
keesokan harinya raka dan rian sudah harus kembali ke kota A karena mereka hanya mengajukan ijin satu hari.
aku dan raka berpelukan karena pastinya kami tidak akan bisa bertemu untuk beberapa waktu. mataku berkaca-kaca menatap kepergian mereka
reni yang melihatku memberikan aku kekuatan dan meyakinkan aku pasti aku dan raka akan kuat menjalani hubungan ini, dia menasehatiku jika aku dan raka harus saling percaya dan terbuka, itulah yang menjadi pedoman reni selama ini bersama rian.
singkat cerita sudah satu tahun aku dan raka menjalani hubungan jarak jauh, reni dan rian sudah bertunangan, raka selalu rutin datang ke kota B untuk menjengukku.karena reni sudah ikut pindah ke kota A dan sudah mendapatkan pekerjaan baru disana,
sedangkan aku belum memutuskan untuk pindah juga karena jarak antara kota A dan kota S sangat jauh
hari ini raka menghubungiku jika dia akan datang sore ini, aku sangat senang sekali karena bulan ini raka agak lama tidak datang karena banyak pekerjaan yang mengharuskan dia tetap stay di sana ,akupun mengerti itu adalah kewajibannya yang harus dia selesaikan.
pulang dari tempat kerja aku memasak makanan kesukaan raka, udang asam manis pedas dan capcay , tak lupa aku memasak nasi putih agar ketika raka datang kami bisa langsung makan.
setelah itu aku bergegas mandi dan berdandan sedikit agar wajahku lebih fresh.
pukul 7 malam raka datang, dengan senyum sumringah dia langsung memelukku
"aku kangen kamu yang, kayak udah lama banget aq gak ketemu kamu,
" *iya sayang aku juga kangen banget sama kamu, padahal tiap hari kita vcall tapi tetap aja rasanya beda klo ketemu langsung gini.
ya udah ayo masuk, aku udah masakin makanan kesukaan kamu
" wah kebetulan nih aku laper banget sayang, tadi di jalan aku sengaja gak mampir kemanapun karena pengen cepet ketemu sama kamu
"sayang, kamu pasti capek kan
__ADS_1
mandi dulu sana , selesai mandi kita langsung makan
"ok sayang*,
raka berlalu ke kamar mandi dan aku segera menyiapkan makanan di atas meja, setelah selesai aku mengambil baju ganti untuk raka.
raka keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja, aku menoleh ke arahnya, dengan air yang masih menetes dari rambutnya dan tubuh atletis yang tidak tertutup apapun, semakin menambah ketampanannya.
aku menelan salivaku ketika dia mendekat ke arahku, tubuhku menegang ketika dia menatapku penuh arti dan memelukku.
aroma khas tubuh raka membuatku mabuk kepayang...
deg.... dadaku berdegup kencang
aku berusaha menutupinya dengan berusaha bersikap setenang mungkin
" *sayang, cepet pake baju kamu, trus makan
nanti makanannya keburu dingin loh.
" ok sayang siap*,
kami mulai makan malam , aku mengambil nasi putih dan semua lauk pauknya dan menyerahkannya ke raka , tak lupa ku tuangkan air dan meletakkan di dekatnya .
ku lihat raka tersenyum dan seperti biasa dia selalu memuji hasil masakanku.
setelah semua selesai aku membawa semua makanan yang tersisa ke dapur dan mencuci semua yang kotor
__ADS_1
aku kembali ke kamar dan kulihat raka sudah rapi. dia mengajakku untuk berjalan jalan sebentar.
sesampainya di sebuah taman raka mengajakku duduk di sebuah bangku panjang yang menghadap ke air mancur yang ada di tengah taman ini.
dia berdiri tiba tiba duduk di depanku dan menggenggam erat tanganku.
"sayang aku sangat mencintaimu ,
*selama sayu tahun ini aku sangat bahagia bisa menjadi bagian dari kisah cintamu,
aku ingin hubungan kita berlanjut ke tahap yang lebih dalam lagi, karena aku tidak akan sanggup jika harus terus berjauhan denganmu sayang.
sayangku.... dari hatiku yang paling dalam...
Will you marry me ....???
ucapnya sambil mengeluarkan kotak berwarna merah dan membukanya...
"aku sangat bahagia melihat sebuah cincin yang begitu indah, aku terharu dan dan tak kuasa menahan air mata, kua anggukkan kepalaku pertanda aku menerima lamarannya.
dia berdiri segera memelukku dan segera menyelipkan cincin itu di jari manisku
"terimakasih sayang, aku bahagia sekali,
aku ingin secepatnya kita menikah karena aku tidak mau berlama-lama lagi menunggu.
besok kita akan pulang ke kota S untuk menemui keluargamu* .
__ADS_1