PENYESALAN TERDALAM

PENYESALAN TERDALAM
Episode 95 - Tianzhi Siuman


__ADS_3

Di Amerika, Zhang Hongli duduk menyandarkan punggungnya. dia menutup matanya dan merasakan kelelahan. Tiba-tiba dia mengingat Jia Fei, dia membuka ponselnya dan menemukan foto-fotonya di sana.


Zhang Hongli tersenyum, semakin dia melihat semakin rindu hatinya. Dia bisa membayangkan ekspresi Jia Fei yang tersenyum padanya, dia merasakan jatuh cinta kepada Jia Fei lagi dan lagi.


Zhang Hongli mengingat bahwa hari ini Jia Fei akan mengadakan peluncuran perhiasan dia menjadi tidak sabar mendengar wanita itu bercerita. Mulutnya yang terbuka dan tertutup terlihat sangat imut dimatanya. Apapun yang Jia Fei lakukan sekalipun wanita itu hanya diam dan bernafas dimata Zhang Hongli Jia Fei sangat mengesankan.


Katakanlah bahwa dia menjadi gila karena cinta. Itu tidak sepenuhnya salah. Seseorang mengatakan bahwa cinta itu buta, sepertinya itu juga tidak salah.


Tiba-tiba saat ini terdengar suara ketukan pintu dari luar. Zhang Hongli tersentak dan kembali pada kenyataan.


"Masuk."


Mayleen datang dengan mengenakan kemeja putih dan rok yang berada di atas lututnya, memperlihatkan kakinya yang mulus dan jenjang. Dia membuka kancing di bagian atasnya sehingga ketika dia menunduk belahan dadanya akan terlihat.


Mayleen membawa dokumen di tangannya, melihat Zhang Hongli yang duduk bak raja membuatnya tidak bisa berpaling, dia telah tergila-gila padanya pada pandangan pertama, dan berpikir bahwa Zhang Hongli akan menjadi miliknya. Sampai Jia Fei datang dan menghancurkan segalanya. Lihat bagaimana dia akan merebut Zhang Hongli, tidak akan ada pria yang bisa lepas dari pesonanya.


Mayleen menyerahkan dokumen di tangannya dan dia sedikit menunduk untuk memperlihatkan belahan dadanya. Tanpa di duga Zhang Hongli bahkan tidak meliriknya sama sekali, dia kembali fokus pada ponselnya dan menatap pantulan wajah Jia Fei di sana.


"Cantik sekali."Ucapnya.


Mayleen merasa tersipu dan dia berpikir bahwa Zhang Hongli memujinya. Tidak sia-sia dia berdandan selama satu jam. Mayleen tersenyum ketika dia berkata.


"Tuan Muda Hongli, saya tau bahwa saya cantik."


Zhang Hongli masih tidak mendengarkan, dia sibuk dengan dunianya sendiri, sampai akhirnya dia berkata. "Apa yang tadi kau bicarakan? Maaf aku sibuk melihat foto Nona Jia. Ah, aku ingin segera kembali dan melihatnya."

__ADS_1


Seperti petir di siang bolong. Senyuman di wajah Mayleen langsung hilang, tangannya yang berada di bawah mengepal dengan kuat. Jadi, tadi Zhang Hongli tidak memujinya melainkan memuji foto Jia Fei?.


Mayleen menahan amarah yang memenuhi hatinya dia berjalan dan mendekat pada Zhang Hongli. Menurunkan harga dirinya dia mulai menyentuh wajah Zhang Hongli.


"Tuan Muda Zhang, apa yang kurang dari saya, saya bahkan tidak kalah dari Jia Fei, wanita itu dia hanya orang miskin dari desa, anda hanya cocok bersama saya."


Zhang Hongli terdiam, selama ini dia membiarkan Mayleen karena kinerja kerjanya cukup bagus, tapi berbeda jika dia menghina kekasihnya.


"Jangan menguji kesabaran ku Mayleen, jangan mengatakan hal-hal buruk mengenai milikku atau kamu akan menyesal."


Mayleen menjauhkan tangannya dengan kesal dia berteriak. "Aku telah bersamamu untuk waktu yang lama, tapi dia merebut segala yabg menjadi milikku. Hongli, kau hanya untukku."


