PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Lanjutan pertunangan


__ADS_3

HAHAHAAA.... SORRY BARU BALIK UNTUK UP GUYSSS✌️😁 MAAFKANLAH AUTHOR YANG RADA JAHAT INI YAH... OK KITA LANJUT CERITA AJA DEH, SELAMAT MENIKMATI


.


.


.


Aku Sudah berdiri tepat di anak tangga terakhir di lantai 2 dengan Mama, kak Alex juga Jessi yang mengekor di belakangku


"Jangan gugup sayang, Liat tuh Novant udah ngak sabar nungguin kamu turun (Senyum)". Mamah


"Iyah mah, Fhenis ngak gugup lagi kok (Balas senyum)"


Akupun di sambut oleh Papah dengan senyum hangatnya. Jangan lupa dengan tatapan dan senyum yang mengembang dari seseorang yang tengah melihatku sekarang. Siapa lagi kalo bukan Novant, Dia tersenyum ke arahku tapi aku justru menundukkan kepala karna malu juga canggung menatapnya


"Ayo sayang". Sambut papah sambil mengulurkan tangannya padaku


"Iya pah". Aku berjalan di iringi sama Papah juga mamah masing2 sisih kiri/kananku, Dengan di ekorin sama kak Alek juga Jessi di belakang. Papah menuntunku berdiri di hadapan Novant yang sudah berdiri pula dari tadi memperhatikan aku. "Ya Allah.. Napa anak orang satu ini tampan sekali..? Seketika hatiku lemah bang.. Astaga napa aku jadi bucin gini sih?". Batinku sambil geleng2kan kepala


"Sayang.. Napa?". Bisik Papah


"Eh, Ngak pp Pah (Senyum canggung)"


"(Tersenyum) Kalo gitu, Ayo beri salam sama calon martuamu". Pintah papah


''Baik pah". Akupun memberi salam pada calon martuaku satu persatu dengan mencium tangannya masing2. Tangaku gemetar, Ngak bisakah biasa aja nih tangan?


"Maa syaa Allah nak, Kamu sangat cantik. Novant memang yang terbaik memilih calon mantu buat mamah. Tak sabar nimang cucu darimu nak (Bisik2)". Mamahnya Novant membisikkan kata2 yang mampu membuat bulu kudukku berdiri dengan cepat. Aku hanya membalas dengan senyum cantikku. "Ya Allah.. Mamahnya Novant ngak ada bedanya dengan di hp, Orangnya baik banget. Akupun tak sabar memberikan mamah martua cucu nih, Ahaha cepat nikahkan aku sekarang papah". Batinku dan tersenyum malu sendiri dengan apa yang aku pikirkan


"Ayo sayang duduk dulu". Pinta mamah Novant dan aku hanya menganggukkan kepala saja, Lagi2 dengan senyum manisku. Aku duduk di antara kedua orangtuaku, Maksudnya aku duduk di tengah2 antara Mamah dan Papah. Novantpun sama, Dia juga duduk di antara kedua orangtuanya. Jadi sekarang sudah di pastikan aku duduk berhadapan dengan Novant yang cuman di halangin sama meja saja. Aku sedikit canggung di liatin Novant terus dari tadi hehee


"Apaan sih? Issh dasar ahjussi.. Ngak lari juga aku, Ngapain diliatin terus? Lama2 bisa jadi salah tingkah aku diliatin terus". Batinku


"Ehem.. ehem.. Daripada di liatin terus Fhenisnya gimana kalo kita melangsungkan acaranya? Bukankah lebih cepat itu lebih baik?". Papah menyindir Novant dan membuat yang di sindir hanya cengir kuda dan jangan lupa dengan gerakan tubuhnya itu hahaa. Yaps.. benar, Novant salah tingkah karna di sindir papah. Oh tuhan, Syukurlah papah membantuku mengalihkan perhatian Novant dariku dari tadi


"Awas aja kalo acara dah selesai, Kubuat dia membayar atas apa yang dia lakukan sehingga aku jadi canggung gini. Minta di nikahin secepatnya biar mamah martua bisa nimang cucu dengan cepat juga, Eaakkk hihii". Batinku lagi


"Ah, Ehehee.. Maaf Papah martua (Cengir) Abisnya yang di depan Novant sekarang sangat cantik. Sampai2 mata mantumu ini susah berkedip😁". Novant


"Jadi selama ini aku ngak cantik gitu?" Batinku cemberut


Author: so guys disini fhenis lebih banyak bicara dalam hati yah☺..


.


.


.


________


Aku sama Novantpun bertukar cincin, Aku memperhatikan cincin yang ada di jari tanganku, Awalnya aku sempat bingung kenapa cincinya jadi yang ini? Kemana cincin yang aku pilih sama Novant? . "Cincinnya cantik dan juga elegan". Batinku, Sebenarnya aku sadar 100% ini bukanlah cincin yang pernah aku sama Novant pilihkan waktu itu. Ini cincin yang berbeda, Tapi aku tidak mau memusingkan hal itu, Yang terpenting sekarang aku menjadi tunangan resminya Novant. Nanti aku akan menanyakan perihal cincin tunangan itu pada Novant, Apa yang terjadi pada cincin itu?


