
Ini adalah hari dimana rasa bahagia juga gugup bercampur jadi satu, Bahagia karna aku akan menjadi tunangan resminya Novant. Gugup karna ini akan jadi moment pertama aku melihat orangtua dan keluarga besar Novant yang lainnya dan juga dilamar secara resmi pula
Saking gugupnya aku, Sampai2 aku terus mengingit kuku jariku, Banyak pikiran yang muncul. "Ya Allah napa rasanya aku jadi sangat takut? Aku berharap kalo orangtuanya Novant dapat menerimaku dengan baik, Aamin. Aku tau orangtua Novant baik selama bicara sama aku lewat hp, Tapi aku masih takut". Batinku risauh dan jangan lupa akan rasa gugup yang semakin menjadi, Apalagi aku bakal di panggil turun sama mamah nanti
Semua orang mungkin pernah ngalamin apa yang aku rasakan, Bahkan mungkin lebih parah dari aku. Mamah sih pernah bilang, Itu adalah hal biasa yang dihadapi oleh pasangan yang mau bertunangan ataupun yang akan menikah
"Fhenis!! Hei...!! Apa yang kamu pikirkan? Ayolah, Bentar lagi kamu bakal di panggil nih. Kenapa masih bingung begitu hah?". Jessi membuyarkan lamunanku yang terus di hantui rasa takut dan juga gugup ini, Jessi memang dari tadi sudah bersamaku, menemaniku dari tadi. "Lihat, Bahkan si Incess (Banci salon) sampai bingung juga liatin kamu dari tadi. Di panggil2 malah diam aja". Lanjut Jessi mengomeliku, yang di maksud Incess oleh Jessi adalah orang yang di sewa mamah khusus untuk make over aku hari ini. Incess itu orang yang punya salon yang kemarin aku pake itu, Jadi hari ini dia juga yang dandani aku. orangnya baik, ramah, cepat akrab juga makanya aku nyaman aja dia yang tanganin aku hari ini
"Eh... (Sadar) maaf, Amh.. aku gugup nih Jess". Aku memberitaukan apa yang aku rasakan sama Jessi
"Aku tau kamu gugup, berdoa dulu gih. Baru itu tarik napas dalam2 lalu hembuskan perlahan, Lakukan berulang2 sampai kamu merasa lebih baik. Ngak usah gugup, Percaya sama Allah, Allah akan memudahkan segalanya (Tersenyum lembut) Kamu pasti bisa atasin rasa gugupmu itu (Memeluk) Jangan khawatir semuanya akan baik2 aja". Jessi
"Baiklah, Makasih (Balas memeluk)"
"Sebaiknya lakukan sekarang, Seperti apa yang aku pinta tadi (Melepas pelukan)". Jessi
Aku mengangguk lalu melepaskan pelukanku pada Jessi, Aku melakukan seperti apa yang Jessi suruh. Yaitu menarik napas dalam2 lalu menghembuskan secara perlahan berkali2 dan Alhamdulilah aku mulai merasa tenang
"Gimana? udah tenang ngak?". Jessi
"Umh.. (Ngangguk) Sudah lebih baik daripada tadi"
"Baguslah, Oyah Inces! tolong lakukan sentuhan terakhir biar sahabatku ini semakin cantik". Jessi
"Baik deh say (Tersenyum ke Jessi) Yuk say aike pakekan lipstiknya". Incess
Incess melakukan sentuhan terakhir di wajahku dengan memoleskan lipstik dan lip bam pada bibirku agar semakin mempercantik penampilanku hari ini. Aku tidak percaya kalo aku bisa secantik ini kalo di Make over. "Wah.. Aku cantik juga ya kalo dah di dandanin kaya gini. Ngak nyangka banget hehee😁". Batinku, sambil tersenyum puas dengan kesempurnaan dan kelihaian tangan laki2 kemayu di sampingku ini
Hari ini aku pake dress/gaun setumit berlengan panjang yang berwarna putih dengan manik2 di leher dan juga sekitar lingkaran tangannya. Dress ini sangat cantik juga anggun aku sangat menyukainya apalagi yang membelikan itu sang pujaan hati. Mamah bilang kalo baju terserah aku, Jadi aku pilih pake gaun bukannya kebaya dan Novant membelikannya yang ini. Iya yang ini yang aku pake sekarang
"Ok, selesai". Incess
"Napa loh? kok senyum2 sendiri. Pasti lagi bayangin kalo Novant bakal terpesona dengan kecantikan loh hari ini. Iyakan?". Jessi menggodaku padahal aku sama sekali ngak berpikir sejauh itu. Tapi memang dasar otaknya anak ini kelewat batas kalo mikir yah
"Hah? apaan sih, Geer banget kalo sampai aku mikir sejauh itu. Tapi... ngak pp juga sih kalo Novant terpesona, Lagiankan selama ini dia juga sangat terpesona dengan kecantikannya aku hehee". Aku malah terkekeh geli sendiri dengar apa yang aku katakan barusan. Benar2 tingkat kepercayaan diriku patut di beri 4 jempolkan
"Yah ngak pp dong geer kan sama tunangan sendiri (Terdiam) Btw.. Kamu memang cantik banget loh Fhenis, Moga nanti kalo aku di lamar abangmu juga secantik kamu yah (Tersenyum)". Jessi
"Aamiin... Kamu ngak di dandan aja udah sangat cantik kali Jess. Bahkan kak Alex ngak bisa berpaling dari kamu, Sampai2 kak Alex lakukan apapun agar bisa terus ada di samping kamu dulunya".
