
............
...Xin Qian yang sudah memerah, wajahnya semakin merah dan semakin menghitam. Mereka memanggilnya anak dari seorang wanita simpanan. Dan pria itu mengatakan pernah melihatnya di klub malam. Bagaimana dia harus menjelaskan kepada Shen Yuwen....
...Tidak, pria itu tidak memiliki bukti. Benar, dia tidak perlu takut....
..."Kau tidak memiliki bukti apapun, jika kau mengoceh sembarangan dengan mulutmu, aku akan melaporkanmu ke polisi atas tindak pencemaran nama baik,"...
...Pria itu menatap Xin Qian, dan jarinya berada di pelipisnya seolah dia sedang berpikir....
..."Nona Xin, kebetulan sekali, saat itu aku memotret mu. Aku yakin aku masih menyimpannya di ponsel,"...
...Setelah mengatakannya pria itu mengambil ponsel yang dia taruh di saku jasnya. Semua orang menatap penuh harap. Benarkah dia memiliki bukti....
...Xin Qian merasa ingin berlari kearah pria itu dan mencekiknya. Namun jika dia melakukan itu reputasinya akan hancur. Ini adalah hari besar dirinya dan Shen Yuwen. Dia tidak bisa melakukan hal yang ceroboh....
...Pria itu kemudian berseru....
..."Ini dia,"...
...Dia kemudian menunjukkan ponselnya kepada orang di sebelahnya. Di sana adalah foto Xin Qian yang sedang meminum alkohol, dan di temani seorang pria....
...Semua orang mulai membandingkan foto itu dengan Xin Qian yang berada di hadapan mereka. Sontak semua orang menutup mulut....
..."Benar, ini Nona Xin,"...
...Semua orang melebarkan matanya. Para pria menggelengkan kepalanya. Sedangkan wanita menatap jijik kearahnya....
..."Nona Xin ini, dia terlalu luar biasa, bagaimana dia mengatur waktu untuk bertemu semua pria,"...
..."Nona Xin, aku bahkan tidak bisa berkata-kata, bagaimana dia bisa menjadi wanita top sosialita,"...
..."Wah, aku tidak tahan lagi,"...
...Wartawan yang masih berada di sana, merasa seperti mendapat bintang jatuh, ini terlalu luar biasa. Mereka seperti tidak ingin melangkah pergi dari sini. Ini adalah sumber berita. Kau hanya perlu berdiri disini dan semua berita datang padamu....
__ADS_1
...Shen Yuwen merasa seperti tercekik, semua ini terlalu tiba-tiba, dia masih berusaha mempercayai Xin Qian. Tapi apa ini....
...Xin Qian mundur kebelakang, dan Shen Yuwen menerima foto itu. Wajahnya yang sudah merah menjadi menghitam. Amarah sudah membuncah di hatinya. Jadi seperti ini wanita yang selama ini dia bela....
...Xin Qian gemetaran, wajahnya sudah memucat....
..."Tidak, itu bukan aku, dia penipu, itu pasti orang lain, Shen Yuwen aku tidak mungkin seperti itu,"...
...Shen Yuwen merasakan kepalanya berdenyut hebat. Dia sudah tidak tahan. Dia merasa seperti badut yang di tertawaan semua orang....
...Ketika semua orang sibuk dengan pendapatnya masing-masing, satu-satunya orang yang tetap tenang adalah Zhang Hongli. Dia bahkan meminta pengawalnya mencari kursi untuk dirinya dan Jia Fei, dia duduk dengan tenang, seolah sedang menonton acara pertunjukan....
...Ketika dia mendengar cemoohan semua orang kepada Xin Qian, secara perlahan dia tersenyum menyeringai. Dia tidak mengatakan bahwa sebenarnya dia membantu membalas kekesalan Jia Fei kepada Xin Qian, dengan cara mengatur seseorang untuk menambahkan minyak kedalam api....
...Jia Fei adalah wanitanya, tentu dia sudah membuat daftar orang-orang yang telah membuat Jia Fei menderita. Jadi bagaimana cara membalasnya, mari lalukan perlahan-lahan....
...Jia Fei secara alami menatap ke dalam mata Zhang Hongli, dan bibirnya yang menyeringai tertangkap oleh Jia Fei, sekarang dia mengerti, ini adalah skema Zhang Hongli, namun terlepas dari semua itu kehadiran Mu Qi Shen pasti tidak ada dalam rencananya....
...Dia tidak menyangka Zhang Hongli begitu hebat, bukan hanya dalam berbisnis, tapi dalam membuat jebakan juga ternyata adalah ahlinya. Dia harus bekerja keras untuk memenuhi standard Zhang Hongli. Menjadi wanita lemah dan polos selalu saja di tindas, mungkin dia harus sedikit kejam dan menjadi rubah yang jahat....
...Sementara itu Xin Juan memperhatikan sekitarnya. Ketika semua orang mulai mencemooh Xin Qian. Dia kembali maju. Namun kali ini nadanya di buat setenang mungkin....
..."Kalian tidak tau, pada awalnya Xin Qian bersama dengan Tuan Muda Shen, begitu dia mendapatkan kontrak kerja sama dengan Tuan Muda Zhang, dia berencana merayunya dengan membuat skandal dengannya. Dan ketika dia gagal, dia kembali kepada Tuan Muda Shen, dan meminta bantuannya untuk melunasi ganti rugi pembatalan kerja sama, dia juga bersama seorang pria di klub malam, aku tidak bisa lagi mengatakan apa-apa, aku yakin kalian semua bisa menilai dengan bijak,"...
