PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Kebenaran 2


__ADS_3

"Jadi siapa Fhenis sebenarnya?". Semua orang seketika membisu tidak ada satupun yang mau membuka suara. Kenapa mereka tidak bicara selancar tadi sih? kenapa meski diam membisu begini?


"Jadi siapa Fhenis sebenarnya? tant/om?".


"Ka..kamu a..anaknya tante sama om". Tante Nesa


"Saya sudah mendengarkan hal itu (Dingin) tapi maksud saya, bagaimana bisa saya menjadi anak tante sama om sedangkan Fhenis punya keluarga sendiri? bukankah itu terdengar lucu?".


"Fhenis.. sayang, tante mohon satu hal, Janganlah membenci tante. Tante tau tante salah tapi mohon padamu nak jangan membenci tante hiks.. hiks.." Tante Nesa


"Tant.. bukan itu yang ingin Fhenis dengar (Menggeleng) bukan itu". Kenapa aku lagi2 tidak bisa menahan emosiku untuk tidak menangis, Air mataku jatuh begitu saja


"Fhenis ingin tau, siapa diri Fhenis yang sebenarnya. Fhenis ingin tau siapa Fhenis ini tant itu saja hiks.. hiks". Aku? siapa aku? kenapa bisa punya 2 orang tua? lalu siapa yang tinggal dan membesarkan aku selama ini dengan cinta dan kasihnya sehingga tumbuh dengan baik seperti ini? kenapa sekarang muncul orang yang mengaku kalo mereka orang tuaku juga? Apakah aku dulu di buang dan yang membesarkanku orang tua angkat yang menemukan aku? arrggghh....


"Maafkan tante (mengusap air matanya) sebenarnya". tante Nesa mulai menceritakan semuanya dan aku berusaha mendengarkannya dengan baik


"Dulu tante bekerja di salah satu hotel XX di tempat asal tante sebagai pelayan, Lalu suatu ketika terjadilah kecelakaan yang mengubah segalanya. Tante waktu itu mengantar pesanan di salah satu kamar elit di hotel tersebut".


_____________________


.


.


Untuk POV/Flashbacknya Fhanesa lebih banyak menceritakan kata hatinya dari pada dialognya yah jadi mohon di maklumin😉


.


.


.


.


.


Fhanesa POV and Flashback on_


Ting tong


Ting tong


Kamar Hotel XXX_


Seorang laki2 membuka pintu tampa memakai baju dan hanya mengenakan celana, Aku bisa merasakan bau alkohol yang kuat pada orang ini


"Permisi pesanannya pak". Sopanku pada laki2 tampan yang sedang berdiri di hadapanku ini. Orangnya sudah dewasa kira2 umurnya 30an lebih daripada aku yang baru 27 tahun


"Masuk".

__ADS_1


Sebenarnya aku sangat2 ragu untuk masuk apalagi melihat laki2 ini sedang mabuk. Tapi aku harus Profesional dong jadi aku masuk dan buru2 ingin segera keluar setelah selesai meletakan pesanan orang tersebut


"Temani aku".


Hah? laki2 ini hilang akalkah? aku bukan jalang sehingga seenak jidatnya dia memintaku untuk menemaninya. Arrggh.. bego diakan mabuk


"Lepaskan pak (Takut) saya masih banyak pekerjaan". Aku sangat takut apalagi laki2 ini sudah memegang tanganku. "Kumohon pak lepaskan saya". bukanya melepaskan laki2 ini malah meraih wajahku dan menciumku seenaknya


"Ehm..." Laki2 ini menciumku dengan tiba2 mataku terbelalak dan badanku kaku seketika dan mematung. "Aaakh". Aku tersadar saatku rasakan bibirku digigitnya, Sial. Aku meronta2 menolak dan memukul2 dada laki2 itu karna aku sudah mulai kehabisan napas


"Haaa... haa....". Aku ngos2an dibuat laki2 ini, Aku gemetaran menarik napasku dalam2 lalu mengeluarkan. "Apa kamu sudah GILA? kenapa kamu menciumku BRENGSEK? Apa kamu pikir aku jalang hah? Aku tidak sehina itu, Hiks.. hiks..". tangisku pecah seketika, tapi orang itu malah bersikap acuh dan menatapku lekat2. Lalu meraihku lagi dan lagi2 laki2 itu menciumku mungkin kali ini sangat panas dengan tanganya yang sudah kemana2 merambah tubuh. Aku menolak, berteriak, meronta, memohon, menangis tapi sia2. Tidak akan ada yang menolongku karna kamar ini kedap suara


"Arrgghh.. Sial.. Panas, panass.. arrgghh panass sekali". Laki2 ini seperti menahan sakit tapi aku tidak tau kenapa dia seperti ini? dia melepaskanku, Aku langsung bangun dan berlari berniat untuk kabur. Tadi dia mendorongku di tempat tidur sambil terus mencium dan meraba2 badanku yang sudah polos tanpa sehelai benangpun. Sepertinya aku yang terlalu berpikir jauh untuk kabur, dia menarik pinggangku lalu membantingku lagi di tempat tidur dengan tatapan yang sangat mengerikan bagiku


"Sorry". Hanya kata itu yang laki2 itu ucapkan sebelum merenggut segalanya dariku, Masa depan dan mahkota yangku jaga selama ini diambil paksa dariku..


