
.............
...Shen Yuwen sudah tiba di Berlin, dia menatap jam di pergelangan tangannya. Di Berlin sudah menunjukan pukul 07:00 pm. Mungkin di Beijing sudah dini hari atau bahkan mungkin sudah pagi hari. Shen Yuwen ingin segera menghubungi Xin Qian namun jika merujuk pada waktu mungkin Xin Qian sedang tidur dan tidak ingin mengganggunya....
...Shen Yuwen segera pergi ke acara pertemuan karena jadwalnya akan sangat padat. Dia hanya bisa tidur selama beberapa jam. Semua demi proyek yang sedang dia kembangkan....
...Shen Yuwen berjalan ke arah kamar mandi, dia merapikan Jasnya dan juga mencuci tangannya. Dia bersiap-siap menemui Klein nya....
...........
...Acara perjamuan di hadiri oleh berbagai pebisnis dari berbagai dunia. Meski perusahaan Shen Yuwen sudah cukup besar, namun masih belum mampu jika di sandingkan dengan perusahaan besar lainnya....
...Ketika acara telah di buka, Shen Yuwen berjalan memasuki jalur VIP, dia segera masuk ke sebuah ruangan, di sana kliennya sudah menunggu, Shen Yuwen di temani oleh Huanran, dia adalah Sekretaris yang kompeten dia juga sudah membaca dokumen prihal kerjasama yang akan mereka lakukan. Jadi Huanran akan sangat membantunya....
...Shen Yuwen berbincang selama beberapa waktu, setelah kontrak kerja sama telah di tandatangani Shen Yuwen menjabat tangan kliennya sebagai tanda kerja sama telah terjalin. Dia kemudian berjalan keluar ruangan. Dia masih memiliki banyak jadwal, dia kembali bertemu dengan beberapa pengusaha yang berniat menjalin kerja sama. Dia tidak memliki waktu bahkan untuk menguap sekalipun....
...Dia melakukan tugasnya hingga larut malam. Setelah selesai dengan semua jadwalnya, Shen Yuwen keluar dari aula perjamuan untuk kembali ke hotel. Sebenarnya dia di tahan oleh beberapa pengusaha agar mau minum bersama, namun Shen Yuwen menolaknya dengan sopan, dia merasa sudah sangat lelah, dia berjalan dengan lesu di temani Huanran di sebelahnya dan kembali ke hotel....
...Shen Yuwen mengangkat tangannya dan menatap jam di pergelangan tangannya, sudah menunjukkan pukul 11:00 pm. Mungkin di Beijing sudah pagi hari. Shen Yuwen melihat ponselnya dan dia tidak memiliki pesan atau panggilan apapun. Xin Qian tidak menghubunginya....
...Shen Yuwen berniat menghubungi Xin Qian lebih dulu, namun dia urungkan karena dia sudah merasa lelah dan tidak ingin menggangu istirahat Xin Qian....
.............
__ADS_1
...Sementara itu di Beijing menunjukan pukul dini hari. Xin Qian berjalan memasuki rumah dengan langkah sempoyongan, dia menghabiskan malamnya di klub' bersama dengan temannya. Dia masuk sepanjang malam. Dia merasa senang karena Shen Yuwen tidak ada dan dia menjadi bebas....
...Ketika bersama Shen Yuwen dia harus menahan keinginannya pergi ke klub malam, dia harus selalu menunjukkan kesan wanita bangsawan yang terhormat. Dia merasa muak, dan hari ini Shen Yuwen pergi untuk perjalanan bisnis dia menjadi sangat senang, dia bisa pergi kemanapun dia mau. Selama beberapa hari dia tidak akan bertemu Shen Yuwen, dia akan memanfaatkan kebebasannya, dan akan bersenang-senang sepuasnya....
...Jia Fei keluar dari kamarnya dia merasa haus dan pergi ke dapur untuk mengambil air. Ketika dia melangkah dia melihat Xin Qian yang berjalan dengan sempoyongan. Jia Fei bahkan bisa mencium aroma anggur dari Xin Qian ketika dia melewatinya. Jia Fei melihat jam yang sudah menunjukan pukul dini hari. Jia Fei tidak tau bahwa ternyata Xin Qian sangat senang berada di luar rumah....
...Jia Fei tidak memperdulikan Xin Qian yang terus berjalan sempoyongan menaiki tangga. Dia hanya pergi untuk mengambil minum dan kembali lagi ke kamarnya....
..............
Keesokan harinya
...Xin Qian bangun dengan kepalanya yang terasa sakit, semalaman dia mabuk berat, namun dia merasa senang sudah lama dia tidak pergi ke klub malam. Kepergian Shen Yuwen membuatnya bisa bernafas lega. Dia kemudian berjalan ke arah mandi dan memutuskan untuk segera mandi dan berganti baju....
.............
