
Teman-teman ini masih juga lanjutan chapter yang sebelumya...
S E L A M A T M E M B A C A
Selesai memandikan baby aku serahkan baby pada dia lagi, dia memakaian baby bedak, popok, lalu bajunya. semua yang dia lakukan tidak lepas dari pengamatanku. "Seandainya kamu masih ada deyen maka orang yang aku liat memandikan dan memakaikan bedak, popok dan baju untuk baby kita adalah kamu bukan orang lain". batinku, ini sangat sesak saat aku mengingat semua kejadian yang menimpa deyen istriku.
_ Flashback
Drrrrt.... Drrrrt.... (getaran hp)
"Iyah rah kenapa?". sekalinya yang menelpon sarah ada 4 panggilan tak terjawab sampai pada akhirnya aku mengangkat setelah metting penting dengan klien selesai.
"Sekarang juga kamu kerumah sakit nov de..deyen jatuh dari tangga". bagaikan dihantam godam yang sangat keras jantungku saat mendengar deyen jatuh dari tangga, seketika badanku luruh di lantai. "Hallo.. hallo... nov kamu masih disitukan cepatlah kesini". aku tersadar kembali dan berlari menuju lift dan mengendarai mobilku dengan kecepatan penuh aku tidak perduli lagi dengan umpatan dan ocehan orang yang memakiku karna aku dikira lagi ugal2an setelah sampai aku mendapati Sarah dan suaminya lagi mondar-mandir.
"Sarah... frans...! (memanggil) bagaimana keadaan deyen sekarang?". aku panik sangat panik.
"Kita tunggu aja dokternya belum keluar". sarah
"Tenang sayang jangan panik". frans berusaha menangkan sarah yang panik sedangkan aku berdoa untuk keselamatan sarah.
"Permisi keluarga pasien?". dokter
"Saya suaminya dok". aku langsung terbangun saat mendengar suara dokter.
__ADS_1
"Pak berikan keputusan sekarang kondisi pasien sangat lemah dan banyak kehilangan darah jadi kami harus mengambil tindakan, hanya bisa menyelamatkan salah satu". dokter
"Selamatkan istri saya dok (gemetaran) tapi tolong dok lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya, saya mohon". aku tau pilihan ini akan membuat deyen kecewa atau mungkin membenciku tapi aku tidak bisa kehilangan dia aku sudah mulai mencintai dia, aku juga mencintai dan menyayangi baby tapi aku lebih memilih kehilangan baby yang belum aku lihat wajahnya dari pada aku kehilangan deyen. aku memang belum benar2 mencintai deyen tapi aku slalu meyakinkan diriku kalau aku harus menerima deyen dan belajar mencintainya, aku dan deyen dijodohkan dan deyen sangat mencintaiku.
Ok anggap aja aku adalah ayah tertega di seluruh dunia ini tapi ini pilihan yang sangat berat bagiku, pilihan ini akan menjadi penyesalan seumur hidupku tapi aku harus memilih maka aku memilih deyen. sudah 2 jam berlalu tapi dokter belum juga keluar. "Ya Alloh selamatkan anak dan istriku ku mohon, jangan ambil mereka dariku aku menyayangi mereka, yah Alloh aku janji aku akan sungguh2 mencintai deyen berikan aku kesempatan amin". aku berdoa dalam hati memohon dan merajuk pada sang pencipta agar memberiku kesempatan untuk menjadi ayah dan suami yang baik.
(Pintu ruang operasi terbuka)
"bagaimana dok?". aku langsung bertanya pada dengan perasaan campur aduk.
"Maafkan kami, kami sudah berusaha semaksimal dan sebisa kami tapi kami hanya bisa menyelamatkan anak anda bapak, anak bapak lebih kuat bertahan daripada ibunya". dokter
Aku tidak mampu berkata apa2 lagi tenagaku habis, tenggorokanku kering Seketika. "Ya Alloh apa ini jawaban atas doaku, aku memilih anakku tapi kau memilih istrikku untuk berada disisimu". (dia lupa kalau dalam doanya nama yang utama dia sebut adalah bayinya dan istrinya nomor dua dan memang itulah jawaban atas doanya).
"Terimakasih sarah, dok Bagaimana anak saya?".
"Anak anda baik2 saja bahkan sehat hanya perlu di rawat sebentar pak kalau begitu saya permisi". dokter
"Terimakasih dok".
Satu minggu berlalu baby sudah bisa pulang Karna baby hanya dirawat 1 minggu saja, baby dilahirkan secara caesar dengan usia kandungan yang belum genap 9 bulan tapi baby anak yang strong semangat hidupnya mengalahkan ibunya..
Flashback end
__ADS_1
"pak.. kenapa bapak melamun?". fhenis sudah berdiri di depanku dengan menatapku bingung membuyarkan lamunanku yang sedang mengingat kejadian yang sangat menyedihkan itu, tapi sekarang aku sudah ikhlas atas semuanya dan menerima dengan lapang apa yang Alloh takdirkan atas diriku.
"Oh a...aku baik2 saja, kamu lanjutkan saja aku kebawah ambil minuman sebentar". lalu aku turun kebawah ini hanya alasan untuk menghindar.
Novanto POV enda_
_Kita bisa saja berencana mau ini atau itu tapi Alloh SWT lah yang menentukan segalanya apa yang di langit dan bumi (SKENARIO) sang penciptakan atas takdir makhluknya tidak ada yang tau..
By S. dhellypha yefrias Amr
__
Mau tanya pendapat teman-teman
Apakah bagusan up setiap hari tapi part-nya agak dikit atau up 3 kali seminggu tapi langsung 2 chapter sekaligus gimana? jawab yah..?😊
soalnya beberapa hari lagi saya akan sangat sibuk dari jam 7 pagi sampai 3 sore setiap hari selama 1 bulan kedepan belum lagi kalau ada tugas yang lain. terimakasih sudah mau baca karyaku yah🙏
__ADS_1