______Adegan di sensor😝😝______


Paginya_


Aku terbangun dan merasakan semua badanku terasa sakit dan remuk apalagi di area itu (Intim) masih sangat2 sakit dan perih.


"Ahw... Sakit hiks..hiks". lirihku saat aku mau turun dari tempat tidur, Aku mengingat semua yang terjadi padaku tadi malam. Sungguh nasib yang mengenaskan, aku masuk di kamar mandi dengan susah payah. Selesai mandi air hangat aku rasa badanku lebih baik, aku keluar dengan handuk tapi dikamar itu aku sendirian. Entah kemana laki2 brengsek itu pergi meninggalkan aku tampa tanggung jawab sama sekali. Aku diduduk di pinggir ranjang dan melihat ada noda darah di atas suprei putih tersebut, Aku hanya bisa tersenyum kecut dan menangis.


"Apakah ini akhir dari hidupku Tuhan?". Aku mengusap air mataku, Sudah tak ada gunanya juga aku menangis. Mataku tertuju pada kertas di atas meja dan satu dress dan juga uang disana. Aku meraih kertas dan membacanya


"Maaf, sekali lagi maaf atas apa yang telahku lakukan padamu. Aku akan kembali dan bertanggung jawab, bila terjadi apa2 padamu segera hubungi aku dengan nomor ini 085338825***. Aku harus pergi tampa menunggumu bangun karna aku ada urusan mendandak, Maaf


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Selesai membaca surat itu aku meremasnya dengan sangat kuat lalu merobek2 sampai tak berbentuk. Aku merasa sangat sakit hati, bagaimana bisa dia hanya bilang maaf setelah apa yang terjadi padaku. Tanggung jawab? tunggu bukankah dia bilang akan tanggung jawab dan meninggalkan nomornya di surat tadi? Arrggh.. kenapa aku sangat bodoh malah merobek kertas itu sampai tak berbentuk.


"Hiks..hiks.. lalu apa yang harus aku lakukan sekarang". aku melihat pakaian yangku gunakan tadi malam sudah robek dan ngak bisa dipake lagi jadi terpaksa aku menggunakan baju yang di tinggalkan laki2 itu di atas meja.


"Uang? Apakah dia pikir aku ini wanita murahan? sehingga dia seenaknya meninggalkan uang seperti ini? laki2 brengsek". Aku tidak akan menggunakan uang ini, Akanku simpan dan saat aku melihat laki2 itu lagi, Akan aku lemparkan uang sialan ini di wajah brengseknya itu.


3 Minggu kemudian_


Akhir2 ini aku merasa mudah lelah dan capek juga sering mual2 dan pusing. "Ada apa denganku?". Batinku, sambil memegang kepalaku yang pusing


"Sebaiknya izin pulang aja deh, soalnya aku liat kamu akhir2 ini mudah sekali capek dan lelah". Dyas menyarankanku untuk pulang, dia salah satu karyawan hotel XX juga. "Kamu juga harus pergi periksa ke dokter jangan paksain buat kerja dong, ngak baik buat kesehatan". lanjut Dyas memberi saran, Akupun mengikuti sarannya untuk izin dan periksa


Rumah sakit XX_


Selesai memeriksa dokter langsung menyuruhku untuk duduk


"Silakan duduk". Dokter


"Terimah kasih Dok (Tersenyum) Emh.. bagaimana keadaan saya dok?".

__ADS_1


"Apa ibu hanya datang seorang diri?". Dokter


"Iya dok". Emang siapa lagi yang bakal aku ajak buat temani aku periksa, Orang aku anak yatim piatu kok


"Oh begitu, sebelumnya ibu harus jaga kesehatan dan juga hindari pekerjaan yang berat2. Apalagi ini di awal2 akan sangat rentan buat kehamilan ibu". Dokter


Deg


"A...apaaa dok? sa...saya hamil?". Ya Allah rasanya aku ingin segera menghilang di muka bumi ini, Apa kata orang nanti? bagaimana bisa aku hamil tampa suami? Aku menahan tangisku di depan dokter, aku takut dia curiga. Hatiku hancur berkeping2, Dimana kamu laki2 brengsek sialan? kenapa kamu meninggalkan beban yang begitu berat untukku ha?


