
Jessi P O V
Tok..
Tok..
Tok..
"Permisi Pak". Aku Mengetuk Pintu Bosku Dengan Hati2.
"Masuk". Terdengar Suara Bos Menyuruhku Untuk Masuk. Aku Berjalan Kearah Sofa Tempat Bosku Duduk.
"Duduk". Bos Menyuruhku Untuk Duduk.
"Dimana Pak?". Tanyaku Seperti Orang Bodoh Jelas" Bos Menyuruhku Duduk Di Sofa.
"Apa Kamu Bisa Duduk Terbalik Kepala Dibawah Diatap? Kenapa Kamu Menjadi Bego Dalam Sesaat? Atau Mau Berdiri Disitu Sampai Jam Pulang Kerja?". Astaga Keluar Deh Sifat Nyibelinya, Aku Sudah Malas Bahkan Aku Sudah Pernah Mengajukkan Surat Penggunduran Diri. Tapi Bos Menyebalkan Ini Tidak Mengizinkanku Untuk Keluar, Dia Bahkan Mengancamku, Kalau Aku Tidak Akan Bisa Bekerja Di Tempat Manapun Karena Dia Akan Membuat Reputasi Jelek Diriwayat Kerjaku.
"Tidak Pak, Tida Mau". Jawabku Dengan Gelengan Kepala, Aku Yang Awalnya Gugup Jadi Kesal Dengar Dia Bicara Seperti Itu.
"Makanya Duduk Sini". Sambil Menepuk Sofa Di Sebelahnya, Akupun Terpaksa Duduk Menyebabkan. "Temani Aku Disini Sampai Jam Pulangg". What Yang Benar Saja.
__ADS_1
"Tapi Pak, Bagaimana Bisa Seperti Itu, Ini Masih Jam Kerja?". Tolakku Kesal
"Ini Perintah, Tak Ada Penolakan". Jawabnya Tegas, Aku Sebagai Kariawannya Tidak Bisa Menolak Lagi Dan Aku Benar2 Menemani Dia Sampai Jam Pulang.. "Dasar Bos Sinting". Geramku Kesal..
Jessi P. O .V And
---------------------------
Keesokan Harinya.
"Selamat Pagi Pak Jessi!". Aku Menyapa Dua Orang Yang Lagi Berdiri Depan Lift Ini.
Jam Makan Siang.
"Jess Makan Yuk". Aku Ngajak Jessi Makan, Tidak Ada Jawaban Aku Memukul Pundaknya Pelan. "Kenapa? Kok Melamun?". Soal Dah Aku Ajak Makan Malah Bengong.
"Eh.. Ngak Kok, Kenapa Fhenis?''. Jessi Malah Balik Nanya. "Kamu Ngak Mau Makan Siang". Tanyaku Lagi. "Oh Mau Dong. Akukan dah Lupa Juga". Jessi Membereskan Semua Barangnya Setelah Seleksi Kita Kekantin Kantor Kita Duduk Di Meja Pojok..
"Kenapa Sih Kok Kamu Melamun Tadi?". Aku Khawatir Sama Jessi Karena Dia Melamun Tadi.Dia Menatapku Sesaat Lalu Berbicara
"Aku Ngak Habis Fikir, Kenapa Bos Kita Itu Sangat Aneh Fhenis?". Jessi
__ADS_1
"Aneh? Aneh Kenapa?".
"Aneh Ajah, Masah Iyah Dia Minta Aku Temanin Dia Kemaren Sampai Jam Pulang Bahkan Kamu Tau Kalau Aku Kemaren Ndak Keluar2 Dari Ruangannya". Jawab Jessi Kesal "Bos Tuh Slalu Ajah Bertingkah Semaunya, Menyebalkan Tau Ngak Fhenis". Dia Masih Saja Kesal Karena Sikap Bos Kemaren.
"Yah Udah Sih Lupain Ajah, Mungkin Bos Lagi Urung2an". aku Berusaha Mengembalikan Moodnya.
"Uring2an Sih Boleh Ajah Tapi Jangan Sama Aku Juga Kali". Malah Nambah Bete Dianya. Aku Jadi Berpikir Kalau Bos, Jangan2 Suka Sama Jessi Tapi Jessinya Ajah Yang Peka Sama Apa Yang Bos Lakukan.
"Jess.. Bos Tuh Suka Bertingkah Gitu Kesemuan Kariawan Ngak Sih? Maksudnya Seperti Bos Memperlakukan Kamu?". Aku Bertanya Soalnya Aku Penasaran Juga Sih. Jessi Menyatukan Kedua Alisnya Masih Dengan Wajah Betenya.
"Aku Rasa Tidak Sih Fhenis. emh Dia Tuh Memang Aneh Tau, Kamu Tau Ngak Kalau Aku Tuh Pernah Mengundurkan Diri, Tapi Bos Menolak Dan Mengancam Akan Membuat Riwayat Kerjaku Jelek Dan Aku Tidak Akan Mendapatkan Pekerjaan Dimanapun". Jessi Terdiam Sesaat Untuk Membuang Napas Dia Bicara Tampa Rem. "Sedangkan Kariawan Yang Lain Bos Sama Sekali Tidak Perduli". Jessi Melanjutkan Bicaranya.
"Benarkah?" Dan Jessi Hanya Menganggukkan Kepala, Jadi Fiks Tebakanku Gak Mungkin Salah Kalau Bos Menyukai Jessi. Tapi Kenapa Bos Tidak Langsung Memberitahu Jessi, Apa Dia Takut?.
*Sahanat Akan Slalu Ada Saat Kamu Membuthkannya, Dia Akan Slalu Menghibur Dan Mendengarkan Keluh Kesahmu
Fhenisia
--------💋💋------*
__ADS_1