
...............
...Jia Fei menatap ke arah Shen Yuwen, dia memundurkan langkahnya. Shen Yuwen berjalan ke arah Jia Fei, dia merasa benar-benar marah, Jia Fei tidak pulang ke rumah dia menghabiskan malam bersama dengan pria asing, keesokan harinya dia pulang seolah tidak terjadi apa-apa....
...Baru saja dia mendengar Xin Qian mengatakan bahwa Jia Fei tidak merasa bersalah dan merasa sangat senang setelah menghabiskan malam bersama pria lain di luar sana. Xin Qian juga mengatakan bahwa Jia Fei merasa sangat puas dengan kekuatan prianya semalam. Dan mengatakan bahwa Shen Yuwen tidak ada apa-apanya....
...Shen Yuwen merasa harga dirinya di injak sampai ketitik dasar. Jia Fei bermalam bersama pria asing dan dia merasa puas dengan pelayanan pria tersebut. Shen Yuwen semakin jijik dan benci melihat tubuh Jia Fei yang sudah di jamah pria lain....
...Jia Fei juga mengatakan bahwa dirinya tidak ada apa-apanya di banding pria itu. Baiklah Shen Yuwen ingin tau apa yang Jia Fei rasakan jika dia menyentuh Jia Fei. Apa dia masih akan mengatakan bahwa dia bukan apa-apa di banding pria itu....
...Shen Yuwen berjalan cepat ke arah Jia Fei. Sementara itu Xin Qian merasa senang dengan ekspresi Shen Yuwen. Setelah ini Shen Yuwen pasti akan menceraikan Jia Fei, "Pikirnya....
...Shen Yuwen tiba di hadapan Jia Fei. Dia segera menyeret tangan Jia Fei dan memasuki kamar Jia Fei. Jia Fei merasa tangannya sangat sakit seolah Shen Yuwen memeras dan ingin mematahkan tangan Jia Fei....
...Jia Fei segera memberontak, "Lepaskan, sakit, "Ucapnya....
...Shen Yuwen tidak menggubris ucapan Jia Fei dia diliputi amarah yang seakan ingin menghancurkan seisi rumah....
...Shen Yuwen membawa masuk Jia Fei dan kemudian membanting dan mengunci pintu agar Jia Fei tidak bisa kabur. Jia Fei di dorong ke atas tempat tidur....
...Xin Qian merasa panik bukan seperti ini yang dia inginkan. Jika Shen Yuwen melakukannya dengan Jia Fei lalu mereka mempunyai anak. Maka akan lebih sulit baginya untuk mengusir Jia Fei dari rumah ini. Dia tidak akan membiarkan ini terjadi....
__ADS_1
...Xin Qian berjalan cepat ke arah kamar Jia Fei, dia memutar gagang pintu namun ternyata pintunya di kunci dari dalam....
...Xin Qian semakin panik. Dia kemudian memanggil Shen Yuwen dari balik pintu. Namun seberapa keras pun Xin Qian memanggil namanya Shen Yuwen seakan tuli dari dunia luar....
...Sementara itu Shen Yuwen menahan Jia Fei di bawah tubuhnya. Dia menatap Jia Fei dengan amarahnya yang seakan meledak-ledak. Dia mengarahkan tangannya ke arah kancing baju Jia Fei dan bermaksud untuk membuka baju Jia Fei. Jia Fei tetap diam dia merasa perasaannya menjadi rumit. Dia senang jika Shen Yuwen menyentuhnya namun bukan dengan amarah seperti ini....
...Tepat ketika Shen Yuwen akan membuka kancing baju Jia Fei, Shen Yuwen menghentikan aksinya. Tangannya berhenti di udara. Seolah kewarasannya kembali kepada dirinya. Shen Yuwen kemudian berdiri. Sementara Jia Fei masih terbaring di atas tempat tidur. Dia menatap heran ke arah Shen Yuwen. Sedangkan Shen Yuwen menatapnya dengan tatapan dingin dan terbesit rasa jijik di matanya. Dia hampir saja menyentuh Jia Fei yang sudah di sentuh pria lain. Dia merasakan perasaan Jijik, marah dan mual....
...Shen Yuwen berjalan ke arah pintu kemudian membuka pintu dia melihat Xin Qian berdiri di hadapannya dengan raut kecewa di matanya. Seolah merasa hatinya tertusuk ribuan jarum dan seolah kesadarannya kembali. Shen Yuwen kemudian merangkul Xin Qian ke dalam pelukannya dia kemudian berkata, "Maaf,"...
...Xin Qian merasa lega di dalam hatinya hampir saja Shen Yuwen melakukannya dengan Jia Fei. untung dia segera menghentikannya jika dia terlambat akan lebih sulit lagi untuk menyingkirkan Jia Fei....
