
Kantor__
Aku sebenarnya sangat malas untuk masuk kantor hari ini moodku lagi ngak baik gegara kejadian kemarin dimana novant menciumku seenaknya, walaupun aku menyukai dan jatuh cinta sama novant bukan berarti aku mau dicium novant seperti itu. Saat aku mengingat2 bagaimana novant menciumku seseorang membuyarkan lamunanku.
"Selamat siang mba.!". Astaga kenapa orang ini datang tiba2 dan membuatku kaget.
"Selamat sii...ang (Menatap kaget) Kamu...". Aku semakin tambah kaget melihat siapa yang ada di depanku sekarang.
"Fhenis".
"Rio". Ucap Aku sama rio berbarengan.
"Kamu kerja disini dan menjadi sekertarisnya Alex?". Rio juga kaget melihat aku yang ada disini dan bekerja disini juga.
"Iya (Kaku) btw kapan kamu balik bukanya kamu menetap di Singapura yah? (basa basi)". Sumpah aku ngak percaya kalo aku bisa bertemu kembali dengan Kk kelas yang paling kece digilai banyak cewek tapi dia malah memilih aku menjadi pacarnya dan yah dia adalah mantan pacarku di waktu SMA dia ngak pernah berubah masih saja ganteng dan malah tambah ganteng aja membuatku tak bisa berpaling menatapnya. "Aku ngak nyangka rio kalo kita bertemu lagi (Sedih) Maafkan aku karna dulu membuatmu kecewa". batinku.
"Aku menetap disana bukan berarti aku ngak balik negara sendiri kali fhenis (Mengulurkan tangann) Btw bagaimana kabar'mu?". Yah tuhan aku ngak nyangka kalo aku akan menyentuh tangan ini lagi.
"Alhamdulillah aku baik (membalas uluran tangan dan tersenyum)". Aku agak kaku sih bertemu lagi dengan ario.
"Ehm Syukur kalo gitu (Tersenyum manis) Alex ada?". Ario kenal kak alex kah atau hanya kolega bisnis aja?
"Oh ada mari aku antar (Bangun)". Profesional dong aku jadi menawarkan diri untuk mengantarnya di ruangan kak alex.
"Ngak usah aku bisa langung sendiri (Senyum) Btw kalo kamu ada waktu mau jalan bareng ngak? (mengeluarkan hp dari kantong) berikan nomor hp'mu". What seriusan dia minta nomor aku lagi, aku terdiam ngak percaya padahal dulu aku yang meninggalkan dia karna disebabkan kak azkal menyukai saudara perempuannya rio, Aku memilih untuk mengalah demi kak azkal aku ngak mau kak azkal kecewa.
__ADS_1
"Kenapa diam? Ah takut kekasihmu marah, suami atau takut bang azkal kecewa lagi seperti dulu?". Aku tau Ario sangat kecewa sama aku sampai dia memilih melanjutkan sekeloh di Singapura agar tidak melihatku lagi waktu itu.
"Tidaakk ... rio bukan seperti itu, Aa..aku hanya tidak percaya kalo kamu tidak membenciku saat melihatku lagi". Kalopun iya rio membenciku aku tidak keberatan lagian itu hal wajar karna kau mengecewakan dia.
"Hahaa ... jadi kamu masih berpikir kalo aku akan membencimu, Ayolah fhenis aku sudah cukup dewasa sekarang bukan seperti dulu yang masih baperan lagian kamu melakukan nya demi rasa cinta dan sayangnya kamu sama azkal jadi aku pikir aku tidak perlu membencimu untuk itu, btw bagaiman kabar azkal dan keluargamu?". Pertanyaan novant tentang kak azkal dan orangtuaku membuatku sedih kembali mengingat kejadian naas yang menimpa keluargaku. "Ada apa fhenis? kenapa kamu terlihat sedih? maaf kalo kata2ku menyinggungmu". Rio baik bahkan meminta maaf untuk sesuatu yang tidak dia lakukan.
"Mereka semua sudah tiada rio (Sedih)". Aku tidak bisa membendung air mataku yang keluar begitu saja di pelopak mataku aku mengingat mama, papa, kak azka dan kakak ipar.
"Maksudnya?".
"Mereka sudah meninggal rio waktu kecelakan mobil mereka meninggalkan aku sendirian dengan opa hiks hiks (menangis)". Aku melihat wajah syok rio mendengar kata2ku tentang kecelakaan keluargaku.
"Innalilahi waina ilahirajiun maaf fhenis aku benar2 ngak tau (Memeluk) Jadi selama ini kamu menderita sendirian?". Rio memelukku hangat menuntunku untuk duduk di kursi kerjaku.
