PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Siapa perempuan itu?


__ADS_3

Kamarku (Rumah orangtua)_


Tak terasa, kalo aku sudah 1 minggu tinggal di rumah orangtuaku. Menghabiskan waktu bersama mereka


"Novant kok ngak ada kabar ya? Apa dia baik2 aja". Selama 1 minggu ini juga, Novant tidak ada kabarnya sama sekali. Novant juga tidak keberatan kalo baby boy bersamaku, Tapi masih sering bertemu karna kak Alex akan membawa baby menemuinya. Apakah Novant merasa bersalah? atau hanya ingin memberikan aku waktu, untuk menikmati hari2ku bersama keluargaku? Entahlah hanya Novant yang tau alasannya "Aku kangen, (Muka cemberut) Apa dia ngak kangenkah sama aku? atau dia sudah melupakan aku? Arrggghh..." Jantungku berdetak cepat saat aku mengatakan, Kalimat melupakan aku


"Fiuhhh... (membuang napas)". Ok, sebaiknya aku langsung temuin Novant aja, Biar ngak aku diam2an kaya gini ke Novant. "Chat dia dulu atau langsung ke kantornya aja?". Batinku, dan fiks aku mau langsung ke kantornya aja


"Baby... ayo kita temui daddy menyebalkanmu itu (Duduk di pinggir ranjang) Emh... baby! apa daddy ngak kangen aunty? awas saja kalo daddymu ngak bilang kangen duluan nanti sama aunty, pas kita ketemu (Mendengus sebal)". Aku mengajak baby bicara padahal dia sedang tertidur. Kalopun baby bangun, paling baby akan membalasku dengan ocehan2 lucunya. Baby sudah mulai belajar bicara dan itu menggemaskan


Tok.. tok.. (Ketukan pintu)


"Masuk".


Ceklek (Pintu dibuka)


"Neng! Ini titipan den Farel, Buat non". mbo PRT


"Oh, simpan aja bu, makasih. Emh... bu! ibu sibuk ngak?".


"Ngak terlalu neng, Apa ada yang bisa saya bantu?". mbo PRT


"Boleh nitip baby boy ngak bu? Soalnya saya ada urusan bentar, amh.. kasian kalo mau bawah baby apalagi dia sedang tidur (Tersenyum)".


"Tentu saja neng, Ibu sangat senang dengan anak2". mbo PRT


"Makasih yah bu, Kalo gitu saya pamit yah (Tersenyum)".


"Iya neng, hati2 yah". Aku hanya membalas ucapan mbo dengan anggukan kepala dan tersenyum sambil berlalu meninggalkan mbo dan keluar menuju kantor Novant


_________________________


Kantor Novant_


"Selamat pagi.. apa Novant ada?". Aku menyapa sekertarisnya Novant, sekalian tanya keberadaan Novant, Siapa tau dia ngak ada di kantornya


"Selamat pagi bu.. (Tersenyum) pak Novant ada di ruangannya bu. Mari saya antar". Sekertaris Novant menawarkan diri untuk mengantar aku keruangan Novant. Tapi aku menolaknya dengan sopan


"Tidak usah mba (Tersenyum) makasih". Akupun melangkah pergi dari tempat sekertarisnya Novant, Menuju ruangannya Novant sendiri. Sumpah ini rasanya deg-degan banget, Jantungku berdetak dag, dig, dug


"Ukhh.. (Memegang dada)". kok kaya ABG aja sih? Deg-degan padahal tiap hari juga ketemu. Kecuali selama seminggu ini, Kita ndak pernah ketemu. Mungkin ini penyebab aku deg-degan seperti ini


"Oh, Ahjussi menyebalkan aku merindukan (Senyam-senyum) kau tau itu".