Kantor Cabang
...Pagi hari Zhang Hongli sudah bersiap-siap untuk mengunjungi kantor cabangnya. Dia mengenakan setelan jasnya. Di padukan dengan sebuah arloji mewah yang melingkar di pergelangan tangannya. Hari ini dia berencana untuk meninjau kantor cabangnya. Dia mendengar bahwa kantor ini memiliki sedikit masalah, sebarnya dia tidak perlu turun tangan, namun dia ingin melakukannya, dia ingin menghapus Jia Fei dari pikirannya dengan bekerja keras....
...Seluruh kantor menjadi panik karena kedatangan mendadak dari Sang Bos perusahaan. Mereka membersihkan dan merapikan semua data di tiap departemen. Mereka juga tidak lupa membersihkan setiap ruangan, Mereka mendengar desas-desus bahwa sang Bos sangat menyeramkan dan sangat detail tentang kebersihan. Dia akan sangat marah ketika tiap ruangan di penuhi dengan debu....
...Mereka juga tidak ingin melakukan kesalahan. Begitu juga Jie Tian. Dia adalah Direktur baru disini. Dia harus menunjukan kinerja kerjanya. Akhir-akhir ini Perusahaan mengalami sedikit masalah namun itu masih bisa di tangani, dia juga tidak mengerti kenapa si Bos ini jauh-jauh dari Amerika hanya untuk meninjau permasalahan perusahaan, padahal permasalahan itu masih bisa dia tangani....
__ADS_1
...Setelah semua siap seseorang berteriak dari koridor. "Dia disini,"...
...Semua orang menjadi panik dan mulai berkeringat dingin. Zhang Hongli turun dari mobilnya. Dia memakai setelan jas yang sangat pas dengan tubuhnya. Kulitnya yang putih pucat terpantul cahaya dari matahari yang menerpa bagian wajahnya. Membuat sosoknya terlihat semakin mengagumkan,...
...Dia berjalan dengan tegap memasuki perusahaan cabangnya. Semua orang berjejer dan menunduk hormat. Mereka bahkan tidak bergerak barang satu inci pun. Zhang Hongli mengedarkan pandangannya dia melihat sekeliling dan mengangguk puas. Setidaknya satu kata di pikirannya, 'bersih'...
...Dia berjalan di temani Asisten dan juga beberapa petinggi perusahaan. Dia mengecek ke tiap departemen, memastikan semua sudah sesuai SOP, hingga dia tiba di divisi perencanaan. Dia di sambut oleh Jie Tian. Zhang Hongli terdiam menatap ke arah Jie Tian. Begitupun Jie Tian dia terdiam mematung, dia tidak tau jika dia akan bertemu Zhang Hongli disini. Dan yang lebih mengejutkan karena si Bos yang di gosip kan menyeramkan ternyata Zhang Hongli....
...Jie Tian benar-benar tidak tau jika perusahaan tempatnya bekerja adalah cabang dari perusahaan Group Zhang....
...Zhang Hongli menatapnya sekilas kemudian mengedarkan pandangannya. Dia melihat sekeliling kemudian berbalik dan pergi....
...Jie Tian menghela nafas lega, aura yang terpancar dari Zhang Hongli membuatnya tanpa sadar menahan nafas. Zhang Hongli memiliki aura keagungan. Pantas saja dia menjadi pengusaha termuda dari Beijing yang sukses besar di Amerika. Jie Tian tidak akan lupa ketika Zhang Hongli menatapnya dengan dingin....
...Ini adalah kedua kalinya dia bertemu Zhang Hongli secara langsung, pertama saat di acara perjamuan makan ketika dia menyelamatkan Jia Fei dari Zhang Hongli. Saat itu dia mengatakan bahwa dia adalah suami dari Jia Fei. Apakah Zhang Hongli masih mengingatnya, atau apakah dia sangat marah karena dirinya saat itu menyelamatkan Jia Fei sehingga Zhang Hongli tidak bisa menyiksanya....
...Apapun alasannya Jie Tian merasa Zhang Hongli sudah menaruhnya dalam daftar merah, Zhang Hongli seolah mengirimkan tatapan permusuhan padanya....
...Jie Tian jadi ingat tentang Jia Fei, setelah hari itu dia tidak lagi bertemu dengan Jia Fei, mungkin sebaiknya dia menghubunginya nanti....
............
...Zhang Hongli selesai dengan acara kelilingnya. Dia kemudian duduk dan membaca tiap laporan yang di berikan padanya. Masalah kemarin sepertinya sudah di atasi dengan baik dia tidak perlu berkomentar banyak. Semua masalah sudah terselesaikan....
__ADS_1
...Zhang Hongli mengingat Jie Tian, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Jie Tian disini dan juga tidak menyangka jika Jie Tian bekerja di perusahaannya. Dia membaca dokumen tentang Jie Tian. Pria itu ternyata cukup kompeten. Sebagai atasan dia merasa puas dengan kinerja Jie Tian, namun sebagai seorang pria dia merasa kesal, dia ingat ketika Jie Tian mengatakan bahwa Jia Fei adalah istrinya. Saat itu dia merasa amarahnya meluap-luap. Melihat Jia Fei yang pergi menjauh bersama seorang pria. Namun setelah penyelidikannya dia mengetahui bahwa dia bukan suami Jia Fei namun hanya seorang senior dari kampus yang sama....