
............
...Nyonya Yin melotot seperti akan mengeluarkan bola matanya. Dia begitu marah ketika melihat wanita yang tidak ingin dia lihat. Nyonya Yin menatap nyalang kedua orang itu, Xin Qian dan Shen Yuwen. Apa yang sudah di lakukan anak lelakinya, bagaimana bisa dia membawa Xin Qian ke rumah. Apa Shen Yuwen ingin mengadakan perang dengan dia. Nyonya Yin saat ini benar-benar marah dan ingin memukul Shen Yuwen....
...Nyonya Yin menunjuk Xin Qian dengan jarinya. Tidak ada lagi kesan elegan dan anggun. Yang ada hanyalah orang tua yang marah karena melihat pasangan tidak sah berada di rumahnya....
..."Kau wanita sial, apa yang kau lakukan disini,"...
...Xin Qian menjadi gemetar dia tidak menyangka jika Nyonya Yin akan datang ke rumah tepat setelah Jia Fei mengajukan cerai kepada Shen Yuwen....
..."Aku..Aku...,"...
...Xin Qian tidak bisa berucap dia bingung apa yang harus dia ucapkan. Namun tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangannya....
..."Ibu, aku sudah memutuskan untuk bercerai dengan Jia Fei, dimasa depan Xin Qian akan menjadi menantu mu, kau juga sudah mengenalnya, jadi tidak sulit bagi kalian untuk saling berbaur,"...
...Shen Yuwen mengatakannya dengan tenang dan datar. Seolah ini bukanlah hal yang mengejutkan....
...Nyonya Yin seperti mendapat petir di siang bolong, urat nadinya menonjol. apa yang baru saja Shen Yuwen katakan, dia merasa seolah dia salah mendengar....
..."Apa maksudmu Shen Yuwen,"Ucapnya....
..."Aku sudah mengatakan bahwa aku akan bercerai dengan Jia Fei, dan nanti akan menikah dengan Xin Qian. Jika Ibu tidak merestui aku tidak membutuhkannya. Aku hanya akan menikah dengan Xin Qian ada restu ataupun tidak ada restu dari kalian,"...
...Ucapan Shen Yuwen membuat amarahnya membara....
..."Anak durhaka, apa yang kau ucapkan. Apa kau sudah gila, kau membawa wanita murahan ke rumah, sementara kau sudah mempunyai istri seperti Jia Fei, dan apa tadi kau bilang, kau ingin menikahi Xin Qian. Apa kau pikir Ibu akan membiarkanmu, kau lupa rumah ini masih atas namaku. Beraninya kau membawa Xin Qian ke rumah,"...
...Nyonya Yin berkata dengan nafas yang naik turun, dadanya terasa bergemuruh, dia benar-benar marah saat ini. Dia tidak menyangka jika anaknya akan melakukan hal tercela seperti ini. Beraninya anak kurang ajar ini disini....
...Nyonya Yin kemudian menatap sekeliling untuk mencari keberadaan Jia Fei....
__ADS_1
..."Dimana menantuku," Tanyanya....
...Shen Yuwen menahan nafas....
..."Dia sudah pergi,"...
...Nyonya Yin tidak bisa lagi menahan amarah....
..."Shen Yuwen, "Teriaknya....
...Dia kemudian berjalan ke arah Shen Yuwen dan "Plaaak," satu tamparan mendarat di pipi Shen Yuwen....
...Shen Yuwen tidak menyangka jika Ibunya akan menamparnya. Ibunya selalu penuh kasih sayang dan kelembutan, namun sekarang Ibunya menamparnya. Ini semua karena Jia Fei. Shen Yuwen semakin membenci Jia Fei....
...Nyonya Yin juga tidak menyangka jika dia akan kehilangan kendali dan menampar putranya. Namun amarah di hatinya tidak bisa dia hilangkan. Hal bodoh macam apa yang sudah anaknya perbuat. Dia berpikir bahwa kehidupan rumah tangga Shen Yuwen baik-baik saja. Harusnya dia sadar saat dia meminta Shen Yuwen untuk memikirkan rencana memiliki bayi, Shen Yuwen terus saja menghindar dengan alasan bahwa mereka masih muda. Namun sekarang dia tau, kenapa Shen Yuwen mati-matian menolak untuk memiliki bayi ternyata itu karena Xin Qian....
