PENYESALAN TERDALAM

PENYESALAN TERDALAM
Episode 38 -Bertemu Zhang Hongli (1)


__ADS_3

............


...Jia Fei menatap Zhang Hongli dengan raut kebingungan, sepersekian detik Jia Fei tersadar, Pria di hadapannya adalah Zhang Hongli, pria berparas rupawan yang memiliki segudang kekuasaan. Jia Fei sedikit gemetar dia ingat terakhir kali dia bertemu Zhang Hongli adalah ketika dia berada di acara pesta bulan beberapa bulan lalu....


...Saat itu dia berlutut dan memohon pengampunan pada Zhang Hongli. Namun saat itu dia di selamatkan oleh senior Jie Tian, jadi Jia Fei juga tidak tau apa yang terjadi pada Zhang Hongli setelahnya....


...Dan sekarang dia bertemu lagi di sini, bukankah Zhang Hongli berada di Amerika, lalu kenapa dia berada di Beijing. Pikiran Jia Fei tiba-tiba menjadi kosong, apakah Zhang Hongli akan menuntutnya, Jia Fei merasa kedinginan di sekujur tubuhnya....


...Pria ini, Jia Fei tidak bisa berurusan dengannya, Jia Fei sangat takut apakah dia harus berlutut kembali dan memohon pengampunan. Disini terlalu banyak orang, apakah jika Jia Fei berlutut Zhang Hongli akan memaafkannya atau malah akan semakin mengolok-oloknya....


...Zhang Hongli menatap ke arah Jia Fei dengan perasaan rumit, dia begitu ingin merengkuh gadis yang bertahun-tahun di rindukannya. Jia Fei terlihat sangat rapuh dan dahinya di penuhi keringat dingin, dia terlihat sangat gugup....


...Zhang Hongli menjadi sangat sedih, "Apakah dirinya terlihat sangat menakutkan,"...


...Batu kali ini dia kesal terhadap dirinya sendiri, sebelumnya dia bangga akan paras rupawan yang di milikinya, namun melihat Jia Fei yang justru menatapnya dengan ketakutan membuatnya merasa kesal terhadap dirinya....


...Apanya yang bisa di banggakan, Jia Fei bahkan terlihat takut menatapnya....


...Zhang Hongli menatap lekat-lekat ke arah Jia Fei, hatinya bercampur rasa sakit dan kerinduan. Dia rindu pada gadis pemilik senyum manis ini, dia sakit karena bukan dirinya yang melamar Jia Fei lebih dulu, harusnya Jia Fei menjadi istrinya saat ini. Bukan menjadi istri pria lain....


...Jika ada kata pengulangan dia ingin kembali mengulang masa lalu. Dia ingin kembali kemasa-masa bersama Jia Fei. Dia ingin kembali dan segera pergi melamar Jia Fei....


...Zhang Hongli tersenyum dan berkata, "Ji-Er,...


...Jia Fei merasakan sesuatu berdengung di telinganya, ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang memanggil Jia Fei sebagai Jie-Er selain orang tua dan keluarga Shen. Jia Fei menjadi sedikit linglung namun dia segera tersadar....


..."Tuan, Saya minta maaf untuk kejadian di pesta tempo lalu, saya sungguh tidak sengaja, saya akan membayar ganti rugi untuk biyaa pencucian, saya memohon untuk kemurahan hati Tuan Muda....


...Jia Fei mengatakannya dengan kepala menunduk dia tidak berani menatap ke arah Zhang Hongli,...

__ADS_1


...Zhang Hongli mengepalkan tangannya, hatinya seperti tertusuk duri. Jia Fei memohon di hadapannya, kenapa Jia Fei tidak bisa mengenali dirinya. Dia tidak peduli soal pakaiannya yang ternoda Wine, dia hanya peduli pada Jie-Ernya. Jangan kan hanya sebuah baju Jika untuk Jia Fei dia akan memberikan segalanya termasuk hidupnya....


...Zhang Hongli kemudian berkata,"Ji-Er angkat kepalamu,"...


...Jia Fei merasa ragu namun suara indah yang perlahan masuk ke telinganya seperti sebuah sihir yang melingkupi dirinya. Seperti suara seseorang yang lama dia rindukan. Seperti teman lama yang tidak saling menyapa. Suara itu perlahan memasuki hatinya. Hatinya menjadi menghangat. Seolah mengatakan tidak perlu cemas semua akan baik-baik saja....


...Jia Fei perlahan mengangkat wajahnya. Dia menatap tepat ke dalam mata Zhang Hongli, mata hitam yang seperti tanpa dasar, matanya jernih sejernih air sungai....


...Jia Fei terkesima untuk sesaat, wajah yang seperti pahatan surgawi dan perawakan yang tinggi, fitur wajahnya begitu halus, Zhang Hongli seperti dewa yang turun ke dunia fana, Jia Fei seakan tersihir dia tidak bisa mengalihkan pandangannya....


