
Ini masih lanjutan chapter sebelumnyaπ
.
.
Alex POV_
Aku benar2 ngak nyangka kalo Farel akan benar2 memukul Novant. Bahkan pukulan mautnya mampu membuat Novant tak sadarkan diri dalam sekali pukul saja
"AHAHAH konyol, Ngapain coba minta di pukul, Anehnya". Sebenarnya kasian tapi juga ngakak gitu lihat Novant sempoyongan dan ambruk tak sadarkan diri
"Fufh.. (Meniup tangan) Bang, Nitip bang Novant yah (Senyum tampa dosa)". Setelah memukul Novant, Farel langsung ingin pergi. Farel bahkan tidak merasa bersalah sama sekali padahal udah buat Novant tak sadarkan diri
"Lah, dek, kamu mau kamu mau kemana?".
"Pulanglah bang, Farel lapar nih". Farel
"Eh.. main tinggal aja. Bantuin abang, bawah turun Novant ke mobil"
"Yah, biarin aja sih bang. Nanti juga sadar sendiri kok, Repot amat". Farel
"Dek.. (Wajah serius)".
"Baik2, Maaf yah bang. Ayo Farel bantu". Bantu katanya, padahal yang buat Novant ginikan dia. Seharusnya aku yang bilang bantu ke dia bukan dia yang justru bilang bantu ke aku, Ada2 saja anak ini
_______________________
Dalam Mobil_
"Bang, Farel langsung balik rumah aja yah". Farel setelah membantu aku membawah turun Novant dan juga memasukannya ke dalam mobil ingin langsung pulang. Tapi aku menyegatnya karna dia harus bertanggung jawab atas apa yamg dia perbuat pada Novant
"Ikut abang, Bawah Novant ke RS. Nanti kalo bang Novant dah sadar, Langsung minta maaf, Ok". Aku harus mengingatkan anak ini kalo tidak, Dia takkan pernah minta maaf sama sekali ke Novant. Novant juga memanjakan anak ini dari kecil jadi setelah besarnya sekarang dia kadang suka bertingkah pada Novant
"Ok, (Ngangguk tampa minat) Emh... ngapain ke RS sih bang? Tinggal kompres pake es batu juga bakal ok2 aja tuh mukanya bang Novant (Wajah tampa dosa) Kita belikan aja obat pereda nyeri nanti buat bang Novant minum". Farel
"Dek"
"Baiklah, sorry (Terdiam) Bang, Farelkan ngak suka RS bang, Abang yakin mau ngajak Farel ke sana?" Ya Allah kok aku sampai bisa lupa kalo Farel takut bau obat2an dan juga aroma RS
"Emh.. Abang lupa, maaf, Yaudah kita ke rumah Novant aja. Kamu telpon dokter Sasa suruh ke rumah bang Novant".
Farelpun menuruti apa yangku suruh, yaitu menelpon dokter Sasa. Sasa adalah dokter keluargaku juga dokter keluarganya Novant, Sasa termasuk teman dekat aku
.
.
.
Beberapa menit berlalu_
Aku melihat Farel menatap wajah Novant lekat2 lalu tersenyum. Mungkinkah anak itu merasa bersalah?
"Kenapa? apa merasa bersalah karna udah mukul Novant?"
"(Kening berkerut) Bersalah? Kan bang Novant sendiri yang minta, Terus ngapain merasa bersalah?". Ya elah ku kira dia merasa bersalah karna menatap wajah Novant segitunya
"Terus ngapain liatin Novant sampai segitunya?"
