
~•FATIN•~
"Fatin!". Seseorang memanggil Fatin dan tentunya Fatin kenal suara itu.
"Eh, kak Angel". Jawab Fatin kaget, karna Fatin pikir tidak ada siapa-siapa dirumah.
"Kamu sedang ngupat-tin apa'an?". Tanya Angela penasaran, Angela tau pasti ada yang membuat adek sepupunya marah, makanya pulang dengan kesal dan mengoceh sebel kaya gitu.
"Bukan apa-apa kak". Fatin
"Kamu yakin tidak apa-apa? Btw.. bajumu kenapa?". Angela masih penasaran.
"Oh ini (Menunjuk bajunya) tadi seseorang menabrakku lalu minumanku tumpah mengenai bajuku". Jawab Fatin malas lalu duduk di sebelah Angela, jadi Angela sudah tau kenapa adeknya itu pulang dengan wajah kesal dan mengumpat sebel. "Ngomong-ngomong kok rumah sepi?". Fatin mengedarkan pandangannya seluruh ruangan.
"Mama sama papa baru aja keluar". Angela
"Oh". Jawab Fatin singkat.
"Jadi ini yang namanya Fatin!". Seseorang berseruh dari arah dapur sepertinya habis dari kamar kecil.
"Eh, siapa itu kak Angel?..". Kedua kalinya Fatin kaget karna disapa tiba-tiba sama orang dalam rumah "Apa itu pacar kak angel?". Fatin
"Iya (Mengangguk) btw.. Fatin kenalin, ini kak Rio pacarnya kak Angel. Rio ini Fatin adik sepupuku". Angel memperkenalkan Rio pada fatin.
"Salam kak, aku Fatin". Fatin mengulurkan tangan pada Rio, yang di sambut hangat oleh Rio dengan senyum tampannya itu.
"Salam, aku Rio pacar Angel". Jawab Rio ramah "Senang bertemu denganmu Fatin". Lanjut Rio dan melepaskan jabat tangan tersebut
"Senang juga bertemu denganmu kak Rio". Jawab Fatin lalu pamit ke kamarnya "Kak Angel, kak Rio, aku ke kamar dulu. Permisi". Fatinpun berlalu meninggalkan Rio sama Angela yang masih stay di ruang tamu rumahnya Angela.
.
.
.
~•Dinner together•~
Fhenis sama Novant udah sampai duluan di restaurant, tentunya yang jadi pilihan adalah restaurantnya Novant sendiri. Novant berjalan masuk ke restaurantnya di sambut oleh manager restaurant.
"Selamat datang pak Novant". manager
"Terimakasih, tidak perlu menyambut saya seperti ini pak, marton". Novant berucap karna menurutnya sangat berlebihan kalo di sambut kaya gini.
"Iya pak, mari saya antar ke meja bapak". manager
__ADS_1
"Tidak perlu sesungkan itu pak Marto, saya bisa pergi sendiri, terimakasih (Tersenyum)". Novant
"Baik pak, kalo gitu saya persilahkan". pak manager atau pak Marto itu mempersilakan Novant dan meminta karyawan menyiapkan makanan pesanannya Novant.
Novant memegang tangan Fhenis dengan mesranya dan berjalan menuju ke meja yang sudah di sediakan sesuai permintaannya. Beberapa saat kemudian makanan sudah keluar semua, Fhenis tercengang melihat makanan sebanyak itu.
"Sayang, makanan sebanyak ini? apa kamu yakin kita berempat mampu menghabiskannya?". Fhenis bertanya bingung dengan kening berkerut karna melihat meja yang di penuhi dengan makanan. Apalagi meja yang di pesan Novant adalah meja panjang, menu yang di pesan terlalu banyak untuk ukuran porsi empat orang. "Apakah kita sedang melakukan mukbang? sehingga pesan makanan sebanyak ini?". Fhenis menunjuk menu yang tersaji.
"Iya sayang, kita akan mukbang". Novant menjawab sambil terkekeh dan mengusap pelan kepala Fhenis.
"Sayang.. ishtt serius?". Fhenis masih tidak percaya dengan jawaban calon suaminya itu-Novant, Fhenis merapikan makanan yang sudah tersaji agar terlihat rapi tatanannya.padahal makanan itu sudah tertata rapi oleh karyawan resto calon suaminya yaitu Novant.
"Haii.. apa sudah lama menunggu?". Sapa Sarah pada Fhenis juga Novant yang sudah menunggu mereka datang. "Sorry kita telat, tadi ngantarin putriku ke rumah Omanya". Lanjut Sarah berucap.
"Ngak papah mba, mba sama mas Frans bagaimana kabarnya? sudah lama banget kita ngak bertemu semenjak mba kembali ke Malay". Fhenis cipika-cipiki dengan Sarah lalu berjabat tangan dengan Frans.
"Alhamdulillah Fhenis, kita semua baik-baik saja". Sarah
Novant juga bersalaman dengan Frans dan cipika-cipiki dengan Sarah lalu memeluknya. Fhenis tau kalo Novant ma Sarah sudah kaya saudara karna mereka sahabatan. Jadi tidak ada rasa cemburu melihat pemandangan di depan matanya itu dan mungkin juga Frans sama seperti Fhenis tidak ada rasa cemburu sama sekali.
"Fhenis selamat yah, atas pertunangan kalian. Aku senang banget Novant mendapatkan calon istri sebaik kamu, maaf yah kita ngak bisa hadir di acara lamaran kalian berdua. Aku turut berbahagia buat kalian berdua". Sarah bicara tulus pada Fhenis.