...........
...Perlakuan Shen Yuwen terhadap dirinya dan Xin Qian sangatlah berbeda. Jia Fei adalah istrinya yang sah, namun dia tidak pernah mendapat perlakuan baik dari Shen Yuwen. Dia tidak pernah mendapat cinta dari Shen Yuwen. Betapa bahagia itu seakan jauh dari jangkauannya. Semakin ingin dia merangkul kebahagiaan itu semakin sakit yang dia rasakan....
...Dia mencintai Shen Yuwen sebesar Shen Yuwen membencinya. Jia Fei ingin Shen Yuwen bahagia sebesar rasa sakit yang dia alami. Jia Fei menghapus air matanya dengan kasar. Adegan mesra di hadapannya seolah-olah ditanyang kan khusus untuknya....
...Shen Yuwen melepaskan pelukannya dari Xin Qian kemudian dia mencium kening Xin Qian. Shen Yuwen merasa buruk terhadap dirinya hampir saja dia melakukannya dengan Jia Fei. Hampir saja dia menyentuh Jia Fei dan menyakiti Xin Qian....
...Xin Qian merasakan amarah dihatinya dia harus segera menyingkirkan Jia Fei, dia semakin membenci Jia Fei. Gelar Nyonya Muda Shen sedari awal adalah miliknya namun Jia Fei merebutnya. Gadis miskin yang berharap menjadi seekor angsa putih, Xin Qian tidak akan pernah membiarkannya. Dia harus terus menghasut Shen Yuwen agar semakin membenci Jia Fei. Dan secepatnya bercerai dengan Shen Yuwen....
__ADS_1
...Xin Qian menatap Shen Yuwen dengan mata yang berkaca-kaca. Shen Yuwen merasa semakin bersalah. Dia kemudian membawa Xin Qian ke arah sofa. Dia menundukkan Xin Qian di atas sofa sedangkan Shen Yuwen berlutut di bawahnya. Shen Yuwen mengucapkan maaf berkali-kali....
...Xin Qian merasa puas di hatinya Shen Yuwen akan selalu seperti ini berlutut dan mengemis cintanya. Dia tidak perlu melakukan apa-apa. Dia bahkan tidak perlu mengangkat jarinya dan Shen Yuwen akan melakukan segalanya...
...Xin Qian menatap Shen Yuwen dengan raut wajah yang dibuat sedih kemudian dia berkata, "Shen Yuwen, apa yang akan kau lakukan dengan Jia Fei jika aku tidak menghentikan mu,"...
...Shen Yuwen merasa sangat menyesal dia menyesal sampai titik dimana dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Ini memang salahnya hingga dia lepas kendali. Namun sungguh dia tidak mendengar Xin Qian memanggilnya. Seolah seperti dia baru saja tuli. Dia berhenti ketika akan menyentuh tubuh Jia Fei itu karena intuisinya, seolah dia dipaksa berhenti oleh pikirannya....
...Selama beberapa tahun menikah dengan Jia Fei. Dia bahkan tidak pernah menyentuh Jia Fei. Dia bersumpah tidak pernah mendaratkan jarinya di atas tubuh Jia Fei. Dia tidak memiliki keinginan untuk bersentuhan dengan Jia Fei. Dia hanya memiliki rasa benci kepada Jia Fei hingga ke pembuluh darahnya....
...Bahkan untuk memegang tangan Jia Fei pun enggan, Ini adalah pertama kalinya bahwa dia baru saja menarik tangan Jia Fei....
..."Xin Qian, aku mengaku salah, aku kehilangan kendali, tapi aku berjanji ini adalah pertama dan terakhir kalinya, aku jijik dengan wanita itu aku tidak akan pernah menyentuhnya,"...
...Shen Yuwen mengangkat kedua jarinya sebagai simbol sumpahnya. Xin Qian merasa semakin puas di dalam hatinya namun dia masih pura-pura kecewa dia kemudian berkata, "Kau sudah berjanji, jika kau ingkari maka aku akan meninggalkanmu,"...
...Shen Yuwen menjadi panik pasalnya dia tidak pernah membayangkan hidup tanpa Xin Qian, bahkan setelah pernikahannya dengan Jia Fei hubungannya dengan Xin Qian masih terus berlanjut....
...Shen Yuwen kembali mengangkat jarinya, "Aku bersumpah,"...
...Xin Qian tersenyum lembut ke arah Shen Yuwen. Sementara Jia Fei merasa hatinya hancur berkeping-keping. Dia menutup pintu kamarnya dia terjatuh dan terduduk di bawah. Dia menenggelamkan kepalanya dia atas kedua lututnya. Dia menangis, menangisi hidupnya yang teramat pedih...
__ADS_1