
Malam di hari kedua.
"Kenapa kalian tidak pulang? hiks hiks apakah Daddy juga membenciku seperti momi dan Xenan?". Air mata ini terus saja mengalir dalam kesendirian dan rasa kesepian yangku rasakan tubuhku bergetar takut saat aku merasakan ada seseorang yang sedang berjalan mendekati kearah kamarku, Aku sama sekali sudah tidak percaya kalo keluargaku akan kembali menemuiku.
Krekkk... (Pintu dibuka)
"Sayang apa kamu sudah tidur?". Suara itu? itu suaranya Daddy.
"Daddy...". Teriakku senang dan aku menghempaskan selimut lalu memeluk Daddy yang sudah duduk di sebelahku.
"Maafkan Daddy karna baru pulang sayang (Mencium pucuk kepala)". Daddy
"Daddy... bukan Cris yang mendorong Xenan hiks hiks". Aku menangis dan mengadu pada Daddy yang sebenarnya.
"Iya sayang Daddy tau (membelai) kamu tidak akan mencelakai adekmu". Daddy mempercayaiku? lalu kenapa momi tidak mempercayaiku? apa momi tidak sayang aku? pertanyaan ini muncul di otakku yang masih polos.
"Lalu kenapa momi mengatakan Cris pembunuh Dad?". Wajah Daddy seketika berubah sendu.
"Maafkan momimu sayang (memeluk) mungkin itu karna momi sedang ketakutan, Ayo kita tidur". Daddy mengajaku tidur dan akupun nurut dan tidur dipelukan Daddy, Tidurku nyenyak tampa mimpi buruk lagi.
Paginya_
Saat aku terbangun, aku tidak lagi melihat daddy disebelahku.
__ADS_1
"Daddy". gumamku dan beranjak dari tempat tidur
"Daddy...! (memanggil) Daddy hiks hiks". teriakku memanggil Daddyku sambil menangis.
"Apa tadi malam hanya mimpi?". Gumamku lagi dan berjalan keluar kamar untuk menuju lantai bawah, sama sekali tidak ada orang yangku lihat. "Daddy jadi kau hanyalah mimpiku?". Aku terdiam mengingat mimpi yang nampak seperti nyata untukku.
Aku merasa lapar jadi aku membuat sarapan dari roti dan juga selai masih kaya pagi yang kemarin dan mememanaskan air buat bikin susu saat aku menuangkan air dalam gelas tak sengaja tanganku menyenggol gelas yang berisi air panas dan terjatuh tepat di bawah kakiku seketika rasa panas itu menjalar memberikan rasa panas dan sakit yang bersamaan. "Aaaaaa.... panas....". teriakku kesakitan. akupun berlari tersendat2 menuju Westafel lalu menyiram kakiku dengan air, rasa panas dan sakitnya sama sekali tidak hilang yangku rasakan.
"Momi.. hiks hiks Daddy kaki Cris sakit hiks hiks". Tangisku pelan, Aku berjalan menuju pintu utama untuk keluar minta tolong. Aku membuka pintu dengan sisa2 tenagaku pada saat pintu terbuka dan aku mau keluar tiba2 kepalaku terasa pusing berputar2, semua kejadian yang terjadi menari2 dikepalaku seakan ingin mengejek ketidak berdayaanku dan akupun tak sadarkan diri lalu ambruk.
Brukkkk...
_______________________________
Rumah sakit_
"Momi...!". Panggilku pelan sambil menyentuh kepalanya. wanita itupun terbangun dan tersenyum ramah kearahku Ini bukan momi, lalu siapa wanita ini?. batinku
"Udah bangun juga kamu sayang". wanita itu memanggilku sayang padahal aku sama sekali tidak mengenalnya, dia cantik juga ramah.
"Tante siapa?". tanyaku heran dan juga bingung.
"Oh nama tante Fhanesa, panggil aja tante Nesa (mengulurkan tangan) nama kamu siapa?". Fhanesa
__ADS_1
"Nama saya Cris (mengulurkan tangan juga)".
"Nama yang bagus, tapi sekarang sebaiknya Cris makan dulu baru setelah itu minum obat yah". Tante ini sangat baik, tapi kemana orang tuaku? kenapa mereka tak datang menemuiku? padahal aku sedang sakit?. "Kenapa sayang? kok murung". Tante itu membuyarkan lamunanku.
"Apa momi dan Daddy tidak datang menemuiku Tante?".
"Ahm... mungkin momi and daddynya bentar lagi datang, karna tante tadi pagi nemuin kamu lagi tergelak di pintu utama rumahmu". Fhanesa
"lalu kenapa Tante datang kerumahku?". bahkan saat aku sakit keluargaku tak mau datang menemuiku, apakah mereka hanya perduli pada Xenan?
"Tante bukan sengaja datang kerumahmu, tadi pagi tante lewat depan rumahmu eh Tante liat kamu tergeletak depan pintu rumah. yah udah Tante masuk panggil2 orang rumahmu tapi tak ada yang jawab jadi tante bawah kamu kerumah sakit". Fhanesa
"Oh". hanya itu yang mampu aku ucapkan
"Bagaimana kakimu bisa melepuh sayang?". Akupun menceritakan semuanya pada tante Nesa semua yang terjadi padaku dan tante Nesa agak terkejut mendengarnya.
"Bukan aku yang mendorong Xenan Tante hiks hiks". tangisanku kembali pecah karna ini pertama kalinya ada yang mendengarkan ceritaku. "Aku takut (memeluk Tante Nesa sangat erat)".
"jangan takut sayang kamu akan baik2 saja". Tante Nesapun memelukku erat, aku merasa nyaman dipeluk Tante Nesa. "Siapa nama orang tuamu?".
________________________________
Untuk masa lalu Alex mungkin masih ada 1 part lagi yah.. dan ini masih banyak misteri yang belum terpecahkan Hihii...
__ADS_1
Apa teman2 masih ingat siapa wanita yang bernama Fhanesa ??
Btw untuk yang suka baca cerita horor jangan lupa mampir di novelku yang berjudul kesurupan atau klik aja profilku.. see next chapter teman2ku😘😘