Zhang Hongli tidak tahan dia bangkit dari kursinya dan berjalan untuk mengambil foto lamanya. Dia memperlihatkannya kepada Mayleen. Seorang pria gemuk dengan kacamata yang terlihat sangat cupu.


"Aku akan bertanya padamu satu kali agar kamu tau apa bedanya kamu dengan Jia Fei."


Mayleen menjawab tanpa ragu. "Jangan bercanda, pria gemuk seperti itu siapa yang akan menyukainya. Gemuk seperti babi, orang sepertiku tidak cocok dengan pria jelek seperti dia."


Zhang Hongli tidak marah, sebaliknya dia mengangguk. "Itulah bedanya kamu dengan Jia Fei."


"Apa maksudmu?" Mayleen bertanya dengan dahi yang berkerut.


"Pria di dalam foto ini adalah aku dimasa lalu, Jia Fei menyayangi aku seperti apapun diriku. Tapi kamu berbeda, jika aku jelek dan miskin, aku tidak yakin bahwa kamu masih menyukaiku. Selama ini aku membiarkanmu karena kinerja kerjamu cukup bagus. Tapi kamu menghina apa yang menjadi milikku. Sebaiknya sekarang kamu keluar dan berkemas."


Mayleen terkejut hampir saja dia terjatuh. Dia menggelengkan kepalanya. Tertawa dengan aneh dia berkata. "Hahaha, jangan berkata omong kosong, bagaimana mungkin pria gemuk itu kamu."

__ADS_1


"Terserah kamu percaya atau tidak," Setelah mengatakannya Zhang Hongli memanggil.petugas keamanan dan meminta mereka membawa Mayleen keluar dari ruangannya.


Mayleen mulai memberontak ketika dia di paksa keluar. "Tidak, kamu tidak bisa melakukan ini padaku."


*******


Disisi lain di rumah sakit, Nyonya Shen di bawa ke ruang gawat darurat. Dokter mengatakan bahwa tekanan darahnya tiba-tiba naik. Kemudian memintanya untuk beristirahat dan tidak membuatnya tertekan.


Setelah Nyonya Shen di pindahkan ke ruangan lain, Shen Yuwen masuk dan menatap ibunya, selama pernikahan dengan Jia Fei, Ibunya tidak pernah satu kali pun masuk ke rumah sakit, Ibunya selalu sehat dan tampak bahagia.


Tapi hari ini Ibunya kembali masuk ke rumah sakit karena Xin Qian. Shen Yuwen merasakan lelah dan dia duduk di sebelah Ibunya, memijat kepalanya yang terasa berdenyut.


Tiba-tiba Ibunya membuka mata dan menatap Shen Yuwen. "Yuwen, Yuwen.. Ah dimana kalungku."


Hal pertama yang di ingat Nyonya Shen adalah kalung pemberian Jia Fei. Shen Yuwen menggenggam tangan Ibunya dia berkata.


"Ada disini, Ibu tidak perlu khawatir. Ibu harus beristirahat."


Nyonya Shen mulai mengingat Xin Qian, dan kekesalannya kembali muncul di hatinya. "Yuwen, lihat bagaimana wanita jahat itu memperlakukan Ibu, kamu juga sudah tidak tahan bukan? Jika Jia Fei sudah tidak bisa kembali pada kita, setidaknya jika kau bercerai dengan Xin Qian Ibu akan sangat berterimakasih kepada surga."


Shen Yuwen menatap wajah Ibunya yang tampak kelelahan, dan dia mulai menyesal di dalam hatinya. Tiba-tiba saat ini terdengar suara seseorang menjatuhkan sesuatu. Itu adalah Xin Qian, dia datang membawa teh herbal. Mendengar Ibu mertuanya membicarakan kata cerai dia sangat marah dan mulai berteriak.


"Apa yang Ibu katakan? Bagaimana bisa Ibu meminta anak Ibu untuk bercerai? Yuwen lihat, Ibumu menindas ku padahal aku datang dengan niat baik dan membawa teh herbal."


Shen Yuwen merasakan kepalanya semakin berdenyut. tepat saat ini ponselnya berbunyi. Shen Yuwen melihat identitas si pemanggil dan buru-buru mengangkatnya.

__ADS_1


Entah apa yang di katakan orang di seberang, namun Shen Yuwen segera bangkit berdiri dan berkata. "Apa? Adikku Tianzhi siuman?"


__ADS_2