PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Kecewa, nyesek dan sakit hati


__ADS_3

Di restorant___


Aku sama novant akhirnya sampai di restorant besar yang menjadi tujuan kami tepatnya sih novant karna yang bayarkan novant kalo aku mah ngikut aja. mungkin bagi orang kaya seperti novant makan di tempat mahal seperti ini adalah hal yang biasa namun bagiku ini sangatlah tidak biasa. novant memesan nasi goreng dan beberapa makanan mahal lainnya yang sudah tersaji dengan rapi diatas meja segi empat yang sedang kita duduki sekarang, aku menatap makanan itu apalagi nasi goreng menurutku tidak ada bedanya dengan nasi goreng diwarung pinggir jalan tapi kenapa orang kaya suka sekali buang2 uang hanya untuk makan makanan yang bisa didapatkan dengan harga murah diluar sana.


"Pak.!! apakah tidak berlebihan makan nasi goreng yang harga selangit (Mahal) begini? padahal nasi goreng di warung pinggir jalan juga tak kalah enak dengan harga murah". Novant tertawa saat mendengar pertanyaanku padahal pertanyaanku sama sekali tidak lucu lalu kenapa Novant tertawa? letak lucunya dimana? aku bingung dibuatnya.


"Apa ada yang lucu pak?". Aku kembali bertanya pada novant.


"Maaf.. maaf.. aku tidak bermaksud, aku hanya seda...ng (Mendadak diam)". Aku jadi semakin bingung novant mendadak terdiam mengantung ucapanya yang menurutku belum selesai.


"Ada apa pak?".


"Emh.. Jadi menurutmu nasi goreng ini (Nunjuk) mahal?". Novanto


"Tentu saja pak masah nasi goreng aja harganya 40k padahal kalo dimakan ngak bikin kenyang juga palingan". Iya benaran apa yang aku bilang tuh nasi gorengnya cuman di cetak dikit doang.


"Jadi pantasnya berapa harga nasi goreng ini menurut kamu?". Kenapa dia jadi tanyain harga yang pantas buat nasi goreng padaku ada2 aja, ok aku akan jawab sesuai harga nasi goreng di pinggir jalan saja.


"Palingan 15k tapi karna ini ada banyak campurannya mungkin kira2 25k cocok pak (Tersenyum)".


"Ya sudah sekarang kita makan dulu mumpung baby boy tidur". Novant memintaku untuk makan, aku memakan nasi goreng dan rasanya enak tak beda jauhlah sama nasi goreng pada umumnya.


"Ok mulai besok harga nasgornya akan aku turunkan menjadi 25k". What? apa maksudnya dia bilang akan aku turunkan? apa dia pemilik restoran ini? apa aku salah bicara atau mengeluarkan pendapatku tadi? astaga mati aku.


"Uhuk... uhuk.. uhuk..". Aku tersedak saat dengar dia bilang akan aku turunkan harga nasgor yang sedang aku makan sekarang.


"Eh kenapa? Astaga ayo minum dulu". Novant langsung menyodorkan air minum dalam gelas didepannya tepat dilmulutku padahal aku masih bisa minum sendiri.


"Apa bapak pemilik resto ini? (Muka menahan malu)". Jujur aja aku sangat malu, malu karna dah salah ngomong dan malu karna lagi menjadi pusat perhatian pelanggan lainnya di restoran gegara sikap siaganya novant yang langsung memberiku minum dengan sweetnya saat aku tersedak nasgor.

__ADS_1


"Begitulah (Tersenyum) Makanlah dengan pelan (Mengelus pucuk kepala)". Aku jadi tambah malu dan baper dibuatnya.


"Maaf sa...". Sebenarnya aku mau minta maaf soal omonganku yang ngk punya saringan tadi soal harga nasgor tapi tetiba ada dua orang wanita masih mudah mungkin lebih umur aku kali yah datang menghampiri aku sama novant dengan tersenyum lebar memotong pembicaraanku membuatku tak lagi melanjutkan omonganku Karna mendengarkan pujian2 mereka untuk novant 99% sedangkan untukku cuman 1%.


"Wah.. so sweetnya oppa ganteng dan istrinya yang cantik... (Tersenyum lebar)". wanita 1


"Iyah... astaga udah suaminya ganteng, cool dan lebih ganteng malah dari pada oppa2 koreanya kita Ahh romantisnya". wanita 2


"Oppa.. (Suara manja) Jangan buat kita yang jomblo baper dung oppa ganteng...". Astaga rasanya aku mw tertawa terbahak-bahak mendengar dua wanita ini memanggil novant oppa padahal sih novant ini udah tua bagusnya sih di panggil paman/ahjusi apa itu bahasa koreanya lupa aku tuh.


"He'em oppa.. kasian jiwa jomblonya kita berteriak melihat oppa yang so sweet banget". Aku melihat ekspresi novant yang mulai tidak suka dengan kedua wanita ini jadi aku berusaha membuatnya tenang dan tidak mengusir kedua wanita penggemar barunya ini.


"Jangan marah (Berbisik) mereka hanya sedang mengagumimu pak". Aku menatapnya dan tersenyum.


"Oppa sama istrinya adalah pasangan serasi". wanita 1


"Iyah semoga langgeng oppa ganteng sampai kakek nenek (Tersenyum manis) semoga suamiku nanti seganteng dan seromantis oppa yah..". Wadidauw ini dua penggemarnya novant dari tadi bilang aku istrinya novant terussss ini yang namanya salah paham harus diluruskan.


