
Hari ini Farel nelpon mau main di tempatku (Rumah Novant) Farel juga udah tau soal hubungan aku sama Novant begitupun tante/om dan juga opa. Aku memberitau semua keluargaku, Aku tak ingin mereka tau dari orang lain tentangku.
"Siapa sayang?". Novant
"Farel sayang, Dia mau main kesini kangen katanya".
"Oh... Sepertinya aku memiliki banyak saingan nih sayang". Novant ini bicara apa sih kok tiba2 bilang banyak saingan. Saingan di urusan bisnisnya kah?
"Saingan? Maksudnya sayang? Di bisnismu kah?".
"Ah.. bukan sayang, tapi saingan mendapatkan cintanya kamu. Abisnya cintamu banyak cabangnya pertama buat baby boy lalu Farel kemudian Alex dan juga Rio". Astaga kenapa Novant menampakkan muka sok imutnya itu tuhan. Ya Allah ingin rasanya ta cubit jantungnya biar dia tau kalo aku sangat mencintainya dan dia juga mengetahui kalo aku mencintai mereka dengan caraku sendiri, tentu saja beda antara cinta untuk kk/adek dan juga untuk teman tapi dia malah sok cemburu begitu. Aku tau Novant tidak benar2 cemburu pada mereka tapi dia suka bertingkah seakan2 dia cemburu.
"Ishtt.. Kamu nih sayang ta kirain apa". Aku mengacak rambutnya Novant gemes, Ini sudah menjadi kebiasaan baruku yaitu mengacak rambutnya Novant. Aku juga sering melakukan ini pada Farel, Ini kebiasaan yangku lakukan pada kak Azkal/Rio dulu jadi kebawah ke mereka juga. Iya aku tau itu tidak sopan tapi sebelumnya aku sudah meminta izin dan memberi tau kalo suka ngacak rambut jadi mereka tidak keberatan. Hanya kak Alex yang tidak pernah aku perlakukan seperti itu walaupun mungkin kak Alex tidak akan keberatan kalo aku mengacak rambutnya.
"Jadi sayang Farel datang jam berapa?". Novant
"Mungkin bentar lagi nyampe soalnya tadi dia nelpon udah di jalan menuju kesini".
Beberapa menit kemudian bel rumah berbunyi, Mungkin itu Farel. Aku bergegas menuju pintu utama karna memang kita lagi duduk diruang tengah menunggu kedatangannya. Aku sangat merindukan anak itu, apalagi mengingat senyum tampan dan wajah imutnya itu bikin meleleh, Seandainya dia bukan adek sepupuku sudahku karungin bawa pulang saja Hahahaa....
Ting.. tong..
Ting.. tong..
"Farel!! kk kangen (Berhambur memeluk)".
"Iya Farel juga kangen (Membalas memeluk) Tapi kak itu, Aku bisa kehabisan napas nih". Astaga saking kangennya aku sampai lupa kalo aku memeluk Farel sangat kencang sampai2 dia sulit bernapas.
"Hehee (Cengengesan) maaf kk terlalu bahagia". Aku melepaskan pelukanku pada Farel
"Tak apa, Jadi Farel ngak di suruh masuk ni? (Tersenyum tampan)". Farel
"Kok ngomongnya gitu ayo masuk". Aku menarik tangan Farel masuk kedalam rumah, Anak ini sangat sibuk jadi jarang bisa bertemu dengannya entah kesibukan apa yang dijalaninya padahal dia ngak kerja yangku tau.
________________________________
.
__ADS_1
.
.
.
Novant POV on_
Aku melihat Fhenis menarik masuk Farel dalam rumah setelah adegan lepas rindunya pada Farel, Fhenis terlihat sangat bahagia. Melihat Fhenis bahagia dan tersenyum lebar begitu membuatku ikut bahagia juga. "Tetaplah bahagia sayang". Batinku, dan menyapa Farel.
"Farel.. Apa kabar lama tak jumpa". Farel menghampiri lalu memelukku, Fhenis yang melihatnya tersenyum.
