
Ketika aku berjalan keluar dari lorong rumah sakit aku mendengar suara tangisan bayi yang sangat memilukan hati. entahlah aku sangat tersentuh mendengarnya, tak terasa kaki ini membawaku untuk mendekat kearah suara tersebut.
Deg
Aku melihat bayi kecil itu terus menangis padahal sudah ada kedua orang tuanya menggendongnya secara bergantian untuk menenangkannya bahkan ada suster juga. aku tidak berani untuk mendekati dan bertanya kenapa bayi kecil yang masih merah terus menangis.
Rasanya ingin sekali memeluk dan mencium bayi itu entahlah aku tidak tau kenapa begitu sedih dan sesak sekali mendengar si kecil menangis terus akupun ikut menangis pilu ini perasaan yang tak bisa aku ungkapkan dengan kata2. Mungkinkah bayi kecil itu sedang sakit? tapi aku tidak melihat selang atau apapun yang ada dibadanya, lalu kenapa si kecil menangis tak mau berhenti?.
"Apa mba mau ikut membantu kami memenangkan baby ini?". Tiba2 ibunya bayi itu menyapaku dengan ramah dan menawarkan padaku untuk menggendong Bayi kecil itu. aku kaget dan tersenyum sambil menyeka air mataku, Sepertinya ibu ini bingung kenapa aku menangis karena wajahku sembab ada air mata diwajahku. apa ibunya bayi kecil itu bisa mendengar suara hatiku? dia juga sadar kalau dari tadi aku berdiri Pemperhatikan mereka tepatnya si bayi kecil itu.
"Be..be...benarkah bu?". Tanyaku ragu dan tidak percaya ada orang yang meminta orang lain untuk menenangkan anaknya, Suaraku terbata2 karena serak abis nangis.
__ADS_1
"Tentu ayo masuk". ibu itu mengajakku dan menarikku untuk masuk kedalam ruangan. akupun ikut ini membuatku sangat Senang akhirnya aku bisa mengendong dan mencium bayi itu. "Novan sinikan bebynya". Ibu itu mengambil bayi dari tangan suaminya lalu menyerahkannya padaku. "Nih mba". belum juga aku menggendong bayi kecil itu suaminya kaget saat melihatku dan tatapan sangat tajam.
"Apa maksud kamu menyuruh orang tidak dikenal mengendong bayiku?". Suaranya meninggi membuatku takut dan gugup, bayi kecil itu sudah kembali kegendongannya lagi. tunggu apa yang dia bilang barusan bayiku? jadi ini ini bukan istrinya ataupun ibunya si bayi?. lalu kemana istrinya kenapa tidak ada disini untuk menenangkan bayinya?.
"Pak ijinkan saya menggendong bayi anda sebentar saja kalau bapak tidak percaya bapak bisa pegang ini, ini dompetku". aku memberanikan diri meminta untuk di ijinkan Menggendong bayi kecil itu, Air mataku keluar begitu saja aku tidak bisa menahan tangisanku karena bayi itu masih juga menangis. Laki2 ini menatapku lagi masih dengan tatapan yang sama.
"Tidak .. emangnya kamu siapa berani Menggendong anakku?". Jawabnya dengan sangat judes dan dingin.
"Novan hentikan kenapa kamu begitu egoys bahkan pada bayimu sendiri? mba ini hanya mau menggendong baby bukan membawanya kabur. apa kamu tidak sadar kalau mba ini berdiri depan pintu sambil menangis karena melihat dan mendengar baby menangis? lalu kenapa kamu tidak melarang suster ini juga untuk menyentuh dan menggendongnya bukankah dia juga bukan siapa2mu jadi novan berikan bayinya dan kamu pegang dompetnya". ibu itu bicara panjang lebar dengan sekali tarikan napas saja macam orang yang ngerap aja untuk memberi tahukan pada laki2 yang dikatainnya egoys.
"Jangan menangis lagi baby aunty ada disini, jadilah anak baik baby". Batinku dalam hati dan menciumya berkali2 aku menenangkannya dengan lembut. "cup.. cup.. cup". Ucapku sambil menepuk2nya pelan akhirnya bayi ini terdiam, tapi bayi kecil tidak tidur wajahnya kembali hangat tidak merah seperti tadi. aku menimang2nya agar tertidur dan diapun tertidur dengan sangat lelap dan akupun kembali menciumya, aku sudah lupa dengan keadaan aku lupa kalau aku tidak sendiri mereka bertiga memperhatikanku dari tadi aku lupa diri gara2 bayi kecil ini hehee..
__ADS_1
Novanto joanda POV_
Awalnya aku tidak sadar kalau Perempuan yang ada dihadapanku sekarang adalah sekertarisnya alex sahabatku, aku menatapnya tajam. "Tunggu dulu inikan sekertarisnya alex? kenapa dia bisa ada disini dengan wajah sembab suaranya pun serak". batinku dalam hati, dia meminta untuk menggendong bayiku lancang sekali Perempuan ini, aku menolaknya dengan judes dan dingin dia terdiam dengan Tangisanya. lalu sarah memarahiku kata2nya tajam dan menyadarkanku akan kesalahanku ditambah lagi dengan kata2 suster perawatnya bayiku. "Aku memang egoys sarah kenapa kamu mempertanyakan setelah sekian lama kita bersahabat?". batinku lagi lalu aku menyerahkan bayiku tampa bicara pada sekertarisnya alex.
aku tertegun dibuatnya dia mencium bayiku berkali2 membuat bayiku nyaman perlahan2 bayiku terdiam wajah yang tadi aku liat memerah kembali normal. sekertarisnya alex masih menimang2 bayiku dengan lembut sambil menepuk2 bayiku pelan dan bayiku tertidur dengan nyenyak. aku tidak percaya ini, kenapa sekertarisnya alex tidak datang dari tadi? sehingga bayiku tidak perlu nangis terus.
__Novanto joanda POV and
Bagaimana di chapter ini? apa ada kesan tersendiri buat teman2? Oyah aku udah up 3 chapter sekaligus tinggal tunggu direview sama pihak manga.
Sampai jumpa di next chapter teman-teman
__ADS_1
😘😘
Makasih juga buat mba (Nda silvia) atas masukannya, aku udah cara tulisanku yang menggunakan huruf kapital disetiap kata semoga suka yah mba💋