"Ternyata bang Novant konyol juga yah bang. Ada yah orang minta di pukul kaya bang Novant? Hehee (Terkekeh) Ngak habis mikir Farel bang". Jadi Farel liatin wajah Novant karna dia merasa Novant itu konyol. Yah memang konyol memang sih Novant kali ini, Apa karna sudah jadi bucin kali Hahaha
Rumah Novant_
Ting tong (Bel rumah)
Aku menyuruh Farel memencet bel rumah karna rumahnya di kunci dari luar mungkin oleh PRTnya
Klik (Pintu terbuka)
Wanita paruh bayah membukakan pintu rumah Novant dan nampak wajah kaget juga khawatir melihat tuannya dalam keadaan tak sadarkan diri. Iyah dia adalah bi Irna PRTnya Novant
"Tuan!! apa yang terjadi dengan tuan Novant? kok tuan bisa ke gini? tuan Alex?". Bi Irna
"Ngak pp bi, ngak usah khawtatir, dokter bentar lagi kesini. Tolong sediakan es batu sama handuk kecil dan juga kotak obat yah bi". Pintaku sama PRTnya Novant dan bi Irnapun langsung bergegas pergi mengambil apa yangku suruh
"Bi.. tunggu, Dan tolong juga sediakan makanan yah karna saya sudah sangat lapar. Dari tadi belum makan (Wajah datar)". Farel
"Dek". Anak ini masih pusing mikirin makankah dari tadi
__ADS_1
"Sumpah bang lapar banget nih". Farel
"Tolong di buatkan yah bi". Aku tau Farel meminta dengan sopan tapi ekspresi wajahnya sama sekali ngak ada bersahabatnya sama sekali. Setelah itu aku sama Farel membawah Novant naik ke atas kamar tidurnya sendiri
Alex POV end_
π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦π¦
.
.
.
Novant POV_
Bocah itu sungguh keterlaluan, Aku pikir dia hanya akan memukulku pelan. Tapi tau2nya dia memukulku dengan sangat keras saking kerasnya sampai2 aku tak sadarkan diri. Aku merasakan dingin di area wajahku dan itu membuatku tersadar
"Emh (Menggeliat)"
Sedetik kemudian_
"Aduh duh duhh.. Sakit.. sakit.. ". Baru aja sadar dari pingsan tapi sudah di suguhkan dengan rasa sakit di sekitar wajahku. Alex mengompres wajahku dengan es batu menggunakan handuk kecil
"Akhirnya sadar juga (Senyum) masih sakit ngak? (Menepuk2 wajah Novant)". Alex
"Aduh duh.. duh.. sialan, sakit tau Lex (Kesal)". Udah tau itu sakit eh malah di tepuk2 lagi dan pertanyaan macam apa itu? Kayanya senang banget liat aku kaya gini?
"Kayannya Bogeman dariku masih kurang sakit dan memuaskanmu yah Nov? Hingga minta di bogem lagi ma Farel? Hehee (Terkekeh) Ngak usah khawatir, Aku udah minta dokter Sasa kesini buat periksa keadaan kamu". Alex
"Ck, Sialan ku pikir tuh bocah bakal mukul pelan aja, Taunya dia pake kekuatan tenaga dalam buat mukul wajah tampanku, Sial". Bocah yangku sindir itu malah dengan santainya duduk sambil main Hp dengan kaki yang sudah terangkat di atas meja. "Masih bocahku yang sama, keras kepala dan masah bodoh". batinku dan tersenyum melihat tingkahnya Farel. Aku sayang sama anak ini, Jadi aku ngak bisa marah sama dia apalagi dia berani mukul aku juga karna kesalahanku sendiri
"Kamu lupa? Kalo pukulan tangan kiri bocahmu itu pernah buat teman sekolahnya dulu juga masuk RS cuman sekali Bogem aja?". Alex
"Sial... kenapa aku bisa lupa yah Lex? Hehee (Terkekeh) Coba aja aku ingat ngak bakal jadi kaya ginikan aku. Haist.. ". Bisa2nya aku lupa, Kalo Farel dulu pernah memukul teman sekolahnya pake tangan kirinya dan nasibnya sama juga kaya aku. Sama-sama berakhir tak sadarkan diri
"Aku akan telpon Fhenis buat kasih tau keadaanmu nanti. Btw aku harus balik, Ada banyak yang harus aku urus termasuk ruanganmu yang udah jadi kapal pecah itu". Alex
