PENGASUH CANTIK & HOT DADDY

PENGASUH CANTIK & HOT DADDY
Cemburu


__ADS_3

"Selamat pagi baby anteng... (Mencium)". Tak terasa kalo baby boy sekarang usianya sudah 5 bulan. Dan 5 bulan juga aku sudah kumpul bersama mereka (Ayah dan anak) melihatnya terus tumbuh menggemaskan, menggendong, memeluk, menciumnya dan merawatnya.


"Bagaimana tidurnya baby antengnya aunty? apa sangat nyaman hm? Ishhh..... gemesss (Mencubit pipi)" Aku tidak pernah bosan dengan baby boy setiap hari, justru aku merasa tidak bisa jauh darinya.


"Sayang.. apa kamu hanya akan memperhatikan baby? (Cemburu) Aku juga mau di cium, dicubit, dirawat dan juga di manja setiap harinya seperti baby (Memonyongkan bibir)". Novant


Apa? dia cemburu dengan babynya sendiri astaga sungguh menggemaskan melihat ekspresinya seperti itu. Dari tadi Novant berdiri di pintu memperhatikan aku sama baby boy, Sebenarnya aku menyadari dia datang ke kamarku tapi aku mengabaikannya.


"Babykan masih kecil jadi memang sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan seperti itu (Mengedipkan mata) Kalo daddy'nya kan sudah tua, Emh.. jadi tidak perlu Hehee(Ketawa jahat)".


"Jadi Mentang2 aku sudah tua, tidak perlu gitu? (Kening berkerut)". Novant


"Emh (Mengangguk)". Novant slalu saja bertingkah seperti ini, Menunjukan kalo dia cemburu pada baby boy. Padahal dia yang paling menyayangi baby daripada siapapun bahkan mungkin daripada aku.


"Sayang kenapa begitu sangat jahat padaku? (Memandangku) Baby kali ini kamu main sama bibi saja (Mengambil baby) Aunty pagi ini harus ngurus Daddy dulu, Ok (Mencium baby) Ah.. baby bahkan kau mendapatkan 2 ciuman sekaligus dipagi ini dari Daddy juga aunty, Sungguh tidak adil (Gemes)". Novantpun melangkah keluar kamar sambil membawa baby dalam gendongannya, Saat sampai pintu dia berhenti lalu menoleh kearahku. "Sayang jangan lupa bagianku (Menunjuk pipi kanan/kiri)" Lalu dia menghilang dibalik pintu.


"Tuhan kau mengirim orang mesum sepertinya untukku? (Tersenyum)". Aku membereskan kamar, Itu sudah menjadi kebiasaanku dari dulu. Tunggu2 ini perlu di perjelas, walaupun aku tinggal satu atap sama Novant dirumahnya Novant bukan berarti kita satu kamar. Novant tidur dikamar yang berbeda denganku, Tunggu halal dulu dong baru sekamar hehee.


Beberapa menit kemudian_


"Sayang bagianku mana?". Novant


Eleh nih orang tua muncul kok ngak bilang2.


"Sayang aku masih ingin hidup". Kesalku karna dibuat kaget sama Novant


"Emang siapa yang begitu berani ingin membuatmu mati sayang? (Berjalan mendekat)". Astaga ternyata ada saatnya dimana otaknya Novant kurang bekerja. Padahal aku sedang kesal padanya yang membuatku kaget, Kalo tiba2 aku serangan jantung terus mati, Bagaimana? kan sayang sekali aku masih mudah harus mati secepat itu.

__ADS_1


"Lupakan saja (Mencium pipi kiri/kanan) bagianmu sayang (Meraih tangan) Aku siapkan sarapan untukmu". Aku menarik tangan Novant setelah aku menciumnya berniat mengajaknya keluar kamar, tapi dia malah menarikku dalam pelukannya.


Bukkh....


"Katakan siapa yang ingin membuatmu mati (Muka serius) Sebelum dia membuatmu mati maka dia yang akan mati duluan sebelum menyentuhmu (Memeluk erat)". Novant ada apa denganmu? Kenapa tiba2 seperti ini? Tidak ada yang ingin membuatku mati, Jangan khawatir seperti itu lagian hanya orang gila yang menginginkan orang lain mati.


"Sayang.. aku hanya bercanda, Maaf membuatmu khawatir". Batinku, Akupun mencium dada bidang orang yang sedang memelukku dengan rasa khawatir dalam benaknya siapa lagi kalo bukan Novant.


"Oppaa... (Menepuk2 pundak) Tidak akan ada yang akan berani menyentuhku selain kamu apalagi berniat membuatku mati (Tersenyum)". Aku sengaja membuat suasana ini tidak canggung, jujur saja aku merasa bersalah karna udah membuat Novant khawatir cuman karna omonganku. Aku tau Novant masih trauma akan kematian deyen, Mungkin itu yang membuatnya khawatir dan berusaha menjagaku agar tidak kenapa2.


