
Setelah pulang kerja pak alex.... ralat maksudnya kak alex, kan dia dah nyuruh aku panggil dia dengan sebutan kk jadi mulai sekarang aku akan biasakan diriku memanggilnya kk kecuali di jam kerja (kantor) mengajakku jalan2 dan makan di mall lalu membelikan aku boneka kelinci yang besar hampir sama besarnya denganku.
"Kamu suka boneka apa?". Alex
"Kelinci". jawabku cepat karna memang aku suka kelinci.
"Kelinci yah? kalau gitu kk akan belikan semua kelinci yang ada di mall ini untukmu bagaimana?". yang benar saja masa boneka kelinci semall mau dibelikan semua untukku bisa2 apartemenku jadi toko boneka kelinci dong ntar.
"kk tidak perlu satu mall juga belinya cukup satu aja kali". aku terkekeh saat dengar dia mau belikan semua boneka kelinci yang ada di mall.
"Kalau gitu pilihlah yang paling besar". Alex
"baiklah yang itu aja (Nunjuk arah boneka) habis ini kita langsung pulang yah kak". aku menunjuk boneka yang paling besar di antara semuanya, dan mengajaknya pulang kalau tidak dia akan membelikan semua yang ada di mall untukku dan apartemenku akan penuh dengan barang2. ingin sekali aku menanyakan apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan dia tapi aku takut nyinggung perasaannya jadi aku diam saja dan menunggu apa yang bakal terjadi untuk hari esok.
"Gk mau beli yang lain lagi?". Alex
"Tidak kita pulang aja". dan mengangguk Selesai bayar kita langsung pulang, aku di antar kk alex karna aku ngak bawah mobil, mobilku di tinggal dikantor soalnya besok kekantornya bareng kak alex.
Setelah sampai apartemen aku langsung mandi dan memakai baju tidur kesayanganku yaitu baju tidur berbentuk kelinci lengkap dengan kuping dan bulu2 halusnya, bayangkan saja kita baru pulangnya malam hari karna keliling2 mall sampai kakiku pegal.
"Kak alex (mendengus) kk membuatku terlalu banyak berpikir (melemparkan diri di atas tempat tidur)". aku melihat semua barang belanjaan tadi banyak banget, ada baju juga tas dan sepatu, jam dan yang lainya bahkan kak alex membelikan kosmetik juga untukku kataknya aku harus tetap menjadi adiknya yang cantik kalau mengingatnya aku jadi menghangat.
__ADS_1
"Seandainya kak azkal masih ad... (menggantung)". belum selesai aku bicara aku di kejutkan dengan dering hp di nakas, aku malas untuk mengangkat jadi aku biarkan aja dering panggilan itu sebagai pengantar tidur tapi hpku berdering terus. "Siapa sih (Meraih hp) nor baru? siapa?". aku tak ingin mengangkatnya karna mau langsung tidur aja tapi hp sialan itu berdering lagi.
"Hallo maaf ini sudah malam tidak bisakah telpon besok aja?". jujur aja aku tidak pernah bicara sekurang ajar ini kalau ngangkat telpon dari orang lain walaupun untuk nor baru tapi kali ini mungkin karna orang itu menelpon terus menerus padahal aku tidak mau mengangkatnya.
"Apa sebegitu susahnya mengangkat telpon?". tunggu aku kenal suara ini. "ini bukanya si laki2 mesum itu? (Novanto)". batinku
"Bapak dapat nomor saya dari mana?". perasaan aku gak pernah kasih nomorku pada laki2 mesum ini walaupun aku udah 3 kali kerumahnya untuk menemui baby boy semenjak pertemuan kita dirumah sakit.
"Ini jaman modern penuh information, tidak susah cuman untuk nomor hp saja". benar juga sih tapi ngapain dia nelpon aku malam2 begini?
"Terus kenapa bapak nelpon saya?". aku ingin tau dong alasan dia nelpon aku malam2 gini.
"Tapi pak (merasa keberatan)".
"1 menit setengah kalau gak nyampe aku akan naik keatas apartemenmu tampa kamu bukankah pintunya (memutuskan panggilan)". what? orang ini ๐ฏ% menyebalkan suka sekali ngancam orang seenak jidatnya. aku keluar setengah berlari menuju lift apartemen dan turun kelantai bawah di lobi, aku liat laki2 itu lagi berdiri bersandar di mobilnya aku nyamperin dia.
"Maksudnya apa si pak?". aku bertanya setengah kesal liat wajah dia yang biasa2 saja padahal udah gangguin dan ancam anak gadis orang malam2.
"Baby boy nangis terus jadi aku membawahnya kesini dia dalam mobil". saat dengar nama baby aku melupakan kekesalanku pada si mesum ini.
"Kenapa membawahnya kesini malam2? kan bisa nelpon aku biar kerumah bapak". aku kembali kesal dengar dia bilang membawah baby boy kesini malam2 aku menatapnya jengkel bagaimana bisa seceroboh itu?
__ADS_1
"Kamu ini bodoh atau bagaimana? aku sudah menelpon berkali2 tapi kamu sama sekali tidak mengangkatnya". kasar sekali ngatain aku bodoh Ishtt..
"Kalau aku bodoh ngak mungkin aku bekerja jadi sekertarisnya bos besar (skakmat)". jawabku ketus tambah jengkel jadinya di bilang bodoh, oyah karna aku udah tau namanya bayi kecil itu boy jadi sekarang aku memanggilnya baby boy juga sama dengan laki2 mesum itu menyebutkan baby boy.
"Ayo kita pulang". Novant
"Pulang kamana? (Wajah bingung)". aku bingung dong tiba2 di ajak pulang sedangkan aku sedang di area apartemenku (lobi).
"Apa kamu mau aku tidur di apartemenmu?". novanto
"Dasar laki2 mesum siapa juga yang mau kamu tidur di apartemenku, ogah". batinku.
"Terus bapak ngajak aku tidur dirumah bapak gitu?". nih orang benar2 tingkat dewa deh mesumnya kalau benaran ngajak aku tidur dirumah dia sih.
"Yah iyalah lemot banget tuh otak cernanya, kalau aku mau tidur di apartemenmu tak perlu suruh kamu turun kesini (muka malas) kalau dirumahku setidaknya ada banyak kamar bukan cuman satu seperti di apartemenmu". Iyah benar juga sih kalau di apartemenku kan cuman satu kamar yaitu kamarku aja lalu dia melajukkan mobil menuju rumahnya, aku duduk di bangku penumpang biarin aja dia jadi supir kali ini buat aku dan baby boy..
oyah sekarang kadang aku bicara sama novant mengunakan kata (saya/aku) atau (anda/kamu) saat bicara sama maksudnya ngak sekaku pertama kita bertemu.
Hy aku dah up lagi nih baut nempati janjiku untuk up 2 chapter sekaligus walaupun di waktu yang berbeda..
Btw apa disini ada yg suka kelinci๐ฐ๐..? kalau ada berarti kita sama, aku masukan kesukaan fhenis juga kelinci biar samaan denganku dan kalian kalau ada yang sama hehee๐๐. And i love u so mauch guys๐๐
__ADS_1