PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Kiss again


__ADS_3

Rumahnya novanto_


Habis pulang kerja aku langsung menuju rumahnya novant. Dua, tiga hari ini novant tidak lagi Menjemputku seperti biasa di apartemen, Jujur saja aku juga merindukan perhatian yang novant berikan saat dia menjemput atau mengantarku pulang. Aku tidak tau apa penyebabnya dan dia juga jarang bicara sama aku kaya ngehindar gitu, Aku ingin bertanya tapi bukankah aku juga lagi berusaha membuat jarak yang sudah diruntuhkan novant waktu itu. Baguslah kalo novant menghindari aku, karna aku tidak ingin perasaan ini semakin tumbuh subur bila dekat2 terus dengan novant.


Diruang tamunya novant aku melihat novant lagi main sama baby boy, mereka bukan cuman berdua melainkan bertiga ada Rio juga tapi dia lagi di dapur, Aku tidak tau apa yang di lakukan Rio di dapur. Aku memberi salam dan novant menjawab tampa melihat kearahku.


"Assalamualaikum". Aku menghampiri novant dan baby, lalu aku mengendong baby dan mencium pipi gembulnya.


"Babynya aunty sudah makin besar dan sehat yah (Melirik novant)". Aku melihat novant tersenyum tapi saat dia tau aku meliriknya wajahnya langsung berubah dingin.


"Aku tidak mengerti novant, kenapa semakin aku ingin membuat jarak semakin tambah sakit yangku rasakan? apalagi saat kamu tiba2 berubah dingin sama aku? Kamu bukanlah novant yang terakhir kali menciumku?". Batinku dan ingin bergegas naik ke lantai atas tapi novant menahanku.


Deg


Cup (Mencium)


"Kamu milikku". Apa..? Aku sangat kaget bukan kaget karna di ciumnya, bukankah sebelumya novant pernah menciumku seakan2 aku sudah terbiasa dengan itu makannya aku tidak kaget lagi. Justru aku kaget mendengar kata2 yang terucap dari mulutnya, dia mengatakan aku miliknya Seakan2 aku ini barang dagangan kalo dia mau maka dia bisa memilikinya. Aku terdiam memaku di tempat berusaha mencerna kalimat singkat yang di ucapkan novant.


"Kamu milikku dan akan slalu menjadi milikku (Tersenyum menyeringai)". Novant mengucapkan kata yang sama namun kali ini sangat2 penuh penekanan dan senyuman itu.

__ADS_1


"Apa...? apa? maksudnya novant ham? (Alis menyatu)". Aku menatap novant dengan tatapan tajam tepat dimanik mata yang tak bisa aku lupakan di setiap tidurku, mata yang sangat mengetarkanku saat dia menatapku, Aku butuh jawaban dari ucapan2nya itu.


"Aku yakin pendengaranmu baik2 saja". Mendekatkan wajahnya lebih dekat dan sangat dekat kearahku lalu,


Deg


Cup (mencium)


Novant lagi2 menciumku kali ini bukan hanya sekilas tapi agak lama dan sedikit melumat bibirku. "Jangan seperti ini novant". Batinku, Aku ngak tau kenapa? sedikit membuka mulutku dan novant tidak mau melewatkan kesempatan untuk mengabsen rongga2 mulutku. Entahlah refleks akupun membalas ciuman itu (menutup mata) dan menikmatinya.


"Oewkkkk".


"Oewkkkk".


"Fhenis...!". Aku kaget dan berbalik badan melihat siapa yang memanggilku.


"Rio...!". Jawabku setengah kaget.


"Kamu disini juga? dan kenal bang novant juga?". Rio, wajahnya menampakan wajah keinginan tau lebih.

__ADS_1


"Iyah aku ikut merawat baby boy bareng pak novant". Aku melihat kearah novant dan wajahnya nampak seperti tidak suka, BETE dan kesal gitu.


"Tadi baru aja senyum, sekarang wajahnya bete gitu kenapa sih nih orang?". Batinku


"Ha? benarkah? (Duduk)". Aku hanya mengangguk sebagai tanda jawaban atas pertanyaan Rio.


"Kalian saling kenal juga? (Ikut duduk juga)". Novant ikut nimbrung bicara antara aku dan Rio, Rio menjawab lalu menceritakan bagaimana dia dan aku bisa saling kenal novant diam saja mendengarkan Rio yang bicara. novant hanya akan bicara kalo Rio mengajaknya bicara, Aku meninggalkan mereka berdua karna baby Boy sudah tidur dan aku naik keatas untuk menidurkan baby box bayinya.


Beberapa menit kemudian novant naik menemuiku di kamarnya lalu duduk di tepi ranjang sedangkan aku sedang di kamar mandi, Saat aku keluar aku melihat novant tapi aku tidak mengajaknya bicara ataupun kaget seperti biasa saat dia tiba2 ada dekatku.


"Jadi kalian mantan pacar?". Mendengar pertanyaan novant tentang hubunganku sama Rio membuat jantungku berpacu sangat cepat, ada rasa takut yang muncul. Apa yangku takutkan? Apakah takut novant cemburu? bagaimana mungkin novant cemburu sedangkan dia tidak pernah mengatakan sayang atau cinta padaku.


Deg


"Iyah... itu dulu tapi sekarang tidak lagi". Jawabanku terlalu jujur ataukah terlalu takut novant salah paham? emangnya novant akan salah paham karna apa?.


__________________________________


Maaf guyss baru Up mohon maklum yah😊

__ADS_1


Author kali ini Up'nya 2 chapter aja..🙏


__ADS_2