
Mobil yang membawah aku sudah berhenti lalu aku turun. Jujur aja aku sama sekali tidak tau aku ada dimana sekarang. Karna ini pertama kalinya aku melihat tempat ini, Tapi biarpun ini malam hari tempatnya masih terlihat sangat indah juga sejuk di balik cahaya lampu yang redup2 di taman ini. Apalagi di tambah dengan cahaya bulan yang terang memantul di danau kecil buatan tersebut. "Ah mungkinkah ini ditaman?". Pikirku tapi kenapa tidak ada orang yang terlihat sama sekali kalo mang ini taman?. Aku berjalan maju kedepan yang di mana di depanku terdapat danau kecil buatan yang di hiasi lilin di atas air, Juga ada meja dengan 2 kursi di bawah pohon dekat danau tersebut.
"Wah... Kagum) Indah banget". Aku sangat kagum dengan tempat ini. "Lalu kemana Novant? kalo emang Novant yang buat kejutannya? (Sadar dengan kening berkerut)". Aku bahkan lupa diri kalo aku sendiri sekarang. Karna saat aku berbalik melihat mobil yang tadi antar aku sudah tidak ada. "Lah kok aku di tinggal sih". Kesalku sendiri, Tampa aku sadari seseorang mendekat di arah aku berdiri mematung
"Apa kamu suka sayang..?". Suara bariton itu menyadarkan aku, Otomatis aku berbalik badan mendengar suara yang sangat aku kenal tersebut
"Sayang? jadi betulan kamu?". Aku kaget liat Novant sudah berdiri di belakang aku dengan stelan jas yang rapi menambah kegantengannya yang membuat aku mabuk kepayang dan ngak bisa berpaling darinya
"Iya dong kamu pikir siapa? Kamu punya selingkuhan yah sayang? (Wajah di buat2)". Novant
"Ih.. apaan sih (Memonyongkan bibir) ngaklah". Aku tau Novant tidak serius menuduhku punya selingkuhan
"(Tertawa) Becanda sayang, Btw kamu belum jawab sayang, Apa kamu suka kejutannya?". Novant
"Suka banget (Berjalan mendekat) aku pikir aku di culik (Memeluk)".
"Sejauh itu pikiranmu sayang?". Novant
"Ya iya dong sayang. Gimana aku ngak mikir aku di culik. Orang kamu ndak kasih tau aku kalo mau kasih kejutan".
"Lah, kalo kasih tau kamu, Bukan kejutan lagi dong sayang namanya (Mencium pucuk kepala lalu melepaskan pelukan)". Novant
"Iya juga sih (Cengengesan)".
"Kalo gitu ayo". Novant tiba2 menggendongku, Ala2 pangeran menggendong princessnya menuju kursi di sebelahku
"Sayang bisa jalan juga kali (Malu sendiri) Itu jaraknya cuman 2 langkah doang juga". Masa aku di gendong padahal dekat banget jarak meja dengan tempat aku berdiri sekarang
"Biar romantis dong beb (Tersenyum tampan)". Novant
Aku tersenyum aja mendapatkan perlakuan romantis dari Novant. Novant mendudukkan bokongku di atas kursi. Kemudian Novant memuangkan minuman dalam gelasku dan aku hanya memperhatikannya. "Ya Tuhan.. kenapa aku baru sadar kalo Novant seganteng ini". Batinku dan tersenyum sendiri
"Silakan putri, minumannya (Tersenyum dan Menyerahkan minuman)". Novant
"Terimah kasih (Tersenyum)". Akupun menerima minuman itu dengan senang hati. Tapi Novant tiba2 jongkok dan berlutut dihadapanku yang masih duduk manis di kursi memegang gelas minuman yang di berikannya tadi. Sontak saja aku dibuat kaget dan terbangun untuk mengecek keadaan Novant. Siapa tau aja dia sakit dan ngak kuat berdiri
"Sayang!! Kamu kenapa? Apa kamu sakit? Atau kamu sudah monopous (Tulang rapuh akibat dari faktor U)". Astaga, sumpah aku ngak sadar dengan pertanyaan laknat yang keluar begitu saja dari mulut tampa saringanku ini. Bagaimana mungkin bisa bertanya bahwa Novant sudah monopous? Sungguh partanyaan yang menyinggung dan konyol. Tapi jujur saja aku sama sekali tidak ada maksud begitu, Itu pertanyaan memang murni keluar di luar kendaliku. Novant yang mendengarnya mengkerutkan keningnya sesaat lalu kembali tersenyum