"Hah!? Maksud kamu? Alex lakukan apapun dulu buat dekat sama aku (Menunjuk diri) itu apa?". Jessi
Astaga.. begonya.. kenapa aku sampai bisa keceplosan gini sih. Ah sial
"Eh, It...itu maksudnya dulu, Itu waktu kamu belum jadi pacar kak Alex. Pas2 aku masih kerja di kantor gitu". Entah apa yang aku bicarakan sekarang, Haistt.. semoga Fhenis percaya dan ngak bakal mengintrogasi kak Alex setelah acara lamaran ini selesai. Kalo tidak mampuslah aku
__ADS_1
.
.
Author: Buat yang penasaran dan bertanya kenapa author dak ada menceritakan Alex sama Jessi. Itu karena author mau buat cerita versi mereka sendiri setelah novel ini selesai😊
.
.
"Oh.. gitu hehee, Bisa aja kamu Fhenis. Abangmu tuh terlalu ganteng untukku, Tapi sayang dia itu menyebalkan". Jessi
"Menyebalkan tapi tetap terima kak Alex jadi pacar dan juga cinta kan?"
"Eh.. Aku terima abangmu itu karna dia terus2 ganggu aku dan bersikap sok manis padahal ngak ada manis2nya juga. Kalo soal cinta, siapa juga yang cinta sama cowo nyibelin kaya dia. Apalagi dengan sikap bossy'nya itu, Ngak banget deh". Jessi bicara tampa tau kalo kak Alex sudah berdiri di depan pintu, Aku yang melihat ekspresi wajah kak Alex pas dengar Jessi ngomong kaya gitu langsung tertawa. Aku tau kalo Jessi ngomong kaya gitu hanya bermaksud untuk bercanda tapi orang yang berdiri di pintu kamarku kayanya kesal deh
"Hahaa.. Loh ngak takut di dengar sama kak Alex Jess ngomong kaya gitu?". Mungkin kak Alex tau juga kalo Jessi hanya bercanda doang dengan omongannya, Tapi tetap aja dia kesal di liat dari ekspresi wajahnya. Aku berniat mau kasih tau Jessi kalo kak Alex di sini, Di kamarku tapi kak Alex mencegahku dengan jari telunjuk di bibirnya
"Ngapain juga aku takut (Gaya songong) Lagian orangnya ngak ada disini kok". Jessi
"Jadi aku ini nyibelin? Suka maksa? Penganggu? Sok bossy? Sok manis Juga tidak di cintai?". Kak Alex yang dari tadi diam sambil masih bersandar di pintu dengan tangan yang di masukin ke kantong celana akhirnya buka suara. Dan itu berhasil membuat Jessi langsung jantungan dan kaget setengah mati, Ekspresi kaget Jessi benar2 gemesin. "Kak Alex hansome banget ah, cocok banget sama Jessi yang cantik juga. Pasangan serasi". Batinku dan tersenyum dan melihat kearah kak Alex juga Jessi bergantian
"Ahhh.. Oh (Berbelik ke arah Alex) Hai sayang!! (Senyum salting) Itu.. Itu.. Emh.. aku hanya.. bicara asal kok. Jangan masukkin ke hati yang sayang (Berjalan mendekat) Please It.. itu aku becanda kok, Serius deh". Jessi
"Sayang apa kamu sudah selesai? (Mendekati Fhenis)". Kak Alex mengabaikan ucapan Jessi dan malah bicara sama aku, Apa kak Alex benaran marah nih sama Jessi? Atau dia hanya ingin liat ekspresi makin takutnya Jessi saja
"Baguslah, Mamah nyuruh kk cek apakah kamu sudah selesai atau belum?". Kak Alex
"Oh". Jawabku singkat. "Kak! kk apaan sih Jessi kok malah di abaikan? Dia hanya becanda kok tadi (Bisik2)".