"Thank bro.. And hati2 yah (Tersenyumg tulus)". Aku ngak salah pilih sahabat, dia adalah sahabat yang memang di ciptakan untukku. Walapun dia kknya Fhenis tapi dia lebih mengutamakan pikirannya dari pada perasaanya. Seandainya orang lain mungkin akan sangat marah besar saat tau bahwa kekasih adeknya dicium/dipeluk orang lain tapi itu tidak berlaku untuk Alex
"Farel!! ingat pesan abang tadi apa?". Alex mengajak farel bicara karna bocah itu dari tadi hanya fokus pada hp yang ada di tangannya
"Iyah bang, Farel ingat (Menatap Novant)". Farel
"Nov.. Jangan terlalu manjakan bocahmu itu. Yah udah abang balik, Baik2 berdua yah". Alex bangun dari duduknya dan menyuruh Farel menggantikan dia mengompres wajahku. "Nah gantiin abang kompres wajahnya Novant". Farel bangun dari duduknya dan melangkah mendekatiku lalu dia duduk dan mengambil handuk kecil tersebut
"(Tersenyum) Maaf yah bang, Emh.. Tadi ngak sampai bermaksud buat bang Novant sampai tak sadarkan diri kok (Cengir)". Farel
"Ngak pp (Menepuk pundak) Aduh duh duh.. pelan2 bocah (Menoyor kepala pelan) Sakit nih (Senyum)". Aku merasakan sakit karna Farel tak sengaja menekan handuk di tangannya di wajahku
"Sengaja bang". Farel
Alex katanya mau pergi tapi dia justru masih berdiri cantik di memperhatikan aku sama Farel. Malah melamun pula, Tuh anak kenapa? kesambetkah?
"Lo, Lex kok masih berdiri di situ? Katanya mau pergi (Mengernyitkan dahi)".
"Ngak pp (Senyum) Yah udah aku cabut, Bye (Alex teringat masa kecilnya bersama Novant dan Farel makanya dia berdiri mematung memperhatikan Farel/Novant)". Alex
Alex melangkahkan kakinya mau meninggalkan kamatku tapi langkahnya terhenti oleh suara Hpnya yang berdering. Sedangkan aku sama Farel yang melihatnya, menatapnya bingung
Kring.. kring ( Hp Berdering)
"Fhenis". Alex bergumam tapi masih bisa aku dengar nama Fhenis di sebutnya
"Fhenis Lex?"
"Iyah (mengangguk? Aku angkat dulu yah". Alex mengangkat telpon dari Fhenis. "Assalamualaikum.. iya sayang napa?". Aku juga pengen dengar suaranya Fhenis tapi mungkin Fhenis sampai sekarang masih marah besar sama aku
Novant POV end_
πππππππππ
.
.
.
Entah kenapa sejak kak Alex pergi perasaanku ngak enak, Jadi aku memutuskan untuk menelpon kak Alex buat tau dia dimana? Apakah dia baik2 saja atau gimana?
__ADS_1
(Menelpon kak alex, tersambung)
"Assalamualaikum.. Iyah sayang napa?". Kak Alex
"Waalaikumusalam kak, Kak Alex dimana? Kk baik2 ajakan?". Aku khawatir sama kak Alex, Soalnya tadi sebelum pergi dia nyuruh aku nungguin dia. Aku sudah nunggu cukup lama tapi kak Alex belum balik2
"Kk lagi di rumahnya Novant dan kk baik2 aja kok". Alex
"Rumah Novant yah". Mendengar kak Alex bilang rumahnya Novant jantungku berdebar nyut2 gimana gitu
"Iyah, Novant tak sadarkan diri tadi di kantornya". Kak Alex
"Novant? Novant kenapa kak? kok bisa tak sadarkan diri? Novant baik2 aja kan kak?". Dengar Novant tak sadarkan diri rasa khawatirku langsung meningkat ke level paling tinggi. "Apa jangan2 kak Alex ngehajar Novant sampai babak belur lalu tak sadarkan diri?". Batinku mulai mengira2 penyebab Novant tak sadarkan diri walaupun mungkin juga bukan kak Alex penyebabnya
"Novant baik2 aja, Cuman lecet dikit di area wajahnya hehee.. ". Terdengar suara kekehan kak Alex di seberang sana
"Lecet? kok bisa? Kk ngehajar Novant yah?". Perasaanku mengatakan kalo Novant di hajar sih
"Kk hanya menghantam wajahnya 2 kali doang kok sayang". Kak Alex itu yah, benar2 deh. Bogem wajah orang sampai 2 kali hanya di bilang hanya doang
"Terus kenapa sampai tak sadarkan diri?". Tingkat kepoku meningkat dong
"Bukan kk pelakunya sayang". Alex
"Terus siapa?"