___________________________________
Setelah selesai melakukan sholat zhuhur dan berdoa aku langsung rebahan di atas tempat tidurku ngak tau kenapa aku berasa malas dan was-was atau bimbang. Hari ini keluargaku mama/papa, kak azkal sama kak ipar sedang melakukan perjalanan ke tempat kerjanya kak azka jadi setelah menikah 3 hari yang lalu kak azka langsung pamit kembali ke tempat dia menetap yaitu tempat dia bekerja sekarang, mama/papa memutuskan buntuk mengantar sekalian mau menetap disana barang 1/2 hari untuk refreshing katanya. Aku sama opa di ajak tapi aku ataupun opa malas ikut lagian kapan2 juga bisa dan akhirnya hanya mama/papa aja yang pergi bareng kak azkal, Saat aku mau memejamkan mata slalu terbayang wajah mama, papa sama kak azka. "Ya Allah lindungi keluargaku selamat sampai tujuan". batinku berdoa kepada sang pencipta memohon perlindungan untuk keluargaku, hpku berdering aku pikir mama atau papa yang menelpon jadi aku langsung mengangkat tampa melihat nama yang tertera di layar.
"Assalamualaikum ma pa". Aku memberikan salam pada orang di seberang sana yang pikir orangtuaku.
"Selamat siang, Apa ini dengan keluarga bapak wiranto (Orang seberang)".
"Iii..ya sa...ya a..anaknya (Gugup dan takut)". Aku sangat Kawatir sekarang entah apa yang membuatku khawatir setengah mati padahal aku belum tau apa yang di sampaikan oleh perempuan di seberang sana.
"Kami dari RS harapan bangsa ingin menyampaikan kabar duka bahwa keluarga anda mengalami kecelakan 3 orang meninggal di tempat dan 1 orangnya dalam keadaan kritis". Allahuakbar rasanya jantungku seperti di hantam godam berduri yang sangat keras di dadaku mendengarnya.
__ADS_1
"Ini tidak mungkin... Ini tidak mungkin.... Ini.... tidak mungkin......". Teriakku histeris, bagaimana mungkin mama, papa kak azkal meninggalkan aku sendirian?. Aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan Mama, papa kak azkal sangat menyanyangiku mereka tidak akan tega meninggalkan aku sendirian.
"Ma pa kak aku tau kalian sedang ngerjain akukan?". Batinku dan meraih hpku menelpon mama, papa, kak azkal ataupun kak ipar tapi tidak satupun diantara mereka yang mengangkatnya. "Aku tau kalian pasti mau memberikan kejutan untuk ulang tahunku 1 Minggu lagikan?". batinku lagi, Aku berusaha menyakinkan diriku kalo ini hanya rencena mereka memberi kejutan untukku jadi aku berusaha tenang walaupun dalam hatiku bergemuruh merasakan was2 dan kebimbangan yang makin menjadi, lama aku terdiam berjalan mondar-mandir di kamarku entah apa yang aku lakukan tiba2 Hpku berdering seseorang menelpon aku langsung mengangkatnya.
"Hallo Assalamulaikum".
"Waalaikumsalam nak, bagaimana keadaanmu nak?".
"Paman". Aku mengenali suara ini. _Iyah paman ada apa fhenis baik2 saja". Aku mulai merasakan seluruh tubuhku lemes dan aku terkulai lemah tak berdaya ada banyak suara orang menangisku dengar di seberang sana. "Paman apa semuanya nyata paman? atau fhenis hanya sedang bermimpi?". Aku mulai menyadari kalo ini semua bukan main2 tapi nyata.
"Tabahkan dirimu nak".
"Tidakkkkkk jangan biarkan mama, papa meninggalkankan aku sendirian paman tolong tahan mereka kak azkal juga ditahan aku akan membencinya kalo dia berani meninggalkan aku sendirian". Aku menangis histeris, teriak2 seperti orang gila, aku berlari menemui opa dilantai bawah.
"Opaaaa.... ma...mama, pa....papa te...telah ti...ti..tiada kak Azkal ju..ga opaa". Mulutku bahkan sangat sulit untuk bicara dengan benar suaraku telah hilangku rasa opa menatapku dan berkata.
"Ternyata felling opa benar (menangis)". Opa
"Jadi opa su...sudah tau?".
___________________________________
Ditunggu kelanjutannya yah teman-teman_
😊 maaf kalo rada typo maklum upnya malam2 jadi agak ngantuk heheh
__ADS_1
😉 love u all...