PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Hari Pertama Bekerja.


__ADS_3

"Oh Astaga Bisa2nya Aku Telat Bangun".


Aku Langsung Bergegas Setengah Berlari Menuju Kamar Mandi, Setelah Tersadar Kalau Aku Bakal Telat Pergi Kerja Di Hari Pertama. Aku Hanya Sikat Gigi Cuci Muka Ganti Pakaian Kantor Dan Jangan Tanya Apakah Aku Dandan Cantik Di Hari Pertama Aku Kerja Jawabannya _No. Bahkan Untuk Mandi Saja Aku Tidak Sempat Lagi, Oh Tuhan Hari Ini Aku Sangat Bobrok Sekali. Aku Hanya Memakai Bedak Dan Lipstik Seadaanya Agar Tidak Benar2 Terlihat Kacau Dan Berantakan Hahaa..


Om Dan Tante Yang Melihatku Buru2 Pergi Sambil Berlari. Mereka Melihatku Dengan Wajah Bingung. "Ada Apa Fhenis? Kenapa Lari2? Pelan2 Saja Nanti Kamu Jatuh". Seru Om Bingung Dengan Tingkahku.


"Om.. Tante.. Saya Pamit Dulu Yah". Aku Bahkan Tidak Perduli Dengan Langkahku Sekarang, Pokoknya Aku Harus Cepat2 Nyampe Kantor Hanya Itu Yang Aku Pikirkan.


"Sarapan Dulu Nak Nanti Kamu Sakit.!". Seru Tante, Aku Menghentikan Langkahku. Entahlah Aku Merasa Bahagia Saat Tante Memperhatikan Aku Dan Kawatir Dengan Keadaanku.


"Jangan Kawatir Tante Saya Akan Baik2 Saja, Nanti Sarapan Diluar Saja. Maaf Tidak Bisa Bergabung Karna Fhenis Sudah Hampir Telat". Aku Yang Sudah Agak Jauh Dari Mereka Memiliki Untuk Berbalik Dan Mencium Tangan Tante Dan Om Bergantian Dan Pamit "Doain Fhenis". Pintaku. "Iya.. Pasti Nak, Doa Terbaik Untukmu". Jawab Tante Sambil Mengelus Rambutku Lembut.


"Ya Alloh Rasanya Nyaman Sekali, Ingin Lama2 Dalam Posisi Ini". Batinku Dalam Hati, Aku Tidak Mengerti Perasaan Apa Ini? Aku Bahagia Saat Tante Memanggilku Dengan Sebutan Nak Rasanya Bahagia Dan Sesak. Padahal Di Kampung Mamaku Sering Memanggilku Dengan Sebutan _Nak Ataupun Sayang Dan Membelai Rambutku Setiap Saat Bukan Cuman2 Sekali Atau Dua Kali. Tapi Rasanya Tidak Sama Dengan Perasaanku Hari Ini, Entahlah. Hanya Tuhan Yang Tau Perasaan Ini Karna Aku Sendiri Tidak Mengerti.. Aku Sangat Semangat Ke Kantor Walaupun Aku Akan Sedikit Terlambat Mungkin..


Flashback


Aku Tidak Bisa Tidur Dengan Tenang, Aku Sangat Deg Degan Memikirkan Hari Esok Yaitu Hari Dimana Aku Menjadi Sekertaris. Ini Pengalaman Pertamaku, Makanya Aku Sangat Gelisah. Jam Sudah Menunjukan Pukul Sebelas Lewat Aku Berusaha Memejamkan Mata Tapi Tetap Saja Terjaga. "Ya Alloh Tolong Aku, Jangan Biarkan Aku Begadang Terus Seperti Ini". Aku Berdoa Sambil Terus Memejamkan Mata Dan Akupun Tertidur. Saking Nyenyaknya Aku Tidur Sampai2 Aku Telat Bangun "Oh Sialnya Aku". Keluhku Kesal


Flashback And



"Haa...Haa". Napasku Terengah-engah Berlari Menuju Ruangan Kerjaku, Saat Aku Sampai Aku Tidak Melihat Bosku Mungkin Dia Belum Datang Pikirku. "Syukurlah, Tuhan Berbaik Hati Menyelamatkan Aku Hari Ini". Aku Bicara Pada Diri Sendiri Sambil Mengusap Dadaku Yang Berdengung Tak Teratur, Aku Mengatur Napasku Agar Kembali Stabil Lagi.


