PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Kalung untukku


__ADS_3

Hari ini rencananya mau nemanin Rio lagi pergi beli hadiah buat pacarnya, Karna kan kemarin gak jadi alias batal gara2 aku melo. Tapi aku belum bicarakan ini sama Novant, Rencananya kita pergi siang aja biar bisa makan siang di luar.


"Pagi sayang!! ". Setelah selesai nyiapin sarapan buat Novant aku langsung mau ke kamarnya tapi orangnya sudah nongol dengan setelan rapinya untuk ke kantor.


"Pagi juga sayang, Btw Rio kemarin malam nelpon katanya kalian ngak jadi beli hadiahnya (Cium kening)". Novant


"Iya sayang". Emh Rio secepat itu dia ngabarin ke Novant, Apa Rio ndak bilangin Novant kalo kita rencananya jadi hari ini lagi?. "Emh.. Rio dah bilang ngak? kalo hari ini kita mau pergi lagi?".


"Oh.. soal itu, Ada kok sayang. Sayang kalo ada masalah jangan pendam sendiri (peluk) Kamu bisa kasih tau aku (Tersenyum) Rio dah cerita sama aku tentang kamu kemarin". Novant


"Maaf sayang, Sebenarnya ngak ada masalah sih cuman kemarin tuh tiba2 aja keingat kak Azkal sama mama/papa karna bareng Rio. Emh kamu taukan maksudnya sayang?". Jadi Rio dah cerita semuanya, memang ipar is the best lah (Hahah)


"Iya sayang aku paham (Lepaskan pelukan) ingat kalo ada masalah kamu bisa kasih tau aku, Kalo mang kamu merasa belum bisa cerita sama aku kamu bisa cerita sama Alex, Adekmu Farel juga Tante/om atau opamu juga Rio/Jessi so jangan memikun sesuatu sendiri Ok (Cubit hidung)". Novant


"Siap". Aku tau kalian sayang sama aku jadi ngak usah terlalu khawatir soal apapun tentang aku karna aku slalu aman bersama kalian. Tidak ada yang ingin aku sembunyikan dari kalian semua. Selesai sarapan Novant langsung pamit pergi ke kantor tapi sebelum pergi dia memberi taukan kalo nanti aku akan di jemput Rio.


"Sayang katanya nanti Rio aja yang jemput kamu". Novant


"Oh gitu, baguslah sayang". Masih malas aja aku mau nyetir sendiri kalo kemana2 apalagi macetnya minta ampun.


"Ya udah aku berangkat ya (Cium kening lagi) nanti perginya hati2, Ada apa2 langsung telpon". Novant


"Iya (nganguk) Hati2 juga di jalan (Cium pipi kanan/kiri)". Sebenarnya terkadang aku suka melakukan ini tapi tidak begitu sering. Yang lebih sering yah Novant yang cium aku hehee


"Jadi rasanya ingin segeraku halalin (Senyum tampan)". Novant


"Ide bagus bang (Acak rambut) Uups.. maaf sayang refleks (Cengengesan)". Ya Alloh, Padahal Novant dah rapi banget tapi aku malah refleks mengacak rambutnya.


"Ngak pp sayang (Ngelus pucuk kepala) yah udah aku pergi, Btw siap2 yah (Mengedipkan mata)". Idih dasar genit deh, Apalagi maksudnya siap2 tuh?. Setelah Novant pergi aku membersihkan meja makan lalu ke kamar untuk ngecek baby boy apakah sudah bangun atau belum.


________________________________


Siang hari toko perhiasan_


"Selamat datang mas Rio.. mba (tersenyum)". Aku sama Rio di sambut oleh cewe cantik yang katanya Rio Asisten bos yang punya toko perhiasan ini


"Terimakasih... Mba tunjukkan koleksi terbaiknya (Tersenyum)". Rio


"Baik mas, mari silakan duduk". Asisten bos toko

__ADS_1


"Ayo fhenis". Rio mengajak aku duduk untuk mengikuti mbanya yang mau menunjukkan perhiasan dengan koleksi terbaiknya.


"Ini mas (Memberikan perhiasan) kemarin bos kita menunggu mas Rio tapi mas Rio ngak datang, hari inipun bos mau temanin mas Rio tapi tiba2 ada urusan mendandak". Asisten bos toko ini menjelaskan perihal bosnya yang menunggu Rio kemarin.


"Oh.. maaf untuk itu, Saya ada urusan kemarin makanya ngak datang". Rio beralasan ada urusan padahal kemarin kita sudah berada di Mall ini tapi justru ngak jadi gegara aku. "Fhenis menurut kamu, Yang bagus yang mana ni?". Beberapa kalung, cincin, anting juga gelang berbaris rapi di meja membuat aku bingung mau pilih yang mana. Melihat perhiasan itu bagus2 semua dan aku yakin harganya selangit bisa buat hidup satu keluarga dalam satu dekade.


"Emh... bentar (Memperhatikan dengan baik2) Menurut aku sih kalung ini yang paling cantik (Memegang) Cantik banget malah, Pasti pacarmu bakal suka banget (Antusias)".


"Wah.. seleranya mba sangat bagus dan berkualitas, Ini memang koleksi nomor satu di tempat kami karna ini hanya ada dua pcs yang di buat. Ini berbeda dengan perhiasan yang lain yang bisa di buat sampai 3/4 pcs dalam satu item". Asisten bos toko ini sangat memuji pilihanku dan membuat aku sedikit malu karna jujur saja aku sama sekali ngak ngerti kualitas yang aku tau cuman karna ini terlihat sangat cantik aja dari semuanya walaupun yang lain juga cantik.