"Apa ibu baik2 saja?". Dokter


"Ah.. emh.. sa..saya baik2 aja dok".


"Untuk usia kandungan ibu sekarang, Sekitar 2 mingguan bu". Dokter


"Ba..baik dokter kalo begitu saya permisi".


Di kos_


Apa yang harus aku lakukan pada anak ini? Haruskah aku membunuhnya sebelum dia hadir di muka bumi? Tapi apa dosanya anak ini? Dia juga punya hak untuk hidup


"Nak!! apakah mamah sangat jahat kalo mamah membunuhmu? (Merabah perut rata) Tapi mamah takut nak hiks.. hiks. Mamah takut dosa juga takut di bilang wanita murahan karena hamil di luar nikah. Baiklah nak mamah akan membiarkanmu hidup, jadilah anak baik di dalam sana sayang".


Aku menelpon sabahatku menceritakan semuanya tampa ada yang aku tutup2in darinya sedikitpun. Dia sudah bersuami dan sudah punya anak laki2 usia 1 tahun, Orang tua dari sahabatku sudahku anggap orangtuaku sendiri jadi merekapun tau dan menawarkan agar aku tinggal bersama mereka tapi aku menolaknya dengan sopan. Setelah usia kandunganku genap 1 bulan, Aku memutuskan untuk tinggal di desa terpencil jauh, Sangat jauh dari kota tempat tinggalku sekarang. Aku tinggal di desa terpencil itu sampai aku melahirkan dan usia anakku genap 1 tahun lalu kembali ke kota


Kediaman keluarga sahabatku_


"Nesa kamu yakin dengan keputusanmu?". Aku tau sahabatku akan bertanya seperti ini


"Iya (Mengangguk) aku sangat yakin, Aku harus bekerja untuk masa depan anakku (Fhenis) jadi aku mohon jagalah dia dengan baik. Aku akan mengirim uang setiap bulanya buat anakku".


"Aku akan menjaga dan menganggapnya putriku sendiri dan tidak usah pikirkan uang2 itu lagi. Yang terpenting jaga dirimu di kota rantau, Ok". Dia memang sahabatku satu2nya selainku anggap sahabat dia juga ku anggap seperti kakakku sendiri. Aku sangat tidak tega meninggalkan princess kecilku tapi mau bagaimana lagi dia harus punya masa depan yang lebih baik daripada aku. Makanya aku melakukan ini meninggalkannya disini bersama sahabatku, Aku yakin sahabatku akan menjaga dengan baik


Jakarta, Beberapa tahun kemudian_


Aku tidak sengaja lewat depan rumah mewah dan melihat seorang anak laki2 tergelatak depan pintu tersebut. Aku masuk karna gerbang rumahnya ngak terkunci dan melihatnya sudah tidak bergerak lagi. Aku memastikan keadaannya dulu ternyata dia masih hidup dan hanya pingsan. Aku memanggil orang dalam rumah tapi tidak ada yang nyahut jadi aku membawahnya kerumah sakit.


Aku menunggu anak laki2 itu sampai sadar, Sekilas aku melihat anak itu mirip dengan princess kecilku. "Mirip". Gumamku Tampa sadar, Saat dia sadar aku sedang tertidur dan aku merasakan seseorang menyentuh kepalaku lalu aku terbangun. Dia nampak bingung melihatku dan bertanya siapa aku, Aku memberitaukan namaku. Dia bertanya kemana orangtuanya? kenapa ngak datang? yah mana aku tau orangtuanya kemana jadi aku hanya menghiburnya dan bertanya siapa orangtuanya lalu dia memberitaukan padaku. Aku bilang padanya untuk menunggu karna aku harus menemui orangtuanya. Ngak nyangka kalo aku sudah menunggu anak itu dari semalam sampai tembus paginya


Kediaman Darwin/Cristian alexan_


Saat aku sampai di tempat ini satu hal yang aku liat yaitu bandera kuning yang terpasang di depan gerbang.


"Apakah si kembarnya anak laki2 itu yang meninggal?". Batinku, lalu masuk dan memencet bel rumah, Sebelum aku kesini lebih dulu aku ke kos untuk mandi juga ganti baju. Seseorang membuka pintu laki2 dengan wajah berantakan juga sangat pucat


"Permisi...". Sapaku pada laki2 itu dia hanya menatapku dalam diamnya


Deg

__ADS_1


Deg


"Kenapa aku merasa pernah melihat orang ini? tapi kapan dan dimana?".


__ADS_2