"Selamat Pagi..!". Astaga Suara Itu? Apa Dia Tau Kalau Aku Telat? Yah Alloh Baru Ajah Aku Bersyukur Padamu, Tapi Bosku Ternyata Sudah Ada Disini Rupanya. Mati Aku Hiks Hiks, Apakah Aku Bakal Dipecat Sekarang Juga? Bahkan Aku Belum Melakukan Apapun Dikantor Ini.


"Pa...pagi Pak". Aku Benar2 Gugup, Mungkin Mukaku Sudah Sangat Pucat Sekarang. Aku Yakin Dengan Itu.


"Kenapa Mukamu Pucat? Apa Kamu Sakit?". Bosku Bertanya Dengan Alis Yang Sudah Menyatu, Dia Meletakkan Punggung Tanganya Didahiku. Perlakuan Macam Apa Ini? Tidak Sopan Mentang2 Bos, Main Sentuh2 Ajah Sembarang Ini Membuatku Semakin Gugup Saja.


"A...aa Ti...dakk Pak Sa..ya Hanya". Jawabku Terbata2, Tatapannya Membuatku Takut.


"Umh Apa Kau Gugup?". Apa Perlu Bertanya, Tentu Saja Aku Gugup Bahkan Sangat Gugup Dan Takut


"I...yah Pak". Aku Menjawabnya Dengan Cepat Tapi Masih Gugup.


"Tidak Usah Takut Ataupun Gugup, Ini Hal Biasa Dihari Pertama Kerja. Semua Orang Pasti Pernah Merasakannya". Lalu Bosku Terdiam Sebentar Sebelum Melanjutkan Kata2nya. "Dan Selamat Datang, Selamat Bekerja. Bekerjalah Dengan Baik". Selesai Bicara Dia Langsung Pergi Keruangan Kebanggaanya. Aku Merasakan Beban Dipundakku Terangkat Sekarang.

__ADS_1


"Jadi Bosku Itu Sangat Ramah Dan Baik Yah, Bahkan Dia Sampai Ngecek Keadaanku Juga. Hmm Walaupun Sedikit Tidak Sopan Begitu Huff". Batinku Dalam Hati, Aku Duduk Dimeja Kerja Memeriksa File2 Diatas Mejaku


Setengah Jam Kemudian Telpon Dimejaku Berdering..


Kring..


Kring..


Kring..


"Iyah Pak?".


"...."


"Baik Pak". Selesai Menerima Telpon Itu Aku Langsung Menuju Ruangan Bosku. Aku Merapikan Pakaianku Sejenak Sebelum Mengetuk Pintu.


Tok..


Tok..


"Masuk". Bosku Menyuruhku Untuk Masuk. Aku Melangkah Menuju Meja Bos Masih Grogi Dan Kaku. "Oyah, Ini File2 Yang Harus Kamu Pelajari. Kalau Kamu Tidak Bisa, Kamu Bisa Bertanya Padaku Langsung". Sambil Menyerahkan File2 Ditangannya.


"Baik Pak". Aku Menerima File2 Itu. "Apa Ada Lagi Pak?". Tanyaku Sebelum Izin Untuk Permisi. "Tidak. Keluarlah". Aku Melihat Dia Mengotak Ngatik Leptop Didepannya. "Kalau Begitu Saya Permisi Pak". Lanjutku Meminta Izin Undur Diri, Aku Sudah Di Depan Pintu Dan Hendak Membuka Pintu, Tanganku Sudah Memegang Handle Pintu.