''Ngak papah, makasih banyak, mba memberikan doa saja aku sudah sangat senang. Btw maaf aku ngak bisa bawah baby ikut serta karna tadi sudah tidur". Fhenis menyesal karna ngak bisa membawa baby bersamanya karna memang baby sudah tidur sebelum datang jadi Fhenis ngak tega membawanya juga.
"Iya mba (Tersenyum) Oya silakan duduk mba Sar...". Fhenis belum selesai menyuruh Sarah sama Frans untuk duduk, datang lagi dua orang yang sangat di kenalnya. "Kak Alex? Jessi? kalian juga datang?". Tanya Fhenis pada dua orang yang berjalan semakin mendekati kearah dirinya berdiri.
"Iyah". Jawab Alex ma Jessi barengan "Apa calon suamimu tidak memberi taumu, kalo dia mengajak kita juga?". Tanya Jessi bingung melihat ekspresi Fhenis kaya gitu. Alex ma Novant hanya tersenyum, tentu saja Novant tidak memberi taukan hal itu pada Fhenis.
"Tidak (Menggeleng) sayang bisa di jelaskan?". Tanya Fhenis pada Novant dengan wajah cemberut, Itulah alasan kenapa Novant pesan makanan banyak. Karna bukan cuma berempat mereka makan melainkan ada Alex juga Jessi.
"Aku lupa sayang". Jawab Novant berdusta padahal dia sengaja ngak kasih tau Fhenis.
"Ya sudah sini, peluk kakak, jangan cemberut kaya gitu". Alex
Fhenis pun memeluk Alex dan di balas ciuman ringan oleh Alex dipucuk kepalanya. Kemudian Fhenis juga memeluk Jessi dan berbisik "Apa kakakkku sudah memberi tanda-tanda padamu?". Tanda-tanda maksud Fhenis yaitu Alex melamar Jessi.
"Hehee... rahasia". Jawab Jessi tak kalah berbisik dan membalas pelukan Fhenis.
"Sebaiknya kita duduk". Novant
Semuanya ikut Novant duduk, tidak satupun diantara mereka yang menyentuh makanan.
"Ada apa? apa masih ada yang datang?". Tanya Fhenis lagi
"Iya sayang". Jawab Novant
__ADS_1
"Siapa?". Tanya Fhenis penasaran, yang Fhenis tau acara makan malam ini hanya di hadiri oleh Sarah sama Frans. Fhenis ngak tau kalo Alex juga Jessi ikut dan masih ada lagi yang di tunggu. "Siapa lagi?". Batin Fhenis
"Apa kita benar-benar telat?".
"Tidak juga". Novant bangkit niatnya mau memeluk dan mengucapkan selamat datang kembali pada laki-laki pemilik suara itu tapi keduluan sama Fhenis. Awalnya Fhenis ngak sadar siapa yang datang. Saat Fhenis tau siapa pemilik suara itu dia langsung bangkit dan berbalik badan lalu,
Brruukk ..
"Rio... ". Fhenis menabrakkan dirinya pada laki-laki yang sangat dirindukannya itu, sudah beberapa hari Fhenis dan Rio tidak saling mengabari. Tentu saja Rio sengaja karna dia mau memberikan kejutan dengan kepulangannya pada Fhenis.
"Heiii.. kau memelukku begitu erat, aku susah bernapas". Pelukan Fhenis memang sangat erat, Rio tidak berbohong kalo dia susah bernapas.
"Maaf, kenapa kamu tidak memberitahuku kalo kamu akan pulang? apa kamu sengaja". Fhenis melepaskan pelukannya pada Rio.
"Iya". Rio
"Jadi itu alasannya kenapa kamu ngak pernah ada kabar beberapa hari ini?". Fhenis
"Iya". Rio
"Lalu kenapa kamu bisa tau kalo kita ada disini? ! Memicingkan mata) apa Novant tau atau kak Alex tau?". Fhenis bertanya tampa mempedulikan keadaan sekitar, padahal dia sedang di perhatikan. Fhenis lupa kalo sekarang dia sedang bersama yang lainnya.
"Iya". Jawab Rio tampa mencerna pertanyaan Fhenis
"Iya apa?". Tanya Fhenis lagi
"Eh, maksudnya itu, iya bang Novant ma bang Alex tau dan yang yang lainnya juga tau". Jawab Rio sambil tersenyum salting "Btw, Fhenis liat siapa yang bersamaku". Rio menunjuk Angela di sampingnya yang dari tadi hanya diam memperhatikan tingkah Fhenis sama Rio.
"Oh, hay.. maafkan aku (Bersalaman, cipika-cipiki) Bagaimana kabarmu? kenapa tidak memberi tauku kalo kamu juga sudah di Indonesia?". Fhenis
"Sebenarnya aku mau memberitaukan kepulanganku tapi Rio bilang jangan, yaudah mau ngak mau aku nurut apa kata Rio. maaf yah Fhenis". Angela
Angela sudah akrab sejak pertama kali Rio perkenalkan mereka berdua. Fhenis dan Angela sering bertemu kao pulang ke Indonesia.
"Kamu juga kerja sama dengan Rio? benar-benar ngak bisa di percaya kalo kalian semua bekerja sama Hehee.. bisa-bisanya aku tidak sadar". Fhenis
"Ya begitulah". Jawab Angela sambil terkekeh dan menunjukan deretan giginya yang putih.
•
•
•
•
__ADS_1