"Eh.. itu karna saya rasa yang paling cantik aja kok mba". Aku melirik kearah Rio yang sudah tersenyum puas dengan pilihanku


"Kalo gitu saya ambil yang ini, Yang satunya lagi masih ada mba? (pasangan kalung)". Loh Rio mau beli 2 sekaligus kah? Orang yang Rio pacarin sangat beruntung bisa mendapatkan Rio dalam hidupnya. Aku bilang gini bukan berarti aku menyesal lalu ingin mencampakkan Novant terus balikan sama Rio. Justru aku paling merasa beruntung bisa memiliki Novant dalam hidupku tiada hentinya aku bersyukur untuk itu.


"Masih ada mas, mas mau ngambil 2 sekaligus?". Asisten bos toko


"Iya tapi tolong yang ini kotaknya di tandai yah biar saya bisa tau nanti (Tersenyum)". Rio


"Baik mas". Asisten bos tokk


"2 Rio?". Aku dengar dengan jelas Rio bilang mau beli 2 tapi aku mau meyakinkan pendengaranku apakah masih baik2 aja atau bagaimana?


_________________________________


Resto_


Setelah selesai memesan beberapa makanan yang menurutku lumayan banyak untuk ukuran 2 orang Rio mengeluarkan salah satu kotak kalung yang kita beli tadi, Aku yang melihatnya jadi bertanya2 ngapain Rio ngeluarin kalung itu?


"Fhenis!! kamu tau kenapa aku beli 2 sekaligus kalung yang kamu pilih tadi dan meminta mba tadi buat tandai kalung yang kamu pilih?". Rio


"Engak tau (Geleng2 kepala)". Yah mana aku tau? kan aku ngak bisa baca pikiran juga ngak tau isi hati orang lain.


"(Tersenyum) Satunya itu buat kamu dan aku sengaja minta mba tadi tandai kalung yang kamu pilih biar bisa aku bedain karna itu yang kamu pilih". Rio


"Ha? (melongo) tapikan itu mahal banget Rio. Kupikir kamu beli 2 satunya lagi buat mama/kakakmu atau mungkin camermu Rio". Yah memang itu yang aku pikirkan dan aku ndak pernah kepikiran sama sekali kalo Rio akan belikan itu buat aku, Sama sekali ngak pernah terpikir dalam benakku.


"Idih.. masa iya aku mau beliin kamu yang lima ribuan sih, Yah harus yang mahal dong (Bangun dari kursi) Lagian aku mang dah lama banget mau beliin kk ipar sesuatu (Cengengesan) Ini akan mengingatkan aku 2 orang yang pernah hadir dalam hidupku. Satunya yang bakal jadi ipar dan satunya lagi bakal jadi istriku di masa depan. Dan yang paling penting kamu sama pacar aku sama2 orang yang aku jaga juga sayangi". Ya Allah Rio aku ngak pernah berpikir sejauh itu makasih banyak. ". Kalo gitu izinkan aku memakaikan kk ipar yah (masih cengengesan) bolehkan?". Rio lagi2 makasih dah jadikan aku bagian dari hidupku.


"Makasih Rio, tentu saja boleh". Aku langsung bangun dari dudukku dan memeluk Rio

__ADS_1


"Jangan nangis lagi yah, Nanti bang Novant bakal hajar aku kalo dengar kali ini kk ipar nangis lagi (Balas memeluk)". Rio


"Biarin aja". Aku melepaskan pelukanku pada Rio


"Lah kk ipar mau bang Novant hajar adek iparmu? (Menghapus air mata) kan sayang sekali wajah tampanku jadi bonyok (Memegang wajahnya dramatis)". Rio


"(Tersenyum) Novant ngak setega itu kok dan jangan terus2an memanggilku kk ipar, Itu terdengar sangat menggelikan". Dari tadi Rio terus memanggilku kk ipar hadedeh mentang2 calon adek ipar, Belum juga nikah sudah di panggil kk ipar sama orang satu ini.


"Iya bang Novant ngak akan setega itu (Dalam hatinya Rio: kamu belum tau siapa abangku itu, Bang Novant ngak bakal segan2 sama orang yang berani gangguin orang penting dalam hidupnya. Dan aku sangat bersyukur kamu bisa bersama bang Novant setidaknya aku ngak perlu khawatir lagi tentang kamu) Kalo gitu sini aku pakekan". Rio


Aku mengangkat rambutku seperti orang yang mau kucir kuda supaya Rio mudah memakaikan kalungnya. "Sangat cantik". lanjut Rio berucap


"Makasih". Balasku


"Bukan kk ipar tapi kalungnya yang cantik (Mengangkat 2 jari membentuk V)". Rio


"Jadi aku ngak cantik gitu? Novant aja klepek2 sama aku (Cengengesan) sekali lagi makasih ya Rio".


"Hehe.. becanda (mengusap pucuk kepala) kamu sangat cantik bahkan kalungnya tak bisa ngalahin cantiknya kamu (Tersenyum) oyah dalam hubungan (persahabatan) kita jangan pernah ada kata makasih lagi, Ok". Rio


"Iya (Tersenyum)". Aku sangat senang bisa menjadi sahabat untuk Rio bukan jadi musuh seperti kebanyakan mantannya orang2 yang pernah pacaran. Makanan yang kita pesan sudah tersaji di depan mata (Di atas meja) Dan seseorang datang menghampiri aku sama Rio. Dia ada di belakang aku, sedangkan Rio bisa melihat dengan jelas siapa dia.


"Sepertinya aku menganggu yah". Tunggu suara bariton itu sangat familiar di telingaku. Sedangkan Rio yang melihat orang itu justru beranjak dari tempat duduknya dan tersenyum manis kearah orang itu.


_________________________________


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like/koment dan juga Share/vote yah karna itu semua sangat2 berarti dan juga bermanfaat buat author..

__ADS_1


Makasih😘


__ADS_2