"Nak, Cincin ini di berikan kakek buyutnya Novant sebagai hadiah pernikahan mamah dulu. Ini sangat berharga makanya mamah ingin kamu yang memakainya, mamah meminta sama Novant untuk memberikan cincin ini sebagai cincin pertunangan kalian. Apa kamu tidak menyukainya sayang?". Mamah Novant


"Oh.. Jadi ini alasannya kenapa aku sampai pake cincin ini. Jadi cincin ini sangat berharga yah buat mamah martua?". Batinku dan tersenyum. "Ah, tidak mah, Fhenis sangat menyukai cincin ini (Tersenyum tulus)" Jawabku jujur, Karna memang aku menyukai cincin ini


"Mamah senang dengarnya, Oyah sayang cincinya yang kalian pilih untuk pertunangan ini, Mamah membawahnya juga (Menunjukkan) Kamu juga harus menyimpannya". Mamah Novant


"Terimah kasih mah"

__ADS_1


"Iya sayang selamat atas pertunangan kalian yah (Memaluk)". mamah Novant memeluk lalu bergantian pada Novant, Ini pertama kalinya aku di peluk sama mamah Novant membuatku deg2an ser. Bukan karna jatuh cinta yah guys


"Makasih mah". Balasku


"Selamat yang princessnya mamah sama papah". Ucap mamah sama papah berbarengan, Dan menciumku bergantian. Lalu beralih ke Novant juga


"Selamat nak untuk kalian berdua". Papah mertua


"Makasih pah (Senyum tulus)" balasku bebarengan dengan Novant


"Selamat yah cucu opa, Opa ngak nyangka kalo cucu kecilnya opa sekarang udah besar dan bahkan sudah bertunangan. Opa imut bahagia untukmu sayang". Opa mencium keningku dan aku hampir saja menangis karna mengingat keluargaku yang dulu. Tapi aku mencoba untuk menahan air mataku dengan senyum yangku ukir indah di bibirku


"Makasih opa, Aku sayang opa (Memeluk)". Aku benar2 menyayangi opa sepenuh hatiku


"Iya sayang.. opa juga menyanyangimu, Baiklah berikan kesempatan yang lain juga memberimu ucapan selamat". Opa juga tak lupa mencium Novant dan memberiakan selamat


"Baik opa". Aku mengangguk sambil tersenyum, Lalu jessi maju untuk memberiku ucapan selamat


"Selamat yah sayangku sahabat terbaikku". Jessi memelukku. "Selamat yah Nov, Cepat2 dilamar, Ok". Jessi juga memberi selamat pada Novant juga


"Iyah beb, Cepat2 minta kak Alex buat lamar kamu juga". Bisikku pada Jessi, Dan hanya di balas kekehan sama Jessi


"Kamu juga dong Jes, Minta tuh, Dilamar juga". Novant


"Dia ngak peka Nov (Terkekeh) ngak kaya kamu". Jessi


"Ehem.. Ini mau beri ucapan selamat apa ngomongin aku? Btw selamat buat adeknya kk yang cantik (Memeluk) Selamat juga buat kamu bro (Memeluk Novant)". Alex


"Thanks bro". Novant


"Makasih kk ku yang baik hati juga tidak sombong. Kk juga cepat lamar Jessi dong". Akupun harus bisik2 dengan kk Alex


"Kan sudah di bilang Jessi, kkmu itu ngak peka sayang". Novant meledek kak Alex


"Kita liat aja nanti". Jawab kak Alex ngak mau kalah


Disana sudah berdiri seseorang dengan wajah kesalnya karna sudah berdiri dari tadi sambil menggendong baby boy. Siapa dia? Hahah dialah adekku yang sangat tampan juga imut itu, siapa lagi kalo bukan Farel. Jessi menyuruh Farel menggendong baby tadi sebelum dia bangun dan memberiku ucapan selamat. Lihatlah wajahnya sangat imut kalo mengembungakan pipinya dan juga memonyongkan bibir kaya gitu, pengen aku cubit2 pipinya gemes


Sedangkan ortu kita masing2 sudah duduk kembali setelah memberikan ucapan selamat, Opa juga sudah ikut duduk. Amh.. sebenarnya ada yang kurang di antara kita semua, Yaitu Roy, Roy sedang di luar negeri jadi ngak bisa ikut hadir di acara pertunangannya aku. Aku berharap dia memberikan ucapan selamat sekalipun lewat hp hehee, Tapi dari kemarin hp ataupun sosmednya gak aktif sama sekali


