
Jia Fei terus mencoba memukul pintu, bagaimana pun dia berusaha tidak ada yang menyahut. Dia menjadi panik waktu peluncuran semakin dekat. Jika dia tidak keluar lalu bagaimana? Orang-orang akan menyebut dia sebagai orang yang tidak bertanggung jawab.
Jia Fei kemudian mengeluarkan ponselnya. Siapnya dia lupa untuk mengisi daya. Bar baterei hanya menyisakan dua persen. Jia Fei buru-buru mencari kontak rekan kerjanya. Setelahnya dia mencoba menelponnya namun panggilan itu tidak di angkat.
Dia berusaha sekali lagi, wajahnya menunjukkan kegelisahan dan dia mulai panik Berapa kali pun dia mencoba rekannya tidak juga mengangkatnya.
Kini bar baterai itu menunjukkan angka 1 persen. Akhirnya Jia Fei mencari kontak lain setelah panggilan itu tersambung dia mulai merasa ada harapan.
"Halo, Nona Liem, bisakah anda datang dan membantu saya. Saya terjebak di ....."
Sebelum Jia Fei menyelesaikan ucapannya, panggilan itu terputus begitu saja. Sekarang ponselnya benar-benar mati. Dia kembali menuju pintu memukul pintu dan mulai berteriak dari sana.
"Adakah seseorang di luar? Tolong saya terjebak disini."
Bagaimana pun tidak ada yang menyahut. Hal yang tidak dia ketahui adalah prang-orang yang ingin pergi ke toilet di hadang di depan pintu. Seseorang memakai papan nama dan berdiri di sana. Jadi ketika ada orang yang hendak masuk dia berkata. "Toilet sedang di perbaiki. Anda bisa pergi ke toilet yang berada di departemen lain."
__ADS_1
Orang-orang itu tidak memiliki pilihan dan pergi dari sana. Salah seorang dari mereka mulai mengeluh. "Toilet ini paling dekat dengan ruang acara, mengapa saat-saat seperti ini toilet malah di perbaiki."
"Ah, sudahlah tidak ada gunanya mengeluh."
Mereka semua akhirnya pergi. Adapun rekan Jia Fei, dia merasa ad yang tidak beres. Jia Fei mengatakan bahwa dia terjebak. Dan acara akan segera di mulai jelas bahwa ada seseorang yang menjebaknya. Dia akhirnya pergi dan mencari Jia Fei ke semua ruangan. Namun dia masih tidak menemukannya.
Ketika dia melewati toilet, dia terdiam sejenak. Seseorang yang berdiri di sana kembali berkata. "Nona, toilet sedang di perbaiki, sebaiknya anda pergi ke departemen lain."
Dia tidak pergi melainkan terdiam beberapa saat. Semua ruangan sudah dia cari namun masih tidak menemukan Jia Fei. Dia memikirkan beberapa kemungkinan, akhirnya setelah desakan dari penjaga dia pergi dari sana.
"Apakah anda melihat dimana Nona Jia?"
"Hem, aku tidak melihatnya, mungkinkah dia pergi ke suatu tempat."
Rekan yang tidak menyukai Jia Fei tersenyum menyeringai. Dia menaruh tangan di dada setelahnya dia berkata. "Nona Jia adalah pegawai baru di kantor. Sepertinya dia tidak begitu tertarik dengan acara ini, aku juga sudah mencoba menghubunginya, namun dia mengatakan bahwa dia tidak akan hadir."
__ADS_1
"Dia berada di bawah perlindungan Tuan Muda Hongli, siapa yang berani berbuat sesukanya pada dia. Sepertinya dia memanfaatkan status ini."
"Karena acara sudah mau di mulai, mengapa kita tidak mencari seseorang untuk mengklaim hasilnya. Orang-orang juga tidak begitu peduli, mereka hanya peduli pada perhiasannya bukan siapa yang membuatnya."
Orang-orang mendengarkan ini dan mereka terdiam. Rekan yang bekerja di ruang perancangan berkata. "Nona Jia bukan orang seperti itu. Tadi dia datang padaku, dia mengatakan akan bersiap-siap dan pergi. Jika dia tidak berniat untuk apa dia datang, bisa saja dia mengatakan tidak akan hadir dan meminta kita yang menggantikan."
Tepat saat ini, seseorang yang mencari Jia Fei juga datang, dia berkata. "Nona Jia tadi menelpon saya, dia mengatakan bahwa dia terjebak, sepertinya ada seseorang yang melakukan sesuatu padanya."
Orang-orang mulai saling pandang. Atasan mereka datang dan berkata. "Apa yang kalian semua lakukan, segera buka acara."
"Tapi Tuan, Nona Jia tidak ada,"
"Hah, aku sudah tau seseorang bisa menjadi angkuh hanya karena orang di belakangnya, sudah biarkan saja. Segera buka acara, katakan bahwa rancangan ini milik Nona Yu orang-orang juga tidak akan peduli."
Bos itu saling pandang dengan Nona Yu, dan keduanya tersenyum diam-diam.
__ADS_1