...Zhang Hongli menatap penuh kerinduan kepada Jia Fei, dia begitu ingin menyentuh Jia Fei merengkuh sosok rapuh itu ke dalam pelukannya. Jia Fei menatapnya dengan mata memerah yang hampir menangis....


...Zhang Hongli kemudian berkata, "Ji-Er, apa kau sudah melupakan aku,"...


...Jia Fei seperti tersadar dari sihir yang baru saja melingkupinya, lagi-lagi sebuah suara indah masuk ke gendang telinganya. Jia Fei buru-buru menjawab, "Tuan, aku tidak ingat pernah melihat Tuan dimana, namun saya telah salah di acara pesta saat itu, saya sungguh minta maaf,"...


...Zhang Hongli segera menyahut, "Berhenti minta maaf, kau membuatku semakin merasa bersalah,"...


...Jia Fei kembali menundukkan kepalanya, "Tuan sayalah yang salah,"...


...Sebelum Jia Fei selesai berbicara Zhang Hongli segera memotong ucapannya....


..."Jie-Er, jangan tundukan kepalamu, kamu tidak bersalah, berhentilah meminta maaf,"...


...Jia Fei sedikit terhenyak namun dia segera berterimakasih, "Terimakasih Tuan sudah memaafkan saya, terimakasih atas kemurahan hati Tuan,"...


...Zhang Hongli menghela nafas berat, kenapa Jia Fei terus-terusan bersikap seperti ini. Zhang Hongli kemudian berkata,...


..."Jie-Er, kau sungguh tidak mengenali aku,"...

__ADS_1


...Jia Fei merasa bingung, dia sungguh tidak mengenal Zhang Hongli kecuali melihatnya dari siaran Televisi, seseorang Zhang Hongli bahkan dalam mimpi pun Jia Fei tidak pernah dengan berani ingin mengenalnya. Ini seperti langit dan bumi, Zhang Hongli seperti bintang di atas sana, dia ada tapi tidak mungkin untuk Jia Fei raih....


...Seseorang seperti Shen Yuwen saja membuatnya sakit berkepanjangan, apalagi seseorang seperti Zhang Hongli yang mempunyai paras seperti surgawi. Jia Fei tidak akan berani memimpikannya....


...Jia Fei kembali berkata, "Tuan, aku sungguh tidak mengenalmu, aku mungkin pernah melihatmu beberapa kali di Televisi, namun aku sungguh tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya, pertama kali kita bertemu adalah saat acara pesta tempo lalu. Jika Tuan merasa kita pernah mengenal sebelumnya, mungkin Tuan salah orang....


...Jia Fei tidak ingin berlama-lama lagi, dia segera berpamitan, "Tuan, jika tidak ada urusan lagi saya akan undur dori lebih dulu, sekali lagi terimakasih karena sudah memaafkan saya,"...


...Jia Fei hendak melangkah namun Zhang Hongli segera menarik tangannya....


..."Jie-Er, aku Zhang Hongli. apa kau sungguh melupakan aku,"...


...Jia Fei sedikit termenung kemudian berkata, "Saya tau, anda Tuan Muda Zhang Hongli,"...


...Zhang Hongli menjadi frustasi, dia seperti ingin membenturkan kepalanya, "Lalu kenapa kau seolah tidak mengenalku,"...


...Jia Fei semakin kebingungan, Jia Fei sungguh tidak mengingat kapan dia pernah mengenal Zhang Hongli. Salahkan otaknya yang mungkin sudah tidak ingat,...


...Jia Fei juga merasa dia tidak pernah mengalami amnesia. Jadi kapan tepatnya dia mengenal Zhang Hongli. Pria tampan seperti Zhang Hongli jika dia mengenalnya sekalipun dia hilang ingatan Jia Fei tidak mungkin melupakannya....


...Zhang Hongli menatap raut kebingungan di wajah Jia Fei, dia menghela nafas gusar....


..."Apa kau ingat pada seorang anak lelaki gemuk yang kau ajak pulang bersama,"...


...Jia Fei terdiam dan mencoba mengingat anak lelaki gemuk. Dia tidak menemukan siapapun lelaki gemuk yang di maksud....


...Zhang Hongli merasakan kesabarannya sudah habis, dia seperti ingin membelah isi kepala Jia Fei. namun setelah beberapa lama Jia Fei akhirnya bersuara, "Kau..Tidak mungkin kau....,"...


...Seolah baru tersadar dari keterkejutannya Jia Fei menunjuk wajah Zhang Hongli dengan jarinya....

__ADS_1


...Zhang Hongli merasa seperti di hatinya terangkat dia tersenyum lembut ke arah Jia Fei. "Jie-Er, akhirnya kau mengingatku,"...


__ADS_2