PENYESALAN TERDALAM

PENYESALAN TERDALAM
bab 13


__ADS_3

Saat adzan Maghrib berkumandang kami bersiap untuk sholat berjamaah.


semua sudah berkumpul di ruang keluarga ayahku yang memimpin jadi imam.


setelah sholat kami bersiap menuju meja makan untuk makan malam bersama


sambil makan kami sesekali bercanda tawa karena banyolan banyolan kecil yang di lontarkan oleh kakak sepupuku yang memang sengaja mengerjaiku dan mas raka.


Suasana keakraban sangat terasa karena candaan yang tercipta seketika menghilangkan kecanggungan yang ada di antara kami.


sesekali aku dan mas raka hanya bisa terkekeh dan tertunduk malu.


aku sangat bersyukur karena seluruh keluargaku sangat welcome dengan keberadaan mas raka di antara kami.


Hari sudah mulai malam, semua keluarga satu persatu sudah kembali ke kamar masing-masing.


sesampainya di kamar aku mengambil wudhu lalu sholat isya baru kemudian tidur.


besok akan menjadi hari yang sangat sibuk


untukku dan mas raka.


Keesokan harinya selepas sholat subuh, aku membantu ibu dan bibiku di dapur untuk memasak makanan untuk sarapan ,

__ADS_1


saat makanan sudah siap, aku memanggil seluruh keluarga untuk sarapan bersama.


ketika semua sudah berkumpul di meja makan, kami berdoa dan makan dengan lahap .


Setelah makan aku dan mas raka bersiap siap berangkat ke lokasi foto prewedding yang telah di sepakati oleh mas raka dan rian.


sebelum ke lokasi aku mampir ke salon kecantikan untuk merias diri.


Agar sampai di lokasi kami bisa langsung mulai pemotretannya.


Sesuai dengan tema yang kami inginkan ,


warna yang di usung untuk tema pernikahan kami adalah putih.


rian mengarahkan aku dan mas raka untuk saling berhadapan dengan posisi mas raka yang mengecup keningku agar terlihat lebih mesra



akhirnya semua sudah selesai, rian sudah membereskan semua peralatan memotretnya.


di perjalanan pulang kami berpisah di persimpangan jalan karena tujuan kami berbeda, aku dan mas raka akan pergi ke rumah perias pengantin yang sudah di pesan oleh ibuku untuk fitting baju pengantin yang akan aku kenakan.


aku dan mas raka menjatuhkan pilihan kepada satu set baju pengantin yang simple dan tidak telalu mencolok, kami ingin ketika acara nanti kami lebih leluasa bergerak dan bisa berbaur dengan sanak saudara yang datang. lagipula pernikahan yang kami gelar akan di laksanakan dirumah dan sangat sederhana, setelah akad nikah hanya akan ada resepsi kecil kecilan sebagai ajang berkenalan antara 2 keluarga.

__ADS_1


Setelah selesai mas raka mengajakku langsung pulang karena sorenya dia harus kembali kerumahnya.


kami akan di pingit jadi tidak boleh bertemu sebelum acara pernikahan nanti.


di dalam mobil mas raka kami membahas acara pingitan yang akan kami lakukan


"sayang aku pasti akan kangen banget sama kamu, apalagi sebelum hari H kita harus di pingit dan tidak boleh saling berkomunikasi.


" iya mas, aku juga pasti akan merindukanmu


tapi memang ini sudah menjadi tradisi keluargaku jika akan menikah harus menjalani pingitan dulu, katanya biar semua acara berjalan dengan lancar


"haahhhh.... ya udah deh, mau gimana lagi, jadi mulai besok sampai 3 hari ke depan kita akan membatasi komunikasi kita , kecuali ada hal mendesak gitu ya sayang.


"iya mas, aku akan nunggu mas dengan sabar sampai hari pernikahan kita


meskipun kita gak bisa ketemu dan harus memendam rasa rindu kita masing-masing, tapi aku yakin kita pasti bisa ngejalani itu mas,


"iya sayang mas juga ngerti , nanti kamu siap siap ya, klo udah sah aku gak akan nunggu lama lagi buat nerkam kamu hehehe....


"ah mas bisa aja, tentu saja sayang setelah menikah aku akan memberikan apa yang mas mau, karena itu sudah menjadi tugas aku sebagai seorang istri harus melayani semua kebutuhan suami, termasuk kebutuhan biologisnya juga☺️☺️☺️


sesampainya di rumah, mas raka ikut masuk dan langsung berpamitan kepada ayah dan ibuku untuk segera kembali pulang kerumahnya agar tidak terlalu malam sampai di tempat tujuannya.

__ADS_1


__ADS_2