"Ehem... (Berdehem) Lama amat dah, Ini mau beri ucapan selamat apa mau ngerumpi dulu? Farel juga ingin memberikan ucapan selamat tau (Cemberut)". Farel


"Eh, Ternyata masih ada orang mau memberi ucapan selamat yah?". Godaku pada Farel


"Kak..". Farel


"Sayang.. jangan menggoda bocahku kaya gitu (Mengambil baby dalam gendongan Farel)". Novant


"Aku bukan bocah lagi yah bang". Farel


"Tapi kamu tetap bocah bagiku". Novant


"Ngak mau, Farel sudah tua sekarang". Farel


"Terserah.. Tapi kamu tetap bocahku". Novant


"T E R S E R A H bang Novant aja deh". Farel


"Yah memang terserah aku kok (Senyum bangga atas kemenangannya)". Novant


"Sudah2, Kenapa jadi ribut gini sih (Terkekeh)"

__ADS_1


"Maaf kak, Oyah kk selamat yah. Aku menyanyangimu (Memeluk)". Farel


"Iyah sayang.. Makasih, Kakak juga menyanyangimu. Love you". Aku mencium pipi Farel dengan gemesnya, Kenapa ngak dari dulu2 nya sih aku ketemu ma Farel biar bisa cium dari dia bayi


"Kak.. (Memegang pipi dramatis)". Farel


"Kenapa?"


"Aah.. So sweet.. Makasih (Tiba2 mencium pipi Fhenis juga)". Farel


"Ehem.. Lalu aku kapan di beri ucapan selamatnya nih?". Novant


"Berharap loh bang?". Farel


"Ya iyalah bocah, Gimana sih? pake tanya lagi". Novant


Aku mengambil baby dalam gendongan Novant dan menggendonganya. "Baby!! Apa kamu bahagian seperti aunti sekarang? Eh.. salah, Bukan aunti lagi tapi momi. Baby harus panggil aunti momi mulai sekarang yah, Momi sangat bahagia nak, Akhirnya hari ini menjadi nyata". Batinku lalu mencium baby dalam gendonganku berkali2


"Selamat yah bang (Tersenyum tulus) Btw ngak pp kalo abang mau panggil aku bocah. Asalkan jangan di depan orang lain selain keluarga kita, Ok". Farel


"Makasih, Ngak usah khawatir, Palingan aku akan bakal panggil bocah di depan umum aja kok, Ok hehee (Terkekeh). Novant


"(Wajah datar)" Farel


"Ngak mau kasih peluk nih?". Farel


"Haruskah?". Farel


"Nanti aku kasih PS keluaran baru loh kalo mau peluk aku". Novant


Hahaa dasar Novant, Tau aja kelemahan Farel. Yakin aku bakal langsung di peluk dengan senang hati sama Farel, Bahkan mungkin dengan berkali2 pelukan farel akan lakukan


"Benarkah? (Mata berbinar2 karna bahagia)". Farel


Greppp (Memeluk dengan erat)


"Dasar bocah.. Di pancing pake PS keluaran baru langsung senang mau peluk. Masih yakin kamu bukan bocah? Padahal aku cuman boong loh beliin tuh PS". Novant


"What? Apa maksudnya bang?". Farel langsung melepaskan pelukan dengan cepat


"HAHAHAAA". Semua tertawa karna emang kita semua sudah ngumpul dan memperhatikan adegan 2 lelaki ini


"Abang becanda kok, Abang udah beliin itu PS jauh2 hari buat kamu (Senyum tulus)". Novant


"Wah.. Abang kamu memang is the best dah (Memeluk lagi) Makasih untuk semuanya, Maksih juga udah jagain farel dan anggap Farel adek sampai sekarang. Maaf juga atas sikap farel yang kadang kurang ajar (Berbicara pelan)". Farel


"Jangan terlalu di pikirkan, Nanti kamu cepat tua dan tidak terlihat imut seperti bocahku saat ini". Novant


"Ehehee ngak pp dong kan sudah ada gantinya tuh (Melempar senyum ke arah baby boy)". Farel terkekeh mendengar ucapan Novant


Lamarannya benar2 sederhana dan hanya keluarga besar yang hadir. Semua keluarga memberiku ucapan selamat, Aku merindukan semuanya Papah/mamah juga kak azkal. Semoga mereka juga bahagia seperti apa yang aku rasakan sekarang. Tak terasa air mataku benar2 jatuh dari kelopak mataku tampa bisa aku tahan2 lagi


________


Acara lamaran sudah selesai dan berakhir dengan happy ending, Sekarang aku berada di kamarku. Hp yangku simpan di nakas berbunyi sebagai tanda ada panggilan masuk


Drrrrt...


Drrrrt...


Siapa sih? Gumanku pelan lalu meraih hpku dan melihat nickname yang terterah dilayar. "Nomor baru? Siapa yah?".

__ADS_1


__ADS_2