"Tunggu..!". Seru Bos Kearahku, Membuatku Kaget Saja.


"Iyah Pak?". Dengan Muka Kagett. "Apa Tadi Kamu Telat?". Mukaku Yang Awalnya Kaget Berubah Jadi Takut Dan Gugup. Aku Bahkan Tidak Berani Menjawab Pertanyaannya, Aku Membeku Di Tempat.


"It's Ok, Tidak Apa2 Untuk Hari Ini Saya Maklumin. Tapi Jangan Diulangi Lagi, Belajarlah Untuk Mandiri Dan Menghargai Waktu Slalu Tepat Waktu". Lanjut Bos Berujar Tentang Kelalaianku Dihari Pertama Kerja. Aku Masih Saja Berdiri Didepan Pintu Tampa Bergerak Sedikitpun.


"Kenapa Fhenisia? Apa Kamu Masih Ingin Berdiri Disitu Tapi Sampai Kapan?". Entahlah Aku Tidak Bisa Menjawab Dari Pertanyaan Bosku Sekarang.


"Keluarlah Jangan Berdiri Terus Disitu, Sebelum Aku Menyuruhmu Menjadi Patung Manusia". Apa2an Bosku Ini Ingin Menyuruhku Jadi Patung Manusia Yang Benar Saja, Sungguh Konyolnya.


"Terimakasih Pak Atas Kebaikannya". Aku Benar2 Berterimakasih Pada Bosku Karna Memaklumi Keterlambatanku. "Saya Tidak Sebaik Yang Kamu Pikirkan". Jawab Bosku Dengan Seringainya.


"Kalau Gitu Saya Permisi Pak". Aku Menundukkan Kepala Sebentar Kearah Bosku Dan Membuka Pintu, Semoga Saja Tidak Di Panggil Atau Di Tanya Lagi Kalau Tidak Aku Akan Menangis Sekarang.

__ADS_1



Flashback


Hari Ini Aku Sudah Siap2 Untuk Interview, Yaps Sekarang Aku Berada Didepan Tepat Dengan Orang Yang Bakal Menginterviewku. Jangan Tanya Apakah Aku Gugup, Tentu Saja Jawabannya Yes Bahkan Sangat2 Gugup.


"Baiklah, Aku Sudah Periksa Semua Data2mu". Bapak Yang Menginterviewku Membuka Suara.


"..."


"Besok Kamu Sudah Bisa Bekerja". Lanjutnya, Aku Masih Diam Mungkin Saja Dia Masih Mau Melanjutkan Kata2nya Dan Benar Saja Dugaanku. "Kamu Akan Menjadi Sekertarisku, Untuk Peraturan Dan Sistim Kantor Nanti Saya Suruh Sean Memberi Tahumu". Lalu Dia Tersenyum Dan Memanggil Orang Yang Bernama Sean Itu.


"Sean..!!". Serunya Memanggil Sean2 Itu.


"Iyah Pak". Jawab Orang Bernama Sean, Oh Ternyata Dia Cowo Tampan Tapi Sepertinya Dia Orang Kaku Liat Ajah Wajahnya Bahkan Tidak Berekspresi.


"Beri Tau Dia Apa Aja Kententuan, Peraturan Dan Sistim Dikantor Kita". Pinta Bosku pada Sean Itu. "Baik Pak". Membungkuk Dan Pamit Undur Diri. "Mari Mbah Ikuti Saya". Sean Mengajakku Untuk Ikut Dengannya, Aku Mengikuti Dari Belakang Setelah Undur Diri Juga Tentunya.


Flashback And


_____😚😚__



Sejauh Ini Bagaimana Tanggapan Kalian


Tentang Novel Ini Teman2..?πŸ’žπŸ’ž


Langsung Kament Yah Supaya Aku Tahu😁


And Tunggu Next Chapternya Yah😊..


Semoga SukaπŸ‘


πŸ‘‡


πŸ‘‡

__ADS_1


__ADS_2