"Bang Novant jahat banget ya padahal kak Fhenis baru ngumpul sama kita tapi langsung di pisahkan gitu. Btw jaga kakakku dengan baik, Jangan sampai aku melihat atau mendengar dia sedih Bang. Kalo tidak bang Novant akan tau akibatnya (Tersenyum)". Anak ini kalo bicara ngeri juga yah, Dia orangnya jarang bicara sekalinya bicara langsung ngancam begini. Caranya bicara ngak beda jauh dengan Alex sama2 posesif pada orang yang mereka sayangi. Aku tau Farel sangat menyayangi Fhenis jadi wajar dia tidak suka ada orang yang berani memperlakukan Fhenis tidak adil.
Aku sama Farel bukan baru kenal kemarin sore, Aku sudah mengenal anak ini dari dia lahir. Tapi Fhenis tidak tau soal itu dia hanya tau kalo aku baru kenal Farel pas menjalin hubungan dengannya, Aku melepaskan pelukanku pada Farel.
"Aku buatkan minuman dulu". Fhenis berlalu menuju dapur meninggalkan aku sama Farel berdua. Aku berniat mempersilakan anak itu untuk duduk tapi anak itu dengan gaya songongnya langsung duduk sendiri. "Ah aku lupa kalo sifat anak ini 11-12 dengan Alex sama2 songong, Suka bertingkah seenaknya padahal ini rumahku. Tapi aku tidak pernah keberatan karna Farel sudah aku anggap adik sendiri bagaimana tidak aku melihat dia tumbuh besar bersamaku dan Alex.
"Tenang adik ipar (Tersenyum) Abang tidak jahat, Kalo Abang jahat berarti Abang tidak mencintainya hm. Abang tidak bermaksud memisahkan kalian kok toh kamu bisa datang kesini setiap hari".
"Dasar bocah (menoyor kepalanya) datang kesini cuman mau main game loh? loh dengar ngak omongan abang tadi? kamu bisa datang kesini kapanpun kamu mau, Jangan sampai merasa kalo Abang pisain kamu sama Fhenis. Ingat... ". Aku kembali menegaskan omonganku yang tadi, Aku ngak mau dia merasa kalo aku memisahkan dia dengan Fhenis.
"Siapa bilang orang aku kangen kk ku. Aistt.. dengar aku bang, Cerewet ah.. macam emak2 aja (Wajah datar)". Farel
Fhenis yang tadi buat minuman sudah kembali dengan 3 gelas minuman dan beberapa cemilan ringan untuk kita makan. Kitapun ngobrol2, Farel yang aku tau tak banyak bicara sekalinya kalo sudah sama Fenis Maa Syaa Allah benar2 ngakku duga sebelumnya. Dia bicara panjang kali lebar kali tinggi sama Fenis bahkan mengabaikan aku yang lagi memperhatikan mereka. Aku biarkan saja lagian Fhenis kan lebih banyak menghabiskan waktunya bersamaku dan baby jadi kalo Fhenis bersama keluarganya aku mau dia juga menikmati waktunya.
"Farel percayalah Abang akan jaga Fhenis dengan baik, Abang janji sama kamu". Batinku, tak terasa sudah 1 jam terlewatkan saat kita bersama.
"Farel duduk aja dulu sama Novant kk mau nyiapin makan siang, Kamu makan siang disini yah". Fhenis
"Ok (Tersenyu)". Farel
Fhenispun bangun dan melangkahkan kakinya menuju dapur, Sepertinya dia siap2 bertempur dengan alat dapur kali ini. Aku mengajak Farel main game buat mengisi waktu kosong sambil menunggu wanitaku selesai masak.
"Rel main game yuk".
"Yakin gak takut kalah bang". Farel
__ADS_1
"Mau taruhan?".
"Ok (Antusias)". Farel
Aku sama Farel memulai main game Favoritnya Farel. Bocah ini jago banget mainnya sampai2 aku kalah 2 kali, Jelas dia sudah pro banget kalo akukan masih jauh kalo lawan dia.
.
.
Novant POV end_
______________________________
.
.
.
.
.
.
.
Authorkan pernah bilang mau kasih Visual buat tokoh Fhenis/Novant juga Alex dan Farel tapi author ndak tau mau kasih visualnya kaya apa takutnya ngak sesuai dengan harapan teman2 pembaca. Jadi kalo ada yang mau kasih Visual buat tokoh2 dalam ceritaku bisa langsung DM lewat Instagramku namanya Yefrias_amr atau bisa kirim lewat Wa'ku
๐๐
Bye-bye ta tunggu yah.
Btw kalo tembus 300 like 30 Coment author mau up secepatnya๐๐..
__ADS_1