
..............
...Setelah acara makan selesai, Jia Fei meminta Zhang Hongli untuk mengantarnya pulang ke rumah orang tuanya, Awalnya Zhang Hongli menolak dan meminta Jia Fei untuk tetap tinggal, dan bisa tinggal di sana selama apapun yang Jia Fei mau. Namun Jia Fei segera menolak, dia belum bisa memberikan Zhang Hongli jawaban, jika dia terus tinggal, dia akan terlihat seperti wanita yang tidak tau malu. Dia tidak ingin lagi merepotkan Zhang Hongli, juga perasaannya saat ini terasa rumit, dia sepertinya tidak bisa menatap Zhang Hongli seperti dulu, pernyataan cinta Zhang Hongli terlalu tiba-tiba baginya....
...Ketika dia sampai di rumah malam sudah sangat larut, Jia Fei membawa koper di tangannya. dia di sambut oleh kedua orangtuanya....
..."Ji-Er, Kau pulang ke rumah begitu larut, dan apa yang kau bawa,"...
...Nyonya Jia menatap heran ke arah koper yang di bawa Jia Fei. dan merasakan firasat yang tidak enak....
...Tuan Jia juga melihat anaknya, namun dia segera berseru....
..."Apa yang kau lakukan, anak kita baru saja sampai, kenapa kau mengajukan pertanyaan yang begitu rumit, sudahlah biarkan dia masuk,"...
...Tuan Jia juga merasa ada yang aneh, putrinya Jia Fei tiba-tiba saja pulang ketika malam sudah larut dan juga membawa sebuah koper. Tidak ada yang bisa di pikirkan kecuali putrinya sedang bertengkar dengan suaminya. Dia juga merasa khawatir namun dia tidak segera bertanya, karena malam sudah larut dan Jia Fei juga pasti sangat lelah. Masih ada esok hari dan dia bisa bertanya saat itu. Saat ini yang harus dia lakukan adalah membuat Jia Fei istirahat terlebih dulu....
..."Ji-Er, kau pasti sangat lelah, istirahatlah terlebih dahulu hal-hal yang ingin Ayah tanyakan, Ayah akan bertanya esok hari,"...
...Jia Fei mengangguk mengerti. Dia kemudian menatap Ibunya, Ibunya juga setuju. Dia juga tidak perlu terburu-buru bertanya....
..."Aku akan istirahat terlebih dahulu, "Ucap Jia Fei....
..............
...Zhang Hongli menatap rumah yang sebelumnya di isi oleh kehadiran Jia Fei, padahal jika Jia Fei mau dia bisa tinggal di sini. Tidak masalah dia bisa memberikannya rumah untuk Jia Fei. Namun Jia Fei menolak, dia merasa sedih namun tidak bisa juga memaksa Jia Fei....
...Zhang Hongli kemudian duduk di meja kerjanya. jari-jarinya mengetuk meja, pikirannya di penuhi kejadian hari ini. Mantan suami Jia Fei, dia tau Shen Yuwen adalah Direktur di Stand Group. Dan perusahaan itu baru-baru ini meminta kerja sama padanya. Haruskah dia membatalkan kerja samanya. Jika dia tau lebih awal bahwa pria b*rengsek itu adalah mantan suami Jia Fei, dia tidak mau menandatangani kerja sama dengan perusahaan itu. Dia bisa saja untuk membatalkannya sekarang namun bagaimana dengan reaksi Jia Fei, akankah dia marah karena perusahaan mantan suaminya dia hancurkan. Dia tidak ingin Jia Fei membencinya, dia belum mendapatkan jawaban atas perasaannya jadi dia tidak bisa berbuat gegabah. Namun bukan berati dia tidak bisa berbuat apa-apa. Jika memberinya sedikit pelajaran sepertinya tidak masalah, "Pikirnya....
...Zhang Hongli kemudian meminta Asisten Chen untuk mengumpulkan informasi mengenai Stand Group dan juga daftar investor yang bekerja sama dengan perusahaan itu. Dia memberikan Asisten Chen waktu hanya sepuluh menit....
.............
__ADS_1
...Asisten Chen yang sedang tidur pulas tiba-tiba di kejutkan dengan panggilan darurat dari Tuannya. Dia sekarang tinggal di hotel karena Tuannya sekarang tinggal bersama dengan Nyonya masa depannya....
...Asisten Chen segera bergegas membuka komputernya. Dia seperti berada di antara hidup dan mati, bagaimana tidak Tuannya hanya memberinya waktu sepuluh menit, bahkan jika dia ingin pergi ke kamar mandi dia akan menahannya hingga mati....
...Zhang Hongli menatap jam di ponselnya. Dia bahkan memasang waktu hitung mundur. Tersisa tiga detik, hingga detik terakhir barulah Asisten Chen menelponnya. Jika saja telat walau hanya satu detik sudah di pastikan dia akan mengamuk seperti singa....
..."Tuan, saya sudah mendapatkan informasinya,"...
...Zhang Hongli mengangguk puas....
..."Kirimkan padaku,"Ucapnya....
...Setelah mendapat email berupa data-data tentang perusahaan Stand Group Zhang Hongli membacanya setelah selesai dia tersenyum menyeringai. Entah apa yang dia rencanakan hanya dia dan Tuhan yang tau....
...............
