru Sempat Sekarang. Sudah 2 Bulan Yang Lalu Aku Pindah Dari Rumah Ini, Seperti Yang Aku Katakan Dari Awal Aku Ingin Mandiri Dan Tidak Merepotkan Siapapun Jadi Pilih Tinggal Di Apartemen. Tante Adalah Orang Yang Keras Menolak Tapi Aku Tetap Kekeh Mau Tinggal Sendiri Sedangkan Om Sama Farel Tidak Membiarkan Aku Menentukan Segala Atas Hidupku Lagian Aku Dewasa.
__ Flashback On ___
"Tante Om". Terdiam Sebentar "Fhenis Dah Ada Apartemen Jadi Fhenis Mau Tinggal Disana". Tante Sangat Kaget Sedangkan Om Hanya Tersenyum.
"Apa Kau Yakin Mau Tinggal Sendiri?". Om Darwin
"Tidak Bisa Bagaimana Mungkin Anak Perempuan Tinggal Sendiri, Tante Tidak Memperbolehkan". Tante Fhanesa Melarang Keras Keinginanku.
"Mama Jangan Gitu Dong". Om Darwin
"Tapi Pak Fhenisia Anak Perempuan Bagaimana Mungkin Mama Tenang Dia Tinggal Sendiri Diluar Sana". Tante Fhanesa
"Mama.. Fhenisia Sudah Sudah Dewasa, Sudah Bisa Jaga Diri Kita Harus Percaya Pada Fhanesia. Kita Bisa Ke Apartemen Fhanesia Setiap Hari Kalau Mama Mau Juga Bisa Tidur Disana". Om Mencoba Memberi Pengertian Sama Tante Fhanesa. "Iyakan Fhenis Nanti Bisa Tidur Disana Bareng Kamu". Tersenyum Kearahku.
"Tentu Om, Tante Bisa Datang Sesuka Hati Dan Aku Akan Datang Kesini Juga Kesini Kalau Aku Tidak Sibuk. Kalau Ada Apa2 Aku Akan Segera Menghubungi Kalian Juga". Jelasku Ada Rasa Sedih Saat Melihat Tante Sedih Dan Terluka Gara2 Aku Mau Pindahan, Padahal Beliau Bisa Datang Kapanpun Beliau Mau Ke Apartemenku Tapi Kenapa Meski Sangat Sedih Dan Terluka Begitu.
"Tuh Mama Dengarkan Apa Kata Fhenis, Dia Akan Datang Kesini Juga Menemui Mama". Om Darwin
__ADS_1
Aku Memperhatikan Om Bicara Bisik2 Ke Tante Entah Apa Yang Mereka Bicarakan Aku Tidak Ambil Pusing Mungkin Om Memberi Pengertian Lagi Supaya Tante Izinin Aku Tinggal Apartemenku.
"Baiklah Nak Ingat Jaga Diri". Tante Mendekatiku Dan Memelukku Erat Seakan2 Ini Adalah Pelukan Terakhir Napasku Sesak Dan Sakit, Aku Tidak Mengerti Kenapa Aku Slalu Seperti Ini Dekat Tante.
__ Flashback And ___
Kantor__
Kring..
Kring..
Kring..
"*Iyah Pak"
"Permisi Pak".* Ketok Pintu
"*Masuk".
"Hari Ini Kamu Ikut Aku Meeting Di Hotel A".
"Baik Pak"
"Sebelum Meeting Temanin Saya Makan Siang Bareng Jessi ".* Mengedipkan Mata Sebelah.
"Siap Bos". Aku Membalasnya Dengan Kekehan. Aku Sudah Tau Kalau Bos Menyukai Jessi Dan Bos Meminta Bantuanku Agar Dia Bisa Lebih Dekat Dengan Jessi Anak Yang Tidak Peka2 Dengan Sikap Bos Padanya.
__ADS_1
Setelah Selesai Meeting Bos Mengajakku Untuk Menemaninya Menemui Seseorang Mungkin Temannya Atau Klien Kantor Disalah Satu Resto Terkenal. Aku Tidak Satu Meja Dengan Mereka Aku Memilih Duduk Sendiri Walau Bos Sudah Mengajak Bergabung.
Novanto Joanda P O V__
Aku Baru Ada Kesempatan Untuk Menemui Sahabatku Setelah 7 Bulan Terakhir Aku Tinggal Di Kota Kelahiran Istriku Menemaninya Selama Kehamilan Dia Ngidam Pulang Kampung Dan Menetap Disana Katanya Sih Cuman Satu Atau Dua Hari Tau2 Sampai 7 Bulan Aku Pasrah. Sekarang Kita Kembali Lagi Disini Istriku Bosan Di Rumah Orangtuanya Katanya Dia Rindu Rumah Sendiri. Orang Hamil Terkadang Maunya Yang Aneh2 Tapi Aku Slalu Menuruti Keinginanya
Aku Sangat Mencintai Istriku.
"Bagaimana Kabarmu Setelah Tinggal Disana?". Alex Memelukku
"Jangan Memelukku Seperti Ini Nanti Orang Akan Berpikir Yang Ngak2". Aku Juga Memeluknya
"Hahaa Sejak Kapan Kamu Jadi Perduli Tanggapan Orang Lain?". Melepaskan Pelukan. "Lagiankan Laki2 Yang Pernah Aku Peluk Cuman Kamu Sama Ayahku Saja, Seharusnya Kamu Bersyukur Dipeluk Cowo Keren Seperti Aku". Gurauan Yang Sangat Garing Tapi Aku Merindukan Sahabatku Ini Terkadang Dia Suka Bertingkah Dan Bicara Seeanaknya.
"Coba Ajah Kamu Orang Lain Udah Aku Lempar Keluar". Aku Tertawa Dan Diapun Ikut Tertawa Alex Tak Pernah Marah Dia Orang Santai. Alex Memanggil Seseorang Aku Ikut Melihat Kearah Dia Memanggil. "Perempuan? Siapa Dia Sekertaris Barunya Kah? Slalu Ganti2 Sekertaris Dasar Memang Anak Ini Pasti Ngak Ada Sekertaris Yang Betah Dengan Tingkah Dan Sifatnya". Batinku Dalam Hati.
"Iyah Pak". Perempuan Itu Datang Nyamperin Kita Tepatnya Sih Alex.
"Kalau Kamu Capek, Kamu Pulang Saja Istrihat Ngak Usah Ke Kantor Lagi". Alex Kalau Sudah Akrab Sama Orang Dia Akan Sangat Baik Tapi Alex Bukanlah Orang Yang Mudah Akrab Dengan Orang Lain Mungkin Perempuan Ini Beruntung Saja Karena Alex Juga Bukan Tipe Orang Yang Perduli Dengan Keadaan Orang Lain. Perempuan Itu Mengangguk Dan Undur Diri Pamit Sama Alex Dan Sempat Juga Membungkuk Padaku Juga Aku Menatapnya Sesaat Dan Langsung Membuang Muka "Cantik". Namanya Juga Laki2 Normal, Tapi Istriku Lebih Cantik 💯% Lebih Cantik.
**Jangan Lupa Like/Coment/Favorit Yah😚
Terimah Kasih Kalian Sudah Mau Baca
Novelku🙏**
__ADS_1