
............
...Mu Qi Shen dan Shen Yuwen duduk berdampingan. Mereka terdiam untuk waktu yang lama, hingga suara Mu Qi Shen memecah keheningan....
..."Kenapa,"...
...Hanya satu kata yang Mu Qi Shen katakan, namun Shen Yuwen seolah bisa menebak, kemana arah pembicaraan ini akan berlangsung....
...Shen Yuwen terdiam, dia tidak langsung menjawab. Setelah beberapa lama, dia membuka mulutnya....
..."Karena aku tidak pernah mencintainya,"...
...Mu Qi Shen mengepalkan tinjunya, hampir saja dia kembali memukul Shen Yuwen. Dimatanya saat ini Shen Yuwen tidak lebih dari pria bodoh. Mu Qi Shen menghela nafas frustasi....
..."Lalu siapa yang meminta cerai terlebih dulu,"...
...Shen Yuwen ikut menghela nafas, perasaannya campur aduk....
..."Itu dia, Jia Fei, dia yang meminta cerai lebih dulu,"...
...Mu Qi Shen merasa sedikit lega, setidaknya Jia Fei yang lebih dulu meminta cerai. Ini lebih baik dari pada Shen Yuwen yang memintanya....
..."Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, mungkin ini tidak ada artinya mengingat kau tidak pernah mencintai Jia Fei,"...
...Mu Qi Shen menghentikan ucapannya. Dia menoleh melihat reaksi Shen Yuwen, ketika dia melihat Shen Yuwen yang hanya terdiam dia kembali melanjutkan....
..."Jia Fei sangat mencintaimu, dia mencintaimu lebih dari sepuluh tahun, dia mencintaimu saat kalian berada di SMA, wanita itu, dia selalu melihatmu dari kejauhan, dan menatapmu dengan penuh pemujaan,"...
__ADS_1
...Shen Yuwen merasa hatinya bergetar, Jia Fei benar-benar mencintainya. Dia kemudian mendengarkan ucapan Mu Qi Shen selanjutnya....
..."Saat itu, kau sedang mengikuti lomba matematika, Jia Fei belajar begitu keras agar bisa mengikuti apa kau ikuti, saat kau bermain basket dia juga selalu berada di sana. Dan menyemangati mu dari jauh,"...
..."Saat kau melanjutkan sekolah di Universitas ternama, Jia Fei juga berusaha untuk pergi ke sana. Namun dengan biaya yang begitu mahal membuatnya menyerah di awal, dia bersekolah di sekolah biasa di salah satu kota terpencil di Beijing, kau tau apa yang selalu dia lakukan?,"...
...Mu Qi Shen menatap Shen Yuwen menunggu jawabannya. Namun Shen Yuwen hanya menggelengkan kepala sebagai pertanda bahwa dia tidak tau....
...Mu Qi Shen kembali berkata...
..."Dia menghubungiku setiap hari, dia selalu menanyakan bagaimana dirimu, apakah kau makan dengan baik, apakah kau memiliki kekasih di sana,"...
..."Saat aku memberitahu bahwa kau memiliki kekasih, dia ikut senang untukmu, disaat aku mengatakan bahwa kau memiliki kesulitan, dia juga menjadi orang pertama yang merasa sedih atas kemalangan mu. Pernah satu waktu dia tidak lagi bertanya tentang kamu, dan saat itu, aku melihatnya terbaring lemah di rumah sakit,"...
..."Saat dia lulus sekolah, dia memiliki nilai yang cukup bagus, banyak perusahaan asing yang ingin merekrutnya. Dia juga ingin menjadi desainer perhiasan. Namun dia merelakan mimpinya dan menikah denganmu,"...
...Setelah mendengarnya Shen Yuwen merasa tubuhnya bergetar, hatinya terasa dihimpit sesuatu, namun dia tidak tau apa itu. Perasaannya campur aduk. Shen Yuwen menyandarkan dirinya disofa, Dia memejamkan matanya, dia ingat dia memperlakukan Jia Fei dengan buruk. Dia ingat saat awal menikah dengan Jia Fei, dia kesulitan karena perusahaan, namun Jia Fei masih tetap disampingnya....
..."Shen Yuwen, tidak masalah jika kau tidak bisa menjadi Presdir, tidak masalah jika kau hanya menjadi karyawan biasa, aku tidak peduli dengan itu,"...