"Farel". Alex
"FAREL..? Serius kak?". Aku ngak percaya kalo Farel penyebab Novant tak sadarkan diri. "Emang Farel apain Novant kak?". Aku sangat penasaran mendengar nama Farel di sebut
"Farel tadi ikut pukul Novant, Sampai2 Novant tak sadarkan diri. Tapi Farel ngak mukul sampai berkali2 kok, Itu cuman di pukul sekali doang, Novant langsung sempoyongan dan ambruk tak sadarkan diri. Emh.. tadi Farel dengar kk sama kamu bicara di kamar kamu, Jadi Farel emosi dan langsung datang ke kantornya Novant lalu membuat ruangan Novant kaya kapal pecah karna dia ngak bisa luapkan emosinya secara langsung ke Novant saat itu ". Kak Alex menjelaskan kronologi kejadian
"Oh". Hanya itu responku saat kak alex menyudahi penjelasannya pada kronologi kejadian Novant bisa tak sadarkan diri. Tapi masah sih sampai segitu kuatnya Farel memukul Novant hanya dengan sekali pukul saja langsung K'O. Kok Farel jadi macam hulk yah, Kuat banget dah
"Kamu kesini aja sayang temanin Novant. Dan saran kk sih sebaiknya kamu dengarkan penjelasan Novant dulu karna kk yakin Novant ngak akan main belakang kok sayang. Ingat sayang dalam sebuah hubungan harus di bangun di atas rasa percaya kita pada pasangan kita maka itu akan membuat hubungan kita jadi langgeng". Kk Alex
"Tapi kak". Aku belum siap untuk mendengarkan atau melihat Novant saat ini. Tapikan Novant lagi sakit, masah aku setega itu ngak pergi jenguk dia? Apa emang sebaiknya aku dengarkan penjelsan Novant? Lagian kak Alex ngak mungkin saranin aku ketemu sama Novant kalo kak Alex ngak tau apa2 kan?
"Sayang.. Sekarang mending ke sini dan selesain masalah kalian dengan baik2, Ok. Kalo gitu Kk tutup telponnya yah. Oyah, kk sangat kenal Novant, Dia sama sekali bukan laki2 brengsek sayang. Kk jamin itu dan kk akan buktikan itu". Kak Alex
Tut...Tut..Tut...
"Iya.. kk memang paling kenal Novant di banding aku. Semoga aku juga bisa sangat mengenal Novant dari siapapun termasuk kk supaya hubungan ini terus langgeng (Tersenyum)". Kak Alex benar, Aku harus bicarakan ini dan mendengarkan penjelasan Novant maka dengan ini titik terang akan muncul
Rumah Novant_
"Baby!! aunty kangen rumah ini". Batinku dan melihat baby boy dalam gendonganku. Tapi jujur saja aku masih ragu untuk masuk walaupun tadi sudah mantap untuk ketemu dengan Novant. "Dikuncikah?". Pintunya di kunci dan untungnya aku punya kunci sendiri deh
Aku melangkah masuk lalu berdiri tepat di bawah tangga dan mendongkak menatap keatas. "Aku harus naik". Batinku dan melangkah naik
Deg
Deg
Deg
Depan kamar Novant_
Aku masih saja ragu, Ada apa dengan diriku? sial. Aku memegang ganggang pintu dan seketika kajadian dimana Novant di cium/peluk sama perempuan itu terputar otomatis di otak cantikku
"Arrggghh... Kenapa bayangan itu sangat menganggu sekali". Aku membuka pintu kamar Novant setengah membantingnya karna aku sangat kesal
Ceklekk (Pintu terbuka)
.
.
.
.
.
.
Sorry guys kalo banyak typo alnya dah ngantuk banget hehee.. harap maklumin, Ok.
see next chapter allπ
__ADS_1