
Ok guyss ini lanjutan chapter sebelumnya..
"Itu dulunya tapi tidak sekarang, karna sekarang kamu hanya akan menjadi milikku". Novant bangun dan berjalan mendekat kearahku.
"Stop... Saya ini bukan barang pak.. (Kesal) kenapa bapak slalu saja mengulang kalimat yang sama?". Aku hanya kesal di bilang kalo aku ini hanya miliknya padahal tak ada hubungan apapun antara aku dan dia.
"Jangan bilang saya ini hanya akan menjadi milik bapak sedangkan kita tidak ada hubungan apapun, hubungan kita hanya sebatas aku membantu bapak mengasuh baby dan bapak adalah bapaknya baby itu saja (Terdiam sesaat menarik napas dalam2) Aku ngak mau bapak merasa dekat dengan saya karna saya membantu bapak mengurus baby dan jangan lakukan itu lagi aku mohon karna aku ini punya hati yang akan merasakan sakit bila bapak memberikan harapan yang hampa". Aku bicara mengeluarkan isi hati yang terpendam selama ini, kalo memang dia mencintaiku lalu kenapa dia tidak pernah mengatakannya. Aku pernah mendengar Novant bicara sama kak Alex bahwa wanita yang paling dia cintai adalah deyen dan takkan tergantikan kalopun ada yang baru mungkin hanya sebagai pelarian atau pelampiasan saja dan aku tidak ingin semua itu.
"Jadi kamu ingin aku memberikan status untuk hubungan ini?". novant
"Siapapun pasti mengharapkan kejelasan pak, termasuk saya". Pertanyaan macam itu?
"Aku sadar kalo aku mulai mencintaimu fhenis tapi aku hanya sajaa..". Novant
"Hanya saja wanita yang paling kamu cintai adalah deyen dan takkan tergantikan kalopun ada itu hanya saja akan menjadi pelampiasan atau pelarian sajakan". Potongku cepat bembicaraan novant, novant terlihat kaget dari ekspresi wajahnya.
"Kamu tau dari mana soal itu". Novanto
__ADS_1
"Aku mendengarnya langsung dari mulutmu (Terdiam) Itulah yang aku takutkan, Aku menjadi pelampiasan dan pelarian saja bukan benar2 bapak cintai (Menutup mata) Saya benci kelemahan ini kenapa begitu lemah saat dekat denganmu? Kenapa cinta ini bisa tumbuh semakin lama semakin tumbuh dan mekar? Apa salahku? Apakah aku salah mencintaimu?".
"Tidak.. fhenis, kamu sama sekali tidak salah". Novant memelukku erat. "Aku yang salah, Salah karna tidak bisa melihat cinta dimatamu untukku dan baby boy (Mencium pucuk kepala) Bantu aku fhenis, Bantu aku untuk meyakinkan rasa cintaku padamu sekarang dan selamanya. Bantu aku keluar dari lingkaran ini fhenis". Novant masih setia memelukku dalam pelukan novant aku terdiam dan menangis.
"Apa kamu tau fhenis? kalo aku belum benar2 mencintai deyen, cintaku baru tumbuh saat dia hamil. yang kamu dengar waktu itu memang aku mengucapkan sesuai dengan apa yang aku rasakan saat itu, tapi sekarang perlahan keyakinan itu luntur dan menghilang tergantikan oleh auntynya baby yaitu wanita yang ada dalam pelukanku sekarang". Novant melepaskan pelukan dan mengajakku untuk duduk di pinggir ranjang.
"Bantu aku dan jangan menyerah demi aku, demi baby boy, demi cinta yang tumbuh mekar di hatimu, demi perasaanmu plesae jangan menyerah. Jangan pergi, Jangan tinggalkan aku sama baby". Setelah aku mendengarkan kata2 novant aku menyadari satu hal cinta itu tidak perduli tentang masa lalu dan bagaimana masa lalu itu ada yang jelas kalo kita mencintai seseorang maka terima dan beri dia kesempatan. Akupun memberikan Novant kesempatan untuk membangun dan menjalin cinta ini, aku akan membantunya memcintaiku.
"Apa bapak mencintaiku? (Manatap) kalo iya katakan aku ingin mendengarnya dengan jelas". Aku meminta novant mengatakan kalo dia mencintaiku.
"I LOVE U So much auntynya baby boy (Tersenyum dan mencubit hidung)". Aku jadi tersipu malu dibuatnya. "Apa auntynya baby tidak ingin mengatakan sesuatu gitu?". novant memonyongkan bibirnya.
"Grogi? malu sama siapa? disini cuman ada aku sama baby boy itupun baby sudah tidur lalu malu sama siapa hum?". Gemes dan mencubit pipiku, Astaga orang tua satu ini sama aku aja bisa gemes gitu sih.? "Katakan dong (mengangkat alis)".
"Aku juga cinta bapak". Jawabku polos.
"What? Apa aku terlihat sudah bapak2? jangan memanggilku bapak lagi itu sangat tidak enak di dengar". Sontak saja aku terkekeh mendengar Novant tidak mau lagi di panggil bapak padahal selama kenal dia juga aku memanggilnya bapak.
__ADS_1
"Lalu harus panggil apa dong?".
"Emhh.... (berpikir) Apa yah? Kasih tau ngak yah". Astaga so imutnya padahal sudah tua juga panggil paman juga ok2 aj tu hehee. "Aha..sayang aja deh (cengengesan)". what? sayang..? ok juga tuh.
"Baiklah kalo gitu".
"Kalo gitu apa?". Novant niat banget deh buat aku malu2 depan dia.
"Sayang...(Cup)". Aku mencium pipinya novant lalu menutup mataku dengan tangan habis cium novant, malu guys...
"Jangan memancingku sayang". Membuka tangan yang menutup wajahku. "Kalo Noob mah taunya cuman cium pipi aja yah? Ciumnya disini dong (Nunjuk bibir)". Astaga novant berhenti menggodaku lagi. "Kalo mau belajar biar aku ajarin sampai emh... sampai jago deh (Cengengesan)". Apa2an ni? mau ngajarin sampai jago emangnya bela diri apa?. "Mau ngak sayang?". Astaga wajah Tampa Dosanya itu.
"Gak mau ah.. emangnya bela diri di ajarin sampai jago whekkk (menjulurkan lidah)". Aku berlari keluar kamar meninggalkan Novant tapi Novant malah ikut ngejar aku dan kamipun berlari2 saling mengejar satu sama lain bahkan ngak ingat umur dan aku merasakan beban beratku selama ini telah hilang..
________________________________
Janga serius dung selow...😁😁
__ADS_1
See u next chap guys...