..."Shen Yuwen, Ibu tidak mau tau jika kau masih menganggap keluarga Shen adalah keluargamu, maka kau harus mencari Jia Fei dan membawanya kembali, tidak akan pernah ada perceraian diantara kalian Dan juga pulang lah malam ini temui Ayahmu dan para Tetua,"...
..."Kau, tidak akan pernah di terima keluargaku, jadi cepat kemasi barangmu dan keluar dari sini. Ini masih rumahku beraninya kau menunjukan wajahmu di hadapanku,"...
...Xin Qian semakin ketakutan. Dia kemudian bergegas naik ke lantai atas dan membereskan semua barangnya. Shen Yuwen segera menyusulnya dan meninggalkan Nyonya Yin di lantai bawah....
...Shen Yuwen menatap Xin Qian yang sedang membereskan semua pakaiannya....
..."Xin Qian, bersabarlah sebentar lagi, aku pasti akan bercerai dengan Jia Fei. Dan tunggu hingga amarah Ibu mereda, aku akan menangani semuanya, dan semua akan baik-baik saja, tapi sekarang kau sepertinya harus menginap di hotel hingga keadaan sedikit lebih baik,"...
...Xin Qian mengangguk mengerti. Shen Yuwen sudah menjanjikannya sebuah pernikahan. Dia harus mempercayai Shen Yuwen dan saat ini dia harus tinggal di hotel untuk sementara waktu. Dia belum bisa kembali ke rumah keluarga Xin, saat ini dia hanya bisa mengandalkan Shen Yuwen saja....
...Mereka berdua akhirnya turun ke lantai bawah. Shen Yuwen melihat Ibunya yang sedang duduk di sofa, sepertinya Ibunya masih sangat marah, satu-satunya cara adalah Xin Qian pergi dulu dari rumah untuk meredakan amarah Ibunya....
...Nyonya Yin menatap sinis ke arah Xin Qian....
__ADS_1
..."Untuk apa kau masih berdiri, pergi dari rumahku,"...
...Xin Qian menatap ke arah Shen Yuwen. Dan Shen Yuwen membalas dengan anggukan. Xin Qian kemudian berjalan keluar dan pergi dari rumah Shen Yuwen....
...Sementara Nyonya Yin masih duduk wajahnya memerah menahan amarah....
..."Apa yang sebenarnya terjadi,"Tanyanya....
...Shen Yuwen duduk di hadapan Ibunya....
..."Aku tidak pernah menyukai Jia Fei, dia terlalu biasa bagiku, dan aku juga sangat membencinya, dia sudah menyebabkan Tianzhi koma, bagaimana bisa aku hidup dengan wanita yang membuat adikku terbaring di rumah sakit seperti itu,"...
...Nyonya Yin menggebrak meja....
..."Sudah Ibu katakan semua itu bukan salah Jia Fei, kenapa kau masih terus menyalahkannya. Dia wanita yang baik, kau tidak akan pernah menemukan wanita yang seperti dia lagi. Apa kau sudah gila ingin menceraikan Jia Fei. Apakah Xin Qian menurutmu lebih layak. Ibu yang lebih tau bagaimana dia. Xin Qian wanita jahat dia wanita ular,"...
...Shen Yuwen sudah tidak tahan karena Ibunya terus-terusan menghina Xin Qian. Dengan nada tinggi Shen Yuwen berkata....
..."Ibu," Ucapnya....
...Nyonya Yin menatap nyalang ke arah Shen Yuwen....
..."kau, bahkan sekarang kau berani membentak Ibumu,",...
...Nyonya Yin sangat kecewa dulu Shen Yuwen adalah anak penurut. Namun sekarang dia bersikap kurang ajar seperti ini karena Xin Qian....
...Nyonya Yin kemudian bangkit berdiri....
..."Pulanglah malam ini temui Ayahmu dan para Tetua,"...
...Setelah mengucapkannya Nyonya Yin kemudian berjalan pergi....
__ADS_1