
............
...Jia Fei pulang ke rumahnya dengan bersenandung riang. Setibanya dia di rumah dia melihat mobil Shen Yuwen yang sudah terparkir. Jia Fei menjadi sedikit waspada, biasanya di jam segini Shen Yuwen masih belum pulang dari kantornya, namun sekarang dia merasa sedikit ceroboh, Shen Yuwen pulang sebelum Jia Fei tiba di rumahnya....
...Jia Fei menggigit bibir bawahnya dia menjadi sangat gugup, jika Shen Yuwen bertanya apa yang harus dia jawab....
...Jia Fei menghela nafas berat. Dia juga tidak mungkin terus berdiri di halaman rumah. Akhirnya setelah pertimbangan yang cukup matang perlahan dia berjalan menuju pintu rumahnya. Dia tidak bisa menahan kegugupan di hatinya. Seolah kesenangan yang baru saja dia rasakan meluap ke udara begitu saja....
...Jia Fei memantapkan langkahnya. Mau tidak mau dia harus masuk kerumahnya. perlahan Jia Fei memutar gagang pintu, dia melihat sekeliling yang ternyata kosong, Jia Fei menghembuskan nafas lega, sepertinya Shen Yuwen berada di lantai atas. Jia Fei membuka sepatu yang kenakan dan perlahan berjalan dengan hati-hati, dia bahkan sedikit berjinjit agar tidak menimbulkan suara....
...Tujuannya saat ini adalah kamarnya. Entah kenapa saat ini dia merasa bersyukur karena kini kamarnya tidak berada di lantai atas melainkan berada di lantai bawah, dia tidak harus berjalan melewati tangga, dia hanya perlu berjalan melewati ruang tamu dan melesat ke arah kamarnya....
...Jia Fei merasa seperti berada di medan perang dia seperti prajurit yang mengendap-ngendap agar tidak terlihat oleh musuh, saat ini Shen Yuwen adalah musuhnya dan dia adalah prajuritnya....
...Tepat ketika Jia Fei melewati ruang tamu dan hanya tinggal beberapa langkah untuk memasuki kamarnya Jia Fei di hentikan oleh suara berat dari belakang....
..."Apa yang kau lakukan," dari nada suaranya terdapat ancaman dan juga penekanan yang kuat. Jia Fei tidak perlu berbalik untuk melihat siapa pemilik suara tersebut. Dia sudah hafal betul seperti suara itu berada di luar kepalanya....
...Jia Fei terdiam bahkan untuk menggerakkan kakinya barang satu langkah pun terasa berat. Jia Fei merasa seolah kakinya terkena sebuah lem perekat. Dia seperti ingin melarikan diri, namun kemana dia harus pergi seisi rumah ini adalah milik Shen Yuwen. Kemanapun dia bersembunyi Shen Yuwen akan menemukannya....
...Jia Fei mendengar langkah kaki yang semakin mendekat kegugupannya tidak bisa dia tutupi,...
__ADS_1
..."Dari mana saja kau," Shen Yuwen berkata sekali lagi dengan nada dingin dalam ucapannya. Jia Fei tidak tau harus menjawab apa, jika dia mengatakan bahwa pergi bersama Zhang Hongli, sudah pasti Shen Yuwen akan mengamuk padanya. Tapi tunggu, Shen Yuwen tidak pernah menyukainya jadi jika dia pergi bersama seorang pria Shen Yuwen tidak akan pernah peduli....
...Dengan bermodalkan pikiran seperti ini Jia Fei tiba-tiba mendapatkan keberanian untuk membalikkan badannya. Mau tidak mau dia harus bisa menghadapi Shen Yuwen....
...Shen Yuwen menatap ke arah Jia Fei dia memperhatikannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Jia Fei memakai riasan tipis di wajahnya membuat kecantikan alaminya semakin terpancar. Rambutnya yang sedikit bergelombang jatuh di bawah bahunya. Jia Fei menggunakan kaus yang sepertinya terakhir kali dia buang ke lantai. Dia juga memakai rok pendek yang memperlihatkan kaki putihnya yang jenjang....
...Jia Fei tidak pernah berpakaian seperti ini di hadapannya. Dia selalu memakai pakaian lusuh yang sudah pudar warnanya. Membuatnya merasa malas bahkan untuk berdekatan dengannya....
...Tapi kali ini dia berdandan untuk bertemu pria lain diluar sana. Shen Yuwen mengepalkan tangannya. Dia seperti gunung berapi yang ingin mengeluarkan Lavanya....