"Kk tau, kk hanya mau liat ekspresinya lagi, Belum puas soalnya liat ekspresi dia barusan (Balas Bisik2 juga)". Kak Alex
"Kk nih, Issh.. jail". Aku memukul lengan kak Alex pelan
Sedetik kemudian_
"Sayang! dengarin, Aku bisa jelasin kok". Jessi
"Jelasin apa? Orang tadi aku dengar semuanya kok (Wajah datar dibuat2)". Kak Alex
"Iya memang kamu dengarin semuanya tapi itu, Aku ngomong ngak serius sama sekali". Jessi berusaha jelsain semuanya, Jessi ngak tau kalo kak Alex hanya sedang sedang kerjain dia dan ngak benar2 marah. Kak Alex mungkin senyum puas dalam hatinya karna menikmati ekspresi takut Jessi yang terlihat jelas diwajahnya
"Udahlah, Aku lagi malas". Jawab kak Alex pura2 acuh
"Ta..tapi sa..sayang itu benaran a..aku bec..". Suara Jessi mulai tak terdengar jelas karna tersendat juga wajahnya yang mulai memerah dan kaya mau nangis gitu, Kak Alex refleks langsung meraih tubuh Jessi dan memeluk sambil mencium pucuk kepalanya Jessi
__ADS_1
Greepp..
"Hei.. Apa yang kamu lakukan? (Suara lembut) Maafkan aku (Mencium pucuk kepala) Aku ngak marah kok (Melepaskan pelukan) Maaf sayang". Kak Alex menghapus air mata Jessi yang terjatuh di kelopak mata cantinknya itu
"Kalo ngak marah, Terus napa tadi kaya orang marah gitu? (Kening berkerut)". Jessi
"Itu aku mau kerjain kamu tapi ngak taunya responmu kaya gitu banget (Mencubit hidung)". Kak Alex
"Jahat banget deh jadi orang (Memukul dada Alex pelan)". Jessi
"Please deh guys, Aku masih disini, Ok. Jadi tolong di hargai dong (Cemberut)". Aku daritadi hanya memperhatikan adegan romantis dua sejoli ini, Dan berharap kak Alex juga cepat melamar Jessi. Aku slalu berdoa yang terbaik buat kak Alex sama Jessi, Mamah juga sudah menerima Jessi dengan senang hati sebagai menantu. Mamah sama papah bukanlah orang yang suka pilih2 dan menentukan jodoh buat anak2nya, Selama anak2nya bahagia maka mamah sama papah akan mendukung dengan sangat antusias
"Iya, iya.. Maaf deh. Ngak usah cemberut dong". Jessi mendekati lalu menoel pipiku, Kak Alex yang liat kita hanya terkekeh. Akupun tersenyum
Tak
Tak
Tak
Langkah kaki dari luar kamar semakin lama semakin terdengar dengan jelas dan aku yakin itu langkah kaki mamah yang datang memanggil aku untuk turun juga memarahi kak Alex karna dari tadi ngak turun2 untuk kembali kebawah
"Astaga sayang!!! (Teriak ke arah Alex) Tadi mamah nyuruh kamu cek in adekmu kok malah bertelur disini (Saking lamanya dibilang bertelur)". Mamah
"Eh.. Itu mah tadi Alex toilet dulu (Salting)". Dasar kak Alex yah, Alasannya ngak banget deh
"Toilet apa toilet?". Mamah
"Maaf mah (Tersenyum konyol) Tadi keasikan sama...". Kak Alex belum selesai bicara mamah langsung memotongnya, kak Alex langsung terdiam. Kak Alex ngak bakal bisa berbohong sama mamah karna mamah tetap tau apakah kak Alex sedang berbohong atau tidak. Yah seperti sekarang ini
"Yaudah deh ngak pp, Mamah paham (Senyum) Yuk turun, Udah di tungguin di bawah". Mamah
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
_______________________
Sorry banget baru bisa Up karna beberapa hari ini author lagi menderita dengan sakit gigi yang author rasakan bahkan sampai detik ini author up chapter ini masih nyut2 gemesin nih gigi. Jadi harap bersabar untuk menunggu, Ini ujian Ok.