..."Shen Yuwen, jika kau menjadi pedagang aku akan membantu di toko kecil kita, jika kau menjadi nelayan aku juga tidak memiliki masalah dengan itu, selama kau tidak meninggalkan aku, aku juga tidak akan pergi meninggalkan kamu, aku akan bersamamu hingga tutup usia,"...
..."Shen Yuwen kau demam, istirahatlah, aku akan menjagamu disini,"...
...Shen Yuwen membuka matanya, dia melihat sekeliling yang kosong, hatinya menjadi sskit, di pikirannya sekarang dipenuhi Jia Fei. Wanita itu, seharusnya dia memperlakukannya sedikit lebih baik, meski dia tidak menyukainya. Yang dilakukannya selama ini hanyalah memperlakukannya dengan buruk....
...Shen Yuwen menghela nafas gusar, Mu Qi Shen disebelahnya hanya bisa menatapnya nanar, dia marah karena Shen Yuwen memperlakukan Jia Fei dengan buruk, namun dia juga marah pada dirinya sendiri, kenapa dia tidak bisa melindungi Jia Fei....
__ADS_1
...Mu Qi Shen bangkit berdiri, dia merasa bahwa dia sudah mengatakan apa yang ingin dia katakan, jadi dia akan kembali lebih dulu....
..."Shen Yuwen, tidak ada obat untuk penyesalan, Jia Fei sekarang sudah bersama Zhang Hongli, dia pasti akan memperlakukannya dengan baik, dan kau juga sudah bersama Xin Qian, aku harap kau belajar dari kesalahanmu, jangan lakukan hal yang sama pada Xin Qian,"...
...Setelah mengatakannya Mu Qi Shen pergi, Shen Yuwen masih berada pada posisinya ketika suara deru mobil Mu Qi Shen semakin menjauh. Hatinya dipenuhi awan hitam. Kata-kata Mu Qi Shen terus terngiang di benaknya. 'Tidak ada obat untuk penyesalan'....
...Tepat setelah itu ponselnya berbunyi. Itu adalah telpon dari Xin Qian....
...Shen Yuwen terdiam sejenak, dia menghela nafas berat. Kemudian mengangkatnya. Hal pertama yang Xin Qian katakan adalah....
..."Shen Yuwen, kau dimana, apa kau lupa ini adalah malam pernikahan kita,"...
...Shen Yuwen memijat pelipisnya, suara Xin Qian yang terus mengoceh membuat kepalanya sakit,...
..."Aku akan pulang sebentar lagi,"...
...Xin Qian tidak bisa menahan amarahnya, dia sudah tidak peduli tentang label wanita lemah lembut yang baik, Shen Yuwen sudah menjadi miliknya, dan video pernikahannya sudah tersebar, reputasinya sudah hancur, jadi dia tidak perlu lagi berpura-pura. Sekarang dia bahkan tidak yakin bisa pergi keluar rumah dengan percaya diri....
..."Jangan bilang kau di luar bersama wanita lain, Shen Yuwen ini adalah malam pernikahan kita, bagaimana bisa kau melakukan ini padaku,"...
...Shen Yuwen semakin merasakan kepalanya sakit seiring dengan teriakan Xin Qian. Dimana Xin Qian yang lemah lembut dan baik itu. Dia tidak bisa mengenali Xin Qian lagi. Ketika dia menikah dengan Jia Fei, dia tidak mengalami sakit kepala seperti ini. Dan wanita itu tidak pernah berteriak padanya. Lagi-lagi dia terus teringat Jia Fei....
..."Aku akan pulang, jadi kau jangan marah-marah lagi,"...
...Setelahnya Shen Yuwen langsung mengakhiri panggilan. Ketika dia berdiri dan hendak pergi, telponnya kembali berbunyi, Xin Qian menghubunginya kembali. Shen Yuwen yang sudah tidak tahan kemudian mematikan ponselnya....
...Shen Yuwen sungguh merasakan kepalanya berdenyut. Seharian dia sudah mengalami hal memalukan. Keluarganya dan keluarga Xin kini menjadi perbincangan. Mungkin esok beritanya akan lebih heboh lagi. Dia bahkan tidak tau bagaimana dengan nasib perusahaan saat ini. Mungkin saja akan mengalami penurunan harga saham....
__ADS_1
...Dia juga sempat melihat panggilan telpon dari Huanran, sepertinya itu adalah hal yang mendesak, namun saat ini dia tidak ingin di pusingkan oleh masalah perusahaan. Masalah hari ini pun sudah cukup berat untuknya....