Depan pintu_


Aku mondar-mandir depan pintu ruangannya Novant, Masih ragu antara masuk atau Engak


"Masuk.. (Ngangguk) engak.. (Menggeleng) masuk, engak". Ah sial.. Napa juga aku jadi bimbang sendiri sih? Masuk, yah tinggal masuk aja. Kalo engak, yah langsung pulang aja. Repot amat nih otak mikirnya

__ADS_1


"Kenapa bu? kok masih berdiri di pintu? pak Novant ada di ruangannya kok". Sekertarisnya Novant nyamperin aku dengan wajah bingungnya. Mungkin dia bingung liat tingkah aku dari tadi, Yang gak masuk2 di ruangan Novant


"Amh.. ngak pp mba (Tersenyum canggung) makasih".


"Oh, kalo gitu permisi". Sekertarisnya Novant


"Ok, masuk". Aku memegang gagang pintu dan membuka secara perlahan, Lalu aku mengintip kedalam ruangan Novant


Deg


.


.


Deg


.


.


Deg


.


.


"Ya Allah! apa ini?".


Apakah ini alasan Novant tidak pernah menghubungiku? Karna dia memiliki kekasih lain, selain aku?. Ya Allah.. Sakit banget, sangat sakit, Hatiku hancur berkeping2. Air mataku meleleh dengan sendirinya, Tak dapat lagiku tahan2. Ingin rasanya aku masuk lalu menjambak wanita sialan itu, Tapi aku menahan diri, Apakah aku yang pelakor? ataukah wanita itu? Kakiku lemes, badanku seperti tidak bertenaga lagi, Rasanya ingin mati saja


Di sisi lain aku mendapatkan kebahagiaan, Karna aku bisa tau siapa diriku, dan menemukan keluarga asliku. Di sisi lain aku mendapatkan hati yang hancur, jiwa yang dikhianatin, rasa sakit yang mendalam, kekecewaan yang luar biasa. Rasa sakit ini tidak terlihat namun mampu membuat hatiku seperti di sayat2, di tusuk2 dengan pisau yang berkarat dan tumpu


Lalu apa gunanya lamaran itu? Apakah itu hanya lelucon? Atau aku yang terlalu berharap? Atau Novant hanya menjadikan aku sebagai bahan candaannya saja?


"Lepaskan ini di kan...tor..." Novant


Drrrtt...


Drrrtt... (Hp berdering)


Hpku berdering dan membuyarkan pelukan Novant dan wanita itu. Seketika itu juga Novant menengok kearahku dengan wajah kaget bercampur syok melihat aku yang lagi berdiri di depan pintu. "Sial... siapa sih yang menelpon? tidak tau waktu deh". Batinku, kesal lalu aku berlari sekuat tenaga untuk meninggalkan ruangan Novant. Aku sudah tidak perduli dengan tatapan2 bingung orang2 kantornya Novant yangku lewati


_________________________


Novant POV_


"FHENIS...!!". Aku kaget saat mendengar nada panggilan dari hp yang sangat aku kenal, Iya itu nada panggilan dari hpnya Fhenis, Karna aku yang memasang nada dering itu sebagai nada dering couple. Aku sangat kaget dan juga sangat syok, Melihat Fhenis yang lagi berdiri di depan pintu kantorku. "Astaga, sejak kapan Fhenis disini?". Batinku, lalu aku mendorong perempuan yang sedang memelukku dan mengejar Fhenis.


"Sialan, Arrgghh perempuan sialan, jangan sampai wanitaku salah paham, jangan sampai. Kalo tidak, aku tidak akan memaafkan kamu sedikitpun". Sialnya Perempuan itu menciumku dan juga memelukku, itu membuatku sangat jijik. Ingin sekali aku memberinya pelajaran (Menampar) tapi aku masih sanggup menahan kemarahanku, mengingat dia itu perempuan.

__ADS_1


"Kenapa perempuan sialan itu kembali lagi?"