...Keesokan harinya, Shen Yuwen bangun dan dia merasakan bahwa punggungnya terasa sakit. Dia baru sadar bahwa dia tidur di sofa, dia tidak pernah seperti ini. Tapi kenapa setelah Jia Fei pergi dia merasa seperti bukan dirinya. Dia adalah orang yang rasional. Hal-hal seperti tidur di sofa tidak akan terjadi. Tapi sekarang dia menjadi seseorang yang keluar dari jalur rasionalnya. Dan semua karena Jia Fei. Dia menjadi semakin kesal....
..............
Di kantor
...Shen Yuwen sudah tiba di kantornya, dia di sambut Xin Qian yang sudah berada di dalam ruangannya. Dia mengernyit heran tidak biasanya Xin Qian datang pagi-pagi sekali....
...Xin Qian tersenyum ketika melihat Shen Yuwen, dia datang karena membutuhkan uang dari Shen Yuwen, sebelumnya dia memiliki kontrak kerja sama dengan Zhang Hongli, namun karena kontrak itu di batalkan dia harus membayar ganti rugi. Hari ini sudah jatuh tempo, dia harus segera mendapatkan uang. Dan Shen Yuwen juga sudah berjanji akan membantunya....
...Shen Yuwen berjalan dan menggantung jasnya. Dia kemudian duduk dan menatap Xin Qian....
..."Ada apa,"Tanyanya....
...Xin Qian tanpa ragu-ragu duduk di pangkuan Shen Yuwen, dia melingkarkan tangannya di bahu Shen Yuwen. Shen Yuwen sedikit terkejut dengan aksi agresif Xin Qian. Namun sedetik kemudian keterkejutannya berubah menjadi gairah. Membuat darahnya mendidih merasakan sesuatu bergerak di antara kedua kakinya....
__ADS_1
..."Xin Qian, jika kau seperti ini aku tidak bisa lagi menahan,"...
...Xin Qian tersenyum genit. Akan lebih bagus jika Shen Yuwen menyentuhnya jadi tidak ada alasan untuk Shen Yuwen menolak menjadikan dia nyonya muda Shen selanjutnya....
..."Shen Yuwen kau sudah berjanji kepadaku bahwa kau akan akan membantuku untuk membayar kerugian akibat pembatalan kontrak kerja sama, hari ini sudah jatuh tempo,"...
...Shen Yuwen membelai lembut wajah Xin Qian...
..."Aku tau, berapa yang kau butuhkan,"...
...Xin Qian semakin erat menempel pada Shen Yuwen Dia bahkan membiarkan dadanya menempel di tubuh Shen Yuwen. Shen Yuwen adalah seorang pria normal. Selama pernikahan dengan Jia Fei dia bahkan tidak pernah mendaratkan jarinya di tubuh Jia Fei, tapi sekarang dia sudah bercerai dan Xin Qian semakin agresif. Dia tidak bisa lagi menahan....
...Xin Qian tersenyum lembut...
..."Tidak banyak hanya beberapa milyar Yuan saja,"...
...Shen Yuwen terdiam sejenak, beberapa milyar Yuan memang bukan masalah untuknya saat ini, sepertinya dia harus sedikit menguras uangnya. Tidak masalah semua demi wanita yang dicintainya....
...Shen Yuwen memeluk pinggang Xin Qian yang ramping....
..."Tidak masalah, aku akan memberikanmu beberapa milyar namun, sebelum itu aku sudah tidak bisa lagi menahan. Kau sudah membangkitkan sesuatu yang berada pada diriku, dan kau harus bertanggung jawab,"...
...Shen Yuwen kemudian menggendong dan membawa Xin Qian ke ruang pribadinya. Dia merebahkan Xin Qian di tempat tidur. Dan terjadilah hal-hal yang tidak seharusnya terjadi....
...Setelah selesai Shen Yuwen merapikan kembali bajunya. Dia duduk dan menyesap rokok di tangannya. Selama ini dia dan Xin Qian tidak pernah melewati batas. Mungkin karena dia sudah bercerai, Xin Qian juga menjadi sedikit berani. Ini adalah kantornya dia bahkan melakukannya dengan Xin Qian di kantor, dia menjadi hilang kendali. Sebenarnya ketika dia melakukannya dia mengingat wajah Jia Fei yang cantik dan anggun, namun amarahnya segera naik ketika dia ingat Jia Fei berdandan untuk Zhang Hongli. Sehingga membuatnya melampiaskan amarahnya kepada Xin Qian yang berada di bawahnya....
...Shen Yuwen tiba-tiba merasakan perutnya sakit, dia mengingat ketika dia akan pergi dinas Jia Fei memberinya obat untuk lambung....
..."Shen Yuwen perutmu lemah, jika terasa sangat sakit tidak perlu menahannya, ambil obatnya dan segera minum,"...
...Dia ingat dia menyimpannya di saku jas, dia segera mengecek kantong jasnya. Namun tidak ada apa-apa di sana. Dia lupa obat itu sudah dia buang. Dia merasa sedikit kosong dalam hatinya. Kenapa dia terus-menerus mengingat Jia Fei....
__ADS_1
...Sementara Xin Qian duduk di sofa, dia merasa senang, akhirnya Shen Yuwen mau menyentuhnya. Shen Yuwen sekarang sudah berada di genggaman tangannya....