"Oh tentu iyakan sayang (Memegang tanganku) dan terimakasih banyak atas doanya, apa kami boleh melanjutkan makan? istriku tersayang sangat lapar". Ahhh kenapa novant bisa segampang itu mengatakan aku istrinya dan memanggilku dengan sebutan sayang? Aku yakin wajahku sekarang meronah.


"Tentu oppa ganteng... bye". kedua wanita itu lalu pergi meninggalkan aku sama novant, novant masih setia aja pegang tanganku padahal penggemarnya sudah pergi.


"Pak tangan saya".


"Maaf (Melepaskan pegangan tangan)".


"Tidak apa2, tapi pak kenapa bapak gampang sekali panggil saya istri atau sayang?". Aku tuh baper ngak tau kenapa jantungku berdetak cepat dari biasanya ini bukan pertama kali aku merasakan jantungku berdetak cepat dan tak karuan seperti saat hal2 tak terduga terjadi antara aku sama novant dan rasanya aku sangat senang saat novant memegang tanganku, apa aku sedang jatuh cinta? tapi masah iyah secepat itu? ini ngak mungkin ini hanya perasaanku saja aku berusaha menepis pikiranku yang sedang berpikir apa aku sedang jatuh cinta sama novant.


"Itu karna aku kesal sama dua perempuan tadi yang slalu saja memanggilku oppa, oppa apaan coba? Menurutku itu cara yang tepat membuat kedua perempuan itu pergi dan membiarkan kita makan". Emh kalo aku benaran jatuh cinta sama novant, apa novant akan membalas cintaku sama seperti dia membalas cinta deyen? tapi dari kata2nya novant tak pernah menganggapku lebih dari sekedar orang yang membantunya mengurus baby boy.

__ADS_1


"Oh gitu (wajah datar)".


"Apa kamu keberatan? kalo seandainya deyen masih hidup mungkin aku tidak perlu berpura2 memanggilmu istri atau sayang karna yang pasti yang aku ajak makan sekarang itu deyen (Tersenyum)". Novanto


Deg


"Ah ngak kok pak". Entah kenapa rasanya aku jadi ngak mood dan malas unuk melanjutkan makan. "Saya ke toilet bentar". Aku langsung bangun dan setengah berlari ke toilet ada rasa kecewa, nyesek dan sakit hati yang kurasakan di dada. Aku masuk toilet mencuci mukaku mataku rasanya berat dan pandanganku buram ada bulir2 hangat yang keluar dari mataku membasahi pipiku.


"Apa aku menangis? Untuk apa aku menangis? Kenapa aku merasakan kecewa? Nyesek? Sakit hati begini? Apa yang terjadi padaku tuhan? Jangan biarkan aku masuk terlalu jauh tuhan (Menyeka air mata)". Batinku, selesai cuci muka aku langsung mengeringkan dan memoleskan bedak tipis2 biar kembali segar, aku mengatur napasku supaya beraturan lagi dan menatap diriku dalam cermin. "Dasar bodoh bagaimana mungkin kamu bisa jatuh cinta sama orang secepat itu?". batinku dan tersenyum memandangi diriku dalam cermin aku berdiri cukup lama sambil melamun sampai pada akhirnya aku tersadar mendengar seseorang menegurku.


"Mba.. mba... kenapa melamun? apa Mba baik2 aja?". seorang ibu menyadarkan aku dari lamunanku.


"Oh saya baik2 aja Bu terimakasih, mari". akupun bergegas keluar dari toilet dan mendapati novant yang lagi berdiri sambil menggendong baby boy depan pintu toilet cewek.


Deg


"Pak novant? Kenapa bapak berdiri disini?".


"Aku khawatir karna kamu sangat lama jadi aku nyusul kamu kesini apa yang kamu lakukan? Aku memanggilmu dari tadi". Novanto


"Umh maaf, apa kita boleh langsung pulang saja". Aku udah benar2 ngak mood walaupun aku berusaha bersikap wajar saja.


"Ok kita akan pulang tapi katakan kenapa kamu tiba2 jadi aneh? bingung aku jadinya sama kamu sekarang". Novanto


"Ehehe bapak bisa aja saya baik2 aja, hanya ingin pulang cepat ada banyak pekerjaan yang harus saya urus di apartemen". Aku berbohong untuk menutupi perasaanku.


"Baiklah kalo gitu kita pulang (Meraih tanganku dan memegangnya erat)". Kenapa dia memegang tanganku erat begini, aku sama novant pulang. novant mengantarku pulang sampai apartemen setelah aku turun dari mobinya dia langsung pergi tampa mengeluarkan satu kata pepatahpun meninggalkan aku yang masih menatap bingung kepergiannya.


"Ada apa denganya? Aneh". Setelah dia benar2 tak terlihat akupun naik ke atas apartemenku dan merebahkan diriku diatas tempat tidur, kata2 yang novant katakan di resto tadi masih terngiang2 di kepalaku.

__ADS_1


"Hem mba deyen sungguh orang yang beruntung". gumanku pelan, aku berusaha untuk tidur siang padahal tadi pas di kantor novant juga aku tidur mungkin untuk hari ini aku benar2 akan menjadi putri tidur aku memutar musik kesukaanku dan akupun tertidur melupakan sejenak perasaan yang muncul dengan cepat itu.


__ADS_2