...Sontak Xin Qian merasa terkejut....
...bagaimana Xin Juan bisa gau kalau dia meminta uang pada Shen Yuwen untuk melunasi penalti pembatalan kerja sama. Xin Qian yang sudah merasa malu ingin segera kabur dari tempat kejadian. Dia tidak tahan dengan pandangan semua orang. Mereka semua menatap dengan tatapan mencemooh, jijik dan penghinaan....
...Shen Yuwen bahkan lebih terkejut. Apakah Xin Qian benar melalukan semua itu, Dan apa yang dia katakan, bagaimana dia bisa tau bahwa Xin Qian meminta bantuannya untuk melunasi uang ganti rugi....
...Xin Qian menggeleng dengan kekuatan tinggi....
..."Tidak, aku tidak melakukannya. Xin Juan kau jangan memfitnahku,"...
...Bagaimana bisa dia menerima cemoohan semua orang, dia selalu menjadi top sosialita, semua orang memujanya. Kemanapun dia pergi dia selalu menjadi pusat perhatian. Dan semua orang menyanjungnya. Jadi bagaimana bisa dia berakhir sebagai lelucon....
__ADS_1
...Xin Juan tersenyum tenang, dia mengeluarkan sebuah pulpen yang berfungsi sebagai alat perekam....
...Di sana terdengar suara Xin Qian....
..."Aku akan pergi ke Amerika untuk melakukan kerja sama bersama Tuan Muda Zhang, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Jika aku bisa merayu Tuan Muda Zhang, itu akan sangat luar biasa, Dan juga Jia Fei si bodoh itu, aku akan melakukan sesuatu padanya, dan akan membuat Shen Yuwen marah dan menceraikannya. Beraninya dia merebut sesuatu yang menjadi milikku,"...
...Mendengar suara itu, Xin Qian sangat ingin pingsan. Pertama foto dirinya di klub malam, sekarang sebuah alat perekam. Dia tidak menyangka jika Xin Juan akan melakukan ini, kapan dia melakukannya. Dia tidak ingat pernah melakukan obrolan dengan Xin Juan. Ah, pasti itu, dia meletakkannya di meja sebelah tempat tidur. Sial, bagaimana bisa dia terkecoh seperti ini....
...Dia ingat saat itu dia pulang ke rumah keluarga Xin, dan membicarakan prihal kerja sama melalui telpon. Ternyata saat itu. Xin Juan wanita j*alang ini, dia ingin mencekiknya....
..."Ini semua adalah fitnah, Xin Juan kau jangan berani memfitnahku,"...
..."Xin Qian, kaulah yang mengatakan semuanya sendiri. Aku tidak memaksamu mengatakannya. Saat itu aku kehilangan alat perekam ku, ternyata itu ada padamu. Kau yang megembalikannya secara pribadi kepadaku, ketika kau kembali ke rumah keluarga Xin,"...
...Ketika semua orang mendengar suara rekaman itu, mereka membelalakkan matanya. Bahkan sebagian dari mereka menahan nafas. Apakah ini adalah wanita top yang lemah lembut. Bagaimana bisa dia melakukan semua hal tercela. wanita ini begitu kejam dan sangat keji....
...Pada saat ini, kaki Xin Qian sudah tidak bisa menopang tubuhnya dengan benar, kepalanya terasa berputar. Dia hampir terjatuh kebelakang. Untung saja Shen Yuwen segera meraihnya. Namun tatapan Shen Yuwen tidak kalah sengit dan kejam. Di wajahnya sudah penuh dengan amarah, dan sorot matanya di penuhi kekecewaan....
..."Ini terlalu kejam dan tidak terduga, bagaimana bisa Shen Yuwen menceraikan istrinya yang baik, dan menikahi wanita keji,"...
..."Bagiamana seseorang menganggapnya wanita top sosialita, dia bahkan lebih kejam dari binatang. Dia sudah merencanakan semuanya dari awal. Mengapa Tuan Muda Shen menganggap penyihir ini seperti permata,"...
..."Untunglah istri pertamanya segera menyingkir dan bersama Tuan Muda Zhang, jika tidak entah rencana keji apalagi yang akan wanita penyihir ini lakukan,"...
...Para wartawan mengambil foto dan video dengan penuh semangat. Di aula ini hanya diisi oleh keluarga bangsawan yang terhormat. Sedangkan rakyat biasa tidak bisa memasukinya. Jadi para wartawan memutuskan untuk segera kembali, dan membuat berita. Sebelum mereka kembali di usir dari aula utama....
...Ketika semua orang di landa keterkejutan. Zhang Hongli bersandar pada kursinya. Di sebelahnya adalah Jia Fei, mereka berdua terlihat seperti raja dan ratu yang sedang menghadiri acara persidangan. Di sebelah kiri dan kanan terdapat para pengawal yang melindungi mereka dari kerumunan....
...Zhang Hongli merasakan haus di tenggorokannya. Dia segera berkata dengan nada yang tinggi....
..."Sepertinya aku membutuhkan air,"...
...Sontak semua orang menatap ke arahnya. Zhang Hongli duduk di kursi kebesarannya. Dia terlihat seperti penguasa. Kaki kanannya bertumpu pada kaki kirinya. Terlihat keagungan dan keanggunan pada tubuhnya....
...Pengawal yang mendengar ucapan Zhang Hongli segera mengambilkan air minum. Dan Zhang Hongli dengan wajah polosnya menatap semua orang yang kini menatap ke arahnya, dia kemudian berkata....
__ADS_1
..."kenapa berhenti. teruskan,"...