
Setelah selesai meminta tolong pada salah satu office membelikan makan siang aku langsung kembali ke ruanganku sendiri.
Drrrrtt
Drrrtt (Hp berdering)
"Kak Alex?". gumamku, dan mengangkat telponnya. "Iya kak, kenapa?".
"Langsung keruangan kakak sekarang". Alex
"Baik kak" Aku langsung memutuskan sambungan telpon dan bergegas keruangan kak Alex. Saat sampai depan pintu ruangan kak Alex aku mengetuk pintu dulu, takutnya ada tamunya kak Alex kalo aku nyerobos masuk kayak kambing gitu aja.
Tok
Tok
Tok
"Masuk saja fhenis". Suara kak Alex menyuruhku untuk masuk, Saat aku masuk aku bingung karna diruangan itu sudah ada Novant dan juga Jessi.
"Eh... (Bingung) kenapa pada ngumpul disini?". Tanyaku polos, padahalkan bisa saja mereka ngebahas urusan bisnis tapi aku menjadi orang yang sangatlah polos bertanya pada mereka.
"Duduk sayang". pinta kak Alex dan akupun ikut duduk bersama mereka, Oyah soal hubunganku sama Novant itu, Jessi adalah orang yang pertama kali aku kasih tau. dan kak Alex sudah tau karna Novant sudah memberi taukannya juga, Kak Alex ngedukung hubungan kami dan aku sangat senang untuk dukungan dari orang2 terdekatku walaupun aku tidak tau sedekat apa aku sama kak Alex tapi hubungan kami sangat baik.
__ADS_1
"Fhenis, ahm... mulai sekarang kamu, Kakak pecat". Kak Alex
"Apa? (Kaget) ta...tapi kak, salahku apa? sehingga kak Alex pecat aku tampa sebab". Aku jadi tambah bingung apalagi mereka ngumpul begini dan tetiba aku dipecat seperti ini, Novant sama Jessi hanya diam.
"Karna kakak pikir ada yang lebih membutuhkan kamu daripada kakak (Maksudnya baby bukan Novant yah Hehee)". Kak Alex mengelus rambutku lembut. Apa maksudnya coba ambigu banget deh kalimatnya.
"Maksudnya kak? lagiankan aku membutuhkan pekerjaan ini untuk hidupku disini kak? kalo kak Alex pecat aku siapa yang kasih aku gaji lagi?". Konyol memang sih kedengarannya, siapa juga yang mau gaji orang tampa bekerja coba?.
"Aku akan beri segalanya, Apapun yang kamu mau". What? Novant kenapa dia bicara? padahal tidak ada yang memintanya bicara.
"Eh.. Aku tidak mau, aku mau segalanya dari uangku sendiri". Jawabku tak mau menerima penawaran Novant.
"Tapi sayang, Kamukan sudah janji Bakal memberikan kasih sayang seutuhnya buat baby boy, dan bila kamu mau memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu buat baby maka kamu harus slalu ada buat baby biar dia bisa merasakan kasih sayang yang kamu berikan". Kak Alex benar, kalo aku mau memberikan kasih sayang layaknya seorang ibu buat baby maka aku harus slalu ada buat baby. tapikan aku butuh pekerjaan dan uang buat menunjang kehidupanku, walaupun Novant sudah mau menanggung semua kebutuhan dan keperluanku bukan berarti aku lepas dari tanggung jawab atas diriku sendiri.
"Fhenis...!! Kamu tidak menganggap aku ada yah? bagaimana bisa kamu bilang tidak mau merepotkan siapapun sedangkan aku ini pacarmu ha?". Novant nampak kesal, dia berpikir aku tidak menganggapnya ada.
"Bukan begitu Nov, maksudku... aduhhh (Menggarukn kepala yang tak gatal". Tidak bisa bicara apa2 lagi sekarang.
"Lalu maksudnya apa sayang hum?". Novant
"Aku hanya saja tidak terbiasa merepotkan orang sekalipun itu pacar (Pelan hampir tak terdengar) Terus kalo aku keluar siapa yang jadi sekertarisnya kak Alex? kak Alex kan suka ngak betahan dengan sekertarisnya". Jawabku ragu hampir tak terdengar dan kak Alex tertawa sedangkan Novant wajahnya jadi datar dan Jessi malah ikut tertawa bareng pacarnya, Apanya yang lucu?
"Astaga Kamu benar2 yah, sudah ada pacar tapi tak mau merepotkan pacarmu? lalu untuk apa kamu punya pacar ha? kalo tak bisa dimintai tolong? oyah fhenis, kamu tidak perlu khawatir mengenai siapa yang bakal jadi sekertaris bos resehmu ini (terkekeh) biar aku aja yang gantiin kamu jadi sekertarisnya". Jessi masih aja tertawa menyebalkan dengan kak Alex.
__ADS_1
"Ya elah.... itu sih maunya kamu sama kak Alex biar bisa pacaran terus". Kesalku pada Jessi.
"Hahaa tau aja kamu fhenis". Jessi
"Idih... Nikah sana biar ngak rempong di kantor". Aku semakin kesal liat kak Alex masih tertawa dan Novant tersenyum.
"Kamu aja belum nikah (Mengejek) Kita nikahnya berengan biar rame dan hemat biaya". Jessi
"Hahaaa.....". Kitapun ketawa barengan dan ngak terkecuali Novant dan kak Alex juga.
"Waw.. calonmu ngirit banget Lex (masih terkekeh)". Novant
"Isth biarin aja (sewot)". Jessi
"Sudah2 (Kak Alex menghentikan perdebatan)... jadi fhenis bagaimana sayang? soal uang kak akan memberikan kamu uang berapapun kamu mau, jangan khawatir kalau mang kamu tak mau merepotkan Novant hum (kembali ke pembahasan inti)". Entahlah kak Alex membuatku terharu sekaligus bertanya apakah memang benar2 kita ini saudara sehingga kak Alex begitu baik padaku dan memperlakukan aku layaknya seorang adik perempuannya.
"Ha.. apa maksudnya?". Novant
"Sudahlah Nov, yang paling penting adalah fhenis merasa nyaman". Jessi
"Baiklah aku mau". Aku memang harus memberikan kasih sayang sepenuhnya buat baby jangan sampai dia tumbuh dan merasa kurang kasih sayang. lagian kak Alex ada buat membantuku, Aku semakin yakin ada hal besar yang menantiku di masa depan. sedangkan Novant terdiam dan ikut setuju dengan kak Alex yang penting aku nyaman, itulah yang aku sukai dari mereka yaitu pengertiannya walaupun awal2nya ngak mau setuju dengan apa yang aku mau.
________________________________
__ADS_1
Sorry baru Up gaess...😁