
Aku terbangun tapi masih malas beranjak untuk bangun dari tempat tidur, Aku melihat jam ditanganku. "sudah jam 8 malam yah, apa laki2 itu belum pulang?". batinku dalam hati aku melihat kearah jendela yang masih tertutup cantik oleh tirai hitam campur marun itu. cerah sekali diluar seperti pagi hari saja padahal ini masih malam hari, mungkin lagi bulan purnama pikirku tampa mau ambil pusing lagi. aku teringat akan mimpiku tadi waktu tidur, dimana aku mencium dan memeluk seorang laki2 dengan sangat erat.
"mimpi macam apa itu? kenapa aku terlihat sangat mesum dan agresif sekali di mimpiku itu? amit.. amit.. deh ah". saat aku lagi asik bernostalgia dengan mimpi mesumku aku mendengar suara pintu kamar mandi dibuka. "apa laki2 itu sudah itu pulang?". Batinku dalam hati dan aku langsung melihat kearah pintu kamar mandi.
Deg
"Aaaaaaaaaa...". aku berteriak kaget saat melihat laki2 itu keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di bagian bawahnya. tapi laki2 itu sama sekali tidak kaget melihatku, ekspresinya datar saja.
"Pak apa yang kau lakukan? kenapa kau keluar hanya menggunakan handuk saja? apa kau tidak tau kalau ada aku juga dikamar ini? apa kau sengaja?". aku bertanya panjang lebar sambil menutup mataku.
"dasar laki2 mesum sialan tidak tahu malu bisa2nya dia tidak memakai pakaian lengkap saat ada orang lain dikamarnya". gerutuku kesal.
Deg
aku merasakan hembusan napas yang sangat hangat tepat diwajahku, refleks aku membuka mata dan melihat wajah laki2 itu berada tepat di depan wajahku dengan jarak yang sangat dekat saking dekatnya bahkan hidungku dengan hidung mancung miliknya hampir menyatu. ini semakin membuatku kaget dan melototkan mataku dengan lebar mungkin sangat lebar sampai2 mataku rasanya mau lompat keluar.
"A...apaaa ya...yang.. mau bapak lakukan? to...tolong.. menjauhlah sedikit i...iini.. sesak". aku gemetaran sungguh sangat takut dan gugup, aku merasakan ini sangat panas padahal ini malam hari dan ada peluh mungkin sebesar biji jagu di sekitar wajahku sekarang hehee. sedetik kemudian laki2 itu menjauh menuju lemari mengambil pakaiannya.
"Harusnya aku yang bertanya padamu bukan sebaliknya dan jangan ulangi mengatakan aku mesum lagi". Novanto
__ADS_1
siapa perduli diakan memang mesum kalau gak mesum ngak mungkin dia keluar hanya menggunakan handuk padahal dia tau kalau ada aku dikamarnya. "Astaga pemandangan macam apa ini? oh mataku yang sangat suci ini (memegang mata) sekarang ternodai oleh roti sobek laki2 itu. ya tuhan kenapa kau membiarkan mataku melihat yang begituan kan kasian mataku yang suci ternoda". aku beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi mencuci muka dan keluar aku merapikan penampilanku yang berantakan.
"Hmm aku harus ke apotik untuk membeli obat yang disuruh dokter". aku berjalan keluar Menghampiri box bayi kecil dia masih tidur nyenyak, aku tidak melihat laki2 mesum itu. "Damai sekali tidurmu bayi kecil dan aunty harus pergi sekarang ini sudah malam". aku tersenyum dan menciumnya sebentar.
"Apa kamu bisa masak?". sejak kapan laki2 itu disitu dan bicara sama siapa dia? apa dia gila bicara sendiri, aku tidak menggubrisnya. "Hey.. apa kau budek? sayang sekali padahal cantik". (Ok teman2 jangan lupa ingatkan Novan Kalau ini untuk ke 3 kalinya dia bilang fhenisia _cantik). laki2 mesum sialan ini bicara sama akukah?.
"saya?". aku menunjuk diriku, bertanya pada laki2 itu apa dia bicara padaku atau tidak.
"Apa ada orang lain disini? tidak mungkin aku bertanya pada beby boy, apa dia bisa masak?". wajah yang datar amatt padahal lagi bicara sama orang, tidak bisakah senyum sedikit.
"Apa penting untuk saya jawab?". laki2 itu menatapku lagi seperti singa lapar yang seakan2 mau memakanku hidup2.
"Bapak becanda yah? ini sudah malam besok saya harus kerja jadi saya harus pulang sekarang lagi pula saya ini bukan pembantu bapak yang bisa bapak suruh2". aku kesal dibuatnya angkuh sekali dia, menyuruhku dengan wajah tak berdosa emangnya aku ini pembantunya apa. aku berjalan menuju pintu kamar untuk pulang.
"Hahaha apa kau yakin ini malam?". Novanto
"Apa maksud bapak?". aku bingung dibuatnya. lalu laki2 itu berjalan menuju jendela dan buka tirai di jendela. astaga jadi ini bukan malam hari tapi sudah pagi hari dan aku tertidur disini, aku berusaha membuang pikiran negatifku tidak mungkin laki2 itu menyentuhku atau tidur di ranjang denganku. aku melihat kearah sofa ada selimut, oh syukurlah ternyata dia tidur di sofa.
Taraaaaa......
__ADS_1
"Ini sudah pagi, Apa kamu pikir ini jam 8 lewat? Konyol". Novanto
"Yah tuhan aku telat kantor". ini akan jadi kedua kalinya aku telat kantor.
"Jadi sekarang masih mau kekantormu atau memasak untukku, dan yah aku kenal bosmu". Novanto
"Lalu apa hubungannya memasak untuk bapak dan bapak kenal bos saya, saya bisa menjelaskan pada bos alasan kenapa saya terlambat". emangnya kenapa kalau dia kenal bosku, tentu saja banyak orang yang kenal bos diakan orang besar.
"Pilihannya ada padamu, kalau kamu memasak untukku maka aku akan membantumu. emh bila tidak mau maka aku akan menyuruh bosmu untuk memecat kamu dan membuat riwayat kerjamu jelek dan kamu tidak akan diterima kerja di manapun kamu melamar pekerjaan, simpelkan?". astaga kenapa dia mengancamku seperti itu? bahkan dia mengancamku seperti bos alex mengancam Jessi. apa semua orang kaya bertingkah seperti itu? tapikan bos baik ngak pernah maksa kaya orang ini. laki2 itu menunjukkan nomor ponselnya bos alex tentu saja aku kenal nomor itu, (Bro Alex) nick name tertera dilayar hpnya.
"Baiklah saya pilih yang pertama". aku pasrah daripada kehilangan bekerja sepanjang hidupku.
Bagaimana? bagaimana? apa teman2 suka dengan jalan cerita pengasuh cantik and hot daddy sejauh ini?💞
Baca juga NOVEL ku yang lain__
__ADS_1
my boyfriend dan juga ada sahabat hijrah_