"Aku baik2 saja (Mengeluarkan kotak kecil di kantong celana)". Novant
"Tap...". Belum selesai aku bicara Novant memotong pembicaraanku
"Maukah kamu menjadi ibu untuk anak2ku sayang? (Masih posisi yang sama)". Novant
"Hah? (melongo)". APA? apakah barusan Novant melamarku? ataukah aku yang hanya sedang bermimpi sedang di lamar sama Novant? Aku sama sekali tidak percaya dengan apa yangku lihat dan rasakan sekarang. Ini seperti sebuah mimpi namun terlihat sangat nyata, Aku masih belum sadar dengan pikiran dan monologku sendiri. Sedangkan Novant masih jongkok dan berlutut hadapanku dengan tangan yang memegang kotak kecil berisi cincin berlian yang bermata satu dan samping kiri/kanan berilan itu ada tulisan huruf inisial N & F yang berarti inisial nama aku dan dia
"Sayang..!! kakiku sakit kalo terus jongkok dan berlutut seperti ini". Novant
"Ah.. (Kaget) Apakah ini bukan mimpi?". Aku bertanya pada diriku sendiri dan dengan jelas aku melihat Novant yang masih duduk dan tersenyum manis padaku. Jadi ini kenapa? Novant waktu itu bilang padaku untuk Siap2 dan mengatakan ingin membuat anak denganku. Ish... dasar mesum memang nih orang
"Sayang... ini nyata bukan mimpi. Kamu mau aku duduk sampai kapan seperti ini? lama2 kakiku mati rasa nih". Novant
"Astaga sayang maaf, A...aku a..aku mau...uuu (Mengangguk)". Aku melihat senyum Novant mengembang saat mendengar jawabanku lalu dia meraih tanganku dan menciumnya lembut punggung tangaku lalu beralih mencium jari manisku sampai 3 kali
Cup
Cup
__ADS_1
Cup
"Kalo gitu aku akan pasang cincinnya". Novant
"Iya (Mengangguk antusias)". Novantpun memasang cincin itu dan sangat pas di jari manisku dan Novant mencium cincin itu tepatnya si jariku juga
Cup
"Cantik". Batinku, Novant bangun dari jongkoknya dan menciumku pucuk kepalaku lama banget, Dia ngak gerak sama sekali. Aku jadi bingung dan berusaha untuk mendongkak melihat wajahnya dengan sedikit bergerak ingin memeluknya juga tapi Novant menahanku
"A..aa..duh.. sayang jangan bergerak dulu (Menahan kesemutan) Ka...kakiku sakit karna kesemutan (Muka melas)". Novant
"Oh..". Ya Allah jadi ini alasan kenapa dia ngak bergerak sama sekali?. Ingin rasanya aku ketawa tapi takut dosa lagian ini salahku juga si pake acara bengong lama tadi saat Novant lamar dengan meminta aku jadi ibu untuk anak2nya. Akupun juga terdiam sampai rasa kesemutan di kakinya Novant hilang, sampai pada akhirnya Novant bergerak juga.
"Apa udah ngak kesemutan lagi?". Tanyaku
"Ngak sayang". Novant
"Maaf sayang".
"Untuk apa?". Novant
"Karna aku lama memberi jawaban kakimu sampai kesemutan". Aku tulus minta maaf sama Novnat walaupun tadi ingin ketawa juga
"Bukan salahmu kok sayang". Novant
"(Tersenyum) Makasih". Aku memeluk Novant dengan erat Novant membalas pelukanku
"Makasih...? untuk apa?". Novant
Astaga kenapa sih laki2 itu ngak ada peka2nya sama sekali? padahal aku ngucapin makasih karna dia percayakan aku menjadi ibu untuk anak2nya kelak. "Dasar laki2 susah sekali untuk peka". Gerutuku dalam hati
"Aku sangat mempercayaimu And I Love you so much (mencium pucuk kepala)". Novant
"I love you too sayang". Aku ingin melepaskan pelukan tapi Novant menahanya
"5 menit lagi sayang, Aku masih ingin memelukmu". Novant
Aku mengangguk dengan permintaan Novant yang masih ingin memelukku. 5 menit kemudian Novant melepaskan pelukannya padaku
"Apa kamu lapar sayang?". Novant
"Iyah sayang (Tersenyum)". Aku memang sudah lapar. Karna memang aku belum makan malam sampai sekarang