...Ketika dia pulang ke rumah, dia melihat meja makan yang masih kosong, dia sudah memberikan uang untuk Jia Fei, namun wanita itu ketika sore hari sudah datang pun dia masih belum memasak, Shen Yuwen menghela nafas berat, dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, namun Xin Qian segera memberitahunya bahwa Jia Fei tadi pergi dan berdandan cantik dia juga menyuruh seseorang untuk mengikuti Jia Fei karena Xin Qian merasa khawatir, namun ternyata Jia Fei pergi bersama seorang pria dan bersenang-senang....
...Shen Yuwen selalu melihat Jia Fei sebagai wanita pendiam yang polos, namun ternyata dia tidak lebih dari seorang gadis murahan yang butuh sentuhan. Shen Yuwen memandang rendah Jia Fei. Dia semakin muak. Dia seperti ingin memukul wajah Jia Fei....
...Jia Fei menggigit bibir bawahnya dia kemudian berkata, "Aku pergi sebentar bertemu teman lama,"...
...Shen Yuwen menatap tajam ke arahnya, pergi bertemu teman lama, Setelah dia bermalam bersama Mu Qi Shen sekarang dia bertemu lagi dengan pria berbeda, apa dia ingin pamer bahwa semua temannya adalah pria, apa dia ingin menunjukkan kemurahan dirinya dengan berganti pria setiap hari....
..."Kau itu masih Nyonya Muda Shen, bagaimana bisa kau berjalan bersama pria lain, apa kau ingin menghancurkan reputasi ku. Bagaimana jika keluargaku tau, kau sudah miskin namun masih banyak tingkah, kau hanya perlu diam dan melakukan apa yang aku perintahkan, jika sampai keluargaku tau kau harus menerima sendiri akibatnya,"...
...Jia Fei terdiam Shen Yuwen berjalan ke arahnya dan menabrak bahunya dengan sangat kuat, Jia Fei terjembab kebelakang dia terjatuh kelantai. Shen Yuwen bahkan tidak repot-repot melihatnya, dia terus berjalan mengabaikan Jia Fei....
__ADS_1
...Xin Qian tersenyum penuh kemenangan, Dia berjalan melewati Jia Fei dan menginjak tangan Jia Fei dengan sepatu hells nya....
..."Aww," Jia Fei mengelus tangannya yang terinjak sepatu Xin Qian....
...Xin Qian melangkah dengan angkuh kemudian sedikit menundukkan tubuhnya dia berbisik di telinga Jia Fei, "Gadis miskin, kau seharusnya berkaca, wanita sepertimu bahkan tidak pantas jika di bandingkan dengan jari Shen Yuwen, jika kau ingin hidupmu damai sebaiknya cepat bercerai dengan Shen Yuwen,"...
...Xin Qian mengakhiri ucapannya dengan senyuman di wajahnya. Dia berjalan namun ketika beberapa langkah dia kembali berbalik, "Aku akan pergi berbelanja bersama Shen Yuwen, apa kau iri karena kau tidak pernah berbelanja bersamanya. Uppss, aku lupa Shen Yuwen bahkan tidak pernah memberikanmu apa-apa kecuali cincin murahan yang ada di jarimu,"...
...Setelah mengatakannya Xin Qian berjalan dengan dagu terangkat. Tidak lama kemudian terdengar suara deru mobil yang semakin menjauh....
...Jia Fei masih terduduk di lantai, dia kembali memikirkan kata-kata Shen Yuwen. "Bagaimana jika keluarga Shen tau,"...
...Jia Fei merasa sedih siapa yang akan tau, tidak ada yang tau jika dia adalah istri Shen Yuwen, bahkan jika ada berita mereka tidak akan tau siapa itu Jia Fei. Juga dia pergi bukan untuk berselingkuh. Jia Fei merasa harinya semakin berat....
.............
...Sementara itu Zhang Hongli juga tiba di vila nya. Karena kunjungannya kali ini sedikit lama dia tidak tinggal di hotel melainkan tinggal di vila yang pernah dia beli....
...Setelah sampai dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia merasa sedikit lelah namun di banding semua itu, rasa bahagia seolah mengalahkan rasa lelahnya. Pertemuannya dengan Jia Fei membuatnya benar-benar bahagia. Jika Asisten Chen berada di sini dan melihat Zhang Hongli seperti ini, dia pasti berpikir bahwa Zhang Hongli menjadi gila....
...Zhang Hongli saat ini tidak seperti dia yang setiap hari masang ekspresi dingin. Saat ini dia lebih seperti remaja yang baru saja merasakan jatuh cinta. Tidak peduli apapun dia hanya merasa kebahagiaan membuncah di dadanya....
__ADS_1