Aku akan menceritakan semuanya dari A-Z tentang perempuan itu pada Fhenis. Sebenarnya aku ingin ceritain semuanya dari kemarin2 tapi aku ngak mau ganggu waktunya Fhenis. Aku ingin dia menikmati waktu bersama keluarga besarnya, Aku juga ingin meminta maaf karna aku melanggar sesuatu yaitu memberitaukan mengenai lamaran itu pada keluarganya tanpa sepengatuannya lebih dulu. Aku lakukan ini karna ada alasannya juga bukan semata2 aku ingin berbohong dan menutupi dari Fhenis


"Sayang... sayang... TUNGGU....!!!!".


"Sayang... Please dengarin aku".


"Sayang... Aku bisa jelasin semuanya... Sayang....!!!".


Aku mengejar Fhenis dengan sekuat tenagaku. "Astaga, Tenaga darimana yang kamu dapatkan sayang, sehingga bisa lari secepat kuda begitu". Gerutuku, disela2 mengejar Fhenis


Parkiran kantor_


"Sayang.. Hei.. (Memeluk dari belakang) dengarin dulu, Aku bisa jelasin semuanya. Mohon sayang, dengarin aku please (Mencium pundak)". Setelah aksi kejar2an, Akhirnya aku bisa menangkapnya, Astaga tuhan dia sekalinya memiliki kaki yang panjang juga lari yang cepat. Fhenis ingin membuka pintu mobilnya bagian penumpang, Tapi aku menahan dan membalikkan badannya mengahadapku


Aku menatap manik mata yang masih mengeluarkan air putih bening itu. Aku trenyuh melihatnya seperti ini di tambah lagi tubuhnya yang bergetar, Aku tidak ingin wanitaku seperti ini, Tidak


"Ini salahku sayang, Maafkan aku. Aku kangen kamu sayang". Aku membuka pintu mobilnya lalu mendorongnya masuk


"Akh". Pekiknya kaget saat aku mendorong tubuhnya masuk kedalam mobil hingga terduduk di kursi mobil. Aku lagi2 menatapnya, Aku seakan2 terhipnotis, Tidak bisa mengeluarkan suara atau kata2 selain hanya menatapnya dan dia bergeser lalu aku masuk dan menutup pintu mobil


Deg


Deg


Deg


Cup (Mencium kilas)


"Emh.."


"Maafkan aku sayang"


Cup (Lagi)


Aku menarik tengkuknya dan menciumnya dengan sangat lembut, Tapi perlahan2 itu menjadi gerakan yang menuntut dan melumat bibirnya dengan gemes. Aku menutup mataku, menikmati bibir manis yang slalu membuatku ketagihan. Dia masih terdiam tak mau membalas, Jujur aku kesal dan aku memegang pinggangnya lalu meremasnya pelan dan yah akhirnya dia membalas ciumanku. Aku puas, Sangat puas karna wanitaku menghapus jejak bibir perempuan sialan itu di bibirku. Masih satu lagi yang belum yaitu, Wanitaku belum memelukku untuk menghapus jejak perempuan sialan itu.


"Sayang peluk aku, Ku mohon (Melepas ciuman)". Aku sangat ingin Fhenis memelukku segera sebelum bekas pelukan perempuan itu berlama2 di tubuhku


"Please (Memeluk)". Aku langsung memeluk Fhenis, Berharap Fhenis cepat membalas pelukanku.


Sedetik kemudian_


"Apakah ini akan menjadi pelukan terakhir (Membalas pelukan) hiks.. hiks..". Fhenis


"Tidak.. (Senyum bahagia lalu mencium pucuk kepala) Ini akan menjadi awal dimana kamu akan mendapatkan pelukanku setiap harinya". Yah Tuhan akhirnya jejak perempuan sialan itu terhapuskan oleh pelukan wanitaku. Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku sayang, Karna kamulah duniaku sekarang dan selamanya. Kamu wanita hebatku, Wanita yang mampu menjadikan aku seperti orang gila dan waras dalam bersamaan


"Aku merindukanmu sayang"

__ADS_1


Novant POV end


____________________________


__ADS_2