"Kalo gitu kita makan". Novant mendudukanku di kursi dan bertepuk tangan. Lalu munculah beberapa orang, 2 diantaranya membawah hidangan buat makan malam aku sama Novant. dan beberapanya orang lagi berdiri sambil memainkan musik yang romantis. Aku berpikir keras, dari mana mereka dari tadi karna pas aku datang tidak melihat mereka. "perasaan tadi aku tidak melihat mereka, Apa mereka sembunyi dulu yah? tunggu Novant panggil baru nongol? Ah bodoh deh ngapain juga aku mikirin mereka". Batinku, Aku sama Novantpun sama2 menikmati makan malam ini dengan nikmat dan romantis di temanin cahaya bulan yang memantulkan silauan di bawah danau itu dan juga alunan musik yang indah. Setalah selesai makan Novant mengajaku untuk berdansa
"Dansa yuk sayang". Novant
"Tapi aku tidak bisa berdansa". Yah memang aku tidak pernah berdansa
"Tidak apa, Kamu bisa naik dan berdiri di atas kakiku jadi kamu cukup mengikuti gerakanku saja sayang". Novant
"Emh.. (Ragu2) apa kakimu tidak akan sakit kalo aku menginjaknya?". Tentu saja aku ragu2 untuk melakukannya
"Tidak kok". Novant bangun lalu berdiri di hadapanku sambil setengah berjongkok dan mengulurkan tangannya padaku. Aku tidak ingin membuat Novant kecewa jadi aku menerima tawarannya untuk berdansa. Tidak begitu buruk karna Novant bisa menuntunku dan aku bisa mengimbanginya walaupun banyak salahnya juga sih.
"Cantik (Senyum tampan)". Gumam Novant sambil terus menatap wajahku dan mengunci pandanganku
__ADS_1
"Makasih (Tersenyum juga)".
"Bukan kamu, Tapi pancaran sinar bulan yang mengenai air". Novant
"WHAT?". Sial aku pikir novant memujiku tau2nya dia memuji sinar bulan yang di atas air danau. Bagaimana aku ngak Geer orang dari tadi Novant cuman liatin aku bukan danau itu. Rasanya aku jadi Bete dan memonyongkan bibirku
"(Tersenyum) Aku bercanda sayang (Mengecup bibir) Bagaimana aku bisa memuji cahaya bulan sedangkan di hadapanku ada bidadari yang sangat cantik". Novant
"Gombal". Aku purah2 kesal dan Novant mengecup bibirku lagi
Cup
Aku masih purah2 kesal padahal dalam hati aku sangat bahagia sekali sekarang. Akhirnya aku bisa di lamar sama orang yang sangat aku cintai. Dan dia melamar dengan sangat romantis seperti di drama2 romantis yang aku nonton. Aku dulu memang berkeinginan kalo kekasihku, melamarku harus romantis dan berkesan dan semuanya berubah menjadi nyata bukan cuman sekedar keinginan dan hayakanku saja.
Cup
Lagi2 Novant mengecup bibirku gemess. Aku menghentikan gerakan dansaku
"Kenapa sayang? (Kening berkerut)". Novant
Aku mengabaikan pertanyaan Novant lalu memeluknya, Entah kenapa aku tidak bisa menahan tangisan bahagiaku saat ini. Ini benar2 membuat bahagia, Sangat2 bahagia sekali.
Hiks
Hiks
Hiks
"Kenapa? apa aku membuatmu sedih?". Novant
"Tidak.. (Menggeleng) Aku bahagia".
"Kalo bahagia kenapa menangis? harusnya kamu senang sayang". Novant
Astaga apa semua lelaki di dunia ini seperti Novant? Apakah orang bahagia tidak boleh nangis dan hanya bisa menunjukan wajah senangnya? ngak peka sama sekali
"Ini terlalu bahagia untukku hiks..hiks.. makanya sampai2 ngak bisa nahan tangis".
"Emh.. (Mencium) jangan nangis lagi (Melepaskan pelukan) Aku akan datang melamarku di tempatmu, menemui opa meminta restu. Juga menemui Tante/om untuk meminta restu mereka juga". Novant
"Iya". Jawabku lirih "Apa kak Alex sudah tau soal ini?". Tanyaku lagi
"Tidak. Ini akan menjadi kejutan juga buat dia dan yang lainya juga, Jadi jangan kasih tau mereka dulu, Ok". Novant
Aku mengangguk sebagai tanda atas jawabanku.
.
.
.
.
.
Sorry banget kalo acara kejutan lamaranya ngak sesuai ekspetasi kalian guys semoga enjoy dengan part in. Love u guys๐๐
__ADS_1
Btw aku udah Up cepat cuman lama pas lagi di review sama pihak mangatoonya jadi sabar yah untuk menanti๐๐