"Aisth.. sayang jangan memanggilku seperti itu (Melepaskan pelukan) Aku masih sangat muda untuk di panggil Opaa". Sontak saja aku tertawa mendengar kata2 Novant, Padahal aku memanggilnya Oppa biar kaya orang korea2 gitu tapi dia malah menanggapinya lain. Btw Novant memang tidak suka dipanggil oppa tapi aku justru senang menggodanya denngan panggilan oppa.


"Hahaaa sayang.. ishh gemes deh (Memeluk) Aha pasti mau di panggil ajhussi kan? kayanya cocok (Melepaskan pelukan)". lagi2 aku menggoda Novant, Aku yakin dia akan langsung melototkan matanya sebagai penolakan. Karna dia juga tidak suka di panggil ajhussi.


"Apalagi itu, itu sangat tidak menyenangkan (Gelengkan kepala) Emh.. jadi tadi itu apa maksudnya bilang, masih ingin hidup? ". Novant


Kenapa otaknya lambat sekali bekerja tuhan?


"Oh.. kenapa tidak memberi taukan aku daritadi sayang ha? (Menggeliti) Senang sekali membuatku khawatir yah". Novant


"Sayang.. jangan geli ih". Aku tau kamu khawatir tapi jangan segitunya khawatir karna aku tidak akan apa2 bersamamu. "Aku mencintaimu Novant". Batinku, lalu berlari keluar.


"Sayang tunggu". Novantpun mengejarku tapi aku malah berhenti tiba2 mengingat dia harus ke kantornya lalu berbalik padan bermaksud mencegah Novant tapi sudah terlambat Novant sudah sangat dekat denganku dan tidak dapat lagi menahan larinya..


Bukkh...


"Akh.. Sakit". Pekikku, karna Novant menabrakku.

__ADS_1


"Sayang kenapa tiba2 berhenti hm?". Novant langsung mengecek keadaanku. "Mana yang sakit?".


"Ngak sayang.. itu hanya sakit dikit".


"Sayang kalo berhenti bilang2 jangan langsung mematung begitu, kan di tabrak". Novant ini yah kalo bicara sangat menyebalkan padahal tadikan aku niatnya mau ngasih tau tapi sudah terlambat.


"Tadi mau kasih tau tapi telat karna kamu dah sangat dekat".


"Umh.. kasian (Cengengesan) maaf sayang ngak sengaja (Phis mengangkat tangan lalu membentik V)". Novant


"Oppa.. imutnya Hehee". Lagi2 aku menggodanya dan liat bagaimana ekspresinya.


"Sayang.. (Datar) sekali lagi panggil aku oppa ta cium nih (Mengancam)". Novant


"Iya.. iya.. Becanda Ahjussi".


"Ah.. benar2 minta dicium nih (Memajukan kepala mendekat kearahku)". Novant


"Stop (Menahan dengan tangan) tontonan dewasa tidak baik untuk bayi (Menunjuk baby)". Aku melihat bibi (PRT) baru yang satu bulan lalu bekerja dirumah Novant itu, sama baby dalam gendongannya yang sudah berdiri melihat kearah kita. Malu banget sih mukaku udah memerah, Novant langsung berhenti dan kaget melihat kearah yang aku tunjuk mukanya pun tak kalah jauh beda denganku sama2 memerah karna malu. Astaga ginikah rasanya Keciduk orang lain kalo lagi bermesraan.


"Oh.. aduh.. Astaga bagaimana ini? (Bingung) Eh Non, tuan saya tidak melihat kok sungguh. baby juga tidak melihat kok (Cengengesan lalu menutup mata baby dengan tangan) lanjutkan saja kami akan pergi". Bibi Irna ada2 saja, bahkan bertingkah lucu seperti itu. Aku sama novant yang awalnya malu jadi ketawa. btw nama (PRT) nya Novant itu Irna, beliau sudah tua mungkin seumuran mamaku, beliau juga seorang janda dan juga tidak memiliki anak sama sekali makanya suaminya meninggalkan seorang diri.


"Sayang jadi malas ke kantor nih, Amh.. bagaimana kalo hari ini kita jalan2 kemana saja sampai puas? dan juga ajak Alek sama Jessi pasti seru" Novant


"Apa ngak pp? di kantor pasti banyak kerjaanmu sayang?". Aku tau Novant orang sibuk tapi juga tidak ingin memaksanya kalo dia mau jalan2 hari ini maka aku akan mengikutinya dengan senang hati.


"Tidak perlu dipikirkan, Untuk apa aku gaji karyawankun kalo sehari saja aku tidak bisa bersenang2 dengan wanitaku hum?". Novant

__ADS_1


"Ah.. so sweetnya".


___________________________


__ADS_2